Pupuk Pembesar Ubi Jalar

Pupuk Pembesar Ubi Jalar – Tanaman ubi jalar atau ketela rambat atau Ipomoea  batatas P termasuk dalam komoditas pangan yang mengandung karbohidrat tinggi. Selain karbohidrat, ubi jalar kaya akan kandungan gizi, yaitu betakaroten, vit A, vit B, vit C, kalsium, zat besi, natrium, dan magnesium, dan fosfor.

Ubi jalar dimanfaatkan untuk bahan makanan atau olahan makanan, bahan baku industri, pakan ternak, dan masih banyak lagi.

Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan ubi jalar yang semakin banyak dimanfaatkan, kebutuhan masyarakat akan ubi jalar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Akan tetapi, kebutuhan ini tidak terpenuhi karena produktivitas ubi jalar masih tergolong rendah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti contohnya tanah yang kurang subur atau informasi petani yang kurang memadai terhadap teknik budidaya tanaman ubi jalar.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, budidaya ubi jalar membutuhkan penanganan yang intensif. Salah satu upaya agar tanaman ubi jalar mengalami peningkatan produksi adalah dengan memberikan pupuk.

Tanaman ubi jalar membutuhkan unsur hara yang cukup. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan memberikan pupuk yang tepat untuk tanaman ubi jalar.

Pemupukan tanaman ubi jalar dilakukan setelah 1,5 – 2 bulan setelah tanam. Jenis pupuk yang dapat diberikan untuk tanaman ubi jalar adalah pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, akan tetapi jumlah unsur hara pada pupuk organik relatif sedikit. Sehingga membutuhkan penambahan pupuk anorganik.

Pupuk Pembesar Ubi Jalar
Pupuk Pembesar Ubi Jalar via Antara

Pupuk Pembesar Ubi Jalar – Pupuk Organik dan Pupuk KCL

Berdasarkan hasil penelitian Muhammad Yasir, kombinasi pupuk kandang ayam, gamal dan KCL tidak memberi perubahan terhadap panjang batang. Pemupukan pada fase vegetatif tidak memberi pengaruh apapun. Tanaman ubi jalar yang tidak diberi pupuk dan diberi pupuk tidak memiliki perbedaan pada panjang batang.

Pemberian pupuk kandang ayam, gamal, dan KCL juga tidak berpengaruh terhadap jumlah cabang primer. Umumnya, jumlah cabang pada tanaman ubi jalar tergantung pada panjangnya batang. Semakin panjang batang tanaman ubi, maka semakin banyak cabang primernya.

Dosis pupuk organik 10 ton per hektar dan pupuk KCL 100 kg per hektar menghasilkan panjang ubi yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman ubi jalar yang tidak diberi asupan pupuk.

Pupuk organik memiliki fungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah. Semakin baik struktur tanah, maka pertumbuhan akar dan ubi juga semakin baik.

Sementara unsur K dari pupuk KCL memiliki peran sebagai penghasil karbohidrat, termasuk pada tanaman ubi jalar. Pasalnya, tanaman ubi jalar lebih banyak membutuhkan unsur K dari pada unsur hara yang lainnya.

Unsur K meningkatkan aktivitas fotosintesis, serta berpengaruh terhadap proses pertumbuhan ubi. Selain itu, unsur K juga memiliki fungsi untuk memberikan rasa manis pada umbi jalar, membantu produksi karbohidrat, meningkatkan ukuran umbi, dan meningkatkan kualitas umbi.

Pupuk KCl
Pupuk KCl via Belajartani

Pemberian pupuk organik 10 ton per hektar dan pupuk KCL 100 kg per hektar mampu meningkatkan diameter umbi jalar. Terpenuhinya unsur K pada tanaman membantu proses pertumbuhan umbi berjalan dengan baik.

Unsur K meningkatkan aktivitas metabolisme, sehingga proses pemanjangan akan lebih baik. Hal ini akan mendorong peningkatan diameter umbi jalar.

Dengan dosis pemupukan yang sama dapat meningkatkan berat umbi segar. Takaran pupuk organik 10 ton per hektar dan pupuk KCL 100 kg per hektar mampu menghasilkan umbi yang baik, yaitu 2, 06 kg.

Kombinasi kedua pupuk ini membantu pertumbuhan dan pembentukan akar dengan baik. Akar yang berperan sebagai penyimpan makanan akan terus membesar. Tanah yang mengandung unsur hara dari pupuk organik dan pupuk KCL dapat mencegah akar dari pembusukan.

Pemberian pupuk organik 10 ton per hektar dan pupuk KCL 100 kg per hektar dapat meningkatkan jumlah umbi setiap tanaman. Kandungan unsur hara yang terdapat dalam kedua jenis pupuk ini merangsang pembelahan akar sebagai bakal umbi baru.

Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu pemberian pupuk organik dan pupuk KCL dengan dosis tertentu dapat meningkatkan diameter, panjang, berat umbi, dan jumlah umbi.

Teknik Budidaya Tanaman Ubi Jalar

Selain pemupukan, perlu juga memperhatikan hal-hal berikut:

1. Kondisi Tumbuh Ubi Jalar

Tanaman umbi jalar dapat tumbuh dengan baik di tempat yang letaknya 0 – 500 meter di atas permukaan laut, dan membutuhkan temperatur udara yang sejuk. Kondisi tanah yang dibutuhkan harus gembur, subur, dan kaya akan unsur hara, tingkat keasaman tanah sekitar 5,5 – 7,5.

Sebaiknya, pilih jenis tanah liat yang berpasir. Tanaman umbi jalar juga membutuhkan penyinaran yang penuh supaya produksi umbinya banyak dan besar. Ketersediaan air harus tercukupi saat fase pertumbuhan dan perkembangan.

2. Penyiapan Lahan

Tanaman ubi tidak cocok tumbuh di tanah yang keras, kalaupun keadaannya demikian sebaiknya olah tanah terlebih dahulu menggunakan traktor atau yang lainnya.

Lahan yang sudah gembur dibuat bedengan dengan lebar 1- 1½ meter, dan tinggi 30 – 40 cm, jarak antar bedengan 60 – 75 cm. Jarak ini berfungsi sebagai saluran drainase.

Saat penyiapan lahan perlu diberikan pupuk agar kesuburan tanah tetap terjaga. Pupuk yang baik digunakan saat persiapan lahan adalah pupuk organik.

Gunakan pupuk organik yang mudah didapatkan, baik pupuk kandang sapi, kambing, ayam atau kompos. Dosis yang diberikan jika menggunakan pupuk kandang adalah 15 – 20 ton per hektar.

Sedangkan dosis yang dibutuhkan jika menggunakan pupuk kompos adalah 10 ton per hektar.Campurkan pupuk organik dengan tanah. Biarkan lahan selama sekitar 1 minggu sebelum menanam ubi jalar.

3. Pembibitan Tanaman Ubi Jalar

Bibit unggul tanaman ubi dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif dilakukan dengan stek batang atau pucuk dengan tujuan memperbanyak bibit umbi jalar.

Sedangkan cara generatif adalah perlakuan biji, tetapi ini jarang sekali dilakukan oleh petani. Umumnya, hanya dilakukan untuk keperluan penelitian.

4. Cara Penanaman

Penanaman yang baik dilakukan pada awal atau akhir musim hujan. Kenapa dilakukan pada musim ini? Tanaman ubi jalar membutuhkan banyak air dimasa pertumbuhannya.

5. Perawatan Tanaman Umbi Jalar

Perawatan tanaman salah satu hal paling penting, usahakan tidak ada lubang tanam yang kosong. Jika ada lubang kosong, segera lakukan penyulaman.

Pastikan tidak ada gulma atau tanaman pengganggu karena tanaman ini dapat berebut nutrisi dengan tanaman umbi. Tentu hal ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman ubi.

6. Pembalikan Batang Tanaman

Pembalikan batang tanaman perlu dilakukan jika masih menanam secara tradisional atau tanpa mulsa. Jika tidak melakukan pembalikan batang, kemungkinan terburuk yang terjadi adalah umbi yang terbentuk kecil.

Pembalikan sebaiknya dilakukan sejak umur tanaman 2 – 3 minggu setelah tanam. Ingat yang perlu dibalik hanya selain batang utama, atau batang yang ditimbun saat penanaman.

***

Demikian penjelasan terkait pupuk pembesar ubi jalar agar panen yang didapat lebih berlimpah. Dengan menerapkan teknik budidaya tanaman ubi jalar yang tepat, maka Anda bisa panen uji jalar dengan kuantitas dan kualitas yang semakin meningkat.

Simak juga: Manfaat & Dosis Pupuk ZA untuk Jagung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *