Pupuk Tanaman Buah agar Cepat Berbuah

Pupuk Tanaman Buah – Tidak jarang kita sering mengamati pohon buah yang telah mempunyai batang pokok yang kokoh, bercabang banyak, dan daunnya rimbun. Namun, ternyata pohon buah tersebut tidak kunjung berbunga dan berbuah.

Terlebih jika dilihat dari segi usia, tanaman tersebut sebenarnya sudah masuk pada usia produktif. Sayang sekali, buah-buahan yang kita idamkan belum kunjung datang.

Lantas, apakah ada cara untuk mengatasinya? Tentu saja ada. Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak faktor yang bisa menyebabkan pohon tidak kunjung berbuah meskipun usianya sudah produktif.

Sebelum membahas tips agar tanaman bisa cepat berbuah, yuk simak terlebih dahulu apa saja penyebab tanaman menjadi gagal berbuah.

Baca juga: Pupuk Pembesar Buah

Aneka Penyebab Tanaman Tak Kunjung Berbuah

Jangankan melihat bakal buah, bahkan tanaman pun bisa tidak memunculkan bunga sama sekali. Kira-kira apa saja penyebabnya? Berikut adalah beberapa alasan mengapa tanaman sulit berbuah:

1. Umur Tumbuhan Masih Muda

Setiap jenis tanaman mempunyai waktu yang berbeda-beda untuk bisa berbuah. Tanaman mentimun, tomat, timun, pepaya, dan semangka hanya butuh waktu hitungan bulan saja untuk bisa berbuah.

Sementara itu, ada tanaman yang membutuhkan waktu hingga tahunan untuk bisa berbuah, seperti jambu biji, jeruk, kelengkeng, mangga, dll.

Artinya, apabila tanaman usianya masih terlalu muda dan belum mau berbuah, maka bisa disebabkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana perkembangan hormon dari tanaman tersebut.

2. Bunga Gagal Membentuk Bakal Buah

Jenis kasus lainnya yang sering membuat pohon tidak bisa berbuah adalah kegagalan bunga untuk membentuk bakal buah.

Sebenarnya, pohon sudah bisa berbunga, tetapi selalu rontok dan gagal menjadi buah. Selain disebabkan rontok karena angin, bunga juga bisa mengering.

3. Kelebihan Nutrisi dari Pupuk

Pemberian pupuk secara berlebihan memang akan menyebabkan banyak masalah bagi tanaman, termasuk menjadi gagal berbuah. Apa lagi jika jenis pupuk yang diberikan adalah kaya akan unsur nitrogen (N).

Meski pun akan memberikan penampilan daun yang lebih lebat dan segar, namun justru hal inilah yang akan menghalangi tajuk untuk menerima sinar matahari dan mengolah makanan.

4. Tanaman Mengalami Mandul

Beberapa jenis tanaman seperti kelapa dan salak harus ditanam lebih dari satu atau secara berkelompok. Alasannya adalah dalam satu pohon tersebut hanya mempunyai kelamin tunggal.

Untuk itu, proses pembuahannya harus dilakukan antar tanaman yang ditanam berdekatan. Jika tanaman berjauhan, umumnya bunga jantan terlebih dahulu akan gugur sebelum bisa melakukan pembuahan dengan bunga betina.

Simak juga: Pupuk Durian agar Sehat dan Berbuah Lebat

Pupuk Tanaman Buah
Pupuk Tanaman Buah Agar Cepat Berbuah

Membuat Pupuk Perangsang Bunga dan Buah Sederhana

Selain menggunakan pupuk atau bahan lainnya yang bisa dibeli di toko pupuk atau pertanian, Anda ternyata juga bisa membuat pupuk alami menggunakan bahan, alat, dan langkah-langkah yang sangat sederhana. Beberapa bahan yang dibutuhkan antara lain:

Bahan

  • 5 butir telur bebek atau telur ayam kampung
  • 200 gram susu murni
  • 100 mL madu asli
  • 1 liter EM4 yang telah diperbanyak

Untuk alat-alat yang dibutuhkan adalah sendok pengaduk, wadah atau mangkuk untuk mencampur semua bahan, dan botol berukuran sekitar 1,5 liter. Lantas, bagaimana cara membuatnya? Ini dia langkah-langkahnya:

Proses Pembuatan

  1. Pisahkan putih telur dari kuningnya. Kali ini hanya kuning telurnya saja yang akan digunakan.
  2. Campur 5 butir kuning telur, 100 ml madu, dan 200 gram susu dalam wadah.
  3. Aduk semua bahan hingga merata.
  4. Tuang campuran ke dalam botol yang berukuran 1,5 liter.
  5. Tuang 1 liter EM4 ke dalam botol tersebut.
  6. Kocok botol supaya semua bahan dan EM4 tercampur dengan merata.
  7. Diamkan campuran tersebut selama 1 minggu untuk proses fermentasi.
  8. Setiap hari botol sesekali dibuka untuk mengecek bagaimana kandungan gas di dalamnya. Tujuannya supaya botol tidak meledak karena adanya tekanan gas hasil fermentasi campuran tersebut.
  9. Tutup kembali botol jika proses pengecekan gas sudah selesai.
  10. Setelah satu minggu masa fermentasi selesai, pupuk sudah siap digunakan sebagai perangsang tumbuhnya bunga dan buah pada tanaman.

Cara pembuatannya sangat mudah bukan? Lalu, bagaimana cara mengaplikasikannya? Caranya yaitu dengan terlebih dahulu mencampurkan sekitar 5 cc pupuk organik cair tersebut dengan air. Nah, ukuran ini cocok dipakai pada 1 tangki semprot berukuran sekitar 14 liter.

Jika sudah dicampur dengan air dan dimasukkan ke dalam tangki semprot, maka pupuk organik cair ini sudah bisa langsung diaplikasikan pada tanaman. Pupuk disemprotkan langsung ke semua bagian tanaman, terutama pada batang dan daun.

Perlu diketahui bahwa tidak akan bermasalah jika pupuk ini jatuh ke media tanam saat proses penyemprotan. Hal ini karena pupuk ini adalah jenis pupuk organik yang dibuat dari bahan-bahan alami, sehingga sangat aman.

Sebaiknya, pupuk disemprot ketika pagi hari supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Jika pupuk ini diaplikasikan ke tanaman padi, maka bulirnya akan semakin berisi dan padat sekali. Selain pada padi, pupuk ini juga sangat cocok diaplikasikan ke semua jenis tanaman yang berbunga dan berbuah.

Manfaat Perangsang Buah

Manfaat penggunaan perangsang buah yang satu ini tentu sangat banyak sekali, di antaranya adalah:

  • Aroma buah akan lebih sedap
  • Rasa buah menjadi lebih manis
  • Merangsang semakin banyaknya calon buah yang muncul
  • Biji buah yang dihasilkan akan lebih mentes atau ber nas

Baca juga: Pupuk Buah Terbaik untuk Kelengkeng, Sawit

Langkah Tepat agar Pohon Lebih Cepat Berbuah

Selain memberikan perangsang buah atau pupuk booster, Anda juga perlu untuk melakukan beberapa langkah berikut supaya pohon menjadi lebih cepat berbuah:

1. Pemangkasan Tanaman

Sasaran proses pemangkasan yang paling tepat, yaitu ranting-ranting pohon yang kurang produktif, tajuk yang arahnya ke dalam, pucuk cabang, dan cabang tanaman yang rusak. Sebaiknya, gunakan alat tajam dan steril saat melakukan pemangkasan.

2. Perlukaan Batang Tanaman

Melukai batang tanaman bertujuan untuk menghambat nutrisi atau sari-sari makanan turun kembali ke akar. Caranya yaitu dengan menggores permukaan batang tanaman menggunakan pisau.

Ukurannya yaitu antara 10 – 20 cm dan mengelilingi batang. Lalu, oleskan ter atau parafin untuk menutupi bekas luka agar tanaman terhindar dari infeksi.

3. Pengikatan Batang Tanaman

Mengikat batang pokok tanaman menggunakan tambang atau kawat sudah banyak diterapkan sejak dahulu ketika pohon mogok berbuah.

Pada faktanya, teknik pengikatan batang ini bertujuan menghambat proses distribusi hasil fotosintesis oleh daun ke akar. Dengan begitu, maka makanan akan lebih menumpuk pada daun dan cabang dan akhirnya merangsang pembentukan buah.

4. Pemangkasan Tunas

Pemangkasan terutama dilakukan pada tunas liar yang tumbuh di bagian bawah batang pokok tanaman. Terkadang, ada rasa sayang saat melihat tunas-tunas tanaman yang baru saja tumbuh harus dipangkas. Namun, pemangkasan tunas memang harus dilakukan supaya tanaman lebih cepat berbuah.

Selain memanfaatkan pupuk, pemberian Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT juga sangat membantu perangsangan pohon untuk lebih cepat berbuah.

Bahkan, tanaman atau pohon akan tetap berbuah sekalipun berada di luar musimnya. Nah, beberapa jenis ZPT yang dapat menjadi rekomendasi adalah Potasium Klorat (KClO3), Naphthyl Acetic Acid (NAA), Auxin, dan Gibberelin.

***

Dengan semua langkah di atas, maka mimpi Anda untuk segera panen buah akan segera terwujud menjadi nyata. Jadi, jangan khawatir lagi karena Anda bisa segera memanen buah.

Bahkan, dengan jumlah yang banyak dan kualitasnya super. Yuk, rawat pohon Anda agar cepat dan senantiasa berbuah lebat!

Demikianlah ulasan mengenai pupuk tanaman buah yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi bertani anda.

Baca juga: Aneka Jenis Pupuk Buah Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *