Manfaat & Dosis Pupuk ZA untuk Jagung, Rahasia Agar Panen Raya

Pupuk ZA untuk Jagung – Jagung dengan nama ilmiah Zea mays adalah kelompok tanaman pokok yang menjadi sumber karbohidrat penting di seluruh dunia.

Tanaman jagung dapat dikembangkan dan dibudidayakan dengan subur di wilayah tropis, termasuk di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok, jagung pun dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang lainnya, baik sebagai sumber minyak pangan, pakan ternak, serta sebagai bahan dasar untuk membuat tepung maizena.

Tanaman jagung termasuk jenis komoditi pertanian utama petani di Indonesia. Tanaman jagung umumnya menjadi selingan tanaman padi.

Bahkan, beberapa daerah di Indonesia menjadikan jagung sebagai makanan popok atau makanan utama. Itulah alasan mengapa permintaan pasar terhadap jagung tidak pernah turun dan terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, budidaya jagung pun semakin dilirik banyak orang.

Sama seperti jenis tanaman lainnya, jagung juga membutuhkan perawatan insentif supaya bisa tumbuh dengan baik. Saat tanaman bisa tumbuh dengan subur, maka produktivitasnya pun akan meningkat.

Sebenarnya, jagung bukan jenis tanaman yang rewel dalam hal perawatannya. Selain tidak pilih-pilih lahan dan intensitas air, tanaman ini juga tak mudah terserang hama penyakit.

Namun, tanaman jagung membutuhkan ketercukupan nutrisi, sehingga pemupukan tanaman jagung menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Baik dengan menggunakan pupuk organik atau pun pupuk anorganik. Nah, salah satu jenis pupuk paling dibutuhkan oleh jagung adalah pupuk ZA.

Artikel terkait: Pupuk Cair untuk Jagung

Pupuk ZA untuk Jagung
Pupuk ZA untuk Jagung

Mengenal Karakteristik Pupuk ZA

Mengingat bahwa peran unsur nitrogen sangat penting bagi tanaman, maka beragam jenis pupuk yang memiliki kandungan nitrogen pun kini telah banyak dikembangkan.

Pupuk ZA adalah jenis pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Kandungan nitrogen dalam pupuk ZA adalah mencapai 20.8%.Persentase tersebut menyatakan bahwa dalam 100 kg pupuk ZA terkandung 20.8 kg nitrogen.

Pupuk ZA dikenal pula dengan nama pupuk Amonium Sulfat dengan rumus kimia (NH4)2SO4. Selain mengandung hampir 21% unsur hara Nitrogen, pupuk ZA ini juga mengandung 24% unsur hara sulfur atau belerang.

Wujud pupuk ZA adalah butiran kristal yang mirip seperti garam dapur serta rasanya asin. Pupuk ini bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Pupuk ZA berpotensi dalam menurunkan pH tanah, sehingga hanya cocok diaplikasikan pada tanah alkalin.

Manfaat Pupuk ZA untuk Tanaman Jagung

Berikut ini adalah beragam manfaat pupuk ZA untuk tanaman jagung:

  • Memperbaiki kualitas dan rasa jagung hasil panen
  • Meningkatkan kuantitas atau jumlah produksi tanaman jagung. Nilai gizi dari jagung juga akan meningkat. Jagung mengalami peningkatan kadar protein, pati, gula, lemak, dan vitamin
  • Memacu pertumbuhan tanaman jagung jauh lebih sehat serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Memenuhi kebutuhan unsur belerang dan nitrogen pada tanaman.
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman jagung
  • Berperan untuk membentuk bintil-bintil akar.
  • Memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, baik batang, akar, ataupun dan daun.
  • Membentuk lemak, protein, dan berbagai jenis persenyawaan organik.

Sekali lagi, pupuk ZA adalah jenis pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Jika tanaman jagung mengalami kekurangan nitrogen, maka akan terjadi pertumbuhan tanaman kerdil dan tidak normal.

Hal ini karena peran nitrogen dalam proses pembentukan klorofil. Terjadinya defisiensi nitrogen pada tanaman akan menyebabkan daun tanaman menguning dan menjadi kering.

Hal ini bisa terjadi karena daun tidak bisa melakukan proses fotosintesis secara sempurna. Saat proses fotosintesis terganggu, maka tanaman pun menjadi tidak bisa menghasilkan energi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam pertumbuhannya.

Defisiensi nitrogen dengan jumlah lebih besar akan mengakibatkan berbagai jaringan dalam tanaman mengering dan kemudian mati.

Sementara itu, buah yang kekurangan unsur nitrogen juga tidak bisa tumbuh dengan sempurna, Buah akan menjadi lebih cepat masak, tetapi kandungan protein di dalamnya sangat rendah.

Pupuk ZA untuk Jagung
Pupuk ZA untuk Jagung

Teknik Pemupukan Tanaman Jagung

Pemupukan tanaman jagung bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk padat atau pun cair. Nah, berikut ini adalah teknik pemupukan tanaman jagung dengan menggunakan pupuk cair: :

  1. Pupuk cair dapat disiram atau dituang di samping pangkal tanaman jagung kurang lebih sedalam 5-10cm. Selanjutnya, tutup hasil siraman pupuk tersebut menggunakan tanah supaya pupuk bisa sepenuhnya diserap oleh tanaman jagung.
  2. Pupuk ini harus diberikan tepat di samping masing-masing tanaman jagung supaya tanaman jagung tidak saling berebut pupuk.
  3. Perhatikanlah kebutuhan nitrogen pada tanaman jagung saat akan melakukan pemupukan ketiga. Kondisi kebutuhan nitrogen tanaman bisa diketahui dengan melihat warna daun tanaman jagung tersebut. Apabila warnanya semakin gelap, maka akan semakin sedikit jumlah atau dosis pupuk yang perlu diberikan.
  4. Waktu pemupukan yang tepat yaitu pada usia tanaman 10, 30, dan 45 hari setelah tanam.

Artikel terkait: Cara Pemupukan Jagung

Dosis Pupuk ZA pada Tanaman Jagung

Pada fase vegetatif tanaman jagung, dosis pupuk ZA yang diberikan yaitu 1 gelas pupuk ZA yang dilarutkan ke dalam 25-30 liter air bersih.

Larutan pupuk ZA kemudian bisa dikocorkan sebanyak 50 mL setiap tanaman jagung. Penggunaan pupuk ZA pada tanaman jagung di fase awal pertumbuhan vegetatif sebaiknya dilakukan setiap 7-10 hari sekali. Pupuk ZA juga sebaiknya juga diberikan setelah proses pengairan. 

Pada fase pembungaan atau generatif, pupuk ZA dapat diberikan pada tanaman jagung dengan dosis 1 gelas pupuk ZA yang dilarutkan dalam 25-30 liter air bersih.

Larutan pupuk ZA ini diberikan pada tanaman jagung dengan menyiramkannya ke dalam lubang buatan yang dibuat di dekat pangkal tanaman jagung sebanyak 50 mL per tanaman jagung. Pemberian pupuk ZA pada tanaman jagung saat fase generatif juga dilakukan setiap 7-10 hari sekali.

Dosis pupuk ZA untuk tanaman jagung pada fase pengisian buah bisa mengikuti dosis dan cara berikut ini. Larutkan 1 gelas pupuk ZA baru ke dalam 30 liter air bersih.

Larutan pupuk ZA ini bisa diberikan dengan cara menyiramkan sekitar 50 ml larutan pupuk ini ke lubang buatan dengan jarak 10 hingga 15 cm dari pangkal tanaman jagung. Pemberian pupuk ZA untuk tanaman jagung pada fase pengisian buah bisa dilakukan setiap 7-10 hari sekali.

Pupuk ZA memang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Hal ini karena di dalam pupuk ZA ini terkandung belerang dan nitrogen dengan kadar yang tinggi. Dengan pemberian pupuk secara rutin, maka akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung.

Meskipun memiliki segudang manfaat untuk tanaman jagung, namun pemberian pupuk ZA ini juga harus dilakukan dengan memenuhi aturan.

Jangan sampai menggunakan pupuk ZA tanpa mengetahui takaran dan dosis yang pas. Jika pupuk ZA yang diberikan pada tanaman dosisnya berlebihan, justru bisa membuat tanaman terancam mengalami kematian.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengetahui teknik pemupukan ZA yang tepat pada tanaman jagung. Dengan begitu, maka impian Anda untuk menyambut panen raya jagung semakin di depan mata.

Baca juga: Kandungan dan Manfaat Pupuk NPK Cair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *