Panduan Cara Budidaya Ayam Kampung Petelur

Budidaya Ayam Kampung Petelur – Beberapa orang mungkin menganggap ternak ayam kampung sama halnya dengan ternak ayam buras. Padahal, antara ayam buras dan ayam kampung itu berbeda lho. Ayam buras dipakai untuk menyebut jenis ayam non ras, sementara ayam kampung adalah jenis ayam dari golongan buras.

Selain ayam kampung, ayam buras lainnya adalah ayam bangkok, ayam arab, ayam pelung, ayam katai, ayam kedu, ayam nunukan dan lain sebagainya.

Maka dari itu, awalnya budidaya ayam kampung petelur hanyalah sebagai sampingan saja. Biasanya, cara pemeliharaannya dengan sistem umbaran alias dilepas bebas di pekarangan rumah karena tujuannya hanya untuk diambil dagingnya saja. Hal ini karena produksi telur dari ayam kampung termasuk relatif rendah.

Namun seiring berkembangnya waktu, permintaan ayam kampung entah itu untuk telur atau dagingnya semakin meningkat. Akhirnya, kini banyak para peternak ayam kampung yang semakin memperhatikan kualitas produksinya.

Panduan Budidaya Ayam Kampung Petelur

Nah, kira-kira bagaimana sistem atau cara budidaya ayam kampung petelur untuk mereka yang ingin memulainya? Yuk, langsung saja simak ulasannya ya!

Budidaya Ayam Kampung Petelur via Youtube
Budidaya Ayam Kampung Petelur via Youtube

Syarat Lokasi Kandang Ayam Kampung Petelur

Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai budidaya ayam kampung petelur, ada baiknya kita memenuhi beberapa syarat lokasi budidaya agar budidaya yang kita lakukan bisa optimal. Berikut ini syarat-syarat lokasi kandang yang baik untuk beternak ayam kampung petelur :

  • Syarat yang pertama adalah letak kandang jauh dari pemukiman penduduk pasar atau jalan utama/raya
  • Untuk meminimalisir biaya, sebaiknya letak kandang dekat dengan sumber-sumber faktor produksi
  • Usahakan kandang anda memenuhi tataguna lahan dari pemerintah daerah setempat
  • Pastikan juga lokasi kandang mempunyai akses air bersih yang memadai
  • Akses jalan menuju lokasi kandang harus baik dan mudah
  • Sebisa mungkin, jangan gunakan lahan yang berada di atas bukit atau lembah

Sistem Ternak Ayam Kampung

Untuk beternak ayam kampung, ada beberapa metode yang sering digunakan. Metode-metode yang nantinya dipilih akan menentukan tipe kandang yang kamu siapkan untuk ternak. Nah, jenis-jenis sistemnya antara lain :

1. Sistem Umbaran

Sistem Umbaran via Youtube
Sistem Umbaran via Youtube

Bagi yang ingin beternak ayam kampung, kamu bisa mencoba sistem umbaran. Sistem ini tidak memiliki ketentuan harus menggunakan kandang dengan bentuk apa. Pasalnya, sistem umbaran malah sering membebaskan ayam ternaknya di pekarangan saja.

Oleh karena itu, sistem ini sering disebut dengan sistem kandang asalan. Tidak penting bagaimana bentuknya, yang jelas kandang tersebut mampu melindungi ayam dari tangan jahil dan dinginnya malam, maka itu sudah cukup. Jadi, kamu cukup mengandangkan ayam kala malam saja, sedangkan untuk paginya ayam bisa dilepas bebas.

Banyak peternak di desa yang masih melakukan sistem umbaran untuk ternak mereka. Pasalnya, mereka masih memiliki hunian dengan model pekarangan luas yang bisa digunakan multifungsi.

Kelebihan sistem ini dibanding sistem lainnya yakni peternak bisa lebih hemat dalam hal pakan dan perawatan harian. Ayam bisa mencari pakannya sendiri selain dari yang diberikan peternak.

Namun bukan berarti sistem ini tidak ada kelemahannya. Kekurangan sistem umbaran yakni produktivitas ayamnya akan sangat rendah. Pasalnya, perkawinan ayam kampung di sistem ini terjadi secara alami.

Maksudnya, ayam betina akan bertelur tanpa kontrol. Dan apabila kita menjual ayam dalam bentuk daging juga indukan akan mengerami hingga menetaskan anak-anaknya sendiri tanpa kontrol dan campur tangan unggas lain. Selain itu, ayam bisa sangat liar, bahkan kadang susah untuk masuk kandang dan lebih sering tidur di luar.

2. Sistem Semi Intensif

Sistem Semi Intensif
Sistem Semi Intensif via majulah-desaku.blogspot.com

Ternak dengan sistem semi intensif dapat dipakai untuk kandang tipe pekarangan, yakni lahan yang terhampar luas dengan pagar di sekelilingnya agar ayam tidak bisa keluar kandang. Jangan lupa, berilah area tertutup pada kandang agar ayam bisa istirahat dan berteduh kala hujan.

Sesekali pula, cangkuli tanah agar tidak menjadi terlalu padat. Hal ini berguna agar cacing tanah bisa muncul dan menjadi pakan alami untuk ayam.

Untuk perkawinan ayam pada sistem ini bisa memanfaatkan jenis kandang koloni. Buatlah tempat dengan ukuran 1 × 2 meter dan tinggi sekitar 0.75 hingga 100 cm agar bisa dihuni sekitar 1 jantan dan 6 induk betina. Dengan memasukkan mereka ke dalamnya, dijamin perkawinan bisa terjadi hanya dalam beberapa hari saja.

Barulah sekitar tempo 3 hari selepas induk betina dikawini pejantan, telur bisa dipastikan fertile dan menetas. Segeralah ambil telur dalam kandang koloni agar bisa dierami indukan lain atau bisa juga dengan inkubator.

3. Kandang REN

http://ayamkampungasli88.blogspot.com
Kandang REN via ayamkampungasli88.blogspot.com

Selanjutnya, anda juga bisa menggunakan sistem Kandang Ren, dimana kandang yang anda buat berupa rumahan kemudian dipadukan dengan halaman umbaran.

Kandang ini digunakan untuk ayam kampung nantinya bertelur, tidur atau untuk berteduh. Kelebihan model ini adalah dapat memperoleh sinar matahari pagi. Kelemahannya adalah kurang ekonomis, produktivitas masing-masing ayam sulit diketahui, bila ada ayam yang sakit dapat menular dengan cepat.

4. Kandang Lantai Cage (Batery)

Kandang Ayam Model Baterai
Kandang Ayam Model Baterai via Agrinak

Selanjutnya, anda bisa mencoba budidaya ayam kampung petelur dengan sistem kandang lantai cage (batery). Sitem baterai ini dibuat dengan lantai panggung (ada jarak antara tanah dengan lantai kandang). Kandang lantai cage cocok untuk ayam kampung petelur (ayam yang sudah bertelur).

Untuk cage sendiri dibuat miring jadi nanti saat ayam bertelur maka telur-telur tersebut akan menggelinding ke tempat yang sudah disediakan. Sistem ini memudahkan peternak dalam mengumpulkan telur-telur ayam yang dihasilkan.

5. Kandang Postal

Kandang postal
Kandang postal via http://ayamkampungasli88.blogspot.com

Berikutnya, anda juga bisa mencoba sistem postal atau litter system. Kandang sistem postal ini idealnya dipakai untuk pembesaran ayam kampung – dipelihara hingga mencapai bobot konsumsi (0,8-1,2 kg) atau siap menjadi indukan ayam petelur. Biasanya, kandang postal memiliki ketinggian 2,4 m.

Pemilihan Bibit yang Baik untuk Ayam Kampung Petelur

Kini mari kita berbicara mengenai pemilihan bibit atau indukan yang baik dan benar. Pemilihan bibit yang jelas asal usulnya sedikit banyak akan berpengaruh terhadap hasil yang akan kita dapatkan, usahakan untuk memilih bibit atau indukan yang terjamin kualitasnya. 

Bibit Berasal dari Indukan

Sebaiknya anda memilih bibit yang berasal dari calon indukan yang sejenis, yakni memiliki bentuk badan yang seragam, usia tidak terpaut jauh, besar kecilnya seukuran dan berumur minimal 7 bulan. Secara kasat mata anda lihat, sebaiknya calon indukan itu terlihat lincah, kuat, tidak takut didekati orang, suaranya ramai jika didekati dan diberi makan, nafsu makan baik, aktif mencari makan sepanjang hari, bulunya cerah mengkilap.

Berikut ini beberapa ciri fisik ayam yang sehat dan normal:

  • Ciri fisik yang pertama, indukkan harus tidak memiliki kelainan atau cacat, selaras sesuai dengan jenis ayamnya.
  • Tulang indukan harus kuat dan normal
  • Otot ayam sebaiknya gempal, padat, berisi dan tidak berlemak. Dapat diperkirakan dengan meraba tulang dada dan paha. Cara ini juga dapat digunakan untuk menafsirkan keadaan umum tubuh, kesehatan dan gaya hidup ayam tersebut.
  • Jika anda lihat pada bagian kulitnya, maka ketika anda raba kulit ayam calon indukkan tersebut harus terasa lembut, agak basah, dan tidak ada bagian yang rusak atau cacat. Warnanya segar agak mengkilap.
  • Jika anda perhatikan, bagian bulu ayam yang halus letaknya teratur pada tubuh, menghimpit rapat seolah-olah tidak ada ruang kosong diantara bulu-bulu tersebut. Bentuk dan besar bulu harus sesuai dengan jenis puspa ragam dari jenis ayam bersangkutan. Semakin mengkilap maka semakin kuat dan sehat ayam bersangkutan.
  • Jika anda periksa bagian kepala ayam maka sebaiknya berbentuk bulat panjang, tidak terlalu gepeng dan berbangun kasar. Jengger kokoh dan kuat, tidak tipis dan tidak terlalu besar. Warnanya merah menyala, agak mengkilap. Bila dipegang terasa hangat, lentur dan berjaringan halus. Gelang kuping dan daun telinga bentuknya bulat panjang atau jorong, warnanya tegas, tidak suram.
  • Bagian selanjutnya yang harus anda periksa adalah mata, dimana mata ayam yang baik adalah yang berbentuk bulat, agak melotot sedikit, membuka luas kurang lebih di tengah pipi (samping kepala), bebas dari jarigan tubuh yang mengganggu penglihatan. Selaput lendir mata jernih, mengkilap, dan selalu basah. Selaput bening mata jernih dan selalu basah.

Bibit dari DOC (Day Old Chicken)

Untuk memelihara ayam ini, kamu bisa mendapatkan bibitnya dengan membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken, atau bisa juga indukan. Jika kamu membelinya dalam wujud telur, pastikan saja kamu tahu asal-usulnya. Jangan sampai tertipu ya guys.

Nah, jika kamu memilih bibit dari DOC, ada baiknya kamu mengenali ciri-ciri mana ayam yang baik dan mana yang cacat. Ciri-cirinya yakni ayam dapat berdiri tegap, pusar terserap sempurna, bulu bersih, dan mata bersinar.

Jika kamu beternak ayam ini dan beranggapan jika ayam betina hanya bisa bertelur kala dikawini pejantan, maka kamu perlu belajar lagi. Pasalnya, ayam ini bisa bertelur tanpa kawin asal perlakuan dan pemberian pakannya tepat.

Maka dari itu, jangan hanya mengurung ayam 24 jam di kandang dan memberinya pakan pabrikan saja. Selain rugi di ongkos produksi, ayammu akan tumbuh lebih lambat dari yang seharusnya. Ayam kampung biasanya akan bertelur di usia 6 sampai 12 bulan.

Namun tentu saja, telur yang dihasilkan berjenis infertil alias tidak akan menetas. Berbeda jika telur berasal dari hasil perkawinan, maka telur akan fertile.

Kepadatan Kandang Ayam Kampung Petelur

Anda juga harus memperhatikan kepadatan kandang ayam kampung petelur yang anda ternak. Dimana jumlah yang terlalu padat akan membuat ayam memiliki raung gerak terbatas. Berikut ini jumlah kepadatan kandang ayam kampung petelur yang mesti anda perhatikan: 

  • Untuk indukan, anda bisa membuat untuk 3 ekor per meter persegi
    Sementara untuk ayam yang masih remaja, anda bisa membuat kandang dengan kepadatan 14-16 ekor per meter persegi. 
  • Nah, untuk ayang yang siap untuk bertelur anda bisa membuat kandang dengan kepadatan 6 ekor per meter persegi

Baca juga: Usaha Ternak Ayam Potong Skala Kecil

Proses Pemeliharaan Ayam Kampung Petelur

Ayam kampung atau ayam lokal asli sering dijadikan ternak karena daya tahan tubuhnya yang sangat kuat terhadap penyakit. Ternak ayam ini juga tidak membedakan antara ayam pedaging atau petelur lho, jadi tercampur begitu saja.

Produktivitasnya juga bisa dibilang sangat rendah, yakni hanya sekitar 115 butir saja per tahunnya. Pertumbuhan ayam kampung juga lumayan lambat, yakni baru bisa dikonsumsi atau memasuki usia bertelur di umur 8-12 bulan.

1. Pemberian Pakan Ayam Kampung

Aturan beternak ayam jenis ini adalah tidak terlalu sering memberinya pakan pabrikan. Nah, bagi kamu yang ingin tahu perkiraan pakan ayam kampung dalam sesuai umurnya. Berikut ini kebutuhan pakan ayam kampung sesuai usianya:

  • Berikan ayam umur 1 minggu dengan takaran pakan 7 gram per hari.
  • Sedangkan untuk umur 2 minggu, berikan pakan 19 gram per hari.
  • Untuk umur 3, 4, dan 5 minggu, masing-masing diberikan pakan sekitar 34 gram per hari, 47 gram per hari, dan 58 gram per hari.
  • Nah, barulah pada umur 6, 7, dan 8 minggu lebih, kamu bisa memberinya pakan sekitar 66 gram per haru, 72 gram per hari, dan 74 gram per hari.

Bagi yang akan memberinya makan pabrikan sesuai takaran, maka kamu bisa menyiasati mahalnya pakan dengan meramu pakan buatan. Asal tahu saja, seekor ayam kampung perlu protein kasar sekitar 12% dan energi sebesar 2500 kkal/kg. Nah, untuk menghemat pakan, berikut ini anda buatkan pakan racikan: 

  • Ayam umur 0-2 bulan bisa menggunakan pakan ayam broiler.
  • Ayam 2-4 bulan pakan broiler dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1:3:1.
  • Ayam di atas 4 bulan berupa campuran antara layer dan dedak atau jagung dengan perbandingan 1:2. Berikan pula hijauan sebanyak 20 % dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan sekitar 7-8 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  • Ayam yang masuk periode bertelur, biasanya umur lebih dari 6 bulan, berikan layer dan dedak dengan perbandingan 1:1. Dan tambahkan hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.

Anda juga bisa memberikan pakan alternatif berupa, daun ubi rambat yang dicacah lalu direbus kemudian ditambah dedak, talas (umbi dan daunnya), beras paling murah, dedak, tepung tulang, ampas tahu atau cangkang keong.

Tips membuat pakan dari umbi talas (Dayat Suryana, 2013)
Cincang 1 kg talas atau tangkai dan daun talas hingga ukuran 0,5 cm. Campurkan dengan 0,5 kg beras dan 0,5 kg dedak. Tambahkan satu sendok tepung tulang atau sangkang keong. Kemudian tanak seperti kita menanak nasi

2. Manajemen Air

Air adalah sumber kehidupan yang juga sangat penting untuk ayam kampung petelur. Perlu anda ketahui bahwa, pada masa awal dan pertumbuhan ayam kampung mengkonsumsi 2-2,5 gram air untuk setiap pakan yang dikonsumsi.

Sementara ketika ayam sedang memasuki usia bertelur maka akan membutuhkan 1,5 – 2 gram air untuk setiap gram pakan yang dikonsumsi. Penyediaan air bersih diberikan secara ad libitum (tanpa takaran) karena rata-rata ransum ayam yang diberikan mengandung tidak lebih dari 10% air.

3. Pemberian Vitamin

Sama seperti manusia, ayam juga butuh vitamin lho. Vitamin ini berperan sebagai ko-enzim dan regulator metabolism. Pakan yang yang tidak mengandung atau memiliki kandungan vitamin yang sedikit akan menurunkan produktivitas telur.

4. Cek Kesehatan Ayam Kampung

Periksa juga kesehatan ayam kampung secara berkala. Jika anda sudah memulai usaha ini dan berkembang pesat maka anda akan membutuhkan jasa dokter hewan untuk rutin check up kesehatan ayam kampung petelur.

5. Program Vaksinisasi Ayam Kampung Petelur

Perawatan ayam kampung berupa vaksinisasi juga sangat penting. Prgram vaksinisasi untuk ayam petelur sangat urgen untuk dilakukan. Bahkan untuk ayam kampung petelur harus sudah dilakukan vaksinisasi pada umur ayam 1 hari. Untuk lebih jelasnya mengenai vaksin yang diberikan, berikut ini kami rangkum dalam bentuk tabel:

Pemanenan dan Penjualan

Tidak seperti ayam ras, ayam jenis ini tidak fokus pada telur atau daging saja, melainkan dijalankan keduanya. Jadi, penjualan ayam tidak terpatok pada hari atau bulan ke sekian, namun lebih ke waktu tunggu agar mendapat harga terbaik.

Selain itu, ayam jenis ini sudah bisa mulai dikonsumsi kala umurnya lebih dari 8 bulan. Namun untuk contoh saja jika pada masa itu harga ayam lumayan rendah, maka peternak boleh memutuskan menjual ayam kala mereka umur berapapun antara 8 hingga 12 bulan dan lebih.

Selain itu, peternak bisa menjual telur fertile untuk hasil produksinya sedangkan untuk telur yang fertile, peternak bisa membiarkan telur dierami induknya dan ditunda penjualannya. Sangat fleksibel, bukan?

*****

Demikianlah ulasan mengenai panduan budidaya ayam kampung petelur untuk pemula yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait: Panduan Lengkap Budidaya Bebek untuk Pemula

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *