Panduan Cara Pembenihan Ikan Mas

Pembenihan Ikan Mas – Protein merupakan salah satu senyawa organik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk perbaikan semua jaringan di dalam tubuh, seperti enzim, darah, hormon, dan sel-sel lain dalam tubuh yang telah aus.

Di dalam ilmu pengetahuan, kita mengenal dua macam jenis protein berdasarkan asalnya, yakni ada protein nabati dari tumbuhan dan hewani yang berasal dari hewan.

Sumber protein nabati contohnya berasal dari kedelai, kacang hijau, jagung dan jenis kacang-kacangan lainnya. Sedangkan sumber protein hewani contohnya susu, daging ayam, daging sapi dan ikan.

Berbicara mengenai protein hewani, menurut beberapa penelitian ternyata protein yang terdapat dalam ikan jauh lebih baik daripada yang terdapat dalam daging ayam atau sapi.

Kadar protein yang terdapat dalam ikan sebesar 16-27 persen per 100 gramnya. Selain kaya protein, ikan juga memiliki lemak yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging. Maka tidak heran jika banyak bermunculan para pengusaha perikanan. 

Ikan yang biasanya dibudidayakan di masyarakat ada bawal, nila, gurame, ikan mas dan masih banyak lagi. Ikan mas menjadi salah satu yang populer lantaran penyebarannya hampir di seluruh Provinsi di Indonesia.

Ikan mas berdasarkan keanekaragaman genetiknya memiliki keistimewaan ras atau strain. Kejadian ini disebabkan karena penyebaran ikan mas yang berasal dari Cina ke Eropa mengalami proses adaptasi yang tinggi.

Mereka beradaptasi di berbagai lingkungan yang bervariasi. Daya adaptasi yang tinggi ini juga menyebabkan ikan mas mampu hidup di dataran rendah sampai tinggi. Untuk kalian yang ingin memulai usaha, budidaya ikan mas bisa menjadi salah satu solusinya.

Penasaran bagaimana caranya? Yuk jangan lama-lama, mari kita belajar cara pembenihan ikan mas lewat ulasan berikut ini. Check this out!

Mengenal Kebiasaan Hidup Ikan Mas

Ikan mas dapat hidup dengan baik di tempat dengan suhu 25-30 derajat celsius atau di daerah dengan ketinggian 150-600 mdpl. Ikan mas tidak hanya hidup di air tawar saja, tetapi terkadang ada ikan mas yang mampu hidup di tempat dengan kadar garam 25-30% atau payau.

Karakteristik telur ikan mas yang menempel saat perkembangannya menyebabkan dibutuhkan media tempel, seperti tanaman air atau ijuk. Biasanya setelah ikan mas bertelur, ia akan segera meninggalkan telurnya dan kembali hidup bebas. Maka dari itu, perawatan yang intens sangat diperlukan dari si pemilik.

Memilih Indukan Berkualitas

Perbedaan Indukan Jantan dan Betina Ikan Mas
Perbedaan Indukan Jantan dan Betina Ikan Mas. Foto: Gusrina

Untuk menghasilkan benih ikan mas yang berkualitas unggul, maka terlebih dahulu kita harus memilih indukan yang berkualitas pula.

Calon indukan sebaiknya diseleksi ketika berukuran 100-200 gram dan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yakni indukan betina tidak boleh berumur kurang dari 1,5-2 tahun dan berat 2 kg per ekor.

Sedangkan untuk indukan jantan umur tidak boleh kurang dari 8 bulan dan berat 0,5 kilogram. Untuk menghindari inbreeding yang dapat menurunkan kualitas benih, maka calon indukan harus berasal dari keturunan yang berbeda.

Calon indukan juga haruslah tanpa cacat, siripnya harus utuh, insang bersih, kepala harus lebih kecil dari badannya. Selain itu, sisik ikan juga harus berwarna cerah karena jika sisik berwarna kusam berarti ikan sudah terlalu tua dan tidak bisa dijadikan indukan.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah bahwa nantinya ikan membutuhkan ekor untuk alat bantu berenang. Jadi indukan ikan juga harus memiliki ekor yang kuat. Ukuran ekor yang baik harus lebih besar dari lebar tubuhnya.

Indukan ikan mas antara yang jantan dan betina haruslah menempati kolam yang berbeda dengan kedalaman kolam kisaran 60-80 cm. Hal ini untuk menghindari perkawinan dan pemijahan secara tidak sengaja.

Pasalnya, jika indukan jantan dan betina ditempatkan dalam satu kolam bukan tidak mungkin akan terjadi perkawinan sebelum waktunya.

Indukan Betina Siap Dipijahkan
Indukan Betina Siap Dipijahkan

Satu indukan ikan dengan berat tubuh 5 kg minimal membutuhkan kolam seluas 25 meter persegi. Jadi untuk memelihara 2 indukan, maka setidaknya kita harus menyediakan kolam seluas 50 meter persegi.

Selain kolam harus luas, suhu air juga tidak boleh terlalu panas atau dingin. Idealnya suhu air kolam yang pas untuk memelihara indukan berkisar 25-30 derajat. Pakan ikan juga harus diperhatikan.

Berikan pakan berkualitas agar ikan tumbuh sehat dan nantinya menghasilkan bibit yang unggul. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya indukan ikan mas membutuhkan pakan 2-4% dari berat tubuhnya per hari.

Penuhi kebutuhan makan utamanya dengan pelet yang mengandung banyak protein dan tambahkan menir atau dedak jagung sebagai makanan tambahan.

Proses Pemijahan Ikan Mas

Selanjutnya adalah pemijahan. Tedapat dua cara dalam pemijahan ikan mas, pertama adalah cara alami yaitu dengan cara perkawinan dan pembuahan oleh ikan itu sendiri. Kedua adalah pemijahan buatan dengan bantuan manusia misalnya dengan metode hipofisa dan pembuahan in vitro.

Setelah indukan menghasilkan telur, selanjutnya ikan betina dan jantan dipisah dan telur dirawat hingga menetas menjadi larva. Larva-larva tersebut kemudian dirawat hingga besarnya dinilai cukup untuk dipindahkan ke kolam pendadaran. Biasanya ini akan memakan waktu kurang lebih tiga sampai lima hari.

Untuk lebih jelasnya proses pemijahan, silahkan simak ulasan: Cara Melakukan Pemijahan Ikan Mas yang Benar

Tahap lanjut adalah pendedaran. Pendedaran merupakan suatu tahapan penumbuhan benih dalam budidaya pembenihan ikan mas. Ada beberapa tahapan pendederan yang harus dilewati ikan mas sebelum siap pindah ke kolam pemeliharaan, yakni :

Pendederan Tahap I

Pemeliharaan Anak Ikan Mas Setelah Menetas
Pemeliharaan Anak Ikan Mas Setelah Menetas
  • Umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari (ukuran 1-1,5 cm)
  • Jumlah benih yang disebar = 100-200 ekor/meter persegi
  • Lama pemeliharaan 1 bulan
  • Ukuran benih menjadi 2-3 cm.

Pertama siapkan kolam terlebih dahulu. Pastikan kolam tanah yang akan dipakai telah mengalami proses pengeringan, penjemuran, pengapuran, pemupukan dan penggenangan air.

Air dalam kolam kedalamannya tidak boleh kurang atau lebih dari 60 cm. Agar terhindar dari hama seperti kodok yang akan memakan larva, maka pasang saringan pada tempat keluar dan masukan air.

Derasnya aliran air juga harus diatur, jangan terlalu deras mengingat ikan masih kecil.Pada kolam pendederan I ini kepadatan ikan juga harus diatur. Dalam satu kolam idealnya berisi 100-200 ekor ikan per meter persegi.

Cara pelepasan benih juga harus hati-hati. Ambil ember atau baskom lalu isikan benih dan miringkan wadah yang berisi benih di air kolam.

Biarkan benih ikan berenang sendiri ke air kolam jangan di paksa. Cara pelepasan yang seperti ini berguna untuk membantu ikan kecil beradaptasi dengan lingkungannya.

Pendederan Tahap II

Anakan Ikan Mas
Anakan Ikan Mas
  • Setelah tahap I selesai, jumlah benih yang disebar 50-75 ekor/meter persegi
  • Lama pemeliharaan 1 bulan
  • Ukuran benih menjadi 3-5 cm.

Pada tahap ini dengan tahap sebelumnya, yang membedakan adalah kepadatan ikan dalam kolam. Karena ikan sudah mulai besar, jika sebelumnya kolam berisi 100-200 ekor ikan, dalam pendedaran II hanya boleh berisi 50-75 ekor ikan. Pendederan kedua lamanya sekitar 4 minggu dengan hasil ikan 3-5 cm.

Pendederan III

  • Benih yang disebar 25-50 ekor/meter persegi
  • Lama pemeliharaan 1 bulan
  • Ukuran benih menjadi 5-8 cm
  • Diperlukan penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

Pendederan ketiga, kepadatan ikan dalam kolam hanya boleh 25-30 ekor saja per meter persegi dengan panjang ukuran ikan 5-8 cm.

Pendederan IV

  • Benih yang disebar 3-5 ekor/meter persegi
  • Lama pemeliharaan 1 bulan
  • Ukuran benih menjadi 8-12 cm
  • Perlu dilakukan penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

Simak juga: Budidaya Pembenihan Ikan Nila

Lamanya pendederan terakhir ini juga sama yaitu sekitar 4 mingguan. Kepadatan tebarnya 3-5 ekor per meter persegi dengan panjang ikan 8-12 cm. Dalam proses pendederan terakhir ini ikan sudah mencapai berat 80-100 gram sehingga siap untuk proses pembesaran.

Setelah melalui proses panjang kurang lebih 4,5 bulan dari mulai pembibitan sampai pembesaran, kini ikan yang telah berbobot rata-rata 100 gram/ekor siap dijual ke pasaran.

***

Bagaimana teman? Sudah tidak sabar lagi ingin segera memulai bisnis budidaya dan pembenihan ikan mas? Ayo segera mulai budidaya pembenihan ikan mas ini. Sekian dulu ya Belajar Mengenai Cara Pembenihan Ikan Masn kali ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih!

Jangan lewatkan juga: Penyebab & Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Ikan Mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *