Pupuk KNO3 Merah : Kandungan, Manfaat & Dosis

KNO3 Merah merupakan sumber kalium dan nitrogen untuk tanaman. Karakteristik KNO3 Merah berbentuk kristal berwarna merah, mudah larut dalam air, bereaksi netral atau tidak asam.

Pupuk ini sangat baik digunakan untuk memenuhi unsur kalium pada tanaman yang sensitif terhadap klorida (Cl). Lantas, apa saja kandungan pupuk KNO3 merah sehingga sangat bermanfaat untuk tanaman?

Unsur Hara yang Terkandung dalam KNO3 Merah

Pupuk KNO3 Merah
Ilustrasi: Pupuk KNO3 Merah

Berikut ini penjelasan kandungan unsur hara yang terdapat pada pupuk KNO3 Merah:

1. Natrium

Persentase kandungan natrium pada pupuk KNO3 Merah sekitar 18%.Sebenarnya, unsur hara natrium bukan unsur hara esensial. Akan tetapi, unsur hara ini hampir selalu ada dalam tanaman. Terutama tanaman yang tumbuh di tanah dengan kadar garam tinggi melebihi kadar fosfor.

Sifat utama natrium sama dengan logam alkali lainnya, yaitu lunak, ringan, berwarna putih keperakan, serta tidak berwujud sebagai unsur murni di alam. Jika digerus dalam air, secara spontan natrium akan meledak.

Umumnya, natrium tidak akan meledak pada suhu di bawah 388 Kelvin. Senyawa natrium yang paling sering ditemukan adalah natrium klorida atau garam dapur. Senyawa ini juga terkandung dalam soda niter, amphibole, zaolite, dan masih banyak lagi.

Selain garam dapur, natrium juga ditemukan dalam penyedap rasa. Sering kali ditemukan tanaman sayur yang ditanam sendiri di rumah tumbuh subur setelah diberi penyedap rasa.

Alasan penyedap rasa dapat digunakan sebagai pupuk tanaman adalah adanya kandungan natrium. Tidak mengherankan jika tanaman yang diberi penyedap rasa dapat tumbuh lebih sehat.

Sebenarnya, natrium bukanlah unsur yang sangat penting bagi tanaman. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, natrium hanya unsur hara yang sifatnya esensial. Bahkan fungsi natrium dapat digantikan dengan unsur hara lain seperti kobalt dan silikon.

Tanpa diberi asupan natrium, tanaman dapat tetap tumbuh asalkan asupan unsur hara lainnya terpenuhi. Tetapi, pemberian natrium dapat membuat tanaman tumbuh lebih subur, dan meningkatkan fungsi unsur hara esensial.

2. Nitrogen

Persentase kandungan nitrogen dalam pupuk KNO3 Merah sebesar 15%.Unsur hara nitrogen memiliki peran dalam sintesis protein, dengan kata lain unsur hara ini merupakan komponen paling penting dalam sistem pemupukan.

Nitrogen dalam tanaman ditemukan pada protoplasma sel yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan, dan merupakan bagian dari klorofil.

Klorofil tanaman berfungsi sebagai konversi energi matahari menjadi energi yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis. Warna hijau pada tanaman dan pembentukan protoplasma membutuhkan unsur hara nitrogen.Oleh sebab itu, nitrogen sangat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman.

Nitrogen diserap oleh tanaman, kemudian dikonversi menjadi asam amino sebagai bahan utama pembentukan protein. Nantinya, protein inilah yang digunakan untuk pembentukan protoplasma.

Hal ini membuktikan bahwa nitrogen menjadi penyusun struktur sel tanaman yang paling penting. Selain itu, nitrogen juga berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan sel.

Pemupukan dengan pupuk yang mengandung nitrogen harus sangat memperhatikan beberapa faktor. Apabila pupuk diaplikasikan pada tanah, maka harus menghindari pencucian sebelum pupuk benar-benar terserap oleh tanah. Untuk menghindari hilangnya pupuk akibat pencucian, tanam pupuk dengan kedalaman kurang lebih 5 cm.

Fungsi nitrogen dalam tanaman, yaitu:

  • Meningkatkan pertumbuhan semua jenis tanaman.
  • Mengontrol kadar protein dalam tanah.
  • Meningkatkan pertumbuhan daun, terutama pada tanaman sayur dan rumput ternak.
  • Meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman.

Unsur hara nitrogen didapatkan dari beberapa sumber berikut ini:

  • Pupuk buatan pabrik, seperti pupuk KNO3 Merah.
  • Udara merupakan sumber nitrogen yang paling besar. Sementara, nitrogen dalam bentuk amonia dan nitrat dapat sampai ke tanah dibantu oleh air hujan, atau diikat oleh bakteri pengikat nitrogen.
  • Unsur hara nitrogen juga dapat ditemukan dalam pupuk kandang atau bahan-bahan organik lainnya.

3. Kalium

Kalium dalam pupuk KNO3 Merah sebanyak 13%, dan memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Membantu pembentukan dan pengangkutan karbohidrat dalam tanaman.
  • Berperan sebagai katalisator dalam pembentukan protein.
  • Mengatur berbagai mineral dalam stomata.
  • Meningkatkan pertumbuhan jaringan maristem dalam tanaman.
  • Memperkuat batang tanaman, sehingga tanaman tidak mudah roboh.
  • Mengaktifkan enzim yang ada pada tanaman.
  • Biji pada tanaman berbiji menjadi lebih padat dan berisi.
  • Meningkatkan kadar gula dan karbohidrat buah.
  • Meningkatkan kualitas buah, sehingga memiliki bentuk dan warna yang lebih baik.
  • Membuat tanaman tahan terhadap hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman.
  • Merangsang pertumbuhan akar tanaman.

Saat tanaman masih muda, gejala kekurangan kalium sulit diketahui. Tetapi, gejala umum yang terjadi jika tanaman kekurangan kalium dapat diketahui dengan timbulnya ciri-ciri berikut ini:

  • Daun berubah mengerut, pada tanaman tertentu daun menggulung. Contohnya, tanaman kentang yang kekurangan kalium daunnya akan menggulung. Terjadi perubahan warna pada daun tua, biasanya daunnya tampak mengkilap. Perubahan yang terjadi pada daun tua ini tidak merata. Ujung dan tepi daun juga berubah menguning, bahkan sampu tulang daun. Terdapat bercak-bercak merah kecokelatan pada daun. Biasanya daun yang sudah mengalami perubahan atau terdapat bercak akan gugur degan sendirinya.
  • Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tumbuh kerdil.
  • Menghasilkan buah yang mutunya jelek, kecil-kecil, kualitasnya jelek, dan mudah membusuk.
  • Buah mudah gugur sebelum matang, biasanya terjadi pada tanaman kelapa dan jeruk.
  • Rentan terserang hama dan penyakit.

4. Boron

Persentase boron yang terdapat pada KNO3 Merah sebesar 0,05%. Boron merupakan unsur hara mikro yang berperan dalam pembentukan atau pembiakan sel, terutama pada titik tumbuh pucuk, pertumbuhan tepung sari, bunga, dan akar.

Jenis tanaman legume, boron memiliki peran dalam pembentukan dan pertumbuhan bintil-bintil akar. Selain itu, boron juga dapat memperbanyak cabang-cabang modul untuk mencegah bakteri parasit.

Boron yang diserap tanaman berbentuk ion BO3.Umumnya tanaman hanya membutuhkan sedikit boron, meskipun demikian boron harus terpenuhi bagi tanaman.

Kekurangan boron sering terjadi pada tanaman yang tumbuh pada tanah berpasir, atau tanah yang mengandung banyak kapur.

Fungsi boron terhadap tanaman:

  • Memiliki peran penting dalam pembentukan dinding sel.
  • Membantu perkembangan buah, bunga, dan akar.
  • Pembentukan dan perkembangbiakan sel tumbuhan.
  • Berperan penting dalam penyerbukan.

Gejala tanaman yang kekurangan boron:

  • Daun mengering dan kurus, dan ujungnya berubah warna menjadi cokelat.
  • Pertumbuhan kuncup dan pucuk terhambat, bahkan mengakibatkan tanaman mati.
  • Pertumbuhan marsitem terganggu, terjadinya kelainan pada tanaman, dan pembentukan tepung sarinya jelek.
  • Kelopak bunga dan batang mengalami pecah-pecah.
  • Tanaman menjadi kerdil atau berhenti pertumbuhannya.

Fungsi Pupuk KNO3 Merah Secara Umum

Pupuk KNO3 Merah memiliki fungsi terhadap tanaman, sebagai berikut:

  • Pertumbuhan bunga dan buah terjadi dengan cepat.
  • Kualitas buah dan biji meningkat, terutama umbi.
  • Produksi tanaman meningkat dengan pesat.
  • Mencegah pembusukan pada buah.
  • Meningkatkan berat biji dan buah.
  • Meningkatkan kualitas rasa.

Dosis Penggunaan Pupuk KNO3 Merah Secara Umum

Pemupukan dengan pupuk KNO3 Merah harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Dosis pupuk KNO3 Merah secara umum, yaitu:

  • Pemupukan dengan cara dikocor membutuhkan 1 – 5 gram per satu liter air.
  • Pemupukan dengan cara ditugal membutuhkan 5 – 10 gram per tanaman.
  • Khusus untuk tanaman padi, pemupukan menggunakan pupuk KNO3 Merah dengan cara ditabur. Kadar KNO3 Merah yang dibutuhkan adalah 15 kg per hektar.

Setiap tanaman membutuhkan pupuk untuk mendukung pertumbuhan secara maksimal. Banyak jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tiap fase pertumbuhan tanaman.

Semua jenis pupuk baik untuk tanaman, mulai dari pupuk organik alami hingga pupuk organik buatan. Salah satu pupuk buatan yang sering digunakan oleh petani adalah pupuk KNO3 Merah.

***

Demikianlah ulasan mengenai pupuk KNO3 mulai dari kandungan, manfaat serta cara aplikasinya pada tanaman. Semoga bermanfaat dan hasil panen anda semakin berlimpah lagi.

Simak juga: Manfaat Pupuk Borat dan Cara Aplikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *