Pupuk Buatan: Pengertian, Jenis, Manfaat & Karakteristik

Pupuk Buatan – Dunia pertanian, belakangan ini mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun.Hal ini dibuktikan dengan jumlah hasil ekspor yang terus meningkat dalam menyuplai kebutuhan seperti buah-buahan hingga bahan makanan pokok.

Adanya peningkatan hasil panen, tentunya tak lepas dari adanya peran pupuk yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

Pupuk adalah salah satu komponen tambahan yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara.Indonesia memiliki banyak jenis pupuk yang sudah beredar luas di pasaran dan selama ini memenuhi kebutuhan para petani dan pekebun.

Salah satu jenis pupuk yang juga sudah tidak asing lagi di telinga kita adalah jenis pupuk buatan.Informasi berikut sangat cocok untuk Anda para petani baru yang sedang menekuni bidang pertanian.

Pupuk NPK
Pupuk Buatan – Pupuk NPK

Pembagian Pupuk Buatan

Tahukah Anda apakah pupuk buatan itu? Pupuk buatan adalah sebuah jenis pupuk yang biasanya diproduksi oleh pabrik industri pupuk.Karena diproduksi oleh pabrik industri yang juga terikat oleh peraturan pemerintah, tentunya kandungan dari pupuk buatan sudah ditentukan dengan baik sesuai peraturan.

Unsur-unsur yang sudah ditentukan oleh pabrik tersebut bisanya meliputi kadar hara, jenis hara, hingga komposisi apa saja yang akan digunakan. Menurut kadar hara dan kandungannya, pupuk buatan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pupuk tunggal merupakan jenis pupuk yang didalamnya hanya terkandung satu jenis unsur hara saja.Misalnya pupuk N, maka kandungan yang terdapat di dalamnya hanya nitrogen saja.Pada pupuk tunggal yang hanya memiliki satu kandungan N, biasanya lebih dikenal dengan pupuk urea.

Namun, jenis pupuk yang mengandung kandungan N belum tentu dapat dikategorikan menjadi pupuk urea.Pupuk urea harus memenuhi standar jumlah Nitrogen mencapai 45-46%.jikaAnda mendapati sebuah pupuk yang kadar nitrogennyatidak mencapai 45-46%, maka pupuk tersebut jelasbukan kategori pupuk urea.

Maraknya produksi dari pupuk tunggal yang diproduksi oleh pabrik-pabrik besar, tentunya sangat diawasi ketat oleh pemerintah.Maka dari itu, pupuk harus sesuai dengan standar dan kriteria yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Pada pupuk tunggal yang lulus uji, biasnya akan tertera stempel dengan bertuliskan SNI atau Standar Nasional Indonesia.

Selain pupuk tunggal,ada juga jenispupuk majemuk.Pupuk majemuk merupakan jenis pupuk yang di dalamnya mengandung lebih dari satu zat hara.Kandungan unsur hara yang terdapat didalam pupuk majemuk biasanya berupa N, P, dan K atau Diamonium Phosphat yang memiliki kandungan berupa nitrogen dan fosfor.

Aneka Manfaat dari Kandungan Pupuk Buatan

Salah satu kandungan yang selalu ada di dalam pupuk buatan adalah N, P dan K. Aneka kandungan tersebut tentunya memiliki fungsi dan manfaat yang menguntungkan jika diaplikasikan pada tanaman dengan benar. Lantas, apa saja fungsinya? Berikut informasinya untuk Anda:

1. Nitrogen atau N

Nitrogen adalah salah satu jenis zat yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang cukup besar.Umumnya hal ini menjadi pembatas bagi beberapa jenis tanah yang tidak dipupuk.

Nitrogen memiliki bentuk berupa asam amino, amida, dan amin yang dapat berfungsi sebagai kerangka (bulding blocks) dan senyawa antara (intermediary compound).

Nitrogen sendiri merupakan sebuah bagian utuh dari susunan struktur klorofil yang memberikan efek warna hijau pada tanaman.Apabila suatu tanaman berwarna kekuningan atau hijau pucat maka hal tersebut disebabkan oleh kurangnya nitrogen sebagai bahan dasar dari DNA dan RNA.

Pada prakteknya, Nitrogen biasanya akan diambil oleh akar dalam bentuk anorganik yang jumlahnya ditentukan oleh kondisi dari tanah itu sendiri. Umumnya, penggunaan pupuk nitrogen digunakan oleh para petani untuk tumbuhan yang berjenis daun-daunan, seperti sayuran hijau kangkung, pokcoy, dan sejenisnya.

2. Fosfor atau P

Fosfor adalah salah satu zat yang terbentuk di dalam jaringan tanaman.Fosfor sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif besar dan sedikit lebih kecil dibawah urutan Nitrogen dan Kalium.Namun, setara dengan kebutuhan S, Ca, dan Mg. Unsur dari fosfor dalam tanaman sifatnya mudah untuk dipindahkan dari bagian daun ke titik tumbuh.

Umumnya zat fosfor ini digunakan oleh kebanyakan petani untuk tanaman jenis sayur buah, seperti tomat, cabai, terong, dan beragam lainnya.

3. Kalium atau K

Unsur dari Kalium adalah salah satu kebutuhan terbesar kedua setelah Nitrogen. Pada jenis tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi, kadar Kalium biasanya terdapat pada jaringan yang hampir sama seperti Nitrogen.

Kalium sendiri memiliki fungsi utama sebagai pengaktif dari enzim-enzim yang ada dan menjaga air dari sel-sel. Beberapa enzim yang diaktifkan oleh zat Kalium adalah Fotosintesis, Reduksintrat, dan Translokasi ke biji, buah hingga akar atau umbi-umbi.

Unsur dari zat kalium terbilang cukup lincah seperti Nitrogen.Hal ini karena Kalium sangat lincah dalam tubuh tanaman sehingga sangat mudah dipindahkan dari daun hingga ke bagian titik tumbuh.

Saat Anda menggunakan pupuk yang mengandung zat kalium, perhatikan takarannya. Hal ini dikarenakan Kalium dapat menjadi racun bagi tanaman secara tidak langsung bila digunakan secara berlebihan.Kadar kalium yang tinggi dalam tanah membuat terhambatnya penyerapan kation lain (antagonis), sehingga dapat mengakibatkan kekahatan pada zat Mg dan Ca.

Unsur Ca memiliki sifat yang tidak mobil dalam tanaman, sehingga menyebabkan alih tempatnya terbatas dari daun tua ke daun yang sedang tumbuh. Pada beberapa kasus kekurangan Ca, dapat menyebabkan kekahatan yang terjadi meskipun kadar Ca yang terdapat pada tanah juga tinggi.

Namun, hal ini juga dapat terjadi karena faktor dari laju transpirasi yang rendah.Kalium sebagian besar digunakan oleh para petani untuk tumbuh-tumbuhan jenis sayur yang berumbi seperti wortel dan lobak.

Mengenal Jenis-Jenis Pupuk Buatan

Setelah Anda mengetahui apa itu pupuk buatan dan apa saja manfaatnya, kini giliran Anda mengetahui apa saja jenis-jenis dari pupuk buatan yang sangat bermanfaat untuk lahan pertanian. Berikut informasinya untuk Anda:

1. Pupuk Urea

Urea - Pupuk Nitrogen
Urea – Pupuk Nitrogen

Urea adalah jenis pupuk kimia yang memiliki banyak kandungan Nitrogen di dalamnya.Unsur Nitrogen adalah salah satu jenis unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.Memiliki tekstur seperti pasir atau butiran-butiran kecil, membuat jenis pupuk ini mudah larut saat dicampurkan dengan air.

Selain mengandung Nitrogen, urea juga mengandung protein yang juga berfungsi sebagai penyubur tanah. Fungsi lain dari Urea adalah dapat membantu proses pertumbuhan pada daun, sehingga menghasilkan warna daun yang lebih hijau dan segar.

Baca selengkapnya: Pupuk UREA

2. NPK PHONSKA (Nitrogen Phospate Kalium)

Kandungan dan Manfaat Pupuk Phonska
Kandungan dan Manfaat Pupuk Phonska

Selain kaya akan kandungan Nitrogen, pupuk ini juga difasilitasi kandungan lain seperti Fosfor dan Kalium yang menjadi sebuah unsur utama dalam pupuk ini. Memiliki peran dalam proses perkembangan tanaman, NPK umumnya digunakan oleh para petani untuk diberikan kepada jenis tanaman padi.

Tak hanya dapat mempercepat proses pertumbuhan pada akar, pupuk ini juga dapat mempercepat adanya proses pembuahan yang cukup efektif pada tanaman.

Adapun kandungan dari pupuk NPK Phonska ini terdiri dari 15% Nitrogen (N), 15% Fosfat (P2O5) dan 15 Kalium (K2O) serta 10% Sulfur (S).

Pupuk ini memilik sifat  sehingga akan mudah terlarut di dalam air mudah terserap oleh tanaman. Pupuk ini bisa dipakai untuk pupuk dasar (disebar di dasar bedengan) atau pupuk susulan (kocor atau tugal).

Baca selengkapnya: Pupuk Phonska

3. Pupuk ZA (Zwavelzure Amonium)

Manfaat dan Cara Menggunakan Pupuk ZA
Manfaat dan Cara Menggunakan Pupuk ZA

Pupuk ZA juga menjadi salah satu jenis pupuk buatan yang memiliki banyak manfaat, seperti menambahkan kadar protein dan kadar vitamin dari hasil panen.

Pada beberapa tumbuhan yang memiliki anakan, maka penggunaan pupuk ZA dapat meningkatkan jumlah anakkannya.Umumnya, pupuk ini digunakan oleh petani pada tanaman berbuah seperti jeruk dan lainnya.

Mendapatkan hasil panen yang melimpah dengan kualitas yang bagus tentunya menjadi impian bagi semua petani. Hal ini pun bisa Anda dapatkan dengan menggunakan pupuk terbaik yang sudah beredar di pasaran, salah satunya adalah jenis pupuk buatan.

Baca selengkapnya: Pupuk ZA

4. Pupuk TSP

Pupuk TSP
Pupuk TSP

Pupuk buatan selanjutnya yang sering dipakai oleh petani adalah pupuk TSP yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas unsur hara tanaman dan pupuk ini memiliki unsur hara yang penting.

Tanaman sawit adalah salah satu jenis tanaman yang sering menggunakan pupuk TSP. Hal ini dikarenakan kandungan pada pupuk TSP sangat bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan kelapa sawit, memperbesar buah dan lain sebagainya.

Pupuk TSP ini juga bermanfaat untuk membantu proses fotosintesis suatu tanaman dan dapat meningkatkan bobot buah suatu tanaman.

Pupuk TSP ini memiliki kandungan Pospor sekitar 46-48% dan memiliki sifat yang relatif mudah terlarut di dalam air.

5. Pupuk SP36 (Super Phospate)

Pupuk SP36
Pupuk SP36

Lha, kan sudah ada pupuk TSP, emang beda dengan pupuk SP36?

Kedua pupuk ini serupa tapi tak sama, kesamaan pupuk ini merupakan pupuk yang menjadi sumber pospor. Hanya saja perbedaannya terletak dari kadar fosfor yang terkandung di dalamnya.

Kandungan fosfor pada pupuk SP36 sesuai dengan tulisan di pupuk ini, yaitu 36%. Kelebihan pupuk ini ketimbang pupuk TSP adalah memiliki kadar belerang sebesar 5%. Dimana belerang ini merupakan salah satu unsur esensial bagi tanaman

Pupuk SP36 ini juga mudah didapatkan di pasaran. Dan yang tidak kalah penting, pupuk ini sudah banyak diproduksi di dalam negeri.

6. Pupuk KCl (Kalium Klorida)

Pupuk KCl
Pupuk KCl via Belajartani

Pupuk KCl juga menjadi salah satu pupuk yang sering digunakan oleh petani. Pupuk ini memiliki kandungan 60% K dalam bentuk K2O.

Beberapa kelebihan pupuk KCl ini adalah bersifat higroskopis, mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman. Perlu anda ketahui bahwa pupuk ini memiliki unsur klorida bersifat toksik (racun) bagi tanaman tertentu seperti wortel dan kentang.

Pupuk KCL ini bisa digunakan untuk pupuk dasar dan susulan. Pupuk ini bermanfaat untuk meningkatkan hasil panen, meningkatkan kualitas hasil panen, dapat meningkatkan kualitas hasil panen, dapat memperkuat batang tanaman, dapat meningkatkan struktur tubuh tanaman dan lain-lain.

Baca selengkapnya: Pupuk KCl

7. Pupuk ZK  (Zwavelzure Kali)

Pupuk ZK
Pupuk ZK

Selanjutnya ada juga pupuk ZK yang memiliki rumus kimia K2SO4. Pupuk ini merupakan pupuk yang diracik dari asam belerang dan kalium, sehingga disebut juga pupuk Kalium Sulfat.

Dari namanya tentu kita sudah bisa mengetahui apa saja kandungan pupuk ini bukan? Pupuk ZK ini memiliki kandungan 50% unsur hara makro K dalam bentuk K2O dan 17 % unsur hara makro sekunder S (sulfur). Jadi tiap 100 kg pupuk ZK  mengandung 50 kg Kalium (K) dan 17 kg Sulfur (S).

Baca selengkapnya: Pupuk ZK

8. Dolomite (Kapur Karbonat)

Dolomite
Dolomite

Terakhir, pupuk buatan yang sering digunakan oleh petani untuk menunjang proses pertanian mereka adalah pupuk dolomit atau sering juga disebut kapur pertanian.

Adapun rumus kimia dari kapur pertanian ini adalah CaMg(CO3)2 dimana kandungannya berupa 45,6% MgCO3 dan 54,3% CaCO3 atau 21,9% MgO dan 30,4% CaO.

Kapur pertanian ini biasanya digunakan untuk mentralkan tanah yang asam, dengan kata lain dolomite ini berguna untuk menaikan pH tanah agar tanah yagnasam menjadi netral.

Karakteristik Pupuk Buatan

Berikut ini beberapa karakteristik pupuk buatan yang harus menjadi catatan anda sebelum menggunakannnya untuk menyuburkan tanamanmu:

1. Kandungan Unsur Hara atau Analisis Pupuk

Pertama, anda bisa melihat berapa kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk, dimana biasanya unsur hara makro akan dinyatakan dalam persen dan yang mikro akan dinyatakan dalam satuan ppm (part per milion atau persejuta).

Jenis unsur hara yang dikandung suatu pupuk tidak dinyatakan sebagai unsur tunggal tetapi dinyatakan dalam persentase total N ( total amonium dan nitrat ), P2O5 dan K2O. Jenis pupuk yang sama belum tentu mengandung analisa yang sama. Contohnya adalah Urea ( 46 % N), SP-36 ( 36 % P2O5), KCl (60 % K2O) dll

2. Higroskopisitas

Karakteristik pupuk buatan yang kedua adalah memiliki sifat higroskopis. Yaitu kemampuan pupuk tersebut untuk mengikat uap air dari udara bebas. Suatu pupuk dikatakan sangat bersifat higroskopis adalah bila ditempatkan pada tempat terbuka mudah sekali mencair.

Jadi pupuk yang memiliki higroskopis sebaiknya anda simpan dalam tempat yang kedap udara dan tidak dalam waktu yang terlalu lama.

3. Daya Larut

Karakteristik pupuk buatan berikutnya adalah daya larutnya di dalam air. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kecepatannya diserap oleh tanaman.

Dimana jenis pupuk dengan daya larut yang tinggi akan cepat tersedia serta mudah diserap oleh tanaman, namun juga akan mudah tercuci oleh hujan atau pengairan. Pada umumnya pupuk yang memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi mempunyai daya larut yang tinggi pula.

4. Reaksi Pupuk

Berikutnya, ada reaksi pupuk terhadap tanah. Dimana ada sifat pupuk jika diberikan pada tanah maka pH tanah akan berubah. Secara umum, pupuk yang ada di pasaran, menyebabkan pH tanah turun. Artinya, reaksi tanah bersifat asam kepada pupuk yang diberikan.

5. Indek Garam (Salt Index)

Karakteristik pupuk buatan yang terakhir adalah indeks garam dimana ketika kita memberikan pupuk pada tanah akan meningkatkan konsentrasi atau kadar garam di dalam larutan tanah. Peningkatan kadar / konsentrasi garam dalam tanah ini akan menaikkan tekanan osmosis larutan tanah yang akan mengakibatkan larutan unsur hara tidak dapat diserap oleh tanaman. Adapun ciri tanaman yang tanahnya tinggi kadar garam adalah daun layu, menguning dan kering seperti terbakar.

Karakteristik Pupuk Buatan Oleh: Lolita.SP (Penyuluh Pertanian Muda BP3 Air Dingin)

***

Gunakanlah pupuk buatan sesuai dengan takaran yang sudah dianjurkan, sehingga hasilnya akan maksimal dan tidak merusak kandungan alami yang terdapat dalam tanah. Selamat mencoba dan semoga hasil panen Anda semakin berlimpah!

Jangan lewatkan juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *