Penyebab & Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Ikan Mas

Penyakit ikan mas merupakan salah satu faktor penghambat keuntungan yang harus dihilangkan. Pasalnya, serangan hama dan penyakit tentunya dapat menurunkan produktivitas hingga memperbesar potensi gagal panen. Namun jangan salah, meski keduanya sama-sama mengganggu budidaya, tapi pengendaliannya berbeda lho. Penasaran?

Hama yang merupakan jenis organisme pemangsa dan pengganggu tentu harus dibasmi dengan cara yang berbeda dari penyakit yang bersifat fisiologis. Jika hama menyerang langsung ke tanaman seluruhnya, penyakit hanya akan menyerang pada bagian-bagian fisiologis tertentu pada ikan yang nantinya akan menyebabkan gangguan pertumbuhan hingga bisa saja berujung pada kematian.

Nah, lalu bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit ikan mas? Yuk, langsung saja simak ulasannya dibawah ini!

Penyakit Ikan Mas Kutu Ikan via Nevada Goldfish
Penyakit Ikan Mas Kutu Ikan via Nevada Goldfish

Hama Ikan Mas

Hama pada ikan mas memiliki banyak macam, mulai dari yang ukurannya besar seperti ular, kodok, burung, dan biawak, hingga yang ukurannya kecil seperti kutu, larva, dan serangga. Selain itu, pembagian jenis hama dibedakan berdasar sifatnya, yakni bersifat pemangsa kah, pesaing kah, atau malah bersifat pengganggu.

Hama dikatakan pemangsa jika ia langsung memakan ikan, sedangkan dikatakan pesaing jika cara kerjanya mengambil sumber daya tumbuh kembang ikan, misalnya saja pakan. Sedangkan dikatakan pengganggu jika hama ini merusak habitat budidaya, misalnya saja membocorkan kolam.

Nah, dari ketiga jenis tersebut, dibawah ini ada beberapa macam spesies hama yang dikatakan masuk ke dalamnya, yakni :

1. Bebeasan (Notonecta)

Hama ini dapat dicegah dengan cara memasangi pintu airnya menggunakan saringan halus dari kawat atau kain kasa agar benih dan telur bebeasan tidak bisa masuk ke dalamnya.

Sedangkan untuk pemberantasannya, cukup percikan minyak tanah di air kolam dengan jumlah 5 cc per m2. Minyak yang masuk ke saluran nafas bebeasan dapat membuatnya mati.

2. Ucrit (Larva Cybister)

Mencegah Ucrit cukup dengan membersihkan kolam dari material organik dab melakukan pemasangan saringan di pintu masuknya, sama seperti Babeasan. Sedangkan untuk memberantasnya cukup dengan melakukan penangkapan hama ini secara manual dengan bantuan alat.

3. Belut dan Kepiting

Kedua hama ini menjadi predator bagi ikan dan juga sering merusak pematang lantaran membuatnya berlubang. Cara penanggulangannya yakni dengan memancing belut langsung dari lubangnya. Sedangkan untuk kepiting, kita bisa menunggunya keluar atau juga bisa dengan menaburi sekam padi.

4. Kodok dan Ular

Kedua hama ini dapat ditangkap langsung dan dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan kolam.

5. Linsang

Terakhir, ada Linsang atau bisa juga disebut berang-berang dan termasuk dalam predator karena pemakan ikan. Linsang biasanya menyerang kolam yang lokasinya berdekatan dengan danau, sungai, atau rawa.

Untuk mencegah hama ini, kita bisa memasang ranting bambu untuk pagar kolam dan juga dapat menerangi kolan agar Linsang takut mendekat.

Artikel terkait: Panduan Budidaya Pembenihan Ikan Nila

Penyakit Ikan Mas

Berbeda dari hama yang penyebabnya dari spesies lain, penyakit pada ikan murni disebabkan oleh dua ha, yakni bisa karena kondisi lingkungan buruk atau memang serangan patogen.

Entah itu dari mana asalnya, yang jelas penyakit pada ikan berbahaya karena dapat menular satu sama lain hingga memusnahkan budidaya. Tentunya tidak mau, bukan? Nah, oleh sebab itu mari kita bahas apa aja sih penyakit ikan mas yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara penanggulangannya seperti ulasan dibawah ini!

1. Bintik Putih (White Spot)

Penyakit satu ini disebabkan oleh ichthyophthirius multifiliis yang merupakan suatu kelompok protozoa kelas ciliata yang menyebabkan bintik-bintik putih berlendir pada permukaan tubuh ikan. Bisa juga, bintik ini muncul pada insang sehingga membuat ikan kesulitan bergerak dan bernafas. Bahkan, penyakit ini bisa menyebabkan pendarahan lho.

Untuk mencegahnya, kamu perlu menjaga kualitas air dan sirkulasinya. Sedangkan untuk mengobati, kamu perlu merendam ikan dalam larutan methylene blue 1% dengan ukuran 1 gram dalam 100 cc air selama 24 jam.

2. Bengkak Insang dan Badan

Penyakit ini disebabkan myxospores yang merupakan sejenis spora dari mycobacteria. Ikan yang terserang penyakit ini akan mempunyai bintil putih kemerahan di bagian punggung hingga bahkan bisa menyebabkan pendarahan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengeringkan kolam dan bisa juga dengan memberikan kapur tohor saat pengolahan tanah untuk dasaran kolam. Untuk menyembuhkan, sayangnya belum ada obatnya.

3. Cacing Insang dan Kulit

Penyakit yang muncul akibat adanya serangan cacing kulit (Gyrodactylus) dan cacing insang (Dactylogyrus) ini dapat dilihat pada bagian insang. Sama seperti kedua penyakit sebelumnya, penyakit satu ini juga bisa menyebabkan pendarahan dan penebalan.

Ikan yang diserang cacing akan memiliki sirip rontok, bertubuh kurus, dan bersisik buram.Untuk penanggulangannya, cukup rendam ikan dalam larutan formalin dengan ukuran 250 gram per m3 air selama 15 menit saja.

4. Kutu Ikan (Argulosis)

Ikan yang terserang kutu akan mengalami bercak merah di bagian sirip, kulit dan insangnya. Ikan juga akan terlihat kurus lantaran darah terserap si kutu. Untuk menyembuhkannya, kamu bisa merendam ikan dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan dosis sekitar 20 gram per liter air selama 15 menit saja.

5. Jamur (Saprolegniasis)

Penyakit yang disebabkan oleh jamur ini dapat menyerang kepala, tutup insang dan sirip ikan. Apalagi jika kondisi air dingin, maka proses infeksi akan semakin cepat.

Kamu bisa melihat gejalanya seperti serabut kapas di tubuh ikan. Pengobatan yang benar yakni dengan merendam ikan ke larutan Malachite Green Oxalat (MGO) dengan ukuran sekitar 3 gram per m3 air selama 30 menit saja.

6. Gatal (Trichodiniasis)

Penyakit yang lebih sering menyerang benih ikan ini bisa diobati dengan merendam ikan dalam larutan formalin 200 ppm selama 15 menit. Bisa juga pada larutan MGO dengan dosis 0,1 gram per m3 selama 24 jam penuh.

7. Bakteri (Aeromonas punctata)

Penyakit ganas yang dapat membuat badan ikan menjadi kusam, kesat, dan melepuh ini sejatinya menyebabkan pendarahan pada organ dalam ikan.

Untuk menyembuhkannya, cukup berikan Terramycine dengan ukuran 50 mg per kg dari berat si ikan. Berikan per hari dan campurkan dengan pakan sselama 7-10 hari berturut-turut. Kamu juga bisa menyuntik ikan dengan Chloramphenicol.

8. Bakteri (Pseudomonas flurescens)

Penyakit yang gejalanya mirip aeromonas ini bisa diobati dengan Oxytetracycline yang dicampur pada pakan dengan ukuran 25-30 mg per kgberat si ikan. Berikan selama 7 hari berturut-turut ya.

9. Koi Herves Virus (KHV)

Penyakit yang disebabkan virus dan bisa mengakibatkan kematian secara masal ini akan menyebar dengan cepat di perairan yang bersuhu 15-27oC sehingga tingkat kematian yang besar, yakni mencapai 80-100%.

Pencegahan virus ini dapat dilakukan dengan pemberian cromium yeast untuk meningkatkan kekebalan ikan. Cromium yeast sendiri merupakan bahan yang biasanya dicampurkan pada pakan hewan ternak.

Tips Mencegah Hama & Penyakit Ikan Mas

Berikut ini beberapa tindakan pencegahan hama dan penyakit ikan mas secara umum yang bisa anda lakukan:

  • Tindakan pencegahan yang pertama adalah dengan mengeringkan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
  • Pilih benih ikan yang bebas penyakit.
  • Usahakan untuk menebar ikan tidak melebihi kapasitas kolam.
  • Buat sirkulasi air yang ideal,  paralel, tiap kolam beri satu pintu masuk air.
  • Berikan pakan tidak berlebihan dengan kualitas baik.
  • Jika anda memindahkan benih atau sedang memanen lakukan secara hati-hati.
  • Jangan biarkan burung, siput, ikan seribu masuk atau mendekat area kolam karena merupakan pembawa penyakit.

****

Demikianlah ulasan mengenai hama dan penyakit ikan mas yang bisa kami ulas untuk anda. Semoga ikan mas yang anda pelihara bisa berhasil dan panen dengan hasil yang melimpah.

Artikel terkait: Cara Melakukan Pemijahan Ikan Mas yang Benar

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *