Manfaat Pupuk NASA untuk Cabe Rawit

Pupuk NASA untuk Cabe Rawit – Prospek budidaya tanaman cabe rawit sangat bagus. Hal ini mengingat bahwa banyak masyarakat Indonesia yang menjadi penggemar makanan pedas. Rasanya tidak lengkap jika makan tanpa tambahan cabe yang pedas.

Maka dari itu, permintaan pasar terhadap cabe rawit pun dipastikan terus meningkat sepanjang waktu. Bukan hanya itu, harga jual cabe rawit di pasaran pun cukup tinggi, sehingga budidaya tanaman cabe menjadi semakin menggiurkan karena menawarkan banyak keuntungan.

Namun, sayangnya budidaya tanaman cabe juga bukan hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena tanaman cabe merupakan jenis tanaman yang cukup rentan terhadap hama penyakit.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Setiap masalah pasti akan ada solusinya, begitu juga dalam hal budidaya tanaman cabe.

Saat ini, banyak petani mengatasi masalah budidaya cabe dengan menggunakan pupuk NASA. Ya, beragam jenis pupuk NASA memang memberikan manfaat baik tanaman cabe. Berikut ini tips dan trik budidaya tanaman cabe rawit dengan menggunakan pupuk NASA yang kaya manfaat.

Pupuk NASA untuk Cabe
Pupuk NASA untuk Cabe

Teknik Budidaya & Rekomendasi Pupuk NASA untuk Cabe Rawit 

Sebelum memutuskan untuk menanam cabe rawit, pastikan Anda mempelajari teknik penanaman dan pemupukan cabe terlebih dahulu. Apalagi jika Anda akan membudidayakan tanaman cabe rawit di lahan yang luas. Berikut ini adalah beberapa teknik budidaya tanaman cabe yang wajib Anda pelajari:

1. Pra Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Tanaman cabe rawit bisa tumbuh dengan maksimal jika kondisi lingkungannya maksimal. Nah, berikut ini adalah beberapa syarat kondisi lingkungan sebagai lokasi budidaya tanaman cabe rawit yang paling ideal:

  • Tanaman cabe rawit dapat tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi sekitar 300-2000 mdpl
  • Budidaya tanaman cabe rawit bisa dilakukan di area sawah bekas menanam tanaman padi atau pun tegalan. Syaratnya, tanah dalam kondisi gembur, unsur hara di dalam tanah tercukupi, serta mempunyai air dengan persediaan yang cukup.
  • Suhu lingkungan yang ideal bagi tanaman cabe adalah 24-27 °C serta dengan kelembaban sebesar 60%
  • Tanaman cabe rawit sangat membutuhkan paparan sinar matahari setiap hari, tanpa sedikit pun terhalangi oleh pepohonan yang tinggi 
  • pH paling pas untuk tanaman cabe rawit adalah netral, yaitu antara Ph 5-7.

2. Pemilihan Bibit Cabe Rawit 

Pilih bibit atau benih cabe rawit dari tanaman induk yang berkualitas, unggul, serta bebas dari penyakit. Pemilihan bibit yang berkualitas, tentunya akan memperbesar kemungkinan untuk menghasilkan tanaman cabe yang lebih subur serta tahan akan serangan berbagai penyakit. Dengan begitu, maka tanaman cabe akan menghasilkan buah yang lebat serta kualitas juga baik.

Cara yang paling praktis, yaitu membeli benih cabe rawit berkualitas unggul yang kini banyak tersedia di toko-toko pertanian. Nah, salah satu jenis benih cabe rawit yang kualitasnya paling bagus adalah benih cabe yang diproduksi oleh PT. NATURAL NUSANTARA atau NASA.

Tentu saja, produk benih cabe tersebut memiliki banyak sekali keunggulan. Biji benih tersebut kemudian direndam menggunakan larutan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup botol per liter air hangat selama semalaman. Jika ada benih yang terapung setelah direndam, sebaiknya segera diambil dan dibuang karena benih tersebut tidak berkualitas bagus.

3. Penyemaian Benih Cabe Rawit

Persemaian dilakukan menghadap ke arah timur menggunakan naungan atas plastik.Tujuannya adalah untuk menghindari air hujan dan terik matahari. Media tanam untuk biji dibuat menggunakan tanah yang dicampur kompos yang sudah disaring.

Jika menggunakan pupuk kandang, sebaiknya dicampur menggunakan Natural Glio sebanyak 100 gram untuk takaran 25-50 kg pupuk kandang, kemudian didiamkan hingga 1 minggu. Media tanah ini kemudian dimasukkan ke polibag berukuran 4×6.

Biji cabe yang telah direndam, selanjutnya diletakkan ke polibag satu per satu. Pastikan biji cabe diletakkan di tengah polibag, kemudian ditutup menggunakan lapisan tanah tipis serta pupuk kandang matang yang sudah disaring.

Penyiraman dilakukan setiap 1 hari sekali, yaitu antara pukul 06.00-08.00 saat pagi hari atau pada pukul 16.00-17.30 saat sore hari.

Selain itu, lakukan pemupukan setiap seminggu sekali dengan komposisi SP36:KCL:POP SUPERNASA perbandingan 50:50:20 gram. Campuran pupuk dimasukkan ke dalam 10-12 liter air, lalu dikocorkan ke media semai hingga minggu ke tiga.

4. Pengolahan Tanah

Proses pengolahan tanah dapat dilakukan bersama dengan proses persemaian cabe rawit supaya tidak memakan banyak waktu. Sebelum dilakukan penanaman bibit padi, tanah harus dibersihkan terlebih dahulu dari rerumputan serta bebatuan yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman cabe rawit nantinya.

Taburkan pupuk kandang sebanyak 0,5-1 ton pada setiap 1000 m2 lahan. Tanah lahan selanjutnya diluku serta digaru supaya pupuk kandang dapat tercampur merata.

Diamkan hingga 1 minggu lamanya, lalu lahan diberikan pupuk dolomit dengan dosis 0,25 ton pada setiap 1000 m2 lahan. Dolomit ini berfungsi untuk meningkatkan keasaman tanah.

Proses berikutnya adalah pembuatan parit dan bedengan.  Buat bedengan dengan lebar 100 cm dan serta parit selebar 80 cm. Sebaiknya, jarak antar bedengan dibuat sejauh 80 cm. Selanjutnya, siram pupuk SUPERNASA dengan takaran 1 sdm makan dan dicampur pada 10 liter air untuk setiap 5-10 meter bedengan.

Campurkan juga pupuk kandang 50-100 gram dengan pupuk Natural Glio sebanyak 100-200 gram, lalu dibiarkan selama satu minggu. Jika sudah didiamkan selama satu minggu, tebarkan pupuk tersebut ke bedengan.

Selanjutnya, tutup bedengan menggunakan mulsa plastik yang  telah dilubangi dengan pola zigzag dan jarak tanam yaitu 60 x 70 cm. Biarkan hingga 1 minggu sebelum ditanami.

Baca juga: Jenis & Dosis Pupuk Cabe Rawit Terbaik

5. Penanaman Bibit Cabe Rawit 

Setelah berumur 21-30 hari, jangan lupa untuk melakukan pengontrolan terhadap benih cabe yang disemai. Jika sudah berusia 21-30 hari, maka bibit cabe yang tumbuh normal akan memiliki 5-6 helai daun.

Pilihlah bibit cabe yang sehat, mulus, pertumbuhannya seragam, serta tidak memiliki cacat dan terkena penyakit apa pun. Bibit cabe yang memenuhi kriteria tersebut artinya layak untuk dipindah ke lahan penanaman.

Waktu paling baik untuk melakukan proses penanaman, yaitu pagi atau sore hari. Hal ini karena pada saat itu matahari tidak terlalu bersinar terik.

Plastik polybag semai dilepaskan dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran bibit cabe. Selanjutnya, masukan bibit cabe bersamaan dengan bola tanahnya ke dalam lubang tanam.

Setelah itu, lakukan penyemprotan bibit cabe yang telah dipindah ke media tanam menggunakan POC NASA dengan dosis 3 sampai 4 tutup per tangki.

6. Pemupukan Tanaman Cabe Rawit

Pemupukan dapat dilakukan sesuai dengan usia tanam cabe. Pada saat cabe baru berusia 1-4 minggu, Anda bisa menggunakan pupuk NPK dan pupuk SUPERNASA yang dilarutkan dalam air. Pemupukan dilakukan setiap minggu, yaitu pada saat 1- 4 minggu setelah tanam.

Selain pemupukan menggunakan SUPERNASA, pada minggu ke 1-4 juga harus dilakukan penyemprotan setiap seminggu sekali. Untuk proses penyemprotan, sebaiknya gunakan POC NASA sebagai larutan induk. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terik, yaitu sebelum jam 09.00 pagi.

Pada usia 5-8 minggu, tanaman cabe juga harus terus diberikan pupuk. Pada masa ini, tanaman cabe sudah semakin berkembang, sehingga sangat membutuhkan tambahan asupan nutrisi.

Pemupukan dilakukan dengan larutan induk dari pupuk POWER NUTRITION, pupuk NPK, dan air.Cara pengaplikasikannya adalah dengan dikocorkan pada tanaman cabe. Setiap 1 tanaman cabe dikocorkan sebanyak 200 mL larutan pupuk. Lakukan cara ini setiap seminggu sekali.

Proses pemupukan dan penyemprotan dilakukan secara terus-menerus setiap minggu hingga tanaman cabe berbuah dan siap panen. Pastikan Anda menggunakan pupuk dengan dosis yang tepat sesuai dengan takaran yang tertera pada kemasan setiap jenis pupuk NASA.

Penggunaan pupuk NASA telah terbukti sangat efektif untuk membantu meningkatkan produktivitas tanaman, sehingga hasil panen tanaman cabe rawit semakin meningkat.

Dengan melakukan pemupukan dan pengendalian hama secara tepat, maka tanaman cabe rawit akan tumbuh secara baik dan hasil panen cabe semakin luar biasa.

Bahkan, tanaman cabe pun akan selalu berbuah tanpa mengenal musim. Oleh karena itu, Anda akan mendapatkan banyak keuntungan ketika harga cabe sedang tinggi dan tidak akan rugi disaat harga cabe sedang turun.

Baca juga: Cara Budidaya Cabe Rawit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *