Tahapan Persiapan Kolam Tanah Agar Ikan Siap Ditebar

Persiapan Kolam Tanah – Kolam tanah memang banyak ditemukan dalam budidaya ikan. Kolam satu ini biasanya ditemukan di tengah-tengah perkampungan dan pekarangan rumah warga.

Pasalnya, kolam jenis tanah memiliki kondisi air tenang dan dibuat untuk tempat dengan sumber air yang terbatas. Adapun kelebihan kolam tanah ini apabila dibandingkan dengan kolam tembok, kolam terpal, dan akuarium adalah karena terdapat kekayaan hayati.

Kolam tanah dengan tanggul tanah dan tanggul tembok. Foto Gusrina, 2008
Kolam tanah dengan tanggul tanah dan tanggul tembok. Foto Gusrina, 2008

Hal ini lantaran kondisi kolam yang terbuat dari tanah menjadikan dasar kolam sangat cocok sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai organisme yang dapat menjadi penunjang kehidupan ikan disana. Organisme ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan.

Selain kekayaan hayati, kolam tanah sering dipakai peternak karena biaya pembuatannya yang relatif lebih murah apabila dibandingkan dengan jenis kolaml ainnya.

Tidak hanya itu, kolam tanah juga lebih fleksibel dan mudah dialih fungsikan untuk aktivitas lain, misalnya saja menjadi sawah. Maka dari itu, wajar apabila kolam jenis ini sering dipakai para pembudidaya ikan tradisional.

Nah, untuk mengetahui bagaimana sih struktur dan cara membuat persiapan kolam tanah, maka tidak ada salahnya kamu membaca ulasan artikel di bawah ini. Check this out!

Mengenal Kolam Tanah

Ada berbagai macam jenis kolam untuk budidaya ikan, salah satunya adalah kolam tanah. Kolam yang penggunaannya sangat dikenal luas masyarakat ini memiliki jenis-jenis berupa tanggul tanah, tanggul tembok, dan kolam tambak air payau. Penasaran bagaimana perbedaannya?

Kolam tanah dengan tanggul tanah merupakan salah satu jenis yang sering digunakan para petani tradisional untuk beternak ikan. Pasalnya, pembuatan kolam ini sangat murah dan mudah. Kita hanya perlu telaten dalam merawatnya karena memang salah satu kelemahan jenis satu ini adalah tanggulnya yang mudah rusak dan bocor.

Lantaran terbuat dari tanah, maka tidak heran jika tanggul sering kali rusak karena aksi jahil para binatang-binatang di dalamnya, misalnya saja galian kepiting.

Selain tanggul tanah, ada pula tanggul tembok yang juga disebut kolam semi intensif. Dibanding tanggul tanah, kolam ini lebih awet dan lebih tahan lama lantaran tembok lebih kuat.

Tanggulnya pun juga tidak mudah rusak diganggu binatang. Maka tidak heran jika jenis ini sering dipakai untuk budidaya ikan lele atau budidaya belut yang memang dikenal sering membuat lubang di kolam.

Kolam lain yang bisa digunakan adalah yang berjenis tambak air payau. Kolam satu ini biasanya dipakai petani ikan yang lokasinya berdekatan dengan laut.

Keunggulan kolam tambak adalah airnya yang tenang dengan ukurannya yang relatif besar, yakni sekitar 1000 meter persegi untuk satu kolamnya. Sumber pengairannya juga sangat mudah karena diambilkan dari air laut. Bisa juga dari muara sungai. Itulah mengapa diberi nama “air payau” di jenisnya.

Cara Mempersiapkan Kolam Tanah

Untuk membuat persiapan kolam tanah, diperlukan beberapa tahapan yang perlu kamu ikuti, yaitu :

1. Proses Pengeringan

Keringkan Dasar Kolam via rajagalah.blogspot.com
Keringkan Dasar Kolam via rajagalah.blogspot.com

Pengeringan sangat diperlukan setiap kali budidaya ikan dimulai. Kamu bisa memulainya dengan cara mengosongkan isi kolam dan menjemur bagian dasarnya selama 3-7 hari, tergantung dari jenis tanah dan cuacanya.

Untuk patokan, kamu bisa menghentikan aksi menjemur kolam jika di dalamnya tanah sudah mulai terlihat retak-retak. Penjemuran ini juga tidak boleh terlalu lama karena bisa menyebabkan tanah membatu.

Untuk mengukur waktu penjemuran selesai atau tidak, kamu bisa menggunakan cara lain dari penampilan fisik, yakni dengan menginjak dasar kolam. Jika yang kamu injak meninggalkan jejak paling tidak sedalam 1 cm, maka pengeringan sudah bisa dihentikan.

Namun jika tanah yang kamu injak masih meninggalkan jejak dalam, maka silahkan lanjutkan penjemuran. Pasalnya, pengeringan dasar kolam tanah sangat krusial lantaran dapat memutus siklus hidup hama dan penyakit yang mungkin saja ada di periode pembudidayaan sebelumnya. Tentu kamu tahu bukan jika matahari dapat membunuh mikroorganisme patogen dengan sinarnya?

2. Proses Pembajakan

Pembajakan Tanah via ndoaqua.net
Pembajakan Tanah via ndoaqua.net

Jika pengeringan sudah selesai, maka selanjutnya adalah pembajakan. Bajaklah tanah sedalam 10 cm agar tanah menjadi gembur karena dibalik. Bersamaan dengan ini, angkatlah lumpur hitam dari dasar kolam yang biasanya memang mengendap disana.

Pasalnya, lumpur ini merupakan bentuk dari sisa pakan yang dulunya tidak habis dimakan ikan. Selain menimbulkan aroma busuk, lumpur sisa pakan ini mengandung gas beracun seperti hidrogen sulfida (H2S), amoniak (NH3), dan nitrit (NO2) yang sangat berbahaya bagi hewan.

Disamping itu, pembajakan juga berguna untuk mengetahui bagian pematang mana yang mengalami kebocoran atau kerusakan agar bisa segera ditambal.

Baca juga: Cara budidaya ikan nila

3. Tahap Pengkapuran

Berikan Kapur via Penyuluh perikanan
Berikan Kapur via Penyuluh perikanan

Setelah dipakai, kolam tanah biasanya akan mengalami peningkatan keasaman tanah. Oleh karena itu, kamu perlu menetralkan tanah dengan memberikan kapur pertanian yang biasa disebut dolomit agar derajat keasaman dapat berkisar di angka pH 7-8.

Sebagai referensi, jumlah kapur yang dapat diberikan untuk menetralkan pH tanah adalah sekitar 2 ton untuk per hektarnya. Namun lain lagi di tanah liat berlumpur, kamu perlu mengukur dosis kapur dengan takaran apabila pH kurang dari 4, maka jumlah kapur yang dibutuhkan adalah 4 ton per hektar.

Jika pH antara 4 dan 4,4, maka jumlah kapur yang diberikan adalah 3 ton per ha, sedangkan jika pH antara 4,5 dan 5, maka berikan kapur dengan dosis 2,5 ton per ha.

Terakhir, berikan dosis kapur sekitar 2 ton per ha untuk pH di kisaran 5,1 dan 5,5 serta berikan kapur sebesar 1 ton per ha untuk pH di kisaran 5,6 sampai 6,5.

Dosis di atas juga tidak patok lantaran perlu ditambah jika jenis tanahnya dominan jenis tanah liat. Apabila tanah dominan pasir, maka dosis bisa dikurangi. Kala memberikannya, usahakan kapur tercampur hingga ke dalaman 10 cm dan barulah didiamkan selama 2-3 hari lamanya.

4. Lakukan Pemupukan

Selanjutnya, kita akan masuk kebagian pemupukan. Gunakanlah pupuk organik untuk pupuk dasar dan tambahkan pupuk kimia atau penyubur tanah jika adonannya masih kurang.

Pupuk organik sangat diperlukan dan wajib diberikan karena mampu mengembalikan kesuburan tanah dan bisa merangsang aktivitas kehidupan di dalamnya. Hal ini tidak jauh dari sifat asli tanah yang kaya akan bahan organik dan rumah dari berbagai macam organisme.

Jenis pupuk organik yang bisa kamu berikan untuk kolam adalah pupuk kompos atau pupuk kandang dengan takaran sekitar 1-2 ton per hektarnya. Tebarkanlah pupuk secara merata di permukaan dasar dan biarkan selama 1-2 minggu untuk nantinya dilanjutkan dengan penggenangan.

5. Mulai Mengisi Air Kolam

Terakhir, kamu bisa menggenangi kolam dengan air apabila semua tahapan sudah selesai. Untuk permulaan, genangilah kolam dengan air setinggi 10-15 cm agar sinar matahari masih bisa menembus dasarnya dan membuat berbagai macam tumbuhan serta hewan kecil bisa berkembangbiak disana. Setelah 2-3 hari dan air berubah hijau, barulah kamu bisa menaikkan air hingga 60-75 cm untuk ditebari benih ikan.

***

Demikian ulasan tentang persiapan kolam tanah yang sebaiknya anda lakukan agar benih yang anda tebarkan bisa tumbuh dengan optimal. Semoga bermanfaat.

Jangan lewatkan juga: Cara Budidaya Plankton Starter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *