Kiat Budidaya Mentimun Organik

Budidaya Mentimun Organik – Mentimun atau tanaman yang memiliki nama latin Cucumis Sativus ini merupkan tanaman menjalar yang bisa hidup pada iklim tropis seperti Indonesia.

Tanaman mentimun masih digolongkan dalam famili Cucurbitaceae atau keluarga labu-labuan sama seperti tanaman semangka dan melon. Mentimun kaya akan kandungan airnya, namun berbeda dengan melon dan semangka yang memiliki rasa yang manis, mentimun cenderung memiliki rasa tawar atau netral.

Meskipun begitu, mentimun masih banyak yang meminati. Selain untuk lalapan, timun juga memiliki banyak khasiat seperti menurunkan darah tingi.

Tak hanya itu saja, mentimun juga bisa dijadikan masker yang akan membuat kulit wajah lebih segar, sehat dan terawat. Dilihat dari banyaknya manfaat yang diberikan, tak heran jika permintaan akan buah/sayur ini selalu tinggi.

Lantaran permintaannya yang selalu tinggi, melakukan budidaya mentimun bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Budidaya mentimun organik lebih disarankan karena tanaman yang dibudidayakan secara organik akan menghasilkan sayur yang berkualitas dan tentunya sehat.

Bagaimana? Tertarik mencoba peluang ini? Nah, sebelum memulai membudidayakan mentimun sebaiknya kita mengumpulkan informasi tentang langkah-langkah budidaya mentimun organik yang baik dan benar, bukan?

Tidak perlu khawatir karena ulasan dibawah ini akan memberikan jawabannya. Yuk simak infonya di bawah ini!

Cara Menanam Timun
Cara Menanam Timun – Budidaya Mentimun Organik

Syarat Tumbuh Tanaman Mentimun

Sebelum melakukan budidaya, alangkah baiknya jika kita mengenal terlebih dulu syarat tanam  dari tanaman mentimun ini. Tanaman mentimun bisa tumbuh diberbagai daerah dengan ketinggian dan suhu yang berbeda-beda.

Namun tanaman mentimun bisa hidup dengan optimal jika ditanam pada ketinggian antara 1000 sampai dengan 1200 meter diatas permukaan laut dan dengan suhu yang berkisar antara 21-27 derajat celcius.

Selain itu, daerah yang akan ditanami harus memiliki penyinaran matahari yang penuh karena tanaman ini merupakan jenis tanaman yang renta sehingga harus mendapatkan penyinaran dan perawatan yang baik.

Tak hanya itu saja, tanah yang akan digunakan harus memiliki tingkat keasaman 6 sampai dengan 7. Lahan yang ideal untuk menanam mentimun adalah tanah yang memiliki kandungan banyak unsur hara serta harus memiliki tekstur gembur.

Jika tanah masih padat sebaiknya lakukan penggemburan terlebih dahulu dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sekitar 20-30 cm.

Langkah-Langkah Budidaya Mentimun Organik

Adapun syarat lainnya adalah sebagai berikut :

1. Pengolahan Lahan

Setelah lahan siap dan tanah sudah dalam kondisi gembur, maka langkah selanjutnya adalah membuat bedengan. Buatlah bedengan diatas lahan dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi kira-kira 20-30 cm.

Lalu, buatlah jarak antar bedengan sekitar 20 cm dengan panjang bedengan yang menyesuaikan dengan ukuran lahan yang dipakai. Jangan lupa untuk membuat parit diantara bedengan yang berfungsi untuk sistem drainase.

Setelah bedengan siap, kemudian tutup bedengan menggunakan mulsa plastik. Jika bisa, usahakan untuk memasangnya ketika siang hari atau cuaca sedang panas dengan tujuan untuk memaksimalkan kondisi panjang dan ketahanan dari mulsa plastik.

Setelah siap, buatlah lubang pada bedengan yang sudah ditutupi mulsa dengan diameter sekitar 10 cm. Jarak tanam antar lubang dalam satu baris bisa dibuat sepanjang 40 cm, sedangkan jarang lubang antar baris adalah 50-60 cm. Perlu diingat, dalam satu bedengan dibuat dua baris tanam.

2. Menyemai Benih Mentimun

Untuk penanaman bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dilakukan penyemaian terlebih dahulu atau ditanam secara langsung. Untuk cara yang pertama bisa dilakukan dengan menyemainya pada polybag kecil.

Isilah polybag kecil menggunakan campuran tandah dan juga pupuk kandang yang sudah halus. Kemudian masukan satu persatu benih mentimun pada polybag.

Setelah selesai letakkan pada tempat yang mendapat penyinaran yang cukup. Lakukan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore. Benih akan mulai tumbuh setelah berusia 2 hari benih akan mulai tumbuh.

3. Proses Penanaman Benih Mentimun

Benih sudah bisa ditanam ketika sudah berumur 19 hari. Caranya bukalah polibag dan pindahkan tanah beserta benihnya kedalam lubang yang telah dibuat. Lakukan penyiraman setelah bibit ditanam untuk menjaga kelembabanya. Tanamlah bibit pada pagi atau sore hari untuk meminimalkan kelayuan pada tanaman.

**

Untuk cara menanam timun kedua bisa dilakukan menanam secara langsung benih pada lubang yang telah disiapkan. Caranya masukan 1 atau dua benih mentimun pada lubang kemudian tutup kembali menggunakan tanah.

Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara teratur. Benih akan mulai tumbuh ketika sudah 2-3 hari. Dan setelah tanaman tumbuh, pasang lanjaran pada tanaman.

Mengingat bahwa timun merupakan tanaman yang merambat, agar tidak merambat kemana-mana akan lebih baik jika disediakan media perambatan seperti lanjaran.

Selain itu lanjaran berfungsi agar buah mentimun menggantung dan tidak tergeletan di tanah atau diatas mulsa plastik. Jika timun tergeletak diatas tanah atau plastik, kemungkinan buah busuk dan rusak bisa terjadi.

4. Perawatan Tanaman Mentimun

Tahap selanjutnya adalah proses perawatan atau pemeliharaan tanaman mentimun agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. Tahap perawatan dalam budidaya mentimun meliputi pengairan, pemupukan dan penyiangan.

  • Pengairan Tanaman Mentimun

Untuk pengairan, bisa mulai dilakukan ketika tanaman berkecambah atau berusia 1-4 hari. Setelah tanaman memiliki batang dan daun atau sekitar umur 15-20 hari, juga perlu dilakukan pengairan pada tanaman.

Berikan pengairan secukupnya  dan jangan sampai terlalu lembab cukup berikan sampai tanah terlihat basah. Tanah yang terlalu lembab bahkan tergenang air tidak akan baik untuk pertumbuhan dari tanaman mentimun.

  • Pemupukan

Proses kedua adalah pemupukan. Pupuk dasar diberikan ketika pengolahan lahan menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang. Untuk pupuk tambahan diberikan ketika tanaman berumur 2 minggu.

Pupuk yang disarankan untuk pertumbuhan tanaman mentimun adalah pupuk organik dan berikan juga sedikit tambahan dari pupuk UREA, TSP dan juga KCL.

  • Penyiangan

Proses terakhir adalah penyaingan tanaman. Pembersihan tanaman liar di sekitar tanaman juga perlu dibersihkan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Tanaman liar akan menyerap nutrisi yang seharusnya diserap oleh tanaman mentimun.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman mentimun juga sering mendapat serangan hama dan penyakit. Jadi, pengolahan dan pemeliharaan tanaman harus dilakukan dengan baik dan benar.

Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang adalah gulma, kepik hijau, kerat daun, bercak daun dan hama pengerat. Hama dan penyakit bisa dikendalikan dengan menggunakan pestisida hayati atau juga bisa dilakukan pengambilan secara manual pada hama kepik.

6. Proses Pemanenan Tanaman Mentimun

Tanaman mentimun bisa dipanen jika sudah berumur 75 hari setelah tanam. Panen dilakukan secara berkala setiap harinya dengan memetik buah yang sudah siap dipetik.

Setelah dipetik buah mentimun harus segera dimasukkan kedalam karung jaring untuk menghindari kerusakan mengingat buah ini memiliki kulit yang mudah tergores dan gampang pecah.

Letakkan timun dalam suhu yang sejuk untuk menghindari penguapan cairan dalam buah. Pemetikan dan penempatan buah timun yang benar dan baik bisa membuat tanaman lebih baik dan berkualitas.

*****

Demikian informasi mengenai kiat budidaya mentimun organik yang bisa anda coba. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Jangan lewatkan juga: Manfaat Pupuk NPK Mutiara dan Cara Menggunakan

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *