Jenis Pupuk Tanaman Buah Organik Terbaik

Pupuk Tanaman Buah Organik – Salah satu sistem wantani yang dipraktikan di Indonesia adalah budidaya tanaman buah-buahan. Sistem kebun ini tumbuh secara tradisional, hasil panennya nanti digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau memenuhi kebutuhan pasar.

Apabila petani dapat menghasilkan tanaman buah yang berkualitas, maka mereka dapat membuka peluang untuk memenuhi permintaan bahkan sampai tingkat pasar nasional.

Sebagian besar petani beranggapan bahwa budidaya tanaman buah, berarti meningkatkan taraf hidup keluarga dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai teknik memperbanyak dan mempercepat pertumbuhan sangat penting bagi petani. Bukan hanya itu saja, petani harus dapat meningkatkan, atau setidaknya mempertahankan hasil panen.

Banyak upaya dilakukan untuk menghasilkan tanaman yang subur dan berbuah lebat,  salah satunya dengan melakukan pemupukan. Berbagai jenis pupuk organik bagus untuk tanaman buah. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan terkait pupuk organik berikut ini.

Pupuk Tanaman Buah Organik
Pupuk Tanaman Buah Organik

Pupuk Organik Tanaman Buah Terbaik

Bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia pertanian, pasti tidak asing lagi dengan istilah pupuk organik. Jenis pupuk ini terbuat dari materi makhluk hidup, seperti sisa tanaman, hewan, atau bahkan manusia.

Pupuk organik yang dapat digunakan untuk pemupukan tanaman buah bisa berbentuk padat atau cair. Pupuk organik sendiri terdiri dari:

1. Pupuk Kandang

Jenis pupuk organik ini terbuat dari kotoran hewan. Petani tanaman buah pada umumnya membuat pupuk kandang dari kotoran kambing, sapi, ayam, atau domba.

Kotoran hewan ini mengandung unsur hara yang sangat tinggi, seperti fosfor, kalium, nitrogen, kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, dan tembaga. Jenis-jenis pupuk kandang yang paling sering digunakan untuk pemupukan tanaman buah:

a. Kotoran Sapi

Kotoran sapi mengandung serat yang tinggi, dimana serat tersebut termasuk dalam rantai karbon yang perlu melalui proses dekomposisi lebih lanjut.

Proses dekomposisi ini membutuhkan nitrogen, sehingga pupuk dari kotoran sapi tidak boleh digunakan dalam keadaan masih segar. Kotoran sapi siap digunakan sebagai pupuk apabila sudah berwarna gelap, gembur, tidak lengket, serta bersuhu dingin.

b. Kotoran Ayam

Para petani menyukai pupuk dari kotoran ayam karena reaksinya cepat. Pupuk dari kotoran ayam memiliki kandungan N yang paling tinggi, jika dibandingkan dengan pupuk kandang yang lain.

Selain itu, unsur hara yang terkandung dalam kotoran ayam dapat langsung diserap oleh tanah tanpa menunggu proses dekomposisi terlebih dahulu.

Untuk pemupukan tanaman buah, biasanya kotoran ayam dicampur dengan sekam padi. Akan tetapi, menggunakan pupuk dari kotoran ayam harus berhati-hati dan seperlunya saja. Kotoran ayam beresiko membawa bakteri Salmonella.

Selain itu, perlu juga mewaspadai penggunaan obat-obatan yang dikonsumsi ayam dapat terbawa ke dalam kotoran.

c. Kotoran Kambing

Kotoran kambing memiliki bentuk seperti butiran yang sukar pecah. Sehingga, kotoran kambing perlu dikomposkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk. Kotoran kambing yang siap digunakan memiliki ciri bersuhu dingin, tidak berbau, dan kering.

Kotoran kambing memiliki kandungan K yang tinggi. Oleh sebab itu, kotoran kambing baik digunakan sebagai pupuk kedua yang berfungsi merangsang pertumbuhan buah.

2. Urine Hewan

Urine yang paling sering dimanfaatkan untuk pupuk adalah urine kelinci. Di dalam urin kelinci mengandung unsur hara N yang sangat tinggi. Sehingga, pupuk kandang cair yang sering digunakan oleh petani berasal urine kelinci.

Pupuk kandang memiliki keunggulan, di antaranya adalah memperbaiki struktur tanah, dan membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk pemupukan dengan pupuk kandang, baik disebar di atas tanah, dicampur dengan tanah, ataupun ditanam dalam lubang tanah. Hasil dari pemupukan ini tidak langsung terlihat.

Untuk pupuk kandang cair, baru digunakan setelah tanaman buah mulai tumbuh. Perubahan mulai tampak pada musim penanaman yang kedua, hingga seterusnya.

Hasil yang diberikan setiap pupuk kandang berbeda-beda, tanaman buah dengan pupuk dari kotoran ayam akan cepat tumbuh. Sementara kotoran sapi dan kambing membutuhkan waktu untuk proses penguraian. Selain untuk tanaman buah, pupuk dari kotoran kambing juga dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman lain.

3. Pupuk Hijau

Pupuk organik selanjutnya yang bagus untuk tanaman buah adalah pupuk hijau. Pupuk hijau adalah pupuk yang berasal dari sisa panen atau tanaman hijau.

Pupuk ini dapat digunakan selesai dikomposkan atau langsung ditanam di dalam tanah. Pupuk hijau yang paling banyak digunakan berasal dari tumbuhan kacang-kacangan.

Pupuk hijau memiliki keunggulan, diantaranya:

  • Memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimia pada tanah. Sehingga, meningkatkan produktivitas tanaman buah.
  • Mencegah erosi tanah.

Cara mengaplikasikan pupuk hijau, dapat dilakukan dengan membenamkan pupuk ke dalam lahan saat sedang mengolah tanah.

Pupuk hijau juga dapat digunakan sebagai mulsa, seperti contohnya tanaman jerami yang digunakan sebagai mulsa cabai.

Jika tanaman yang digunakan sebagai pupuk hijau memiliki kandungan N yang tinggi, sebaiknya tanaman tersebut diuraikan terlebih dahulu. Cara ini membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum pupuk benar-benar siap untuk digunakan.

4. Pupuk Kompos

Terakhir, ada pupuk kompos yang digunakan sebagai penyubur tanaman buah. Sama halnya dengan pupuk organik lainnya, pupuk kompos berasal dari sisa makhluk hidup. Tetapi, bedanya pupuk kompos dibuat melalui proses fermentasi.

Sumber pembuatan pupuk kompos yang paling utama, diantaranya sekam padi, jerami, gulma, sayuran membusuk, sabut kelapa, sisa tanaman jagung, makanan ternak yang terbuang, enceng gondok, ganggang biru, dan masih banyak lagi.

Pupuk kompos memiliki manfaat, diantaranya:

  • Membantu memperbaiki struktur tanah.
  • Meningkatkan unsur hara di tanah, dan tanah berpasir.
  • Memperbaiki pori-pori di dalam tanah.

Sebelum mengaplikasikan, pastikan pupuk berada di suhu tidak lebih dari 400 derajat  celcius. Cara penggunaannya mudah, hanya perlu menyebarkannya di sekeliling tanaman.

5. Pupuk Organik Buatan

Pupuk organik buatan diproduksi melalui bantuan pabrik dengan menggunakan alat-alat modern. Pupuk ini menjadi alternatif bagi para petani tanpa perlu membuat pupuk organik sendiri.

Manfaat pupuk organik buatan, yaitu:

  • Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman buah.
  • Meningkatkan produktivitas tanaman buah.
  • Merangsang pertumbuhan akar dan batang.
  • Membantu menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Pengaplikasian pupuk organik buatan cukup dengan menyebarkan ke permukaan tanah di sekeliling tanaman buah. Pemupukan dengan pupuk organik buatan ini diharapkan dapat meningkatkan unsur hara pada tanaman buah.

Manfaat Pupuk Organik Secara Garis Besar

Berikut ini beberapa manfaat pupuk organik secara garis besarnya:

  • Penggunaan pupuk organik, baik alami maupun buatan sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman buah.
  • Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat mencegah degradasi tanah.
  • Pupuk organik memiliki peran penting untuk memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah.
  • Pupuk organik juga memiliki peran penting dalam mengikat butiran primer menjadi sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Kondisi ini sangat berpengaruh dalam penyediaan air, suhu tanah, dan penyimpanan air dalam tanah.

***

Nah, itu dia pupuk organik yang bagus untuk tanaman buah. Meskipun pupuk organik memiliki banyak manfaat, penggunaan pupuk ini harus tetap diwaspadai. Sebelum memproses pupuk organik, teliti terlebih dahulu bahan yang digunakan bukan dari limbah kota.

Penting sekali memperhatikan dengan baik dan melakukan seleksi dasar sebelum menggunakan pupuk untuk tanaman buah.

Simak juga: Cara Membuat Tanah Kompos Organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *