Jenis, Manfaat, Keunggulan & Dosis Pupuk DGW

Pupuk DGW merupakan pupuk kimia yang diproduksi oleh PT Hextar Fertilizer Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pupuk ini sudah berdiri sejak tahun 2010.

PT Hextar Fertilizer menjadi distributor pupuk Controlled Released Fertilizer (CRF) SIMPLOT dari USA dan pupuk yang diproduksi dengan teknologi compaction untuk pasar retail dari Malaysia.

Selain itu, perusahaan ini juga memasarkan pupuk high tech jenis NPK Blend, Nutrisphere-N, Avail, dan pupuk mikro majemuk jenis Chleated Lignosulfonate dari Brazil.

Inilah Jenis Pupuk DGW

Pupuk DGW
Ilustrasi: Pupuk DGW

Sementara pupuk DGW sendiri terdapat beberapa macam yang beredar dan sudah banyak digunakan oleh petani Indonesia, yaitu:

1. NPK Compaction 15-15-15

Pupuk majemuk ini dibuat dengan teknologi compaction, yaitu teknologi pembuatan pupuk tanpa menggunakan unsur tanah liat.Sehingga, unsur hara yang terdapat pada pupuk ini murni tanpa campuran dari unsur tanah liat. Pupuk NPK Compaction 15-15-15 GDW mengandung 15% nitrogen (N), 15% phospor (P), 15% kalium (K), 2% MgO, dan 0,5% CaO.

Keunggulan pupuk NPK Compaction 15-15-15 GDW:

  • Dibuat dengan teknologi modern compaction.
  • Karakteristik berbentuk butiran unik yang mudah larut dalam air.
  • Kemasan kuat dan rapat, sehingga kualitas dijamin aman.
  • Pupuk ini sudah teruji SNI.
  • Mengandung unsur mikro yang esensial, yaitu 0,10% Boron (B) dan 0,05% Zinc (Zn).

Manfaat dan kelebihan pupuk NPK Compaction 15-15-15 DGW:

  • Pupuk ini ramah terhadap lingkungan.
  • Mudah diaplikasikan dengan ditabur, dikocor, atau disemprot.
  • Kandungan unsur hara dapat diserap dengan sempurna oleh tanaman, sehingga tidak ada unsur yang terbuang.
  • Kandungan pupuk sudah teruji kualitasnya.
  • Menyediakan unsur hara tinggi yang dibutuhkan oleh tanaman.
  • Mudah diserap oleh akar tanaman.
  • Cocok untuk semua jenis tanaman, seperti tanaman hias, buah, sayuran, pangan, palawija, dan perkebunan.
  • Optimal mendukung pembungaan, pembuahan, dan pertumbuhan struktur tanaman.
  • Mencegah potensi serangan jamur dan penyakit pada tanaman.

Dosis penggunaan pupuk NPK Compaction 15-15-15 DGW:

  • Penggunaan dengan cara ditabur membutuhkan 1 – 10 kg pupuk untuk 100 m2.
  • Penggunaan dengan caradikocor membutuhkan 1 – 5 kg pupuk untuk 50 liter air.

2. NPK Gold 16-10-18

Pupuk majemuk ini dibuat dengan menggunakan teknologi Avail dan Nutrisphere-N, yaitu teknologi yang berguna untuk meningkatkan ketersediaan N dan P. Pupuk NPK Gold 16-10-18 Gold mengandung 16% N, 10% P, dan 18% K.

Keunggulan Gold 16-10-18 DGW:

  • Dibuat dengan teknologi Avail dan Nutrisphere-N.
  • Memiliki kandungan unsur hara yang lengkap.
  • Kandungan unsur hara yang terdapat didalam pupuk ini tinggi dan presisi.
  • Telah lulus uji SNI.
  • Dikemas dengan rapat dan kuat.

Manfaat dan kelebihan Gold 16-10-18 Gold:

  • Fakta membuktikan 75 – 95% P yang diberikan ke tanah tidak dapat tersedia bagi tanaman karena membentuk ikatan dan molekul Al, Fe, dan Ca. Pemberian coating Avail pada pupuk ini bertujuan menciptakan muatan ion negatif disekitar molekul P, sehingga dapat mencegah molekul P membentuk ikatan dengan Al, Fe, dan Ca. Oleh sebab itu, unsur P selalu tersedia untuk tanaman.
  • Teknologi Nutrisphere-N membantu melindungi N agar tidak mudah menguap dan tercuci, menjaga agar tidak terjadi de nitrifikasi, serta memastikan ketersediaan N yang cukup untuk tanaman.

Dosis penggunaan pupuk NPK Compaction 15-15-15 DGW:

  • Penggunaan dengan cara ditabur membutuhkan 1 – 10 kg pupuk untuk 100 m2.
  • Penggunaan dengan caradikocor membutuhkan 1 – 2 kg pupuk untuk 50 liter air.

3. NPK Booster 12-6-22-3

Pupuk NPK Booster 12-6-22-3 DGW merupakan pupuk majemuk yang mengandung 12% N, 6% P, 22% K, dan 3% Mg. Pupuk ini dikhususkan untuk tanaman yang memasuki masa pembuahan, tujuannya untuk meningkatkan kualitas buah dan menambah bobot buah. Hal ini dapat terjadi karena unsur K yang tinggi.

Keunggulan pupuk NPK Booster 12-6-22-3 DGW, yaitu:

  • Pupuk ini dibuat dengan teknologi compaction.
  • Memiliki karakteristik butiran unik yang mudah larut dalam air.
  • Mengandung unsur hara yang berkualitas.
  • Dikemas dengan kuat dan rapat, sehingga kualitasnya terjaga.
  • Mengandung magnesium.
  • Bagus untuk tanaman yang sedang dalam masa pembuahan.

Dosis penggunaan pupuk NPK Booster 12-16-22-3 DGW:

  • Penggunaan dengan cara ditabur membutuhkan dosis 1 – 10 kg untuk 100 m2.
  • Penggunaan dengan caradikocor atau disiram membutuhkan dosis 1 – 2 kg untuk 50 liter air.

4. KNO3 Kalium Nitrat Crystal

Pupuk KNO3 Kalium Nitrat Crystal DGW memiliki karakteristik berbentuk prill yang mudah larut dalam air.Pupuk ini aman digunakan karena tidak mengandung chlorine.

Keunggulan pupuk KNO3 Kalium Nitrat Crystal DGW:

  • Dapat diaplikasikan dengan penaburan, penyiraman, atau penyemprotan.
  • Mempercepat pembuahan dan pembungaan.
  • Meningkatkan mutu dan kualitas hasil panen.

Cara penggunaan pupuk KNO3 Kalium Nitrat Crystal DGW:

  • Dosis yang dibutuhkan untuk pemupukan daun, larutan 5 gram pupuk untuk 1 liter air.
  • Dosis yang digunakan untuk tanaman hortikultura 4 – 7 kg pupuk per hektar lahan.

Pupuk NPK Compaction 15-15-15 DGW untuk Tomat

Tanaman tomat termasuk dalam family Solanaceae yang menghasilkan sayur buah, dan termasuk dalam jenis tanaman semusim. Usia tanaman tomat sekitar 4 bulan sampai masa panen.

Tanaman tomat dapat tumbuh di dataran rendah, dataran, hingga dataran tinggi sampai 1500 mdpl. Tanaman tomat juga dapat tumbuh disegala media, baik lahan sawah, pekarangan, media tanam pot, dan masih banyak lagi.

Suhu ideal yang dibutuhkan oleh tanaman tomat sekitar 20 – 27 derajat celsius, dan curah hujan 750 – 1250 mg per tahun. Tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki tingkat keasaman 5 – 5,7. Jika struktur tanah terlalu asam, tambahkan dolomit atau kapur pertanian pada. Tanaman tomat membutuhkan

Saat ini sudah banyak varietas tanaman tomat yang ditanam di Indonesia. Keberhasilan usaha budidaya tomat tidak lepas dari pemupukan yang tepat. Berikut ini penjelasan singkat pemupukan tanaman tomat:

  • Pemupukan pertama dilakukan saat usia tanaman 7 HST, dengan pupuk organik yang dibuat sendiri atau buatan pabrik. Larutkan pupuk organik dengan dosis yang disesuaikan dengan umur tanaman. Aplikasikan pada tanaman dengan takaran 500 ml larutan pupuk per tanaman. Lakukan setiap satu minggu sekali.
  • Setelah usia tanaman tomat 30 SHT, lakukan pemupukan dengan pupuk organik buatan dengan dosis 5 kg per hektar lahan. Pemupukan juga dapat dilakukan dengan disiram atau disemprot. Larutkan 1 kg pupuk organik ke dalam 100 liter air.
  • Berikan pupuk kandang sebanyak 300 gram per tanaman setiap satu bulan sekali.
  • Saat usia 10, 20, dan 30 SHT atau pada masa vegetatif tambahkan pupuk buatan yang mengandung NPK, seperti contohnya pupuk NPK Compaction 15-15-15. Saat tanaman tomat memasuki fase vegetatif berikan pupuk NPK Compaction 15-15-15 dengan dosis 5 gram per tanaman. Sedangkan pada masa generatif atau usia 45 SHT, berikan pupuk dengan dosis 5 gram per tanaman setiap 10 hari sekali.

Tanaman tomat rentan terhadap hama dan segala macam jenis penyakit. Selain memberikan hasil panen yang optimal, pemberian pupuk NPK Compaction 15-15-15 DGW juga dapat membuat tanaman tomat kebal terhadap penyakit.

Itu dia penjelasan mengenai pupuk DGW dan salah satu contoh penerapannya pada tanaman tomat. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk petani sekalian. 

Baca juga: Pupuk Mutiara Semprot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *