Jenis, Keunggulan Manfaat Pupuk Mutiara Semprot

Pupuk Mutiara Semprot – Pupuk Mutiara merupakan salah satu jenis pupuk kimia yang paling banyak digunakan. Pupuk NPK ini memiliki kualitas yang berstandar internasional.

Harga pupuk ini relatif mahal, namun hasilnya jauh lebih baik dari pupuk majemuk yang sejenis. Pupuk Mutiara bagus untuk semua jenis tanaman, dari tanaman hias, tanaman hortikultira, tanaman buah, hingga perkebunan.

Kandungan hara makro yang terdapat pada pupuk Mutiara, antara lain nitrogen, fosfat, dan kalium. Sedangkan hara mikro yang terkandung dalam pupuk ini, yaitu kalsium dan magnesium. Karakteristik pupuk Mutiara berbentuk butiran atau granul yang mudah larut dalam air.

Aplikasi Pupuk Mutiara Semprot untuk Beragam Jenis Tanaman

Sebagai pupuk dasar, umumnya pupuk Mutiara ditabur dan dicampurkan dengan tanah. Sementara sebagai pupuk susulan, pupuk mutiara dapat digunakan dengan cara ditabur maupun semprot. Pembahasan kali ini, akan dijelaskan penggunaan pupuk Mutiara dengan cara disemprot pada beberapa tanaman.

1. Aplikasi Pupuk Mutiara Semprot pada Tanaman Sayur Buah

Tanaman sayur buah meliputi cabai, terong, tomat, kacang panjang, dan masih banyak lagi. Larutkan 1 kg pupuk Mutiara dengan 100 liter air. Lalu kocor atau semprot pada akar tanaman dengan takaran 250 ml per tanaman.

Dosis pupuk dengan cara disemprot dapat dinaikkan sesuai dengan umur tanaman. Pemupukan dengan cara disemprot dapat dilakukan 7 – 10 hari sekali.

Pupuk akan lebih cepat diserap oleh tanaman ketika diaplikasikan dengan cara disemprot. Oleh sebab itu, pemupukan dengan cara ini sebaiknya dilakukan lebih sering.

2. Aplikasi Pupuk Mutiara Semprot pada Tanaman Sayuran Daun

Tanaman sayuran daun meliputi kubis, sawi, brokoli, selada, kangkung, bayam, dan tanaman sejenis lainnya. Larutkan 2 – 3 sendok makan dengan 10 liter air. Pastikan pupuk benar-benar larut, lalu semprot atau siramkan pada tanaman.

Khusus untuk tanaman yang ditanam dengan jarak lebih rapat, seperti bayam dan kangkung, pastinya ada kesulitan menghindari daun tersiram pupuk. Jadi, setelah melakukan pemupukan segera siram tanaman dengan air bersih.

3. Aplikasi Pupuk Mutiara untuk Pembibitan Tanaman Hortikultura

Pupuk Mutiara juga dapat digunakan untuk bibit yang sudah tumbuh. Pemupukan tanaman ini khusus untuk tanaman tomat, terong, cabai dan sejenisnya yang memiliki umur persemaian lebih panjang.

Untuk tanaman yang persemaiannya relatif cepat seperti gambas, pare, dan sejenisnya tidak perlu dilakukan pemupukan bibit.

Larutkan 2 sendok makan pupuk Mutiara dengan 10 liter air, lalu semprotkan pada bibit tanaman. Setelah pemupukan itu, bibit segera disiram menggunakan air bersih untuk menghilangkan larutan pupuk yang menempel pada daun.

Hal ini dilakukan agar bibit tidak keracunan pupuk, atau ujung daun gosong yang akhirnya dapat membuat bibit mati. Pemupukan bibit dapat dilakukan setiap padi dan sore.

4. Aplikasi Pupuk Mutiara untuk Tanaman Perkebunan

Tanaman perkebunan meliputi sawit, karet, kakao, dan masih banyak lagi. Pemupukan tanaman perkebunan kurang efektif juga disemprot karena batang tanamannya lebih besar.

Umumnya pemupukan menggunakan pupuk cair dilakukan dengan cara disiramkan. Larutkan 2 kg pupuk Mutiara dengan 2 liter air.Aduk hingga pupuk benar-benar larut dalam air.

Biarkan sekitar 2 – 10 menit hingga menjadi larutan pupuk Mutiara cair. Setelah itu, pupuk Mutiara cair siap digunakan.

Untuk penggunaannya, 2 liter larutan pupuk Mutiara cair harus diencerkan lagi menggunakan air bersih. Campurkan 2 liter larutan pupuk Mutiara cair dengan 8 liter air.

Lalu, aduk hingga larutan pupuk dan air menyatu. Siramkan dengan takaran 4 liter  untuk tiap tanaman. Dosis pengenceran pupuk berlaku kelipatan untuk tanaman perkebunan yang ditanam di lahan yang luas.

5. Pupuk Mutiara untuk Tanaman Hias

Tanaman hias yang dapat dibudidayakan menggunakan pupuk mutiara, diantaranya mawar, melati, tapak dara, kemuning, bougenville, amarilis, dan lavender.

Larutkan terlebih dahulu 1 kg pupuk Mutiara dengan 2 liter air. Aduk pupuk Mutiara dan air hingga merata, lalu diamkan sekitar 5 – 10 menit.

Saat akan diaplikasikan, campurkan 2 liter larutan pupuk Mutiara dengan 8 liter air. Lakukan penyiraman dengan takaran 200 ml untuk jenis tanaman bunga monokotil atau berakar serabut, dan 400 ml untuk jenis tanaman dikotil atau berakar tunggang. Takaran tersebut digunakan untuk masing-masing tanaman.

Perawatan tanaman bunga dengan pemupukan harus diimbangi dengan penyiraman. Tanaman bunga memerlukan cadangan air yang cukup. Pemberian pupuk dan penyediaan air yang seimbang membuat tanaman bunga terlihat lebih indah.

Penyiraman tanaman bunga sebaiknya dilakukan 2 kali sehari, setiap pukul 7 pagi dan 4 sore. Perlu diperhatikan, penyiraman yang dilakukan saat matahari terik menyebabkan air menguap.

Sehingga penyerapan air untuk tanaman tidak optimal. Selain itu, penyiraman yang dilakukan siang hari dapat mengganggu pertumbuhan bunga. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan suhu dari panas ke dingin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Jangan lewatkan juga: Manfaat Pupuk NPK Mutiara

Aneka Jenis Pupuk Mutiara

Jenis pupuk Mutiara yang beredar di pasaran, diantaranya:

1. Pupuk Mutiara 16-16-16

Pupuk Mutiara ini mengandung:

  • 16% Nitrogen
  • 16% Phospate
  • 16% Kalium
  • 0,5 Magnesium

Keunggulan pupuk Mutiara 16-16-16:

  • Memiliki kandungan hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.
  • Pembuatan dilakukan dengan proses Odda, sehingga pupuk ini mudah larut dalam air dan cepat beraksi dengan tanaman.
  • Menjaga keseimbangan unsur hara dalam tanah, baik hara makro maupun mikro.
  • Mudah diaplikasikan sehingga biaya untuk pemupukan relatif lebih sedikit.

Manfaat pupuk Mutiara 16-16-16 secara umum:

  • Mempercepat, memperbanyak, memperpanjang, serta memperkuat akar pada tanaman.
  • Mencegah tanaman tumbuh kerdil.
  • Mempercepat pertumbuhan tunas tanaman.
  • Mengurangi masalah kerontokan bunga dan buah. Hal ini berpengaruh terhadap hasil panen.
  • Meningkatkan fotosintesis, sehingga pembentukan zat gula, tepung, dan protein lebih meningkat.
  • Meningkatkan produktivitas buah.

2. Pupuk Mutiara Grower 15-19-20

Komposisi dan kadar hara yang terdapat pada pupuk Mutiara Grower 15-19-20:

  • 15% Nitrogen
  • 6,93% Nitrat
  • 8,07% Amonium
  • 9% P2O5
  • 20% K2O
  • 1,08% MgO
  • 3,4% Sulfur

Kelebihan pupuk Mutiara Grower 15-19-20:

  • Menekan hilangnya unsur hara N ke lingkungan.
  • Unsur nitrat cepat tersedia untuk tanaman.
  • Terdapat amonium sebagai cadangan makanan.
  • Kelengkapan kandungan N, P, K yang menjamin keseragaman penyebaran hara, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur.
  • Unsur Fosfor dalam pupuk Mutiara Grower dapat memperlancar proses metabolisme energi pada tanaman.
  • Kandungan unsur hara K mencegah tanaman dari hama dan penyakit, dan kekeringan akibat stress. Selain itu, K dalam pupuk ini juga membuat kualitas panen meningkat, baik dari segi warna, rasa, aroma, dan daya simpan pasca panen.
  • Adanya unsur hara Mg dan S membantu pembentukan klorofil, serta mengatur penyerapan unsur P dan K oleh tanaman. Unsur hara Mg dan S juga membentuk senyawa yang menghasilkan a
  • Sangat mudah diaplikasikan.

Manfaat pupuk Mutiara Grower 15-19-20:

  • Mencukupi kebutuhan tanaman pada fase vegetatif maupun fase generatif.
  • Menyediakan sekaligus menjaga keseimbangan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman.
  • Mengurangi kekurangan dan kehilangan hara pada tanaman, terutama nitrogen.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, dan mencegah terjadinya kekeringan pada daun.
  • Tanaman tumbuh dengan subur.
  • Mencegah timbulnya masalah kerontokan bunga dan buah.
  • Meningkatkan kualitas dan hasil pertanian.

Memang banyak cara yang dapat dilakukan untuk pemupukan tanaman. Akan tetapi, penggunaan pupuk Mutiara merupakan salah satu cara yang paling efektif. Selain itu, hasilnya lebih memuaskan dibandingkan dengan hanya menggunakan pupuk organik saja.

Simak juga: Pupuk NPK Grower

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *