Plankton Starter – Definisi, Jenis, Cara Budidaya

Plankton Starter – Majunya usaha perikanan yang ada di Indonesia, terutama pada sektor pembenihan ikan, kerang, maupun udang membuat plankton sebagai pakan alami ikan menjadi suatu hal yang banyak diburu. Plankton yang sesuai, entah itu jumlah maupun kualitas, adalah suatu hal penting dalam menentukan keberhasilan pemeliharaan larva udang, kepiting, hingga ikan.

Pasalnya, pakan alami sangat penting dalam proyek akuakultur karena merupakan makanan pertama pada larva yang mulai makan. Selain itu, pakan alami merupakan sumber protein, karbohidrat, dan lemak yang sangat potensial.

Jadi bisa diartikan jika setiap usaha pembenihan sangat bergantung pada adanya plankton sebagai pakan alami. Maka dari itu, ketersediaan plankton sebagai pakan tidak boleh kekurangan. Nah, lantaran sangat penting inilah, plankton kemudian dikembangbiakkan. Ingin tahu seperti apa cara budidaya plankton starter? Yuk, simak ulasannya!

Cek juga: Panduan Cara Memelihara Ikan Kerapu

Mengenal Plankton

Plankton merupakan salah satu jenis pakan untuk semua jenis burayak alias anakan ikan. Organisme satu ini merupakan makhluk air dengan ukuran sangat kecil yang hidup dan bergerak mengikuti arus. Plankton sering ada di permukaan air dan merupakan salah satu jenis pakan ikan yang sangat bernutrisi. Pasalnya, memakan plankton membuat ikan bisa cepat tumbuh.

Seperti yang sudah dijelaskan, fungsi utama plankton tentu saja adalah sumber makanan kehidupan akuatik. Maka tak heran jika organisme satu ini sangat dicari para peternak ikan. Bersama pelet, plankton dijadikan sebagai makanan alternatif para burayak yang baru lahir. Biasanya, ikan hias air tawar sangat menyukai plankton sebagai makanan mereka.

Plankton sendiri terbentuk dari sampah tumbuhan air dan juga sisa bangkai hewan air. Ukurannya yang sangat kecil menjadikan organisme ini sangat cocok untuk pakan anakan ikan.

Selain itu, karena hidupnya yang hanya mengikuti arus air yang membawanya, maka terkadang plankton berlabuh di laut. Maka tak heran jika sekarang ini banyak peternak ikan yang turut membudidayakan organisme ini.

Cara mereka membudidayakan juga cukup mudah, yakni dari pupuk alami. Hal ini karena selain dari sisa sampah dan bangkai hewan laut, plankton juga bisa tumbuh dengan menabur pupuk organik lho.

Jenis-Jenis Plankton

Plankton yang sering digunakan sebagai pakan alami ikan hias terdiri dari 2 jenis, yaitu :

1. Fitoplankton

Fitoplankton merupakan sejenis alga yang hidupnya banyak di atas permukaan air. Cara berkembangbiaknya juga unik, yakni dengan memanfaatkan pancaran sinar matahari yang lumayan banyak untuk berfotosintesis.

Beberapa spesies yang termasuk fitoplankton adalah diatom, coccolithophores, cyanobacteria, dan dinoflagellates. Selain sebagai tumbuhan laut, Fitoplankton juga berfungsi sebagai pakan nabati ikan laut dengan ukuran berkisar antara 2 hingga 200 µm.

Tidak hanya itu, makhluk hidup bersel tunggal ini mampu membuat pondasi dalam struktur urutan makanan ikan lho. Jadi bisa dibilang, Fitoplankton merupakan sumber energi awal dalam mata rantai ikan.

2. Zooplankton

Berbeda dari Fitoplankton yang merupakan tumbuhan, Zooplankton merupakan organisme yang bentuknya seperti tumbuhan kecil namun juga digambarkan layaknya krustasea, yakni suka memakan plankton lain. Tidak hanya sebagai sumber makanan juga, Zooplanton juga layak disebut sebagai mata rantai pertama dalam penghasil sumber vitamin.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Plankton

Setelah membahas pengertian plankton dan jenisnya, maka kali ini kita akan membahas beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan planton sebagai pakan ikan. Kira-kira apa saja? Yuk, simak beberapa poin berikut ini!

1. Faktor Fisik

Yang dimaksud faktor fisik bukanlah merujuk pada fisik plankton itu sendiri, melainkan pada beberapa fisik lingkungan, seperti intensitas cahaya, temperatur air, pergerakan air, hingga kecerahan kolam.

2. Faktor Cahaya

Seperti yang sudah dibahas, Fitoplankton memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintetis. Maka dari itu, jika asupan cahayanya kurang, maka hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangbiakan.

Apabila berada di laut, cahaya matahari yang dapat menembus perairan saja yang bisa dimanfaatkan oleh organisme satu ini. Maka tidak heran jika Fitoplankton sering ditemukan di pesisir pantai beserta ikan-ikan yang hendak memakannya.

3. Faktor Suhu

Percaya atau tidak, Fitoplankton tetaplah makhluk hidup yang mana pastinya membutuhkan ketersediaan oksigen dalam air. Jika kadar suhu air yang ditinggalinya naik yang mana tidak berkisar antara 25oc – 30oc, maka perkembangan organisme ini akan surut.

Begitu pun terkait jika kadar oksigen yang larut dalam air tidaklah maksimal, maka pertumbuhan fitoplankton juga akan kurang maksimal.

4. Faktor Kekeruhan dan Kecerahan Air

Masuknya cahaya matahari sangatlah bergantung nanti pada tingkat kekeruhan air. Jadi, bisa dipastikan jika air keruh, cahaya matahari tidak akan mampu masuk sehingga produksi Fitoplankton tidak maksimal.

5. Faktor Pergerakan Air

Lantaran hidup mengikuti arus air, maka apabila arus air tidak stabil, bisa dikatakan plankton akan gagal dalam membuat rantai makanan lantaran terjadinya difusi oksigen.

6. Salinitas

Mungkin banyak yang tidak tahu jika salinitas sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang kehidupan plankton. Biasanya, jenis nitrat adalah kandungan yang paling dibutuhkan.

Baca juga: Panduan Cara Budidaya Ikan Cupang

Cara Budidaya Plankton Starter untuk Mata Rantai

Kultur Massal Fitoplankton
Kultur Massal Fitoplankton

Salah satu jenis plankton, Chlorella alias alga hijau alias Fitoplankton, sejatinya selalu ada dalam setiap perairan. Yang membedakan adalah dominasi mereka dalam perairan.

Jika ingin dikultur, maka kita bisa memberi mereka makanan yang mengandung unsur hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen. Makanan ini bisa dikatakan adalah urea yang biasa terdapat pada feses dan urin.

Jika ingin melakukan budidaya dan pemberian pakan, kamu bisa memberinya pupuk alami atau bisa juga dengan pupuk urea dengan takaran sekitar 50 gr per m3 beserta bibit murninya.

Hal ini diharapkan akan memperbanyak plankton starter. Tidak usah khawatir gagal. Dengan cara tersebut, kamu akan mendapati mereka tumbuh dengan kepadatan sekitar 5 juta sel per mili air dalam 5 hari saja. Tentunya hal tersebut bisa didapat dengan pemberian pupuk dan intensitas cahaya yang cukup.

Sesudah Fitoplankton terbentuk, maka rantai makanan akan terjadi. Fitoplankton akan dimakan oleh Zooplankton dan organisme ini akan lanjut dimakan hewan-hewan kecil yang nantinya akan menjadi makanan ikan.

Nah, ikan yang mengeluarkan sekresi berupa urin dan feses akan menjadi makanan bagi Fitoplankton. Begitulah mata rantai makanan dapat terbentuk dan memudahkan perkembangbiakan. Sangat gampang, bukan?

Tahapan Cara Pembiakan Fitoplankton di Kolam Tanah

Cara Budidaya Plankton Starter di Kolam Tanah
Cara Budidaya Plankton Starter di Kolam Tanah

Berikut ini tahapan cara pembiakan plankton starter di kolam tanah yang bisa anda jadikan panduan:

  • Pertama, keringkan kolam, biarkan terpapar sinar matahari 3-4 hari. 
  • Is kolam 30-40cm tergantung wadah yang digunakan.
  • Berikan pupuk berupa Urea sebanyak 50gr/m3, dan kapur dolomite sebanyak 200gr/m3 serta starter Fitoplankton yang akan kita biakan.
  • Pasang juga aerator kecil dan lampu TL pada malam hari agar pertumbuhan bibit atau starter plankton bisa lebih cepat.
  • Selain itu, anda juga bisa menambahkan larutan probiotik atau em4 perikanan untuk mempercepat pembiakan plankton.
  • Sebaiknya anda juga memberikan tambahan pupuk dan dolomite selama 3-5 hari pertama.
  • Kamu bisa memanen bibit fitoplankton ini 5-7 hari, ditandai dengan air kolam berwarna hijau cerah.

Tahapan Cara Pembiakan Zooplankton (Kutu Air) di Kolam Tanah

Cara Budidaya Kutu Air Zooplankton
Cara Budidaya Kutu Air Zooplankton

Kutu air ini bisa anda jadikan sebagai pakan alami benih ikan yang baru berumur 10-15 hari, atau juga bisa menjadi camilan untuk ikan yang anda ternak. Nah, berikut ini cara budidaya planton starter kolam tanah yang bisa anda lakukan:

  • Langkah pertama yang mesti anda lakukan adalah mengeringkan kolam, kemudian biarkan terpapar sinar matahari selama 3-4 hari untuk membunuh semua pathogen
  • Setelah 3-4 hari, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan iar bersih atau air sisa kolam ikan secukupnya.
  • Pupuk air kolam yang sudah terisi dengan menggunakan pupuk kompos, diamkan beberapa hari sampai air berwarna hijau pertanda air sudah ditumbuhi oleh alga.
  • Kemudian tutup bagian atas kolam dengan paranet atau jaring agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. 
  • Selanjutnya, barulah anda masukkan starter kutu air, jangan lupa juga untuk memberikan aierasi dengan gelembung terkecil.
  • Biasanya, dalam waktu 7 hari, anda sudah bisa memanen kutu air untuk diberikan ke benih ikan.
  • Anda sebaiknya menambahkan pakan kutu air ini dua minggu sekali menggunakan campuran kotoran hewan dengan ampas kelapa dan peras menggunakan kain untuk mengeluarkan sisa airnya. Maka budidaya kutu air ini akan terus berlanjut.

Manfaat Plankton sebagai Pakan Alami

Tentu saja, penggunaan plankton sebagai pakan alami pada proses perkembangbiakan ikan akan sangat menguntungkan. Selain bernilai nutrisi tinggi, plankton juga mudah dikultur dan berukuran kecil sesuai dengan mulut larva.

Tidak hanya itu saja, plankton ternyata juga memiliki pergerakan yang dapat merangsang ikan untuk memangsa serta kemampuan berkembang biak yang cepat dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini tentunya membuat ketersediaan plankton dapat dijamin. Bagaimana? Masih ragu untuk melakukannya?

Jika tidak dan kamu sudah tertarik mencoba, silahkan langsung saja praktek dan membuktikan kelebihannya ya. Semoga bermanfaat.

*****

Demikianlah ulasan mengenai budidaya palnkton starter yang bisa kami ulas untuk anda. Semoga bisa menjadi referensi untuk anda yang ingin membudidayakan pakan alami bibit ikan ini, bahkan juga bisa menjadi pakan alami ikan pembesaran yang anda ternak.

Artikel terkait: Cara Ternak Ikan Nila Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *