Pupuk Pembesar Buah Semangka

Pupuk Pembesar Buah Semangka – Saat ini, pelaku budidaya tanaman semangka terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya peminat buah semangka terutama pada musim kemarau dan bulan Ramadhan.

Adapun dalam proses membudidayakannya, tanaman semangka tentu membutuhkan berbagai nutrisi yang berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Baik para petani maupun konsumen tentu mengharapkan buah semangka yang berkualitas dan berukuran besar.Dalam hal, ini pupuk semangka yang tepat pun menjadi salah satu bagian terpenting dalam proses budidaya tanaman semangka.

Karena, pupuk semangka dapat memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman semangka.Dengan terpenuhinya nutrisi pada tanaman semangka maka hasil panen yang diperoleh juga semakin optimal baik secara kuantitas ataupun kualitas.

Pada dasarnya, keberhasilan budidaya tanaman semangka tergantung pada proses manajemen yang diawali dari masa pembibitan, penanaman, perawatan, sampai masa panen. Peranan pupuk tersendiri merupakan kategori saat penanaman dan perawatan.Oleh karena itu, pemupukan yang baik dan tepat tentu menjadi suatu kewajiban bagi para petani.

Lalu, jenis pupuk apa sajakah yang dapat kita aplikasikan agar hasil panen yang diperoleh meningkat? Simak pembahasannya berikut ini!

Pupuk Pembesar Buah Semangka
Pupuk Pembesar Buah Semangka

Jenis-Jenis Pupuk Pembesar Buah Semangka

Terdapat banyak jenis pupuk yang dapat Anda aplikasikan untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan baik pada proses pemupukan dasar ataupun pemupukan susulan. Adapun beberapa jenis pupuk yang dapat Anda berikan pada saat pemupukan dasar atau persiapan penanaman antara lain:

1. Pupuk Organik

Jenis pupuk organik yang biasa digunakan oleh para petani dan memiliki kandungan yang cukup lengkap ialah pupuk kandang.Sebaiknya, Anda menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kerbau atau sapi serta memilih jenis pupuk yang sudah matang atau siap diaplikasikan.

Adapun yang dimaksud dengan pupuk yang sudah matang ialah pupuk tidak basah, dan bukan yang baru saja dikeluarkan oleh hewan, namun sebaiknya sudah melalui proses fermentasi terlebih dahulu sehingga tidak panas untuk tanaman.

Manfaat dari pupuk kandang ialah dapat memperbaiki kondisi unsur yang terkandung di dalam tanah agar tanah kembali subur dan ideal untuk dijadikan sebagai lahan.Anda dapat memberikan pupuk tersebut dengan dosis sebanyak 2 kg pupuk kandang untuk setiap bedengan dengan cara menaburkannya secara merata di sekeliling baris bedengan.

2. Pupuk Makro

Yang disebut sebagai pupuk makro ialah pupuk yang memiliki kandungan unsur hara makro yang terdiri dari Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K).Jenis-jenis pupuk yang dapat dijadikan sebagai alternatif diantaranya seperti pupuk TSP, KCL, dan ZA.

3. Pupuk Mikro

Selain pupuk makro, ada juga pupuk mikro dengan kandungan nutrisi mikro antara lain Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Belerang (S), Boron (Bo), Molibden (Mo), dan Seng (Zn).

Pupuk makro dan pupuk mikro merupakan pupuk yang kandungan nutrisinya dibutuhkan dalam setiap tahap budidaya tanaman semangka, baik pada proses persiapan lahan ataupun saat merawat dan memelihara tanaman semangka.

Selain itu, kita juga dapat mengaplikasikan kedua pupuk tersebut dengan cara mencampurkannya dengan obat anti hama penggerek batang sebanyak 1%.

Selain pemupukan dasar, budidaya tanaman semangka juga membutuhkan pemupukan susulan karena nutrisi yang diberikan pada saat pemberian pupuk dasar tidak akan sepenuhnya terserap oleh tanaman.

Perlu Anda ketahui, pemupukan susulan harus dilakukan sesuai dengan fase pertumbuhan yang berlangsung.Pada saat tanaman berada pada fase vegetatif atau pertumbuhan Anda dapat menggunakan pupuk daun atau Topsil D.

Kemudian, saat tanaman memasuki proses generatif atau pembungaan dan pembuahan hingga pemasakan Andaakan memerlukan pemupukan Topsis B yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hasil panen yang didapatkan.

Adapun cara pengaplikasian pupuk daun dilakukan dengan mencampurkannya bersama insektisida dan fungisida, kemudian menyemprotkannya bersamaan secara rutin. Di bawah ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan pupuk susulan:

  1. Pupuk daun dapat Anda aplikasikan saat tanaman semangka berusia 7, 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam atau seminggu sekali.
  2. Yang kedua ialah pupuk buah yang dapat digunakan pada saat tanaman berumur 45 hari dan 55 hari setelah tanam.
  3. Selain kedua pupuk di atas, diperlukan juga jenis pupuk ZA dan NPK dengan perbandingan 1:1 dan diaplikasikan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam. Adapun dosis yang dapat Anda pakai ialah sebanyak 300 ml. Selain itu, kembali dilakukan pemupukan pada saat usia tanaman 25 hari setelah tanam sebanyak 400 ml, dan yang terakhir sebanyak 400 ml saat tanaman berumur 55 hari.

Manfaat Pemupukan Tanaman Semangka

Pemupukan semangka tidak hanya berada dalam lingkup pemberian pupuk serta cara pengaplikasian yang tepat pada tanaman untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun, juga meliputi berbagai manfaat lain yang dapat diperoleh dari pemupukan itu sendiri. Manfaat utama dari dilakukannya pemupukan ialah memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Adapun beberapa manfaat dari pemupukan ialah:

  1. Membantu tanaman semangka tumbuh dengan cepat.
  2. Memperbaiki kondisi unsur hara yang terdapat dalam tanah sebagai media tanam.
  3. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
  4. Merangsang tanaman semangka agar dapat memberikan hasil panen dengan kualitas baik dan ukuran yang besar.
  5. Membantu tanaman semangka cepat berbuah dan mempercepat masa panen dengan merangsang pemasakan buah semangka.
  6. Selain itu, pemberian pupuk juga dapat meningkatkan kualitas rasa dari buah semangka agar lebih manis.

Nah, itulah beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dengan melakukan pemupukan yang tepat pada tanaman semangka Anda.

Sebenarnya, jenis pupuk yang dapat Anda gunakan tidak hanya sebatas apa yang sudah dijelaskan di atas. Masih terdapat jenis pupuk lain seperti pupuk Urea untuk semangka, pupuk KCL untuk semangka, pupuk Phonska untuk semangka, bahkan pupuk organik kemasan yang saat ini sudah banyak beredar di pasaran seperti beberapa pupuk dari PT. Natural Nusantara.

Adapun jenis pupuk yang telah disebutkan merupakan pupuk yang biasa digunakan dan cukup ampuh untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas.

Penggunaan ZPT Pada Budidaya Semangka

Selain menggunakan pupuk daun, fungisida, dan insektisida Anda juga dapat menggunakan hormon pertumbuhan atau ZPT (zat perangsang tumbuhan).

ZPT merupakan bahan perekat dan perata pupuk makro yang berbentuk cairan. Adapun dosis pemakaian ZPT ialah sebanyak 7,5 cc, ditambah 10 cc Metalik (pupuk makro), dan 7,5 cc Agristik.

Pengaplikasian campuran obat tersebut dilakukan saat tanaman berusia sekitar 20 hari setelah tanam dengan cara disemprotkan pada tanaman.

Setelah itu, Anda dapat memberikannya setiap 5 hari sekali hingga usia 70 hari.  Anda dapat melakukan penyemprotan pada saat pagi atau sore hari serta sesuai dengan kebutuhan dan cuaca, dengan menggunakan sprayer.

Selain pupuk, pemberian pestisida pada tanaman semangka juga termasuk kedalam proses penting  untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama dalam mencegah tanaman dari berbagai hama dan penyakit.

****

Cukup sekian pembahasan mengenai jenis-jenis pupuk pembesar buah semangka dan berbagai manfaatnya.Sebagai seorang petani Anda tentu mengharapkan hasil panen yang masksimal.

Oleh karenanya perlu dilakukan pemupukan yang baik dan benar menggunakan jenis pupuk yang tepat.Tetap gunakan pupuk sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan agar hasil panen Anda optimal. Semoga bermanfaat.

Simak juga: Panduan Budidaya Semangka Step by Step

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *