Pupuk Kilat: Manfaat, Keunggulan & Cara Aplikasi

Pupuk Kilat – Mendapatkan hasil panen melimpah adalah harapan semua petani. Tetapi, untuk mewujudkan itu harus banyak usaha yang perlu diperlukan oleh para petani. Terutama perihal pengolahan tanah serta pemeliharaan tanaman.

Apabila lahan pertanian tanahnya subur, tanaman berasal dari bibit atau benih yang berkualitas, maka perawatan tanaman tidak terlalu sulit dan ada harapan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Salah satu cara pemeliharaan tanaman adalah dengan melakukan pemupukan secara rutin. Pemupukan dimaksudkan untuk menutrisi tanaman.

Hal ini mengingat bahwa terkadang unsur hara yang ada di dalam tanah saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Oleh karena itu, tanah dan tanaman perlu mendapatkan tambahan asupan nutrisi yang bisa diperoleh dari pupuk.

Nah, salah satu jenis pupuk terbaik untuk menyuburkan tanaman adalah pupuk kilat. Pupuk ini memiliki beragam manfaat yang bisa diaplikasikan pada beragam jenis tanaman. Lantas, apa saja manfaat pupuk kilat dan berapa dosis yang harus diberikan pada tanaman?

Pupuk Kilat
Pupuk Kilat

Cara Aplikasi Pupuk Kilat pada Tanaman

Berikut ini adalah beberapa cara aplikasi pupuk kilat untuk berbagai jenis tanaman:

1. Tanaman Buah dengan Batang Merambat

Tanaman dengan batang merambat seperti semangka, anggur, dan melon bisa diberi pupuk kilat supaya cepat berbuah lebat. Penyemprotan sebaiknya dilakukan 7 hari setelah tanam.

Dosis yang digunakan adalah 5 mL pupuk kilat dicampur dengan 1 liter air. Selain itu, tanaman juga perlu diberi pupuk kilat 20 hari sekali menggunakan takaran 3 mL pupuk per 1 liter air atau sebanyak 2 – 2,5 tutup botol pupuk kilat untuk 1 tangki air sejumlah 14 mL.

2. Tanaman Sayur Mayur

Tanaman sayuran seperti tomat, kangkung, wortel, cabai, kacang panjang, seledri, dan mentimun. Penyemprotan pupuk kilat dilakukan setiap 10 hari sekali,  yaitu dengan takaran 2 – 4  mL pupuk per 1 liter air.

3. Tanaman Palawija

Palawija seperti kacang hijau, jagung, padi, kacang tanah, dan umbi-umbian juga perlu diberi pupuk kilat supaya hasil buahnya lebih banyak dan berkualitas. Penyemprotan pupuk kilat dilakukan saat tanaman berumur 7, 20, 40, dan 60 HST. Dosis pupuk yang diberikan adalah 5 mL per 1 liter air.

4. Tanaman Buah dengan Batang Keras

Pohon buah-buahan yang berbatang keras seperti jambu, rambutan, jeruk, dan belimbing sangat membutuhkan pupuk kilat supaya proses pembuahan lebih cepat.

Penyemprotan tanaman buah dilakukan pada waktu 7 HST menggunakan takaran 5 mL pupuk yang dicampur dengan 1 liter air. Setiap bulan tanaman buah ini juga harus diberi pupuk sampai tanaman berbunga. Takaran yang digunakan adalah 6 – 10 mL pupuk kilat per 1 liter air.

5. Tanaman Hias

Jenis tanaman hias seperti aglonema, anthurium, herbas, anggrek, dan krisan perlu diberi pupuk kilat supaya cepat berbunga dan bunganya juga semakin lebat.Lakukan pemupukan dengan cara disemprot setiap 10 hari sekali pada tanaman bunga tersebut. Dosis pupuk yang diberikan adalah 2 mL dicampurkan dengan 1 liter air.

6. Tanaman Perkebunan

Tanaman perkebunan seperti kopi, karet, cengkeh, dan kakao juga penting untuk diberi pupuk kilat supaya cepat berbuah. Lakukan penyemprotan di awal serta di akhir musim hujan menggunakan takaran pupuk 6 – 10 mLyang dicampur dengan 1 liter air.

Teknik Pemupukan dengan Pupuk Kilat

Dalam menggunakan pupuk kilat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Tidak dianjurkan untuk mencampurkan pupuk kilat dengan jenis bahan kimia lain.
  • Tidak dianjurkan untuk memberikan pupuk bersamaan dengan pestisida kimia dalam 1 hari yang sama. Sebaiknya, berikan jarak waktu minimal 3-5 hari.
  • Penggunaan pupuk tidak boleh menggunakan air yang terdapat kandungan kaporit.
  • Setelah pemakaian, tutup dan simpan pupuk kembali pada tempat yang teduh.
  • Pupuk yang mengeluarkan aroma busuk atau tidak sedap jangan digunakan
  • Penyemprotan dilakukan pada pagi hari (06.00- 09.00) atau sore (15.00-18.00), yaitu ketika mulut daun atau stomata sedang membuka.
  • Alat penyemprotan dibersihkan terlebih dahulu supaya tidak mengandung sisa-sisa bahan kimia dari penggunaan pupuk kimia lain ataupun pestisida.
  • Penyemprotan jangan dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga (terkecuali untuk tanaman cabai).

Keunggulan dan Manfaat Pupuk Kilat

Pupuk kilat menawarkan banyak keunggulan dan manfaat sebagai berikut :

  • Mempercepat masa perkecembahan benih.
  • Mengurangi pemakaian pupuk anorganik sampai 70%.
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman, pada vegetatif hingga generatif.
  • Mengurangi biaya untuk produksi.
  • Mengurangi penggunaan pestisida kimia.
  • Mengurangi terjadinya kerusakan hasil panen tanaman.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan dari OPT.
  • Meningkatkan kualitas hasil panen supaya lebih baik.
  • Meningkatkan kuantitas panen sampai 50%.
  • Mudah diaplikasikan di lahan pertanian.
  • Memiliki kandungan hara serta mikroba yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman.
  • Menjaga kelestarian alam lingkungan karena tidak meninggalkan residu.

Teknik Budidaya Tanaman untuk Meningkatkan Hasil Panen

Berikut ini beberapa tips budidaya tanaman agar hasil panen berlimpah:

1. Pemupukan Secara Terjadwal

Sama halnya seperti zat gizi untuk tubuh, pupuk juga memberikan nutrisi pada tanaman. Agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal, maka perlu dilakukan pemupukan pada tanaman secara teratur.

Pemupukan harus dilakukan secara terjadwal sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam. Dosis pemupukan juga perlu diperhatikan.Umumnya, pupuk diberikan pada tanaman saat pagi hari atau sore.

2. Perhatikan Fase Pertumbuhan Tanaman

Pemberian pupuk juga harus memerhatikan umur dari tanaman, karena setiap fase pertumbuhan tanaman membutuhkan asupan nutrisi dengan jumlah yang berbeda-beda.

Pada setiap perkembangan tanaman, baik pada masa vegetatif atau masa generatif, tanaman harus diberi asupan nutrisi yang pas.

Contohnya adalah ketika tanaman telah memasuki masa pembuahan, maka pupuk yang diberikan adalah pupuk dengan kandungan fosfor yang tinggi. Hal ini karena pupuk fosfor dapat merangsang pembentukan buah.

Sementara itu, pupuk yang kaya nitrogen tidak boleh diberikan secara terus menerus pada tanaman saatfase vegetatif karena proses pertumbuhan tanaman akan terhambat.

3. Penyiraman Air Secara Teratur

Tenik penyiraman air sebenarnya tergantung dari jenis tanaman yang Anda miliki. Hal ini karena setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda.

Pada dasarnya, kebutuhan air pada tanaman harus dipenuhi dengan baik. Penyiraman air jika terlalu sedikit umumnya bisa menyebabkan tanaman kekeringan dan kemudian menjadi mati.

Sebaliknya, penyiraman terlalu banyak air justru akan menyebabkan pembusukan akar tanaman. Jadi, berikan jumlah air yang tepat sesuai dengan kondisi tanaman.

Selain itu, tanaman juga memerlukan penyinaran yang sesuai dengan kebutuhan.Perkebunan buah dan sayuran umumnya memerlukan penyinaran matahari sekitar 6 jam setiap harinya.

Perawatan tanaman sebenarnya tidak sulit, namun juga bukan hal mudah yang bisa disepelekan. Sebaliknya, dalam menanam tanaman harus mampu memberikan kasih sayang dan perhatian pada tanaman yang kita miliki. Dengan begitu, maka perawatan tanaman bisa lebih mudah dan sederhana untuk dijalani.

Beberapa cara perawatan lainnya adalah dengan membersihkan patahan ranting atau dahan, memangkas tunas yang tumbuhnya tidak teratur, serta membuang sisa- sisa kotoran di daerah tanaman yang seharusnya tidak berada di sana.

***

Demikianlah ulasan mengenai pupuk kilat, mulai dari pengertian, cara aplikasi, manfaat, teknik pemupukan hingga tips budidaya yang baik dan benar. Semoga artikel ini dapat membantu anda agar budidaya yang anda lakukan bisa lebih berhasil lagi. 

Baca juga: Manfaat Pupuk Amonium Fosfat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *