Manfaat Jenis Pupuk Alami Organik yang Aman Bagi Lingkungan

Pupuk Alami – Pupuk merupakan zat atau material yang dikhususkan untuk tanaman dengan tujuan agar tercukupi kebutuhan hara yang dibutuhkan oleh tanaman, agar mampu berkembang dengan baik. Material pupuk terbagi menjadi dua jenis yakni jenis pupuk alami atau pupuk organik dan pupuk kimia atau yang lebih dikenal dengan pupuk anorganik.

Pupuk alami atau pupuk organik merupakan jenis pupuk yang belakangan tengah marak dipromosikan ditengah-tengah masyarakat, khususnya dikalangan para petani.Hal tersebut dikarenakan jenis pupuk organik ini kini sangat jarang digunakan oleh para petani.

Pemerintah amat menghimbau gerakan dari penggunaan pupuk organik karena jenis pupuk ini adalah jenis pupuk yang aman bagi lingkungan.artinya  pupuk alami tidak akan membuat lingkungan, terutama lahan pertanian menjadi rusak akibat zat-zat kimia berbahaya.

Meski tidak dipungkiri apabila pupuk kimia lebih memberikan hasil yang menjanjikan karena memberikan hasil panen dalam kurun waktu yang terbilang cukup instan, namun para petani kurang memperhatikan bahaya penggunaan pupuk kimia secara berkala.

Oleh karenanya, bagi Anda para petani yang ingin terus bertani dengan baik, mulailah untuk kembali menggunakan pupuk alami ketika proses pemupukan dilakukan.

Anda dapat memulai penggunaan pupuk organik dibarengi dengan penggunaan pupuk kimia untuk meminimalisir zat-zat kimia yang terkandung dalam pupuk kimia. Lantas,apa saja jenis-jenis produk pupuk alami yang dapat Anda gunakan pada lahan pertanian Anda? Berikut daftarnya untuk Anda!

Jenis-Jenis Pupuk Alami

Pada dasarnya, apabila dibagi berdasarkan bentuk rupa pupuk, pupuk alami atau pupuk organik ini terbagi menjadi dua jenis yakni, pupuk organik padat atau pop dan juga pupuk organik cair atau POC.

Memiliki nama atau sebutan pupuk organik  tentunya bukan tanpa sebab, hal tersebut dikarenakan semua jenis pupuk alami atau pupuk organik terbuat dari bahan-bahan yang sangat alami atau berasal dari alam.

Sehingga jelas sudah mengapa pupuk organik ini lebih aman bagi lingkungan.berikut daftar dari jenis-jenis pupuk alami yang perlu Anda ketahui.

1. Pupuk Kandang

Pupuk Kandang Kotoran Sapi via Alamtani
Pupuk Kandang Kotoran Sapi via Alamtani

Jenis pupuk pertama yang masuk kedalam jenis pupuk organik ialah pupuk kandang.Pupuk kandang tentunya sudah tak asing lagi bukan di telinga Anda.

Pupuk kandang merupakan jenis pupuk yang dapat Anda produksi atau buat sendiri di rumah. Anda dapat menggunakan kotoran hewan ternak seperti sapi, kambing maupun ayam sebagai bahan utamanya.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kandang Padat dan Cair

Meskipun hanya terbuat dari bahan-bahan alami, namun pupuk kandang ini juga memiliki kandungan yang cukup lengkap.Anda dapat menemukan unsur-unsur makro seperti Nitrogen, Phosfor, dan Kalium yang amat diperlukan oleh tanaman.

Kandungan N, P dan K yang cukup tinggi mampu membantu menyuburkan tanah agar lebih subur dan sehat bagi tanaman. Selain kandungan zat makro tersebut, Anda juga akan menemukan kandungan unsur hara mikro seperti Kalsium, Belerang, Magnesium dan jenis unsur hara lainnya. Pupuk kandang terbagi menjadi dua jenis, yakni pupuk panas dan pupuk dingin.

Pupuk panas ialah jenis pupuk organik yang proses penguraiannya dibantu oleh mikroorganisme dalam kurun waktu yang terbilang sangat cepat, sehingga menimbulkan panas.  Contoh dari pupuk kandang panas ini biasanya yang terbuat dari kotoran hewan seperti Kambing, Ayam dan juga Kuda.

Berbeda dengan pupuk panas, pupuk dingin tentunya kebalikan dari pupuk panas. Pupuk dingin tidak menimbulkan hawa panas pada pupuknya, karena proses penguraian yang berlangsung secara bertahap. Contoh dari pupuk kandang dingin ini biasanya yang terbuat dari kotoran hewan seperti Kerbau, Sapi dan kambing.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kandang Kambing

2. Pupuk Kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos
Cara Membuat Pupuk Kompos

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk alami yang ketika proses pembuatannya dibantu oleh dua jenis pengurai, yakni mikroorganisme dan makroorganisme. Jenis dekomposer yang terdapat dalam makroorganisme adalah hewan seperti cacing tanah, sedangkan pada mikroorganisme biasanya menggunakan bakteri maupun jamur dan juga kapang.

Penggunaan pupuk kompos mampu memperbaiki unsur-unsur hara dalam tanah, sehingga daya serap unsur haranya juga akan meningkat. Pembuatan pupuk kompos terbilang sangat praktis.Anda dapat menggunakan kotoran hewan yang kemudian dicampur dengan tumbuh-tumbuhan atau limbah organik.

Simak selengkapnya: Cara Membuat Pupuk Kompos

3. Pupuk Hijau

Pupuk Hijau
Pupuk Hijau via Kompasiana

Jenis pupuk hijau merupakan jenis pupuk yang bahan pembuatannya berasal dari tanaman.Anda dapat memanfaatkan semua bagian yang terdapat dalam tubuh tanaman, ataupun sebagian saja.

Beberapa petani membuat pupuk hijau dengan tumbuh-tumbuhan segar yang sengaja ia tanaman, namun tak jarang pula petani yang menggunakan sisa-sisa panen seperti jerami untuk dibuat pupuk hijau.

Umumnya jenis tanaman yang digunakan para petani untuk membuta pupuk hijau ialah jenis tanaman seperti kacang-kacangan, pakis air, dan juga tanaman hujan.

Penggunaan pupuk hijau dapat membantu meningkatkan kandungan unsur hara dan juga kandungan unsur organik yang ada di dalam tanah. Apabila kandungan hara yang terdapat di dalam tanah tercukupi, maka kualitas dan produktivitas dari tanah juga akan ikut meningkat

4. Humus

Humus
Humus

Umumnya kata humus digunakan untuk mendeskripsikan kondisi tanah tertentu yang memiliki kondisi unggul bagi tanaman. Hal tersebut tentu sebuah penjelasan yang kurang sesuai, karena sebetulnya humus merupakan salah satu jenis unsur organik yang didapat melalui sebuah proses dekomposisi.

Ketika proses dekomposisi berlangsung, daun-daun maupun ranting yang digunakan sebagai bahan pembuat humus akan membusuk secara perlahan.

Selain menggunakan daun-daun dan ranting sebagai bahan pembuatnya, Anda juga dapat menggunakan limbah peternakan, pertanian maupun jenis limbah rumah tangga.

Salah satu manfaat dari penggunaan humus ialah kemampuan memberi energi untuk bakteri mikroorganisme yang ada di dalam tanah, supaya tanah dan tanaman lebih sehat.

5. Pupuk Hayati

Pupuk Hayati
Pupuk Hayati via Alamtani

Pupuk hayati merupakan jenis pupuk organik yang sering mendapatkan julukan biofertillizer.Pupuk hayati amat berperan untuk membantu adanya tingkat produktivitas nutrisi dalam tanah.

Selain itu tanah yang diaplikasikan pupuk hayati akan meningkat tingkat kesuburannya, baik dari segi lahan pertaniannya maupun tanaman yang tumbuh di atasnya.

6. Pupuk Seresah

Pupuk Seresah
Pupuk Seresah

Jenis pupuk alami yang masuk ke dalam daftar pupuk alami ialah pupuk seresah. Pupuk seresah merupakan sebuah jenis pupuk yang bahan pembuatannya berasal dari sisa-sisa bagian tanaman yang tak berfungsi lagi. Bahan-bahan tersebut misalnya jerami tanaman padi, rumput aritan dan juga bonggol jagung.

Selain dikenal dengan nama pupuk seresah, pupuk ini juga terkenal dengan nama pupuk tanah. Hal tersebut dikarenakan pupuk seresah umumnya digunakan secara langsung, dengan cara menutupkannya pada bagian atas permukaan tanaman atau yang juga disebut mulsa.

Selain menggunakan cara demikian, penggunaan pupuk seresah juga dapat Anda aplikasikan dengan cara ditutupkan pada tanah.

Manfaat penggunaan dari pupuk seresah ini misalnya adalah kemampuannya mencegah terjadinya erosi pada tanah sekitar yang diapliaksikan pupuk seresah. Selain itu pupuk seresah juga membantu meminimalisir adanya proses penguapan tanah dan menjaga kelembapannya.

Manfaat Penggunaan Pupuk Alami

Apa alasan kita menggunakan pupuk alami ini untuk tanaman? Setidaknya ada beberapa alasan yang bisa anda jadikan pertimbangkan kenapa harus beralih menggunakan pupuk organik. Berikut ini diataranya:

  1. Manfaat yang pertama adalah dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tanah.
  2. Menggunakan pupuk organik ini juga bermanfaat untuk menjaga kesuburan dan kelembapan tanah.
  3. Pupuk organik dapat mengaktifkan unsur hara pada tanah sebagai nutrisi baik untuk tumbuhan.
  4. Pupuk organik juga dapat meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
  5. Dapat meningkatkan daya tahan dan daya serap air pada tanah.
  6. Dengan menggunakan pupuk organik, maka struktur tanah menjadi lebih gembur.
  7. Dapat menunjang perkembangan mikroorganisme yang membantu untuk meningkatkan aktivitas biologi tanah.
  8. Ramah lingkungan.
  9. Mengurangi intensitas penggunaan pupuk sintetis kimia dan pestisida.
  10. Dapat menghindari ancaman kerusakan tanaman.

***

Sekian ulasan mengenai pupuk alami. Sekarang Anda telah mengetahui apa saja jenis-jenis pupuk organik itu. Harapannya, kedepan makin banyak petani yang kembali menggunakan pupuk organik untuk menjaga lingkungan agar tetap aman dan sehat.

Baca juga: Aneka Pupuk untuk Buah agar Penen Melimpah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *