Pupuk Pembesar Buah – Rahasia Panen Berlimpah

Pupuk Pembesar Buah – Perawatan tanaman tidak lepas dari proses pemberian pupuk agar tanaman mendapatkan asupan nutrisi dari unsur hara yang cukup. Pupuk mengandung unsur hara makro dan mikro yang menunjang pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

Tanaman dikatakan bertumbuh ketika terjadi penambahan bobot pada akar, batang, dan daun. Sedangkan pada saat tanaman berkembang terjadi penembahan kematangan tanaman pada bunga, buah dan biji.

Pemberian pupuk pada tanaman memiliki dua fase, yaitu pemberian pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar diberikan ketika persiapan pengolahan lahan.

Sedangkan pupuk susulan diberikan setelah proses penanaman agar kebutuhan tanaman akan nutrisi selama proses pertumbuhan dan perkembangan dapat terpenuhi. Pemberian pupuk susulan terbagi lagi menjadi 3 fase, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pematangan buah.

Fase vegetatif (juvenile) terjadi ketika tanaman mulai tumbuh sampai akan berbunga. Pada fase ini terjadi perkembangan akar, batang, cabang, dan daun.

Pada fase vegetatif nutrisi yang dibutuhkan tanaman berupa nitrogen. Akan tetapi pemberian nitrogen harus dibarengi dengan nutrisi yang lain karena pada masa awal pertumbuhan tanaman masih rentan terkena penyakit.

Fase generatif (produktif) terjadi ketika tanaman mulai berbunga sampai akhir. Pada fase ini karbohidrat dari proses fotosintesis disimpan dan digunakan pada pembentukan bunga, buah, dan biji serta sebagai cadangan makanan pada umbi.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pemberian pupuk pada fase generatif berbeda dengan pemberian pupuk pada fase vegetatif.

Rahasia Pupuk Pembesar Buah – Fase Pembungaan

Pupuk Pembesar Buah
Pupuk Pembesar Buah

Ketika fase pembungaan tanaman kebutuhan nutrisi tanaman perlu diperhatikan. Tanaman akan lebih membutuhkan nutrisi berupa fosfor (phospat) daripada nitrogen.

Pupuk NPK yang digunakan perlu ditambahkan dengan SP-36 dengan perbandingan 1:1 (misalkan 1 kg NPK + 1 kg SP-36).

Sehingga unsur nitrogen dan kalium masih diterima tanaman dengan unsur fosfor yang lebih banyak. SP-36 adalah pupuk yang memiliki kandungan fosfor sebesar 36%.

Banyaknya kandungan fosfor pada pupuk dengan bentuk butiran berwarna keabu-abuan ini akan mempercepat proses pembungaan.

Pemberian pupuk dapat juga dilakukan dengan mencampurkan ZA, SP-36, dan KCL dengan perbandingan 1:3:1. Satu gelas pupuk (300cc) dilarutkan pada 25-30 liter air, kemudan dikocorkan pada lubang buatan dengan kedalaman 10 cm dekat pangkal tanaman. Hal ini dilakukan 7-10 hari sekali.

Setelah fase pembungaan, tanaman berada pada fase pengisian buah atau umbi. Kebutuhan tanaman akan nutrisi pada fase ini berbeda dengan fase sebelumnya.

Nutrisi yang dibutuhkan pada tanaman yang sekali berbuah seperti semangka, melon, dan jagung adalah kalium. Kalium berguna untuk membesarkan dan meningkatkan kualitas buah.

Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan mencampurkan NPK dengan KCL dengan perbandingan 1:2 atau dapat juga dengan mencampurkan ZA, SP-36, dan KCL dengan perbandingan 1:1:3.

Sedangkan untuk tanaman yang panen lebih dari satu kali seperti cabai, nutrisi yang diperlukan adalah fosfor dan kalium. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan mencampurkan NPK, SP-36 dan KCL dengan perbandingan 1:2:3.

Satu gelas pupuk (300cc) dilarutkan pada 30 liter air kemudian dikocorkan pada lubang buatan dengan kedalaman 10-15 cm dekat pangkal tanaman. Pemupukan dilakukan 10 hari sekali.

Tips Budidaya agar Berbuah Lebat

Selain proses pemberian pupuk susulan seperti yang sudah dijelaskan tadi, ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan hasil buah dari tanaman. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

1. Mengolah tanah dengan benar

Hal ini dilakukan pada pemberian pupuk dasar sebelum penanaman tanaman. Rumput disekitar lahan dapat di daur ulang dengan cara dicampurkan dengan tanah. Campuran ini akan digunakan sebagai makanan bakteri yang nantinya akan dijadikan sebagai mineral dalam tanah dan memberikan unsur hara makro serta mikro.

2. Pemberian pupuk organik

Unsur hara berupa fosfor dapat diperoleh dari bahan-bahan organik. Bahan-bahan organik yang dapat digunakan seperti kulit pisang, air cucian beras, buah-buahan busuk, dan masih banyak lagi.

Selain memiliki kandungan fosfor yang baik dalam proses pembungaan, kulit pisang juga memiliki kandungan kalsium yang baik untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

Cara pemberian pupuk organik ini adalah dengan menumbuk kulit pisang kemudian larutkan ke dalam air. Setelah itu siramkan larutan tersebut pada tanaman.

Selanjutnya adalah menggunakan air cucian beras. Air cucian beras memiliki kandungan B1 yang berguna sebagai sumber energi tanaman.

Hal ini memudahkan tanaman dalam beradaptasi pada media dan lingkungan yang baru. Air beras yang sudah ditampung dalam wadah dapat disiramkan langsung ke media tanaman. Usahakan agar tidak terkena daun karena akan meninggalkan noda putih pada daun.

3. Pemanfaatan garam

Garam dapat digunakan mikroorganisme dalam tanah sebagai bioaktivator dalam proses pembusukan bahan organik. Bahan organik yang membusuk akan menghasilkan mineral yang berguna pada proses pertumbuhan, perkembangan, pembungaan, dan pembuahan. Satu sendok garam dilarutkan pada satu liter air.

Larutan garam dapat diberikan sebagai pupuk bagi tanaman dua minggu sekali untuk tanaman musiman seperti palawija, dan sebulan sekali untuk tanaman besar.

Pemberian larutan garam ini perlu diintensifkan ketika buah berukuran maksimal. Garam juga dapat ditambahkan pada penyiraman tanaman dengan air yang dilakukan setiap hari. Jumlah garam yang digunakan hanya seujung sendok saja.

Cara Memperbesar Buar

Dalam menanam tanaman buah, pasti yang diharapkan adalah tanaman menghasilkan buah yang besar. Berikut adalah cara-cara yang dapat digunakan untuk memperbesar buah:

1. Penuhi Nutrisi

Kebutuhan tanaman akan nutrisi harus terpenuhi. Selain fosfor dan kalium, nutrisi lain yang diperlukan adalah karbohidrat dan asam amino. Nutrisi-nutrisi tersebut sebaiknya diberikan pada tanaman sebelum bunga mekar dalam bentuk sudah dicairkan.

2. Beri Hormon

Selanjutnya adalah semprot tanaman pada pagi atau sore hari ketika tidak terkena sinar matahari dengan hormon yang memiliki kandungan giberelin 10 ppm, sitokinin 5 ppm, enzim amilase.

Hal ini dilakukan ketika bunga mulai layu dan calon buah masih sebesar kelereng. Penyemprotan tidak perlu berlebihan, cukup basah saja. Penyemprotan hormon dilakukan lagi ketika buah sudah setengah muda.

Giberelin berpengaruh pada perkembangan sel embrio dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, giberelin dapat membantu pembentukan biji, memperbesar ukuran buah, memunculkan buah tanpa biji dan memacu pembentukan bunga.

Sitokinin berfungsi dalam merangsang pembelahan sel (sitokinesis). Sedangkan enzim  amilase memiliki fungsi untuk mengkatalisasi pemecahan zat pati menjadi gula.

3. Buat Fermentasi Daun Teh

Tips selanjutnya adalah dengan membuat fermentasi daun teh dengan bahan berupa 1 kg teh, air sebanyak 5 liter, SR sebanyak 100 ml, gula 3 sdm, mecin 1 sdm. Fermentasi dari bahan-bahan tersebut disemprotkan ke seluruh tanaman daun dan buah dengan dosis 2 gelas/ tangki selama 7 hari.


Tanaman yang memiliki kualitas baik diperoleh dari proses yang panjang dimulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, perawatan tanaman, dan pemberian pupuk.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman, dari jenis pupuk pembesar buah, tips budidaya, dll Semoga bermanfaat.

Baca juga: Manfaat Pupuk Amonium Fosfat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *