Jenis dan Manfaat Pupuk Organik

Pupuk Organik – Berbicara mengenai pupuk tentunya para petani lebih paham akan hal ini. Biasanya pupuk mereka berikan pada tanaman mereka supaya tanaman mereka bisa tumbuh dengan baik bahkan juga cepat berbunga. Sekarang ini telah banyak sekali jenis pupuk yang di pergunakan oleh petani.

Entah itu pupuk yang dibuat sendiri atau bahkan pupuk yang mereka dapatkan dari pabrik. Jika mereka memilih pupuk yang di buat sendiri tentu saja hasil pembuatan dari kotoran kambing atau bahkan kotoran sapi sekalipun. Bahkan masih banyak lagi bahan lain yang bisa di gunakan.

Lantas pernahkah anda mendengar kata pupuk organik? Pupuk organik adalah salah satu jenis pupuk buatan yang berasal dari makhluk hidup. Biasanya pupuk ini bisa berupa padatan atau bahkan cairan tergantung dari mana sumbernya.

Selain itu pupuk yang satu ini termasuk dalam jenis pupuk yang alami. Hal ini dikarenakan dari proses pembuatannya saja berasal dari bahan yang alami. Entah itu sisa tanaman atau bahkan sisa hewan sekalipun yang sengaja di olah dengan tujuan mampu memberikan unsur hara pada tanaman.

Memang hampir dari seluruh petani lebih suka memanfaatkan jenis pupuk tersebut karena di nilai lebih praktis dalam hal penggunaannya. Selain itu dari segi harganya juga terbilang lebih murah di bandingkan dengan jenis pupuk yang lainnya. Meskipun begitu, penggunaan pupuk organik jika berlebihan bisa memberikan efek negatif terhadap perkembangan produksi pertanian.

Pupuk Organik via 8Villages
Pupuk Organik via 8Villages

#Kelebihan Menggunakan Pupuk Organik

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pupuk organik ini ternyata tidak akan merusak tanah bahkan juga biota yang berada di dalamnya. Wajar saja para petani lebih suka memberikan pupuk ini pada tanamannya jika di bandingkan dengan pupuk yang lainnya.

Jika petani keseringan memberikan pupuk anorganik, yang ada justru bisa merusak kondisi tanahnya. Itulah mengapa lebih banyak petani yang suka memberikan pupuk organik pada tanaman mereka. Melihat kelebihannya ini wajar saja para petani pernah menggunakan pupuk tersebut.

#Jenis Pupuk Organik Yang Sering Digunakan Petani

Sebelum akhirnya kita membicarakan mengenai jenis pupuk, tentunya anda perlu tahu bahwa pupuk organik ini hadir dalam dua bentuk yakni pupuk organik padat dan juga pupuk organik cair. Di Indonesia kebanyakan dari petani lebih suka menggunakan pupuk organik padat.

Hal ini di karenakan pupuk tersebut lebih mudah pengaplikasiannya bahkan juga tidak akan bergantung pada waktu. Berbeda halnya dengan pupuk cair, dimana pupuk tersebut perlu di semprotkan pada waktu tertentu supaya penguapan yang berasal dari cairannya tadi bisa terjadi secara sempurna.

Dari keduanya tersebut pastinya anda sudah cukup paham mengenai pupuk organik ini. Kini sudah saatnya anda mengenal berbagai jenis pupuk organik yang telah hadir di tengah kita. Di antaranya:

Pupuk Kandang

Buat anda yang memiliki hewan peliharaan seperti halnya kambing maupun sapi pastinya bisa memanfaatkan kotorannya. Bahan baku untuk pembuatan pupuk kandang ini memang berasal dari kotoran hewan seperti halnya kotoran ayam, kambing, sapi atau bahkan domba sekalipun.

Pada dasarnya pupuk kandang ini memiliki unsur hara yang lebih lengkap. Mulai dari makro bahkan sampai pada mikro.  Kebanyakan dari petani lebih suka menggunakan pupuk kandang karena di nilai mampu memperbaiki unsur tanah bahkan juga membuat pertumbuhan tanaman semakin cepat saja.

Humus

Ternyata material dari pupuk ini berasal dari hasil pelapukan daun atau bahkan ranting dari tanaman.  Anda tidak perlu repot dengan bahan bakunya sebab bisa anda dapatkan dari sampah rumah tangga, ranting pohon yang telah jatuh, serbuk gergaji, kepingan kayu, kulit kayu bahkan juga limbah pertanian sekalipun. Semuanya itu bisa anda campur di atas tanah kemudian di gemburkan supaya bisa tercampur hingga merata.

Biarkan saja selama beberapa lamanya supaya nantinya bisa membusuk hingga nanti akan berubah menjadi humus yang siap anda pergunakan. Senyawa yang ada pada humus ini memiliki peranan yang penting dalam hal pengikatan kimia toksik dalam air bahkan juga tanah.

Kompos

Kompos memang termasuk dalam jenis pupuk organik yang menggunakan bahan dasar berupa limbah organik, tanaman, sekam padi, hewan, sayuran, gulma bahkan juga sabut kelapa. Bahkan bahan ternak pun ternyata juga bisa dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk kompos. Ternyata pemberian pupuk kompos ini bisa mengaktifkan kembali unsur haranya bahkan juga mengoptimalkan drainase pada pori-pori tanah.

Cek juga yuk: Jenis Pupuk Kompos dan Cara Membuatnya

Pupuk Hijau

Dari namanya pupuk organic ini memang hasil dari tanaman hijau atau bahkan sisa panen. Semisal saja tanaman aku dan juga kacang-kacangan. Akan lebih baik anda mengambil bahan bakunya dengan jenis legume sebab kandungan unsur haranya terbilang banyak sekali.

Pupuk hijau ini memang di nilai bisa meningkatkan kandungan bahan organic sehingga produktivitas tanaman akan semakin meningkat. Bahkan pupuk tersebut juga di nilai bisa menjaga suatu ketahanan terhadap erosi tanah.

Itulah tadi berbagai macam pupuk organic yang sering di pergunakan para petani untuk memenuhi unsur hara yang di butuhkan tanaman. Semoga saja dengan beragam penjelasan tersebut bisa menambah wawasan anda mengenai pupuk kompos.

#Manfaat Menggunakan Pupuk Organik

Ternyata penggunaan pupuk buatan yang terlalu berlebihan justru mampu merusak tanah terlebih dalam hal menurunkan hasil dari tanaman anda. Penggunaan beragam pupuk kimia seperti halnya pupuk urea tentu saja perlu anda selingi dengan pemberian pupuk organik.

Secara umum manfaat dari pupuk urea ini tentu saja untuk menutrisi pertumbuhan vegetative pada tanaman. Seperti halnya akar, daun, batang dan bagian yang lainnya. Namun kebutuhan tersebut sebetulnya bisa juga anda penuhi dengan pemberian pupuk organik NPK yang juga mempunyai kandungan unsur N seperti halnya yang terdapat pada urea.

Bagi anda petani yang ingin menghemat dana anda pastinya bisa memilih salah satu pupuk organic yang juga mengandung banyak unsur hara. Daripada menghabiskan biaya banyak untuk membeli pupuk buatan pastinya anda bisa memilih untuk memanfaatkan sisa kotoran hewan yang anda miliki.

Memang banyak sekali jenis pupuk organic yang bisa dijadikan pilihan, semuanya juga memiliki unsur hara yang cukup banyak sehingga mampu membantu pertumbuhan tanaman anda.

Buat anda para petani yang sedang bingung mencari pupuk organic tentunya bisa memilih salah satu jenis pupuk yang mudah anda dapatkan. Terlebih lagi cara pembuatan pupuk organic tersebut sangat mudah sekali dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pupuk organik juga dinilai bisa membuat tanaman anda tumbuh dengan baik bahkan juga cepat berbunga. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir jika ingin memberikan pupuk tersebut untuk tanaman anda. Yang terpenting pemberiannya tidak terlalu berlebih supaya hasilnya juga bagus untuk tanaman.

Berikut ini beberapa manfaat pupuk organik yang sebaiknya anda ketahui:

  • Sumber nutrisi tanaman lengkap – Perlu sama-sama kita ketahui bahwa pupuk organik ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, baik makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI). Pupuk organik yang dibuat dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan unsur hara tersebut.
  • Memperbaiki struktur tanah – Selain memiliki nutrisi yang lengkap, pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah. Misal saja, dapat tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah pasir maupun lempung. Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir sehingga tanah menjadi lebih solid. Sehingga tanah berpasir bisa menyimpan air. Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori, sehingga tanah tersebut menjadi gembur.
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation – Manfaat pupuk organik selanjutnya adalah untuk meningkatkan kapasitas tukar kation, yaitu kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah. Tanah yang memiliki kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman dibanding tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material organik yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
  • Meningkatkan daya simpan air – Pupuk organik ini juga bermanfaat untuk meningkatkan daya simpan air. Dimana air ini akan disimpan di dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar. Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman dapat terhindar dari kekeringan.
  • Meningkatkan aktivitas biologi tanah – Terakhir, pupuk ini juga dapat meningkatkan aktivitas biologis tanah, karena memiliki kandungan mikroorganisme dekompomoser yang akan menambah mikroorganisme yang terdapat dalam tanah. Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.

Baca juga: Apa Itu Pupuk Phonska dan Apa Manfaatnya Bagi Tanaman?

#Pupuk Organik vs Pupuk Kimia Sintetis

Setelah menyimak penjabaran di atas, kira-kira anda masih ragu juga dengan pupuk organik? Atau masih tetap setiap dengan pupuk kimia sintetis?

Pada dasarnya memang, pupuk kimia sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya banyak dan komposisinya pasti. Misalnya, urea banyak mengandung unsur nitrogen (N) dalam jumlah yang cukup tapi tidak memiliki zat nutrisi lainnya.

Penyerapan nutrisi  atau zat hara pada pupuk organik lebih sulit dicerna tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan kompleks. Namun secara jangka panjang akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur tadi. Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanaman. Kelemahannya, zat hara tersebut sangat mudah hilang dari tanah karena erosi.

Jadi, untuk pupuk organik ini baik digunakan dalam jangka panjang karena dapat menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Sementara itu pupuk kimia sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka panjang akan mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya.

Dan yang tidak kalah pentingnya juga, penggunaan pupuk organik ini lebih menyehatkan ketimbang kimia sintetis, apalagi kalau dikonsumsi jangka panjang, tentu penggunaan pupuk kimia sintetis ini akan berbahaya.

Demikianlah ulasan mengenai jenis dan manfaat pupuk organik yang bisa kami uraikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan petani sukses seperti anda. Artikel terkait: Cara Membuat & Takaran Menggunakan Pupuk Organik Cair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *