Panduan Lengkap Tanam Buah dalam Pot (Tabulampot)

Tabulampot – Memiliki lahan pertanian sendiri, mengolahnya, memanen lalu menjual hasilnya ke pasaran tentu merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Selain itu, kita bisa tahu proses suatu bahan makanan dari mulai nol bukan hanya ketika sudah siap santap saja. Bagi masyarakat pedesaan hal tersebut tentu masih sangat mungkin terjadi. Namun, bagaimana dengan mereka yang hidup dikota yang rata-rata lahan pertaniannya telah berubah menjadi gedung dan perumahan?

Nah, kini mereka tak perlu khawatir seiring dengan kemajuan teknologi meskipun minim lahan. Mereka masih tetap bisa bertanam lho. Ada beberapa contoh cara bertanam yang bisa dilakukan meskipun tidak punya lahan berhektar-hektar, misalnya hidroponik dan tabulampot.

Hidroponik merupakan cara bercocok tanam menggunakan media air dengan suplai makanan berupa nutrisi tertentu. Sedangkan, tabulampot cara bertanamnya masih menggunakan media tanah dan nutrisi yang diberikan masih berupa pupuk.

Jika dinilai dari kepraktisannya, tabulampot lebih praktis daripada hidroponik karena dalam model tanam ini materialnya yang dipakai terbilang sederhana.

Kamu hanya butuh pot, tanah, bibit, dan pupuk, sedangkan dalam hidroponik kamu harus menyiapkan pipa-pipa paralon sebagai pengalir nutrisi. Bertanam buah dalam pot selain praktis dan tidak mahal, cara bertanam model ini juga sekaligus bisa dijadikan media memperindah pekarangan rumah.

Cara bertanam tabulampot sendiri sebenarnya sudah dikenal luas sejak tahun 1970-an dan semakin berkembang seiring kemajuan teknologi.

Ada tiga level yang digunakan untuk mengkategorikan tanaman buah dalam tabulampot, yaitu kategori mudah, sulit, dan belum berhasil. Beberapa contoh buah yang tergolong dalam kategori mudah seperti sawo, jeruk, belimbing, dan masih banyak lagi.

Sedangkan yang masuk dalam kategori sulit seperti kelengkeng, rambutan, duku dan salak. Untuk durian dan alpukat, hingga sekarang belum bisa berkembang dengan baik jika ditanam menggunakan cara tanam tabulampot.

Panduan Tabulampot
Panduan Tabulampot via Agromedia

Panduan Menanam Buah dengan Sistem Tabulampot

Nah, bagaimana? Masih bingung bagaimana cara bertanam buah dalam pot yang baik dan benar? Yuk simak penjelasnnya berikut!

1. Proses Persiapan Bibit Tabulampot

Bibit Tabulampot via Bukalapak
Bibit Berkualitas via Bukalapak

Untuk mendapatkan tanaman dan hasil panen yang sesuai dengan harapan tentunya harus menggunakan bibit yang berkualitas.

Ada dua jenis bibit yang bisa digunakan yaitu berasal dari menyemai biji secara langsung (generative) dan melalui media cangkok, okulasi, atau penyambungan (vegetative). Untuk menekan kegagalan, maka sebaiknya dalam bertanam tabulampot menggunakan bibit dari hasil pembiakan vegetative.

Mengapa demikian? Karena bibit hasil dari pengembangan vegetative akan lebih mudah di prediksi keberhasilannya dari sifat induk sebelumnya. Pilih bibit yang baik, sehat, bebas dari hama penyakit yang dapat menyebabkan gagal tanam dan panen.

Setelah memilih bibit berkualitas, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah mempersiapkan media tanam. Media tanam yang baik adalah yang dapat menyimpan nutrisi dan kemudian memasoknya pada tanaman.

Idealnya perbandingan media tanam yang baik yaitu memiliki komposisi 1:1:1, yang merupakan perpaduan antara tanah, arang sekam dan kompos. Jika menemukan arang sekam terlalu sulit maka bisa diganti dengan sekam padi.

Karena kadar keasaman tanah di daerah tropis yang tinggi biasanya tidak terlalu baik untuk pertanian, maka bisa diakali dengan menambahkan kapur pertanian secukupnya. Ini akan menyeimbangkan pH dalam tanah yang terlalu asam sehingga tanaman bisa hidup dengan baik.

Dalam memilih pot yang akan digunakan hendaknya disesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Jika bibit masih kecil pakai pot yang berukuran kecil baru setelah tumbuh besar pindahkan ke pot yang lebih besar.

Pot dengan bahan tanah liat adalah yang paling baik untuk media tanam tabulampot. Alasannya tidak lain karena pot jenis ini memiliki pori-pori yang membuat kelembapan serta temperatur media tanam lebih stabil.

Namun jika mendapatkan pot tanah liat terlalu sulit menggunakan pot dari bahan plastik atau drum juga tidak masalah yang penting pemberian nutrisi teratur.

2. Mempersiapkan Media Tanam Tabulampot

Media Tanam Tabulampot via Youtube
Media Tanam via Youtube

Proses selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan media tanam. Media tanam ini sangat urgen sekali, mengingat media tanam menjadi sumber kehidupan bagi tanaman buah yang akan kita tanam, akar dari tanaman buah ini akan mencari makan yang ada di dalam media tanam yang kita persiapkan.

Media tanam yang kita gunakan bisa bermacam-macam lho, tergantung kita saja, intinya media tanam ini harus mampu menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Menurut para pakar yang sudah lama berkecimpung dalam budidaya tabulampot ini, media tanam yang mereka gunakan berupa campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Bisa juga campuran tanah, pupuk kambing dan sekam padi dengan komposisi 1:1:1. Untuk menekan biaya, gunakan bahan baku yang banyak ditemui di lingkungan sekitar.

Untuk menurunkan kadar keasaman tanah, anda bisa menambahkan dolomit atau kapur pertanian ke dalam media tanam tersebut.

Media tanam sudah ready. Maka selanjutnya kita harus memilih pot yang akan kita gunakan. Pilihannya bisa berupa pot bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu.

Dari sekian banyak pilihan, untuk pot yang terbaik adalah yang terbuat dari tanah liat dan kayu hal ini disebabkan pot tersebut mempunyai memiliki pori-pori yang dapat menjaga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil. Namun kelemahannya bahan-bahan tersebut tidak tahan lama.

Oh ya sob, jangan lupa juga agar wadah tabulampot yang kita gunakan ini punya kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Kenapa? Karena kaki tersebut berguna untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah.

3. Mulai Budidaya Tabulampot

Ketika bibit sudah dipilih dan media tanam sudah siap, maka tahap selanjutnya adalah penanaman bibit. Nah mari kita simak langkah-langkahnya.

Silahkan masukkan media tanam yang telah siap ke dalam pot yang telah dipilih dan disesuaikan dengan besarnya tanaman yang akan ditanam. Lebih baik menanam dari pot dengan ukuran kecil terlebih dahulu dan kemudian menggantinya ke ukuran yang lebih besar jika telah tumbuh.

Hal ini dapat meremajakan media tanam agar tanaman tidak jenuh. Susun pecahan genteng pada dasar pot disusul dengan susunan ijuk di atasnya. Jika terlalu sulit menemukan ijuk maka bisa diganti dengan sabut kelapa yang lebih mudah didapatkan.

Selanjutnya, isikan media tanam sampai setengah pot dan tanam bibit buah yang ingin ditanam. Agar mengurangi penguapan kamu bisa memangkas daun dan batangnya. Padatkan sekeliling tanaman lalu siram dengan air secukupnya.Letakkan tanaman buah dalam pot ditempat yang teduh dan siram tanaman setiap sore atau pagi hari secara teratur.

4. Proses Perawatan Tabulampot

Perawatan Tabulampot via Bibitbunga
Proses Perawatan via Bibitbunga

Selanjutnya adalah perawatan. Pasalnya, ketika kamu menanam apapun itu entah bunga atau buah, maka jangan lupa untuk merawatnya.

Jangan hanya menanam lalu membiarkannya begitu saja karena itu hanya akan menyakiti tanaman itu sendiri. Maka dari itu berikan perawatan semaksimal mungkin dimulai dari tahap-tahap berikut ini, yaitu :

a. Penyiraman

Karena tanaman yang kamu tanam di dalam pot tidak bisa mencari air sendiri, maka kamu wajib menyiramnya. Siram tanaman setiap hari sebanyak dua kali pada musim kemarau dan sekali saja jika musim penghujan tiba.

Jika tabulampot yang kamu miliki jumlahnya banyak, maka manfaatkan teknologi penyiraman menggunakan alat. Dalam hal ini biasanya para petani menggunakan sistem irigasi tetes.

b. Pemangkasan

Pemangksan tabulampot selain untuk membentuk tajuk baru berguna supaya sinar matahari dapat menembus ke segala arah tanaman hal ini dimaksudkan juga untuk tujuan keindahan.

Tanaman yang terpangkas rapi tentunya akan lebih indah dipandang daripada tanaman yang dibiarkan tumbuh sekenanya saja. Pemangkasan juga dimaksudkan untuk meremajakan tanaman agar pertumbuhannya lebih optimal dan hasil yang di dapat maksimal.

c. Pemupukan

Untuk memastikan cadangan nutrisi tanaman terpenuhi, maka pupuk tanaman baru setiap satu bulan sekali dan 3-4 bulan sekali untuk tahap lanjutan. Jika perlu semprot juga tanaman tersebut, namun karena tabulampot biasanya terletak di pekarangan yang sangat dekat dengan kita maka gunakan pestisida organik.

d. Penggantian Media Tanam

Jika tumbuhan telah bertumbuh semakin besar, maka tandanya kamu harus mengganti media tanamnya. Penggantian ini otomatis akan meremajakan tanaman sehingga nantinya bisa tumbuh dengan leluasa. Jika akar dan batang ukurannya juga telah terlalu panjang, kira-kira lebih dari 25 cm maka pangkas juga, ini akan membantu tanaman mengurangi proses penguapan.

5. Pengendalian hama dan penyakit

Sama seperti tanaman lainnya, tanaman yang kita tanam di dalam pot juga bisa saja terserang hama dan penyakit. Untuk tanaman buah dalam pot sebaiknya kita kendalikan hama dan penyakit ini sejak dini, yaitu dimulai dari proses seleksi bibit.

Usahakan agar bibit yang kita gunakan memang terbebas dari hama dan penyakit, atau kita bisa membeli di tempat pembibitan yang memiliki sertifikat.

Selain pada proses pembelian bibit, kita juga bisa mencegah hama dan penyakit dengan cara menjaga kebersihan media tanam dan kebun. Gulma dan semak belukar disekitar kebun bisa menjadi sumber hama dan penyakit.

Itu beberapa tindakan pencegahan hama dan penyakit yang bisa kita lakukan. Namun jika tabulampot kita sudah terserang penyakit maka kita harus melakukan tindakan cepat.

Pertama kita bisa membersihkan atau menyingkirkan hama dan penyakit tersebut secara manual. Seperti memungut ulat yang menyerang tanaman secara langsung, atau memotong dahan yang terkena penyakit.

Tindakan yang tidak kalah pentingnya adalah pada saat tanaman sudah berbuah, sebaiknya anda membungkus buah tersebut dengan plastik atau jaring pelindung. Atau juga bisa dengan memasang perangkap hama, seperti penggunaan hormon feromon untuk memerangkap lalat buah.

Untuk perawatan yang lebih intensif lagi anda bisa menyemprot tanaman dengan pestisida, namun tentu saja harus pestisida organik, mengingat tabulampot ini kita letakkan di pekarangan rumah kita.

Namun jika ternyata kita terpaksa menggunakan pestisida kimia, maka kita harus benar-benar hati-hati, baca petunjuk dan dosis pemakaian seksama, selain itu penyemprotan hendaknya dilakukan secara terbatas.

Simak selengkapnya: Tipe Herbisida, Cara Kerja, Tipe dan Petunjuk Pemakaiannya

****

Nah, sekian dulu ya informasi kali ini mengenai tabulampot. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya teman-teman! Artikel terkait: Cara Menanam Cabe Di Pot yang Benar!

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *