Pupuk Gandasil B dan D: Perbedaan, Cara Aplikasi & Tips Pemakaian

Gandasil merupakan salah satu jenis pupuk foliar yang memiliki banyak penggemar dari kalangan pecinta tanaman hias maupun tanaman buah. Pupuk ini merupakan salah satu jenis pupuk buatan PT. Kalatham Corporation yang memiliki banyak rekomendasi dari para pakar nutrisi tanaman.

Pupuk gandasil ini sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu jenis B dan D. Gandasil B merupakan salah satu jenis pupuk yang penggunaanya dikhususkan untuk merangsang keluarnya bunga dan pembentukan buah, sedangkan yang D dikhususkan untuk Daun.

Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara jitu dalam mengaplikasikan pupuk Gandasil pada tanaman kesayangan Anda, terlebih dahulu Anda harus paham akan apa itu Gandasil B dan D beserta kandungannya dan manfaatnya.

Mengenal Perbedaan Gandasil B dan D

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara pupuk jenis B dan D:

1. Gandasil B

Pupuk Gandasil B
Pupuk Gandasil B

Merupakan salah satu jenis pupuk yang masuk kedalam deretan pupuk NPK majemuk. Pupuk jenis memiliki fungsi utama, yaitu sebagai sebuah zat yang dapat membantu perangsangan proses pertumbuhan.

Pupuk ini memiliki tampilan yang hampir mirip seperti sebuah butiran-butiran kristal dengan warna putihnya yang begitu khas. Pupuk jenis ini memiliki proses kecepatan larut dalam air yang cukup singkat, sehingga membuat jenis pupuk ini begitu mudah terserap oleh tanaman.

Pupuk ini dibekali dengan kandungan Nitrogen sebanyak 20 persen, Fosfor 20 persen, Kalium 30 persen dan juga Magnesium sebanyak 3 persen. Angka tersebut adalah sebuah jumlah yang cukup besar jika dibandingkan dengan pupuk jenis folium serupa.

Meski memiliki kandungan N, P, dan K yang cukup besar, pupuk Gandasil B juga memiliki kandungan lain yang tak kalah pentingnya seperti Vitamin.

Kebanyakan dari para petani sering yang sering menggunakan pupuk jenis ini mengungkapkan, penggunaanya akan lebih efektif pada saat tumbuhan berada dalam fase generatif.

Gandasil B begitu berperan besar dalam pertumbuhan tunas-tunas baru dalam tanaman sehingga dapat menghasilkan bunga dengan jumlah yang cukup banyak.

Kalium di dalam pupuk ini begitu berperan penting dalam memberikan kandungan karbohidrat bagi buah agar buah yang dihasilkan memiliki rasa manis.

2. Gandasil D

Pupuk Gandasil D
Pupuk Gandasil D

Tak Jauh berbeda, pupuk gandasil  D juga merupakan jenis pupuk NPK majemuk yang penggunaannya digunakan sebagai pupuk daun. Memiliki banyak kandungan nutrisi membuat tanaman Anda akan lebih tercukupi kebutuhan nutrisinya.

Pupuk ini banyak memperoleh rekomendasi dari para pecinta tanaman hias untuk dijadikan sebagai alternatif yang mumpuni.

Selain memiliki kemampuan yang mumpuni, pupuk ini juga memiliki harga yang begitu terjangkau dan dapat diaplikasikan kepada setiap jenis tanaman. Pupuk ini memiliki kekuatan dalam pembentukan akar tanaman yang cukup kuat dan tahan lama.

Pupuk ini mampu membantu adanya proses dari pembentukan tunas-tunas baru, pembentukan daun, hingga mengurangi kebutuhan dari pupuk pada akar. Banyak petani menggunakan jenis pupuk jenis D ini untuk membantu keberlangsungan proses vegetatif pada tanaman.

Pupuk jenis D ini memiliki banyak kandungan yang dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman seperti Nitrogen dengan total 20 persen, Fosfor 15 persen, Kalium 15 persen, dan Magnesium sebesar 1 persen.

Tanaman Cabai Subur
Tanaman Cabai Subur via Steemit

Cara Aplikasi Pupuk Gandasil pada Tanaman

Berikut adalah cara jitu pengaplikasian pupuk Gandasil pada tanaman, baik pupuk Gandasil B maupun pupuk Gandasil D. Yuk, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pada Pupuk Jenis B

Pupuk ini masuk kedalam jenis pupuk foliar, sehingga kebanyakan penggunanya harus terlebih dahulu dicairkan kedalam air, baru setelahnya di semprotkan ke setiap sisi daun.

Meski kebanyakan penggunaannya harus dicairkan dahulu, namun tak jarang pula beberapa para penggunanya menggunakan pupuk sebagai pupuk tabur.

Bagi Anda yang ingin menggunakan pupuk gandasil jenis B sebagai pupuk foliar, Anda dapat mengikuti aturan penggunaanya yang umumnya sudah tercantum pada bagian belakang kemasan.

Umumnya penggunaan pupuk Gandasil jenis B memiliki takaran dengan keterangan 10-30 gram yang dapat dilarutkan kedalam air sebanyak 10 liter.

Dosis tersebut tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pokok tanaman Anda, namun Anda tetap harus mengikuti dosis anjuran yang sudah ditentukan.

Hal ini karena Gandasil B memiliki dosis dengan kandungannya yang tinggi, sehingga Anda diwajibkan mengikuti aturan penggunaan.

Anda dapat melakukan pemupukan ulang dengan pupuk Gandasil B pada saat musim hampir berbunga, dengan cara mengulanginya sampai 2 kali.

Penyemprotan dapat Anda lakukan satu minggu sebelum tanaman mulai berbunga.Apabila Anda ingin menggunakan pupuk Gandasil B sebagai pupuk tabur, gunakanlah sebanyak 50 gram pupuk Gandasil B untuk kemudian ditaburkan ke tanaman yang dituju.Lakukanlah pemupukan dengan waktu yang dianjurkan yaitu 3 bulan sekali.

2. Pada Pupuk jenis D

Pupuk ini merupakan salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan pada awal pertumbuhan. Awal pertumbuhan merupakan sebuah proses dimana tanaman akan begitu peka dengan zat-zat tambahan.

Penggunaan pupuk jenis D juga terbilang begitu mudah, Anda hanya perlu melarutkan pupuk ini kedalam air dengan dosis yang sudah ditentukan. Semprotkanlah larutan pupuk pada bagian daun yang mengarah ke bawah atau pada bagian punggung daun.

Anjuran memupuk pada bagian daun yang menghadap kebawah adalah karena pada daun-daun tersebut terdapat stomata atau mulut daun yang terbuka.

 

Tips Pemakaian

Berikut adalah beberapa tips-tips tambahan yang perlu Anda perhatikan dalam memberikan pupuk Gandasil B maupun D:

  1. Pupuk ini merupakan jenis pupuk sintetis. Artinya, penggunaan dari pupuk ini perlu kehati-hatian yang ekstra. Usahakan ketika Anda melakukan penyemprotan untuk menggunakan alat-alat pelindung seperti masker, kacamata, dan sarung tangan. Pupuk ini akan cukup berbahaya apabila sampai tertelan dan terhirup uapnya.
  2. Berikanlah pupuk pada tanaman yang cocok. Pastikan Anda memberikan dengan dosis yang telah ditentukan.Jangan menggunakan dosis yang berlebihan.
  3. Penggunaan pupuk tidak boleh dicampur-campur menggunakan pupuk anorgonik lain, seperti jenis pestisida yang memiliki tekstur lengket atau memiliki kandungan zat-zat perekat.
  4. Jangan gunakan alat semprot yang penggunaanya berbarengan dengan pupuk lainnya. Pupuk anorgonik seperti jenis Gandasil merupakan jenis pupuk yang akan meninggalkan sisa baik kepada tanah maupun material lain. Jadi, meski telah disterilkanakan tetap terdapat zat-zat yang tertinggal didalam alat penyemprot. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi yang kurang baik bagi tanaman.
  5. Hindari penyemprotan pada saat malam sudah tiba. Saat waktu malam tidak ada matahari, sehingga memungkinkan tanaman Anda akan tertutup stomatanya, sehingga pupuk tidak akan masuk dan diserap oleh daun.
  6. Jangan melakukan penyemprotan pada saat tanaman buah mulai berbunga. Penyemprotan tanaman buah menggunakan pupuk daun ketika tengah berbunga akan menyebabkan bunga-bunga tersebut menjadi rontok. Jadi, lakukanlah pemupukan ketika buah muda telah bermunculan.
  7. Hindari menyemprot tanaman menggunakan Gandasil ketika siang hari saat sedang terik-teriknya. Pemupukan pada siang hari akan membuat daun dari tanaman terlihat seperti terbakar.
  8. Hindari pemupukan ketika hujan akan turun atau ketika musim hujan telah tiba. Hujan akan membuat pupuk yang telah disemprotkan menjadi tercuci, sehingga pupuk akan terbawa keluar oleh air hujan.

Nah, begitulah penjelasan mengenai pupuk Gandasil, perbedaan antara fungsi pupuk Gandasil A dan B bukan? Selain itu, Anda pun sudah mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana cara jitu dalam mengaplikasikan pupuk ini pada tanaman. Semoga bermanfaat dan bisa menyuburkan tanaman anda sehingga berbuah lebat dan panen melimpah!

Baca juga: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *