Pupuk Ultradap: Kandungan, Manfaat & Dosis Pemakaian

Ultradap – Semua budidaya tanaman membutuhkan pupuk untuk mendukung pertumbuhan. Pupuk dapat diibaratkan sebagai makanan bagi tanaman, layaknya manusia yang membutuhkan makan untuk bertahan hidup. Tumbuhan yang kurang mendapat asupan pupuk tetap dapat tumbuh, akan tetapi tidak segar dan subur.

Pupuk tidak hanya diberikan saat awal pengolahan atau persiapan lahan saja. Pemupukan juga dilakukan secara berkala setelah tanaman selesai ditanam, proses ini disebut dengan pemberian pupuk susulan.

Banyak petani yang belum memahami tentang pemupukan ini. Adapun produk pupuk buatan untuk pemupukan susulan adalah pupuk ultradap.

Pupuk Ultradap
Pupuk Ultradap via Shopee

Pengertian Pupuk Ultradap

Ultradap adalah pupuk mono ammonium phophate yang dimanfaatkan sebagai pupuk susulan. Pupuk ini memiliki karakteristik berbentuk kristal dan mudah larut dalam air. Di dalam pupuk ultradap terdapat kandungan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Oleh sebab itu, produk pupuk satu ini paling banyak digunakan oleh para petani.

Kandungan Pupuk Ultradap

Unsur hara utama yang terkandung dalam ultradap, yaitu:

1. Nitrogen

Tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan tidak selalu disebabkan oleh hama atau penyakit. Bisa jadi, tanaman kekurangan nutrisi atau kadar nutrisi yang diberikan tidak tepat.

Memang gejala tanaman yang seperti ini sulit dibedakan. Secara umum, tanaman yang kekurangan nutrisi terlihat pada perubahan fisiknya. Seperti contohnya, bentuk dan warna daun yang tampak kusam, serta berwarna kekuningan.

Umumnya, perubahan fisik pada tanaman ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi tertentu, terutama nitrogen. Nitrogen memiliki peran dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman yang sangat dibutuhkan saat proses fotosintesis.

Oleh sebab itu, nitrogen sangat dibutuhkan terutama saat fase vegetatif. Nitrogen tersedia dalam dua bentuk, yaitu amonia dan nitrat. Jumlah amonia yang dibutuhkan tanaman tidal lebih besar dari 25% total konsentrasi nitrogen.

Nitrogen dalam bentuk amonia yang diberikan secara berlebihan dapat memperlambat tumbuhnya tanaman. Hal ini karena amonia memiliki sifat dapat mengikat karbohidrat yang mengakibatkan cadangan makanan untuk pembungaan tanaman berkurang.

Berbeda dengan nitrogen bentuk nitrat, tanaman yang mendapat asupan nitrogen ini semakin kuat dan tahan terhadap penyakit.

Perlu diingat juga bahwa memberikan nitrogen yang berlebihan dapat berdampak buruk pada tanaman. Kelebihan nitrogen ditandai dengan daun yang tumbuh lebat dan berwarna hijau lebat. Kondisi ini membuat tanaman rentan terhadap serangan penyakit, dan sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Selain itu, kelebihan nitrogen menghambat pertumbuhan bunga dan buah, dan menurunkan kualitas buah. Kerusakan tanaman akibat kelebihan nitrogen bersifat permanen.

Itulah sebabnya, kerusakan tanaman akibat kelebihan nitrogen lebih sulit diperbaiki, jika dibandingkan dengan kerusakan tanaman akibat kekurangan nitrogen.

Kekurangan unsur nitrogen pada tanaman dapat diatasi dengan pemberian pupuk buatan yang mengandung nitrogen, salah satunya pupuk ultradap. Secara garis besar, manfaat nitrogen untuk tanaman, diantaranya:

  • Merangsang pertumbuhan tanaman, baik tinggi, jumlah anakan, cabang, dan daun muda.
  • Memberikan warna hijau yang baik pada daun. Warna hijau pada daun sangat penting bagi tanaman karena membantu proses fotosintesis. Cepat atau lambatnya pertumbuhan tergantung pada proses fotosintesis. Jika proses fotosintesisnya baik, maka pertumbuhan tanaman terjadi lebih cepat.
  • Merangsang proses pertumbuhan daun, oleh sebab itu tanaman sayuran sangat membutuhkan asupan nitrogen. Contohnya tanaman sawi, bayam, kangkung, dan tanaman sayuran lainnya.
  • Menghasilkan asam amino, protein, dan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh.

2. Fosfor

Kebutuhan tanaman akan unsur hara fosfor sangat penting. Para petani harus dapat memenuhi kebutuhan akan unsur hara ini agar tanaman dapat tumbuh dengan subur, dan tanaman memberikan hasil panen yang memuaskan.

Fosfor berperan dalam pembelahan sel untuk daun, buah, dan biji, serta pembentukan bunga.Fosfor memiliki karakteristik khusus, yaitu:

  • Bergerak lambat dalam tanah.
  • Tanaman menyerap fosfor lebih sedikit, jika dibandingkan dengan nitrogen dan kalium.
  • Di dalam tanah kandungan fosfor lebih tinggi, meskipun hanya sedikit diserap oleh tanaman.
  • Tidak mudah larut dalam air, kecuali di tanah berpasir.
  • Lebih banyak berada dalam bentuk anorganik daripada organik.

Saat digunakan sebagai pemupukan tanah, fosfor terlebih dahulu dihaluskan. Tetapi, karena tidak mudah larut dalam air, fosfor diolah menjadi pupuk buatan terlebih dahulu.

Pengolahan fosfor ini untuk memenuhi kebutuhan akan tanaman pangan, seperti jagung, kedelai, padi, dan lainnya. Pengolahan fosfor dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya:

  • Pupuk superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang mudah larut dalam air, dan mudah diserap oleh akar tanaman.
  • Pupuk Fused Magnesium Phospate (FMP) atau Mg3(PO4)2, kedua jenis pupuk ini baik untuk tanah yang mengandung banyak zat besi dan aluminium.
  • Pupuk aluminium fosfat (AIPO4).
  • Pupuk besi (III) fosfat (FePO4).

Pupuk superfosfat itu sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya Monoamonium Phospat (MAP) yang terkandung dalam pupuk ultradap.

Kegunaan pupuk ini untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman. Kadar yang tidak pas dapat membuat tanaman mengalami gejala kekurangan atau kelebihan fosfor.

Kadar fosfor yang disarankan saat fase vegetatif adalah 0.3% sampai 0,5% dari berat kering tanaman.Tanda tanaman kekurangan unsur fosfor:

  • Warna daun tampak tua mengkilap dan kemerahan.
  • Bentuk buah kecil, bentuknya jelek, dan mengalami matang dini.
  • Tepi daun mengeluarkan cabang.
  • Muncul warna merah ungu pada batang, lambat laun warna ini menjadi kuning.

Tanda tanaman kelebihan unsur fosfor:

  • Tanaman tumbuh menjadi tanaman kerdil.
  • Warna daun menjadi ungu atau cokelat, mulai dari ujung-ujung daun.

Keunggulan Pupuk Ultradap

Sebagai pupuk susulan, ultradap memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Membantu pertumbuhan dan pembentukan akar, bunga, dan buah.
  • Pemakaian secara konsisten dapat membantu meningkatkan hasil panen.
  • Sifatnya yang mudah larut tidak akan menimbulkan endapan pada tanah.
  • Mudah diaplikasikan, baik disemprot, disiram, ditabur, maupun hidroponik.
  • Cocok digunakan untuk semua jenis tanaman, seperti tanaman palawija, tanaman buah, tanaman sayur, tanaman hias, perkebunan, hidroponik, atau tanaman green house.

Dosis Pemupukan dengan Pupuk Ultradap

Setiap tanaman membutuhkan dosis ultradap yang berbeda-beda. Berikut ini contoh pemberian ultradap pada beberapa tanaman:

1. Tanaman Kentang

Pemupukan dengan disiram membutuhkan dosis ultradap 5 – 40 gram per satu liter air. Pemupukan dengan disemprot membutuhkan ultradap 2 – 4 gram persatu liter air. Pemupukan dilakukan 7 hari setelah tanam sampai pembungaan, 3 kali pemupukan dengan jarak 1 minggu.

2. Tanaman Semangka dan Melon

Pemupukan dengan disiram membutuhkan dosis ultradap 5 – 50 gram per satu liter air. Pemupukan dengan disemprot membutuhkan ultradap 2 – 4 gram per satu liter air. Pemupukan dilakukan 7 hari setelah tanam sampai pembungaan, 3 – 5 kali pemupukan dengan jarak 1 minggu.

3. Tanaman Cabe dan Tomat

Pemupukan dengan disiram membutuhkan dosis ultradap 5 – 20 gram per satu liter air. Pemupukan dengan disemprot membutuhkan ultradap 2 – 4 gram per satu liter air. Pemupukan dilakukan 7 hari setelah tanam sampai pembungaan, 7 – 9 kali pemupukan dengan jarak 1 minggu.

4. Tanaman Apel, Mangga, Anggur, dan Strawberry

Pemupukan dengan disiram membutuhkan dosis ultradap 5 – 20 gram per satu liter air. Pemupukan dengan disemprot membutuhkan ultradap 2 – 4 gram per satu liter air. Pemupukan dilakukan 7 hari setelah tanam sampai pembungaan, 3 kali pemupukan dengan jarak 1 minggu.

5. Tanaman Sayuran

Pemupukan dengan disiram membutuhkan dosis ultradap 5 – 50 gram per satu liter air. Pemupukan dengan disemprot membutuhkan ultradap 2 – 4 sendok per tangki semprot. Pemupukan dilakukan mulai umur 1 minggu sampai akan keluar bunga, dilakukan 1 minggu sekali.

***

Demikian penjelasan mengenai pupuk ultradap dan manfaatnya bagi tanaman. Dosis ultradap yang diberikan pada saat pemberian pupuk susulan tidak boleh sembarangan. Selama memiliki teori pemupukan yang benar, tanaman budidaya akan tumbuh dan memberikan hasil yang memuaskan.

Baca juga: Pupuk KNO3 Merah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *