Rekomendasi Pupuk NASA untuk Padi

Pupuk NASA untuk Padi – Di Indonesia, komoditas tanaman yang paling banyak dibudidayakan adalah tanaman padi. Adapun jumlah produksi padi di Indonesia mencapai rata-rata 4-5 ton untuk setiap satu hektar lahan pertanian.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan upaya ketahanan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi padi berdasarkan atas asas 3K, yaitu kualitas, kuantitas, dan kelestarian. Hal ini bertujuan agar kebutuhan sumber pangan pokok di Indonesia dapat terpenuhi, mengingat padi merupakan sumber pangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Agar hasil panen padi yang dihasilkan para petani bisa semakin maksimal, maka diperlukan adanya perawatan dan pemeliharaan tanaman padi secara baik dan benar.Pengetahuan tata cara budidaya tanaman padi pun menjadi sebuah keharusan untuk dikuasai oleh para petani.

Adapun salah satu cara untuk meningkatkan hasil panen padi,yaitu dengan melakukan pemupukan padi menggunakan produk pupuk organik, seperti pupuk NASA. Perusahaan yang satu ini tentu sudah tidak asing bagi para petani.

Berbagai produk pupuk organik dengan kualitas yang unggul sudah banyak diproduksi dan dipasarkan oleh para distributor resmi NASA.Salah satunya adalah paket pupuk pertanian untuk tanaman padi.

Ada beberapa produk pupuk NASA yang dapat digunakan dalam melakukan pemupukan tanaman padi, diantaranya ialah pupuk organik cair atau POC NASA, HORMONIK atau hormon organik, pengendali hama PESTONA, Natural BVR, Bintang Tani, pupuk Supernasa, Greenstar, dan Power Nutrition.

Lalu, bagaimana caraterbaik budidaya tanaman padi organik dengan menggunakan pupuk NASA? Untuk mendapatkan jawabannya, silahkan simak uraian berikut ini!

Pupuk NASA untuk Padi
Pupuk NASA untuk Padi

Syarat Tumbuh Optimal Tanaman Padi

Sebelum membahas tentang bagaimana teknik budidaya padi organik NASA, perlu Anda ketahui mengenai beberapa syarat tumbuhnya tanaman padi, di antaranya adalah:

  • Tanaman padi membutuhkan paparan sinar matahari secara penuh, tanpa naungan.
  • Tumbuh pada daerah dengan temperature atau suhu 19-270 derajat celcius.
  • Dapat tumbuh dengan baik pada daerah ketinggian 0-1500 mdpl.
  • Lahan yang cocok yaitu tanah lumpur yang subur, dengan ketebalan antara 18-22 cm dan pH tanah sekitar 4-7.
  • Penyerbukan dan pembuahannya juga dipengaruhi oleh besarnya angin yang berhembus.

Panduan Budidaya Padi dengan Pupuk Organik NASA

Itulah beberapa syarat tumbuhnya tanaman padi. Adapun teknik atau langkah-langkah budidaya tanaman padi organik NASA adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Benih

Jika akan memberikan jarak antar tanaman 25×25 cm pada lahan seluas 1 hektar, maka Anda memerlukan sekitar 1,5-3 kg benih padi. Idealnya, jumlah padi yang disebarkan sekitar 50-60 gram untuk setiap m2 luas lahan.

Adapun perbandingan luas tanah yang digunakan untuk pembenihan dan luas lahan tanam adalah 3:100 atau 3,5 m2 lahan pembibitan : 1000 m2 atau 1 hektar luas lahan tanam.

2. Perendaman Benih

Perendaman benih dilakukan dengan menggunakan air yang dicampur POC NASA, dengan takaran 2 cc per liter air dan direndam selama 6-12 jam.Setelah direndam, tiriskan dan masukkan benih kedalam karung goni, jangan lupa buang benih yang mengambang karena memiliki kualitas yang kurang baik.

Langkah selanjutnya adalah pemeraman dengan daun pisang atau dapat juga dengan memendam di dalam tanah selama 1-2 malam sampai semua benih berkecambah.

3. Penyemaian atau Pemeliharaan Pembibitan

Cara melakukan penyemaian yaitu dengan mengairi secara berangsur hingga setinggi 3-5 cm. Saat bibit padi berusia 7-10 hari dan 14-18 hari, semprotkan POC NASA dengan takaran sebanyak 2 tutup POC untuk satu tangki .

4. Pemindahan Benih

Ketika bibit mulai memiliki daun sebanyak 5-7 helai atau sekitar berusia 21-40 hari, memiliki batang bawah yang besar dan kuat, pertumbuhannya seragam, serta tidak terserang oleh penyakit dan hama, maka bibit tersebut siap untuk dipindahkan.

5. Pemupukan

Dosis yang digunakan pada pemupukan menggunakan pupuk NASA dapat disesuaikan dengan hasil produksi yang Anda inginkan. Ada pun contoh dosis yang dapat Anda pakai yaitu:

  • Untuk menghasilkan 1,2-1,7 ton gabah kering dengan luas lahan 1 hektar, gunakan 36,5 kg pupuk Urea, 3,5 kg ZA, 6,5 SP-36, 20 kg KCL, 13 kg Dolomit, dan 2 botol pupuk supernasa pada saat pengolahan lahan. Kemudian, setelah padi berusia 14 hari, gunakan Urea sebanyak 9 kg, 1 kg ZA, 1,5 SP-36, 5 kg KCL, 3 kg Dolomit, dan 2 botol pupuk supernasa.
  • Untuk hasil 0,8-1,1 ton pada lahan seluas 1 hektar dengan menggunakan pupuk supernasa dan POC NASA, aplikasikan pupuk Urea sebanyak 12 kg, SP-36 sebanyak 10 kg, dan siramkan 1 botol supernasa pada saat olah tanah. Sedangkan saat padi berumur 10-14 hari, gunakan 6 kg Urea, 50 kg SP-36, 5 kg pupuk supernasa, dan 4-5 tutup POC NASA untuk 1 tangki dengan cara disemprotkan.Kemudian, saat padi berusia 25-28 hari, berikan 6 kg Urea, 7 kg KCL, 5 kg Supernasa, dan 4-5 tutup POC NASA untuk 1 tangki. Dosis yang sama diberikan saat padi berumur 42-45 hari, namun untuk KCL dapat Anda tambahkan dosisnya menjadi 8 kg.
  • Untuk hasil 0,8 hingga 1,1 ton pada lahan seluas 1 hektar dengan menggunakan POC NASA dan HORMONIK, Anda dapat menggunakan Urea sebanyak 10 kg, SP-36 sebanyak 11,5 kg, dan 20-40 tutup POC NASA yang disiramkan. Kemudian, saat padi berumur 10-14 hari berikan 4,5 Urea dan 4-8 tutup POC NASA per tangki.

Setelah padi berusia 25-28 hari, kembali berikan 4 kg Urea, 5 kg KCL, 4-8 tutup POC NASA per tangki, dan 1 tutup HORMONIK per tangki. Kembali berikan takaran yang sama saat padi memasuki usia 42-45 hari dengan menambahkan dosis KCL menjadi 6,5 kg.

Pengaplikasian Supernasa dengan cara dilarutkan pada air kemudian disiramkan, sedangkan POC NASA dicampurkan dengan air lalu disemprotkan atau disiramkan.

Selain itu, pupuk SP-36 dapat dilarutkan dengan Supernasa atau pun POC NASA, sedangkan untuk jenis pupuk makro lainnya harus disebar secara merata. Perlu Anda ketahui, hasil tersebut juga dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti varietas padi, serangan hama dan penyakit, serta jenis tanah dan kondisi cuaca.

6. Pengolahan Lahan Ringan, Penyiangan, dan Pengairan

Lakukan pengolahan pada saat padi berumur 20 hari setelah tanam, dengan tujuan untuk sirkulasi udara di dalam tanah atau pembuangan gas beracun dan penyerapan oksigen.

Kemudian, lakukan penyiangan rumput liar seperti teki, eceng gondok, jajagoan, dan lainnya dilakukan sebanyak 3 kali saat padi berusia 4 minggu, 35 hari, dan 55 hari.

Sedangkan untuk pengairan, penggenangan air dilakukan saat padi berada pada fase awal pertumbuhan, membentuk anakan, pembungaan, dan fase bunting.Namun, lakukan pengeringan sebelum padi bunting agar fase pembentukan anakan terhenti dan mempercepat pemasakan biji.

7. Pengendalian Hama

Sementara untuk mengendalikan hama dan penyakit, Anda dapat menggunakan produk NASA seperti Natural BVR, Natural GLIO, PESTONA, dan Natural Vitura yang dapat diaplikasikan mulai fase pembibitan dan awal pertumbuhan.

Penggunaan produk ini dapat dilakukan secara bersamaan maupun hanya salah satu disesuaikan dengan jenis hama yang biasanya menyerang. Adapun dosis penggunaannya ialah sebanyak 2-3 sendok makan per tangki air, dilakukan rutin setiap 1- 2 minggu sekali.

*****

Jadi, itulah cara budidaya tanaman padi yang baik dan benar menggunakan berbagai pupuk NASA untuk padi. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya? Gunakan pupuk organik NASA dengan dosis yang tepat agar hasil produksi Anda meningkat.

Jangan lewatkan juga: Panduan Cara Menanam Padi Step by Step

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *