Pupuk Growmore: Jenis, Manfaat dan Cara Aplikasi

Pupuk Growmore – Tanaman budidaya pastinya membutuhkan berbagai macam nutrisi untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemberian pupuk majemuk untuk menopang asupan nutrisi. Pupuk majemuk merupakan pupuk yang di dalamnya mengandung berbagai unsur dasar yang dibutuhkan oleh tanaman.

Salah satu pupuk majemuk yang dapat Anda gunakan ialah pupuk Growmore. Pupuk ini mengandung nutrisi dasar berupa NPK, yaitu campuran dari unsur Nitrogen (N), Fosfat (P), dan Kalium (K).

Kandungan pupuk ini dapat membantu tanaman terlihat lebih hijau,mempercepat pertumbuhan, serta menambah kandungan protein pada hasil panen.

Selain itu, pupuk Growmore merupakan salah satu pupuk majemuk yang mudah larut dalam air, sehingga dapat diserap dengan baik oleh tanaman Anda. Pengaplikasian pupuk ini dapat dilakukan degan cara penyemprotan pada daun atau disiramkan pada media tanah.

Mengenal Aneka Jenis Pupuk Growmore

Pada umumnya, pupuk Growmore berbentuk kristal dan berwarna biru. Pupuk ini sangat mudah larut dengan air, sehingga sangat mudah diserap nutrisinya oleh tanaman.Baik saat diaplikasikan secara penyemprotan maupun disiramkan pada lahan media tumbuh tanaman.

Selain itu, pupuk ini juga memiliki kandungan hara yang lengkap dengan konsentrasi yang berbeda setiap jenisnya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Formula konsentrasi yang berbeda pada setiap jenis pupuk ini, dapat memberi jaminan pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang, sesuai kebutuhan tanaman di setiap fase pertumbuhannya.

Pupuk ini dapat diaplikasikan sepanjang musim tanam tanaman, mulai saat tanaman masih muda hingga akhir musim tanam. Di bawah ini adalah jenis-jenis pupuk Growmore dan kandungan yang terdapat di dalamnya:

1. Pupuk Growmore Seimbang atau Growmore 20 20 20

Growmore 20 20 20
Growmore 20 20 20

Kandungan dalam pupuk ini seimbang antara jumlah Nitrogen, Fosfat, dan Kalium, sehingga menjamin terpenuhinya kebutuhan hara pada tanaman secara seimbang. Selain itu, pupuk jenis ini dapat Anda gunakan sepanjang tahun untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit lainnya.

Pupuk seimbang dianjurkan agar diaplikasikan pada tanaman palawija seperti jagung, tanaman padi, tembakau, sayuran, hidroponik, pembudidayaan rumput laut, dan lainnya.

Baca juga: Pupuk NPK 16 16 16

2. Pupuk Growmore Daun atau Growmore 32 10 10

Growmore 32 10 10
Growmore 32 10 10

Kandungan Nitrogen yang jauh lebih banyak dari nutrisi lainnya, membuat pupuk ini sangat berperan dalam pembentukan sel-sel baru pada saat tanaman baru ditanam dan mulai berkembang.Pupuk ini terutama sangat berfungsi untuk menunjang pertumbuhan daun tanaman.

Baca juga: Cara Penggunaan Pupuk Daun Yang Tepat Pada Tanaman

3. Pupuk Growmore Buah atau Growmore 6 30 30

Growmore 6 30 30
Growmore 6 30 30

Pada pupuk ini, kandungan Fosfat dan kalium jauh lebih banyak. Formula yang terkandung tersebut sangat berperan saat tanaman berada pada fase generatif atau pembentukan bunga dan buah.

Karena, pada fase ini tanaman akan membutuhkan kalium dan Fosfat untuk membantu proses asimilasi, respirasi, serta memperkuat jaringan.

Simak juga: Jenis Pupuk NPK untuk Buah

4. Pupuk Growmore Pembibitan atau Growmore 10 55 10

Growmore 10 55 10
Growmore 10 55 10

Kandungan nutrisi yang ada pada pupuk ini juga berperan pada proses perakaran saat pembibitan, stek, atau saat bibit tanaman dipindahkan ke lahan tanam.

Selain itu, kandungan yang terdapat pada pupuk Growmore yang satu ini didominasi oleh kandungan Fosfat (P). Sehingga sangat dibutuhkan oleh tanaman pada saat fase generatif untuk membantu proses pembungaan.

Kandungan NPK yang dimiliki keempat jenis pupuk tersebut tentunya berbeda. Angka pertama pada pupuk tersebut mempersentasikan kandungan Nitrogen, angka kedua menunjukkan persentase Fosfat, dan angka ketiga menunjukkan persentase kandungan Kalium.

Manfaat Pupuk Growmore pada Tanaman

Adanya kandungan nutrisi Nitrogen pada pupuk tersebut bermanfaat dalam membantu proses pertumbuhan saat fase vegetatif tanaman, terutama pertumbuhan pada daun.

Kandungan Fosfor di dalamnya sangat mendukung pertumbuhan akar, tunas, dan pada saat pembungaan tanaman budidaya.Sementara itu, kandungan Kalium berperan dalam mempercepat proses pembungaan dan pembuahan tanaman budidaya.

Pada saat tanaman berusia muda hingga dewasa, pupuk Growmore sangatlah diperlukan. Pada masa vegetatif, tanaman akan membutuhkan asupan unsur Nitrogen yang cukup banyak. Karena, pada fase ini terjadi pembentukan sel-sel tanaman yang baru karena tanaman baru tumbuh dan masih berkembang.

Jenis pupuk Growmore buah memiliki peran yang sangat penting pada saat tanaman memasuki masa generative, yaitu masa pembungaan dan pengisian buah.

Saat memasuki fase ini, maka tanaman akan membutuhkan unsur Fosfat dan Kalium yang lebih banyak. Karena, nutrisi tersebut merupakan bahan dasar pembentukan ATP dan ADP yang digunakan dalam proses asimilasi, respirasi, serta membantu memperkuat jaringan tanaman.

Selain untuk pertumbuhan dan perkembangan, pupuk Growmore seimbang juga berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai penyakit dan serangan hama. Maka dari itu, pupuk ini diperlukan sepanjang tahun oleh tanaman, baik saat berusia muda atau pun saat menjelang akhir musim tanam.

Saat tanaman memasuki fase generatif, maka asupan Fosfat dan Kalium akan sangat dibutuhkan untuk membantu proses asimilasi, mempercepat proses pembungaan pada tanaman, dan mempercepat pemasakan pada buah.

Selain itu, tanaman akan membutuhkan pupuk ini guna untuk merangsang pertumbuhan akar saat pembibitan, stek, atau saat Anda memindahkan bibit tanaman ke lahan yang lebih luas.

Cara Aplikasi Pupuk Growmore pada Tanaman

Jika ingin mengaplikasikan pupuk ini untuk pemupukan tanaman budidaya Anda, maka Anda harus mengetahui langkah-langkah atau cara yang tepat. Berikut ini adalah cara yang dapat Anda lakukan agar pengaplikasian “Growmore” dapat dilakukan dengan benar dan mendapat hasil yang optimal:

  1. Buatlah larutan pupuk dengan cara melarutkan 1 sampai 2 gram pupuk ke dalam air sebanyak 1 liter. Kemudian, aduklah hingga larutan tercampur secara merata.
  2. Aplikasikan larutan pupuk pada seluruh bagian tanaman, terutama bagian daun dengan cara disemprotkan.
  3. Selain itu, pupuk ini juga dapat Anda aplikasikan pada tanaman bunga aglaonema. Anda dapat memberikan pupuk pada tanaman saat pagi ataupun sore hari.
  4. Anda dapat melakukan penyemprotan atau pengaplikasian larutan pupuk dengan selang waktu antara 5 sampai 10 hari sekali dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman budidaya.
  5. Ketika musim kemarau tiba, atau tanaman menunjukkan tanda-tanda defisiensi atau kekurangan nutrisi Anda dapat meningkatkan dosis larutan yang diaplikasikan pada tanaman budidaya Anda.

Jenis Tanaman

Pupuk Growmore dapat Anda aplikasikan pada berbagai jenis tanaman, seperti:

  1. Pada berbagai tanaman hias, seperti bunga potong, anggrek, dan lainnya.
  2. Tanaman buah, contohnya semangka, melon, jeruk, apel, mangga, kopi, cokelat, durian, dan rempah-rempah seperti lada.
  3. Tanaman hidroponik.
  4. Pada pembibitan tanaman perkebunan dan kehutanan.
  5. Tanaman padi, dan tanaman palawija seperti kacang-kacangan, jagung, dan kedelai.
  6. Tanaman sayuran seperti tomat, kubis, kentang, cabe, bawang, dan broccoli.

***

Jadi, itulah penjelasan mengenai macam-macam jenis pupuk Growmore, manfaat, dan cara aplikasinya. Anda dapat menggunakan setiap jenis pupuk tersebut sesuai dengan fase pertumbuhan yang sedang dialami tanaman budidaya Anda.

Berhati-hatilah dalam memilih jenis pupuk Growmore yang akan digunakan. Hal ini karena setiap jenis pupuk Growmore memiliki kadar kandungan yang berbeda sesuai kebutuhan tanaman. Jadi, pastikan Anda memilih pupuk yang sesuai untuk kebutuhan tanaman Anda.

Simak juga: Pupuk NASA untuk Buah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *