Jenis Pupuk Bunga Mawar dan Cara Merawatnya!

Pupuk Bunga Mawar – Bunga mawar atau bahasa latinnya Rose Santana merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Banyak spesies bunga mawar yang biasa dibudidayakan dari yang berbunga kecil hingga besar, dan juga beraneka warna bunganya seperti merah, kuning, biru, dan hitam.

Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan ketika menanam bunga mawar. Syarat pertama adalah iklim, dimana iklim memiliki pengaruh pada tumbuhnya tanaman bunga mawar.

Curah hujan antara 1500–3000 mm/ tahun, kelembaban udara 70–80 %, dan tempat penanaman pada ketinggian antara 560–800 mdpl menjadi syarat utama dari iklim yang cocok untuk penanaman bunga mawar.

Selanjutnya adalah media tanam yang digunakan. Beberapa syaratnya adalah struktur tanah yang subur, gembur, terdapat bahan organik yang banyak, aerasi dan drainase baik, kemudian keasaman tanah (pH) pada 5,5-7,0 serta struktur tanah yang liat berpasir.

Bunga Mawar
Bunga Mawar via Solopos

Tanaman bunga mawar dapat bertumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang bagus dan sehat jika nutrisi yang dibutuhkan tanaman terpenuhi.Salah satu nutrisi tambahan yang diperlukan tanaman bunga mawarberupa pupuk yang diberikan secara rutin.

Secara umum, pupuk mengandung tiga komponen makro yang diperlukan tanaman. Komponen tersebut berupa nitrogen (N) sebagai pendorong pertumbuhan daun dan batang, fosfat (P) untuk pertumbuhan buah dan bunga, dan kalium (K) sebagai pendorong pertumbuhan akar.

Ketiga komponen NPK memiliki rasio kandungan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk dengan rasio kandungan nitrogen, fosfat, dan kalium yang sama banyak digunakan apabila tanaman bunga mawar lemah secara keseluruhan atau daunnya mudah rontok. Jika bunga tidak mekar, maka dibutuhkan pupuk dengan kandungan fosfat yang lebih tinggi.

A. Cara Merawat Bunga Mawar Agar Berunga Lebat

Selain syarat penanaman bunga mawar dan pemilihan pupuk yang sesuai, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam merawat tanaman bunga mawar. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini:

1. Penyiraman Tanaman

Penyiraman berperan dalam pelarutan unsur hara pada tanah yang akan diserap akar mawar serta dapat mengatur kondisi udara sekitar.

Penyiraman dilakukan pada pagi (antara pukul 7-9) dan sore hari (antara pukul 4-6) dengan mengucurkan air melalui bagian tanah. Karena daun mawar mudah kering dan rentan terkena jamur apabila sering terkena air, maka usahakan agar berhati-hati dalam menyiram tanaman.

Jika tanaman bunga mawar dibudidayakan di dalam pot atau wadah, maka air yang disiram jangan sampai menggenang pada pot.

2. Penyiangan

Tanaman pengganggu (gulma) disekitar tanaman bunga mawar dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari mawar.Sehingga diperlukan pengendalian gulma agar tanaman bunga mawar mendapatkan nutrisi yang cukup.Penyiangan dilakukan 3 hari sekali atau seminggu sekali, sebaiknya penyiangan dilakukan sebelum pemberian pupuk.

3. Pemupukan

Pupuk berfungsi dalam perbaikan kualitas tanaman dan meningkatkan kekebalan tanaman terhadap penyakit. Pupuk dibagi menjadi pupuk organik dan pupuk anorganik (pupuk kimia).

4. Penyinaran (Intensitas Cahaya)

Sinar matahari penting dalam pertumbuhan tanaman, hal ini dikarenakan sinar matahari digunakan dalam proses fotosintesis. Penyinaran yang cukup akan merangsang proses pembungaan.

Sinar matahari pagi (pukul 6-10) baik untuk tanaman bunga mawar.Pada siang hari sebaiknya pasang peneduh atau jaring agar intensitas cahaya yang diterima tanaman bunga mawar tidak terlalu banyak.

5. Pemangkasan Daun dan Ranting

Daun dan ranting yang sudah tua perlu dipangkas, selain karena sudah tidak produktif hal ini dilakukan agar tanaman bunga mawar dapat berbunga dengan baik.

Pemangkasan daun dan ranting dilakukan agar kuncup bunga dapat tumbuh lebih banyak. Pemangkasan yang dilakukan dapat menggunakan gunting yang tajam, dengan cara memotong ranting secara lurus tidak menyerong.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Banyak jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman, termasuk tanaman bunga mawar. Hama tersebut seperti ulat daun, serangga, kutu dan kumbang pemakan daun dan bunga. Penyakit yang dapat menyerang tanaman bunga mawar seperti mosaik yang diakibatkan virus mosaik mawar.

Pengendalian hama dan penyakit ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida (racun serangga), fungisida untuk jamur yang merusak tanaman bunga mawar. Penyakit yang disebabkan oleh jamur dapat berupa karat daun dan tepung mildew yang menunjukkan adanya lapisan putih di permukaan daun.

7. Aplikasi ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)

Zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan senyawa organik yang diberikan pada tanaman untuk menghambat, merangsang, serta memodifikasi proses fisiologis tanaman.

Salah satu yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman adalah paclobutrazol. Walaupun zat kimia ini beracun bagi manusia, pemberian paclobutrazol dengan konsentrasi tertentu dapat menghambat pertumbuhan daun dan batang, serta dapat merangsang proses pembungaan.

Paclobutrazol 1/2 tutup botol dilarutkan dalam air secukupnya kemudian disiramkan pada pangkal batang tanaman.Pemberian ZPT ini dilakukan 2 kali setiap minggunya selama 5 minggu.

B. Pupuk Bunga Mawar

Pupuk Bunga Mawar via Bunga-mawar
Pupuk Bunga Mawar via Bunga-mawar

Agar bunga mawar anda dapat tumbuh sehat dan lebat, maka anda harus memperhatikan proses pemupukan ini dengan benar.

1. Pupuk Organik

Pupuk organik efektif dalam peningkatan kualitas tanah yang akan bermanfaat bagi pertumbuhan bunga. Pupuk ini berasal dari hewan atau tumbuhan.

Salah satu pupuk organik yang bagus untuk tanaman bunga mawar adalah ekstrak kulit pisang. Kulit pisang mengandung fosfor yang baik untuk proses pembungaan.

Dua sampai tiga buah kulit pisang dicincang kemudian di tanam sekitar 10 cm di area sekitar tanaman. Jarak penanaman kulit pisang perlu diperhatikan agar akar tanaman tidak rusak akibat penggalian.

Atau cara lain dapat dilakukan dengan memblender kulit pisang dengan sedikit air kemudian dicampurkan dengan pupuk kompos.

Baca juga: Jenis dan Manfaat Pupuk Organik

2. Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik sangat cocok digunakan pada tanaman dalam pot. Pemupukan dapat dilakukan menggunakan pupuk majemuk NPK setiap 2 minggu sekali.Biasanya rasio kandungan dari nitrogen, fosfat, dan kalium sudah tertera pada kemasan pupuk anorganik.Hal ini memudahkan dalam pemberian zat yang dibutuhkan tanaman.

Pupuk NPK dapat ditaburkan sebanyak satu genggam atau 20-30 butir ke atas media tanam. Dapat juga dimasukan ke dalam  media tanam.

Atau cara lain yang lebih bagus adalah pupuk NPK dilarutkan ke dalam air kemudian disiramkan pada media tanam mawar tanpa mengenai pohonnya. Penyiraman pupuk harus dilakukan dengan hati-hati karena pohon mawar dapat gosong apabila terkena pupuk.

Pupuk yang digunakan sebanyak 5 gram/tanaman pada saat tanam dan setelah 7 hari tanam. Untuk tanaman bunga mawarpada perkebunan atau dalam skala besar, tambahkan pula pupuk Urea 200-300 Kg/hektar, pupuk TSP 840 Kg/hektar, pupuk KCl 250 Kg/hektar setiap 3 bulan sekali.

Dosis pemupukan perlu diperhatikan, karena jika pupuk yang diberikan terlalu banyak maka nutrisi yang diterima tanaman terlalu tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan tanaman mengalami kerusakan (fertilizery injury) berupa luka pada akar, atau erosi pada tanah.

***

Penanaman bunga mawar meskipun terlihat sederhana, namun perlu memperhatikan beberapa hal dengan serius. Pemberian nutrisi berupa pupuk yang cukup, ditambah air, udara, sinar matahari, dan zat pengatur tumbuhan memungkinkan tanaman mawar dapat tumbuh dengan baik.

Demikianlah ulasan mengenai cara perawatan dan jenis pupuk bunga mawar yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan bunga mawar anda semakin sehat dan berbunga lebat.

Jangan lewatkan juga: Cara Menanam Bunga Mawar Step by Step

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *