Manfaat Pupuk Cair untuk Tanaman

Pupuk Cair – Banyaknya jenis pupuk yang telah hadir di pasaran seakan melengkapi kebutuhan para petani akan kebutuhan pupuk demi kesuburan tanamannya. Sebetulnya pupuk ini hadir dalam dua pilihan yakni pupuk organik maupun pupuk anorganik.

Bahkan dari pupuk organik pun ada yang hadir dalam bentuk padat dan ada pula yang hadir dalam bentuk cair. Pupuk cair di rasa lebih mudah dalam mengaplikasikannya untuk tanaman yang anda miliki. Tentunya pupuk tersebut bisa di gunakan dengan cara di semprotkan atau bahkan dengan cara yang lainnya.

Kali ini kita akan membahas mengenai pupuk organik cair. Setidaknya pupuk ini sangatlah mudah sekali cara pembuatannya. Bahkan dari segi bahannya pun juga mudah anda temukan di sekitar anda.

Dengan langkah pembuatan yang mudah, wajar saja saat ini para petani lebih memilih menggunakan pupuk tersebut. Bahkan cara pemberian pupuk pun hanya perlu di semprotkan sehingga terasa lebih praktis sekali.

Pupuk Cair via Bibitbunga
Pupuk Cair via Bibitbunga

Baca juga yuk: Manfaat Pupuk KNO3 Merah dan Putih untuk Tanaman!

#Pembuatan Pupuk Organik Cair Cukup Mudah

Proses pembuatan pupuk cair sangatlah mudah sekali. Hanya dengan pencampuran berbagai macam limbah yang ada di sekeliling anda ternyata sudah mampu anda manfaatkan sebagai pupuk.

Percampuran antara berbagai jenis limbah ini pastinya mampu memenuhi kebutuhan unsur hara yang ada pada tanah. Mencukupi berbagai macam asupan yang di butuhkan tanaman memang penting sekali untuk di perhatikan.

Apalagi pemberian pupuk ini nantinya juga berpengaruh pada hasil panen dari tanaman anda. Tak jarang para petani yang masih pemula merasa bingung menentukan pilihan jenis pupuk yang cocok untuk tanamannya.

Namun setelah memahami berbagai jenis pupuk, akhirnya mereka pun mampu menentukan pilihan. Sekarang ini memang telah banyak hadir di pasaran produk dari pupuk anorganik. Semuanya hadir dengan berbagai kelebihan maupun kekurangannya masing-masing.

Tetapi jika anda ingin berhemat biaya saat bercocok tanam, tak ada salahnya anda menjatuhkan pilihan pada pupuk cair ini. Dari segi manfaatnya juga tak kalah menarik dengan pupuk anorganik. Daripada anda terbebani biaya pembelian pupuk, kini anda bisa mencoba membuat sendiri pupuk organik ini dengan memanfaatkan berbagai macam limbah yang ada di sekitar lingkungan.

Jika anda penasaran ingin tahu cara membuat pupuk organik cair sendiri, silahkan baca pada ulasan: Cara Membuat Pupuk Organik Cair

#Manfaat Pupuk Cair untuk Tanaman

Biasanya pupuk cair ini mempunyai berbagai macam manfaat yang penting untuk tanaman. Mungkin tidak semua petani tahu akan manfaat yang di berikan oleh pupuk tersebut. Sebetulnya pupuk cair ini mampu memberikan berbagai macam manfaat maupun keunggulan yang perlu anda ketahui. Di antaranya:

Menyehatkan Lingkungan

Pupuk cair memang berasal dari bahan sampah maupun limbah. Biasanya mungkin sampah akan di angkut dengan tempah sampah kemudian membuangnya pada tempat pembuangan akhir. Padahal cara ini sebetulnya bisa menghadirkan berbagai macam masalah.

Sehingga cara yang paling efektif dalam menangani sampah bisa di lakukan dengan mendaur ulang. Sampah non organik bisa anda daur ulang menjadi biji plastik. Sedangkan untuk sampah organik bisa anda olah kembali menjadi pupuk organik maupun pupuk kompos.

Ternyata daur ulang dari hasil sampah ini bukan hanya mampu menyuburkan tanaman namun juga bisa menyehatkan lingkungan. Penggunaan dari pupuk tersebut juga tidak akan meninggalkan residu sehingga tanaman pun masih terbilang aman untuk anda konsumsi.

Memperbaiki Struktur Tanah

Perlu anda ketahui bahwa penggunaan dari pupuk anorganik jika dilakukan secara terus –menerus tentunya bisa mengakibatkan hal buruk pada kondisi hara tanah. Pupuk tersebut bisa saja menyebabkan tanah kekurangan hara.

Tanah yang terlalu sering di beri pupuk anorganik lama-kelamaan pun bakalan menjadi semakin keras sehingga susah untuk di olah bahkan juga bisa mengganggu suatu pertumbuhan tanaman.

Di sini pemanfaatan dari pupuk cair pun di butuhkan dengan tujuan memperbaiki struktur tanah, mengurangi suatu ketergantungan lahan pada pupuk anorganik sekaligus mampu meningkatkan suatu permeabilitas tanah. Pastinya pemanfaatan dari pupuk cair pun bisa membuat kondisi tanah semakin gembur dan mudah sekali dalam menyerap air.

Mampu Menekan Biaya

Tak bisa kita pungkiri lagi bahwasanya para petani sering sekali menggunakan pupuk anorganik di bandingkan dengan pupuk organik. Mereka beranggapan bahwa pupuk anorganik mampu memberikan hasil yang lebih cepat di bandingkan dengan pupuk organik.

Padahal dari segi harganya tentu saja lebih mahal pupuk anorganik. Hanya saja para petani sudah terbiasa membeli pupuk tersebut. Hingga akhirnya petani pun terbebani dalam hal biaya.

Padahal sejujurnya penggunaan pupuk cair dari organik ini lebih menghemat biaya yang anda keluarkan untuk membeli pupuk. Dari segi manfaat pun juga tak kalah bagus dengan pupuk anorganik.

Kualitas Hasil Panen Semakin Meningkat

Semua petani pastinya memiliki keinginan hasil panen yang melimpah bahkan juga berkualitas. Tanaman yang menggunakan pupuk organik biasanya akan terlihat lebih segar bahkan jika tanaman anda sayuran pastinya bisa lebih tahan lama penyimpanannya.

Sebagai contoh saja wortel organik yang mampu bertahan jika anda simpan selama 3 hingga 4 minggu lamanya. Kubis organik juga bisa bertahan hingga satu minggu lamanya. Dari segi beratnya saja tentu juga berbeda sekali. Biasanya tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih berbobot lagi.

Anda juga tidak perlu khawatir lagi akan kualitasnya. Jika anda menggunakan pupuk cair ini tentunya dari segi kualitas mampu memberikan hasil panen yang terbaik. Seperti halnya untuk tanaman salak yang menggunakan pupuk organik maka buahnya pun terbilang lebih manis rasanya. Jadi jangan ragu lagi untuk menggunakan pupuk cair.

Dari berbagai macam keunggulan dari pupuk tersebut, kini anda sebagai petani tidak perlu ragu lagi untuk mengaplikasikan pupuk tersebut pada tanaman anda. Pupuk cair dari bahan organik sampai saat ini memang masih banyak yang menggunakannya.

Mereka yakin dengan pupuk tersebut, tanaman mereka bisa tumbuh dengan subur bahkan mampu menghasilkan panenan yang berkualitas. Daripada anda terkendala dalam hal biaya maka anda bisa memanfaatkan pupuk yang satu ini untuk memupuk tanaman yang anda miliki.

Bahkan jika anda memiliki waktu, anda bisa membuatnya sendiri di rumah pupuk cair tersebut. Bahan yang anda butuhkan untuk membuat pupuk cair ini mudah anda dapatkan di lingkungan sekitar anda. Mungkin anda hanya membutuhkan waktu selama beberapa hari saja hingga akhirnya pupuk tersebut bisa berhasil anda buat.

Dengan langkah pembuatan pupuk cair yang tergolong lebih praktis tentu saja semakin menguatkan para petani untuk lebih memilih menggunakan pupuk tersebut.

Apalagi dari segi biaya yang akan anda keluarkan untuk membeli pupuk juga terbilang lebih hemat. Dengan begitu anda pun tidak terbebani dengan budget pembelian pupuk. Untuk kualitas hasil panen tentunya tak kalah juga dengan pupuk anorganik yang biasanya anda jadikan pilihan untuk memupuk tanaman.

#Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair

Kapan waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pupuk Organik Cair ini? Serta bagaimana cara mengaplikasikannya yang benar?

Semua tentu ada aturannya. Tidak bisa serta merta kita berikan begitu saja, karena jika kita memberikan tanpa takaran yang pas maka akan berakibat justru menurunnya efektivitas pupuk yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman.

Encerkan Terlebih Dahulu

Pertama-tama pupuk cair harus kita encerkan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya semua unsur hara bisa diserap oleh tanaman. Dengan pengenceran, mobilitas unsur hara dalam tanaman jauh lebih baik.

Biasanya, adar pengenceran sampai konsentrasi maksimal 3% dari zat pelarutnya. Artinya jika air yang ada sebanyak 100 liter, maka pupuk organik cair yang dilarutkan harus maksimal 3 liter.

Disemprotkan ke Bagian Tanaman Muda

Agar penyerapan lebih maksimal sebaiknya anda semprotkan pupuk yang sudah diencerkan tadi ke bagian tanaman muda seperti tunas, daun muda, atau pucuk tanaman. Bagian tanaman tersebut memiliki respon paling besar terhadap serapan unsur hara.

Disemprotkan ke Bagian Bawah Daun

Pengaplikasian pupuk cair berikutnya yaitu dengan menyemprotkan ke bagian bawah daun. Kenapa? Karena helaian daun yang menghadap ke bawah mempunyai stomata yang sangat banyak. Perlu diketahui bahwa unsur hara dapat masuk ke tanaman melalui stomata-stomata ini. Jika bagian tanaman yang disemprot memiliki jumlah stomata yang banyak maka daya serap (POC) akan jauh lebih baik.

Aplikasikan Secara Berkala

Agar panen yang kita dapatkan bisa sesuai harapan atau bahkan lebih, sebaiknya kita mengaplikasikan pupuk ini secara rutin. Kenapa karena pupuk organik cair ini mudah tercuci oleh air hujan dan teriknya sinar matahari membuat pengaplikasian pupuk ini harus dilakukan secara berkala.

Lakukanlah penyemprotan setidaknya setiap minggu pada saat kemarau dan 3 hari sekali pada saat musim hujan.

****

Demikianlah ulasan mengenai pupuk cair yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai dunia pertanian yang semakin berkembang. Artikel terkait: Jenis Pupuk NPK dan Manfaatnya untuk Tanaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *