Pupuk Kelengkeng dan Rahasianya agar Berbuah Lebat

Pupuk Kelengkeng – Kelengkeng dengan nama ilmiah Dimocarpus longan merupakan tanaman buah-buahan keluarga Sapindaceae. Di Indonesia sendiri, kelengkeng mempunyai banyak sebutan, mulai dari lengkeng, kelengkeng, hingga mata kucing. Karena memiliki rasa yang sangat enak, maka tidak heran jika buah semangka ini disukai oleh hampir semua orang.

Mengingat bahwa jumlah penggemar kelengkeng cukup banyak di Indonesia cukup banyak, maka banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya.

Nah, salah satu masalah yang sering terjadi dalam pembudidayaan tanaman kelengkeng yaitu sulitnya tanaman kelengkeng untuk berbunga dan menghasilkan.

Banyak kasus tanaman kelengkeng tidak mau berbunga meski sudah masuk usia produktif, sekalipun berbunga terkadang tidak sampai membentuk bakal buah karena bunga kelengkeng mengalami kerontokan.

Budidaya tanaman kelengkeng supaya cepat berbuah tentu tidak lepas dari bagaimana cara pemeliharaan yang baik. Pastikan tanaman kelengkeng dalam kondisi sehat, karena tanaman mustahil berbuah cepat dan lebat jika kondisinya tidak menunjang untuk berproduksi.

Pupuk kelengkeng Terbaik via Shopee
Pupuk kelengkeng Terbaik via Shopee

Pupuk Kelengkeng Agar Berbuah Cepat Dan Lebat

Sebagai salah satu cara menunjang pembungaan dan pembuahan tanaman kelengkeng adalah dengan pemupukan. Lantas, pupuk apa saja yang bisa dimanfaatkan agar kelengkeng cepat berbunga dan berbuah?

1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang sangat umum digunakan untuk menyuburkan tanaman kelengkeng. Pupuk kandang merupakan salah satu jenis dari pupuk organik yang berperan untuk memberikan beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kelengkeng.

Pupuk kandang banyak sekali mengandung unsur hara, sehingga penggunaan pupuk kandang akan sangat membantu untuk mengembangkan jaringan dan sel-sel tanaman, sehingga bisa tumbuh dengan maksimal.

Pupuk kandang bisa diperoleh dengan membelinya langsung di toko pupuk atau toko pertanian terdekat. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda mau membuatnya sendiri di rumah. Jangan khawatir karena proses pembuatan pupuk kandang ini sangat mudah.

Ya, pupuk kandang cukup dibuat dengan memanfaatkan sisa kotoran hewan saja. Semua jenis kotoran hewan pun dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk kandang.

Namun, jenis kotoran hewan yang terbukti paling baik untuk membuat pupuk kandang yaitu kotoran kambing atau domba. Hal ini karena kotoran dari kedua hewan tersebut banyak mengandung fosfor yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Adapun cara pengaplikasian pupuk kandang, yaitu bisa langsung diberikan setelah bibit tanaman kelengkeng ditanam pada lahan. Pemupukan dengan pupuk kandang dilakukan secara berkala, yaitu sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Cara mengaplikasikannya yaitu dengan menggali tanah di sekeliling tanaman kelengkeng sebelum pupuk ditaburkan.

2. Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan pupuk anorganik atau pupuk buatan dengan kandungan unsur hara utama berupaFosfor (P), Nitrogen (N), serta Kalium (K). Ketiga unsur hara ini merupakan jenis unsur atau zat hara yang paling dibutuhkan oleh tanaman dalam proses pertumbuhan dan pembuahan.

Pengaplikasian pupuk NPK kepada tanaman kelengkeng diberikan dengan dosis yang seimbang. Sementara itu, dosis pupuk NPK juga haus disesuaikan dengan umur tanaman kelengkeng.

Pada masa awal pertumbuhan, dosis pupuk NPK yang diberikan adalah kandungan Nitrogen yang lebih tinggi. Sementara itu, jika tanaman kelengkeng sudah masuk fase pembungaan, maka berikan pupuk NPK yang lebih tinggi kandungan Fosfor di dalamnya.

Nah, jika tujuannya untuk meningkatkan ukuran buah lengkeng, maka gunakan pupuk NPK yang memiliki kandungan Kalium lebih tinggi.

3. Pupuk Booster

Selain menggunakan pupuk kandang dan NPK, memberikan pupuk booster juga diperlukan supaya tanaman kelengkeng cepat berbuah dan buahnya lebat. Booster atau pupuk perangsang buah merupakan sebuah obat yang berkhasiat untuk merangsang terjadinya pembuahan.

Cara mengaplikasikan booster tidak jauh berbeda dengan pengaplikasian pupuk. Penggunaan booster melalui  bagian akar tanaman kelengkeng merupakan cara paling lazim yang digunakan oleh para petani. Namun, memberikan booster melalui bagian daun atau batang pohon pun bisa menjadi pilihan.

Dosis penggunaan booster tentunya harus sesuai berdasarkan label yang tertera dalam kemasan supaya dapat berfungsi sebagaimana mestinya pada tanaman.

Sebaiknya, hindari memberikan pupuk perangsang pembuahan ketika musim hujan karena sebagian besar hara pada pupuk tidak terserap oleh tanaman dan justru tersapu oleh air hujan.

Namun, jika terpaksa harus memberikan pupuk ketika musim hujan, maka usahakan pupuk diberikan minimal empat jam sebelum turun hujan. Selain itu, tutupi juga tanah di sekitar akar tanaman yang sudah diberi booster supaya dosisnya tetap terjaga.

Cara Membuat Booster Kelengkeng

Mengingat bahwa ada kandungan bahan kimia yang cukup berbahaya dalam pupuk booster sintesis bagi kesehatan manusia, maka ada baiknya jika Anda pupuk Booster sendiri di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang lebih ramah terhadap lingkungan dan kesehatan.

Pembuatan booster untuk kelengkeng tergolong sangat mudah untuk dipraktekkan. Bahkan, bahan-bahan yang diperlukan pun banyak tersedia di sekitar Anda. Nah, bahan tersebut antara lain berupa 3 buah telur ayam kampung dan 1 liter cairan EM4. Bagaimana cara membuatnya? Ini dia caranya:

  • Pisahkan putih telur dari kuning telur. Bagian yang digunakan hanya kuning telur saja.
  • Campur kuning telur dengan 1 liter EM4.
  • Kocok campuran bahan tersebut sampai melebur jadi satu.
  • Diamkan campuran tersebut hingga24 jam.
  • Pupuk booster kelengkeng siap digunakan.

Cara Mengaplikasikan Booster Tanaman Kelengkeng

Cara mengaplikasikan pupuk booster pada tanaman kelengkeng sangatlah mudah. Pertama, kocok terlebih dahulu dan tambahkan air untuk mengencerkan pupuk tersebut. Pengenceran pupuk dilakukan dengan perbandingan 1 sendok pupuk bersama 5 liter air. Selanjutnya, Anda pun sudah bisa langsung menyemprotkannya pada tanaman.

Pemupukan serta pemeliharaan tanaman kelengkeng seharusnya menjadi rutinitas sehari-hari yang tidak boleh terlewatkan. Lakukan pemupukan minimal satu bulan sekali supaya pasokan makanan dan nutrisi tanaman kelengkeng bisa terpenuhi.

Jika tanaman kelengkeng telah berusia lebih dari satu tahun, Anda bisa menggunakan pupuk NPK 16:16:16. Jangan lupa untuk selalu melihat dosis dan aturan pemakaian pupuk yang ada di label kemasan.

Jika tanaman masih berusia dibawah 6 bulan, maka gunakan saja pupuk organik, seperti pupuk kandang, pupuk kelelawar, pupuk kompos, dan lain-lain.

Nah, untuk merangsang pertumbuhan tanaman diatas usia 6 bulan, barulah Anda mulai bisa menggunakan pupuk booster pada tanaman kelengkeng.

Cara merawat tanaman kelengkeng agar cepat berbuah juga tidak luput dari rutinitas penyiraman. Siram pohon kelengkeng cukup satu kali saja dalam dua hari. Penyiraman dilakukan dengan air secukupnya saja. Pastikan tidak sampai terlalu basah, apalagi jika sampai akar terendam.

Lakukanlah rutinitas penyiraman pada sore atau pagi hari. Sebelum menyiram tanaman kelengkeng, cek dahulu kondisi kelembaban tanah yang menjadi media tanam kelengkeng. Apabila tanah kondisinya masih lembap, maka tidak perlu disiram lagi.

Sebenarnya, budidaya tanaman kelengkeng tidak terlalu sulit jika Anda sudah menguasai tips dan rahasianya. Setelah membaca informasi di atas, tentunya akan menambah wawasan Anda tentang budidaya tanaman kelengkeng.

Perawatan dan pemeliharaan tanaman kelengkeng tidak sulit bukan? Jadi, jangan ragu jika ingin melakukan budidaya tanaman kelengkeng.

Baca juga: Pupuk Buah Terbaik untuk Kelengkeng, Sawit Dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *