Pupuk EM4: Jenis, Manfaat, Cara Aplikasi dan Memperbanyak

Pupuk EM4 – EM4 atau Effective Microorganisms merupakan campuran beberapa mikroorganisme baik yang sangat bermanfaat dalam proses persediaan zat hara di dalam tanah. EM4 berbentuk cairan, berwarna kecokelatan, dan memiliki aroma yang segar.

EM4 mengandung bakteri fermentasi, seperti Lactobacillus, Actinomycetes atau bakteri fotosintetik, jamur fermentasi, bakteri pelarut fosfat, serta ragi.

Meskipun EM4 berisi miliaran mikroorganisme, tetapi mikroorganisme yang ada di dalamnya berada pada keadaan tidak hidup dan juga tidak mati.

Ketika larutan EM4 dicampurkan dengan glukosa atau gula, secara otomatis mikroorganisme di dalamnya akan menjadi aktif kembali. Oleh karena itu, anjuran pemakaian EM4 adalah menambahkan larutan gula dengan perbandingan 1:1.

Pembuatan mikroorganisme dalam kondisi beku bertujuan supaya bakteri tidak mati ketika tersimpan dalam jangka waktu yang lama di dalam botol.

Pupuk EM4
Pupuk EM4

Mengenal Jenis-Jenis Larutan EM4

Cairan EM4 terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan fungsinya. Nah, berikut ini adalah 3 jenis cairan EM 4 yang wajib Anda ketahui:

1. EM4 untuk Pertanian

EM4 dalam botol berwarna kuning adalah jenis EM4 yang digunakan dalam bidang pertanian. Anda mungkin sering melihatnya di toko pupuk atau tanaman bukan?

Banyak fungsi yang ditawarkan oleh larutan EM4 bagi tanaman. Biasanya, cairan EM4 dipakai sebagai campuran pada proses pembuatan pupuk kandang.

Dengan penambahan EM4, maka proses fermentasi pupuk akan lebih cepat, pupuk kandang yang dihasilkan bagus, kecukupan komposisi mikroorganisme untuk kebutuhan tanaman, dan melengkapi nutrisi pupuk yang ideal.

2. EM4 untuk Peternakan

Selain digunakan dalam bidang pertanian, EM4 juga ada yang bisa diaplikasikan pada bidang peternakan. Fungsi EM4 di bidang peternakan yaitu untuk memperbaiki serta meningkatkan kesehatan hewan ternak.

Selain itu, EM4 juga dapat meningkatkan mutu dan kualitas daging ternak, mengurangi tingkat kematian dari bibit ternak, mengurangi stress hewan ternak, meningkatkan nafsu makan hewan ternak, serta mengurangi aroma tidak sedap dari kotoran ternak. EM4 yang digunakan dalam bidang peternakan adalah EM4 yang botolnya berwarna cokelat.

3. EM4 untuk Perikanan

EM4 untuk bidang perikanan ditandai dengan botolnya yang berwarna merah muda atau pink, sehingga sangat mudah dikenali.

Tujuan penggunaan EM4 dalam bidang perikanan yaitu untuk membersihkan kolam ikan dari aroma busuk serta meningkatkan oksigen di dalam kolam. Dengan begitu, maka peternak ikan bisa lebih santai karena tidak perlu terlalu sering membersihkan kolam.

Manfaat Pupuk EM4 dalam Memajukan Pertanian

Larutan EM4 memang sangat tepat dipakai sebagai salah satu kunci untuk memajukan pertanian. Hal ini mengingat bahwa larutan ini sangat membantu memperbaiki kualitas tanah atau lahan.

Tentu saja, tanaman sehat juga bersumber dari lahan pertanian yang sehat. Cairan EM4 ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman, seperti padi, cabe, sayuran, papaya, karet, bawang merah, jahe, jeruk, jagung, hingga tanaman hias.

Dengan menggunakan cairan EM4, maka proses dekomposisi bahan organik pada tanah akan semakin cepat. Selain itu, EM4 juga menawarkan banyak manfaat lainnya bagi tanah dan tanaman, di antaranya yaitu:

  • Meningkatkan kandungan unsur hara di dalam tanah.
  • Meningkatkan unsur hara pada pembuatan pupuk kompos.
  • Meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, dan buah.
  • Melengkapi kebutuhan nutrisi unsur hara NPK pada tanaman.
  • Sebagai pestisida nabati yang dapat membantu mengusir hama.
  • Memperbaiki sifat tanah secara kimia, fisik, dan biologi.
  • Meningkatkan keberagaman mikroorganisme di dalam tanah.
  • Meningkatkan produktivitas tanaman.
  • Menjaga kestabilan hasil panen pada lahan pertanian dan perkebunan.
  • Mempercepat proses fermentasi bahan-bahan organik dalam pembuatan pupuk kompos.
  • Meningkatkan kualitas hasil panen.
  • Mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik di dalam tanah.
  • Menciptakan lingkungan pertanian yang ramah lingkungan.
  • Mempercepat berlangsungnya proses fixasi pada bintil akar.
  • Dapat diaplikasikan pada semua jenis komoditi tanaman.
  • Meminimalisir kebutuhan atau penggunaan pupuk dan pestisida.

Cara Memperbanyak Bakteri EM4 Secara Mandiri

Agar biasa pembelian cairan EM4 semakin hemat, Anda juga bisa melakukan pembiakan terhadap bakteri EM4 menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan tentunya harganya sangat terjangkau.

Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi petani yang mempunyai lahan pertanian atau perkebunan yang cukup luas serta membutuhkan cairan EM4 yang banyak.

Sebelum memulai proses pembiakan, terlebih dahulu Anda harus menyiapkan beberapa bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain sebanyak 1 gelas air mineral bakteri EM4 (200 mL), dedak halus sebanyak 0.5 kg, terasi sebanyak 50 gram, gula merah sebanyak 50 gram, dan air sebanyak 1 liter.

Sementara beberapa peralatan yang dibutuhkan adalah panci, corong, botol kemasan air mineral ukuran 1500 mL, gayung, saringan air teh, serta wadah bekas cat ukuran 5 kg beserta tutupnya. Untuk membuatnya, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Rebus air bersih sebanyak 1 liter hingga mendidih.
  • Dedak halus, terasi, serta gula merah diiris-iris, lalu dimasukkan ke dalam rebusan air dan diaduk hingga merata.
  • Adonan didinginkan, kemudian dimasukkan ke wadah plastik bekas cat.
  • Aduk kembali hingga merata, lalu ditutup sampai benar-benar rapat selama 2 hari.
  • Tutup wadah sedikit dilonggarkan, lalu aduk kembali setiap harinya.
  • Jika sudah 4 hari, maka bakteri telah berkembang biak dan sudah siap untuk digunakan.
  • Pisahkan air bakteri dari ampasnya dengan menggunakan saringan.
  • simpan di dalam botol air mineral sebelum digunakan
  • Simpanlah di tempat yang aman dengan tutup agak dilonggarkan.

Nah, itu dia cara pembiakan bakteri EM4 yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Sangat mudah bukan?Sebaiknya, ampas hasil pembiakan jangan langsung dibuang karena Anda bisa menggunakannya kembali untuk pembiakan bakteri EM4 berikutnya. Caranya cukup dengan menambahkan 1 liter air matang dingin serta 50 gram gula merah ke dalamnya.

Dengan membiakkan bakteri EM4, maka Anda bisa sangat menghemat biaya. Ya, Anda dapat melakukan pembiakan bakteri EM4 secara berulang-ulang hanya dengan menambahkan gula merah dan air matang dingin saja.

Jika ingin membiakkan bakteri EM4 untuk jumlah yang lebih besar, maka Anda bisa menggunakan dosis tersebut dengan menghitung berapa kali lipat dosis EM4 yang dibutuhkan.

Cara Penggunaan Larutan EM4 pada Tanaman

Proses pemupukan tanaman menggunakan pupuk EM4 sangat mudah untuk dilakukan. Cukup dengan mencampurkan 3-10 Ml cairan EM4 ke dalam air 1 liter. Selanjutnya, aduk campuran hingga merata. Jika sudah, maka pupuk EM4 sudah siap untuk diaplikasikan ke media tanam. Sangat mudah bukan?

Namun, ada beberapa catatan dalam penggunaan pupuk EM4 ini. Pertama, tanaman harus sudah diberi pupuk dasar bokashi terlebih dahulu. Setelah tanaman berusia 1 minggu, baru diperbolehkan untuk disirami menggunakan pupuk EM4.Pemberian pupuk EM4 sebaiknya diulang atau dilakukan setiap minggu.

Dengan rutin menggunakan pupuk EM4, maka tanah dan tanaman tidak akan kekurangan nutrisi sedikit pun. Semua kebutuhan nutrisi tanaman akan terpenuhi, sehingga tanaman akan tumbuh subur dan berbuah maksimal.

Hasil panen pastinya akan mengalami peningkatan dan lahan pertanian tetap subur karena pupuk EM4 ini sangat ramah lingkungan. Yuk, lindungi lahan pertanian Anda dengan pupuk organik yang aman!

***

Demikianlah ulasan mengenai pupuk EM4 mulai dari kandungan, jenis, manfaat serta cara aplikasinya. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Baca juga: Manfaat, Dosis dan Cara Aplikasi Pupuk MKP Pak Tani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *