Jenis dan Merk Pupuk untuk Cabe Terbaik

Pupuk untuk Cabe – Profesi sebagai petani seakan menjadi hal yang terbilang gampang-gampang susah. Hal ini di karenakan anda harus bisa melakukan perawatan maupun pemeliharaan pada tanaman yang anda miliki. Semisal saja anda yang sedang berminat untuk menanam cabe.

Melonjaknya harga cabe yang ada di pasaran seakan mampu memikat para petani untuk menanam cabe. Kelihatannya memang tanaman ini mudah di pelihara. Tetapi ternyata jika salah perawatannya tentunya cabe bisa terkena hama atau bahkan anda mengalami gagal panen.

Hanya saja untuk pemeliharaan cabe supaya mampu menghasilkan panenan yang berkualitas maka anda perlu memperhatikan berbagai hal.

Entah itu pemupukan atau bahkan perawatan lainnya. Berbicara mengenai jenis pupuk, ada banyak sekali pupuk yang telah hadir di pasaran. Entah itu pupuk organik atau bahkan pupuk anorganik sekalipun. Pupuk untuk cabe merah dengan kualitas yang tinggi dan bagus tentu saja bisa di jadikan sebagai pilihan yang bagus untuk para petani.

Pupuk yang terbilang bagus tentunya mampu mempercepat pertumbuhan tanaman cabe. Bahkan juga bisa meningkatkan produksi cabe yang lebih melimpah.

Kebutuhan pupuk oleh suatu tanaman memang penting sekali untuk di cukupi. Jangan sampai tanaman cabe milik anda kekurangan pupuk. Tapi jangan juga berlebihan dalam pemberian pupuk sebab tidak bagus juga untuk tumbuh kembangnya.

Alangkah baiknya anda mengaplikasikan pupuk untuk cabe sesuai dengan takaran maupun dosis yang telah di tentukan. Dengan begitu pupuk yang anda berikan pada tanaman cabe ini mampu membuat cabe bisa tumbuh dengan subur bahkan mampu menghasilkan cabe yang berkualitas.

Pupuk untuk Cabe
Pupuk untuk Cabe

Membudidayakan tanaman cabe, merupakan salah satu bidang pertanian yang banyak digeluti oleh petani di Indonesia. Namun, bukan perkara mudah bagi petani untuk menghasilkan panen cabe yang memuaskan dengan hasil melimpah.

Adanya berbagai tantangan, seperti perubahan musim dan berbagai hama penyakit yang dapat menyerang menjadi alasan mengapa banyak petani yang sering mengalami gagal panen cabe.

Terlebih bagi Anda yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk merawat tanaman cabe, terutama dalam proses pemupukan. Pemupukan menjadi sangat penting dikarenakan pemenuhan nutrisi tanaman diperoleh melalui proses ini. Pemilihan pupuk yang tepat pun harus Anda perhatikan, agar nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Sebagai seorang petani, tentu Anda akan berusaha merawat tanaman cabe sebaik mungkin agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Maka, akan sangat penting bagi Anda untuk mengetahui cara pemupukan yang tepat sesuai dengan kondisi tanaman Anda. 

Fase Pertumbuhan Cabe dan Nutrisi yang Dibutuhkan

Lantas, bagaimana cara menentukan pupuk yang tepat untuk tanaman cabe Anda? Mari kita simak penjelasannya.

1. Fase Awal Pembungaan

Pada saat tanaman cabe Anda mulai berbuah, hal yang perlu Anda lakukan adalah menurunkan unsur Nitrogen (N) pada tanaman. Perlu diketahui bahwa fungsi dari Nitrogen adalah untuk merangsang penghijauan dan pertumbuhan daun. Jadi, kita hanya memerlukan pupuk dengan kandungan Nitrogen pada saat awal pertumbuhan tanaman.

Jadi, jika tanaman cabe sudah mulai berbunga, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi kadar Nitrogen pada tanaman. Karena, apabila Anda memberikan Nitrogen terlalu banyak pada fase ini, maka tanaman Anda justru hanya akan fokus menumbuhkan cabang atau daun yang lebat, bukan menyiapkan pertumbuhan buah cabe.

Cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi unsur nitrogen pada tanaman adalah dilakukan dengan sedikit demi sedikit atau perlahan. Hal ini dilakukan agar tanaman cabe Anda tidak kaget dan pertumbuhan berjalan dengan baik.

Salah satu pupuk yang mengandung unsur Nitrogen adalah pupuk Urea. Kandungan yang terdapat dalam pupuk ini sekitar 90% zat Nitrogen kimia, bukan zat organik.

Pupuk ini berbentuk butiran atau prill dan baik digunakan pada masa awal penanaman cabe untuk merangsang pertumbuhan batang dan daunnya. Oleh karena itu, jika tanaman cabe sudah memasuki fase pembentukan bunga, maka kurangi penggunaan pupuk ini sedikit demi sedikit.

2. Fase Berbunga

Ketika tanaman Anda sudah berbunga, maka nutrisi yang dibutuhkan ialah Fosfor (P). Karena, Fosfor dapat berfungsi sebagai pelengkap atau perangsang pembentukan buah, berperan dalam proses fotosintesis, respirasi, dan sintesa.

Biasanya, para petani mengabaikan pemberian asupan Fosfor pada tanaman cabe. Padahal, unsur ini cukup penting pada proses pembentukan bunga menjadi buah.

Anda bisa mengetahui apakah tanaman Anda membutuhkan tambahan nutrisi Fosfor dengan mengamati tanaman cabe Anda.

Biasanya, tanaman cabe yang membutuhkan tambahan Fosfor akan memiliki daun kecil-kecil atau kerdil, kaku, mengkerut, warnanya hijau tua, dan berantakan. Adapun kekurangan zat ini biasanya disebabkan jika Anda melakukan pemupukan dasar dengan kurang baik pada awal penanaman.  

3. Fase Berbuah

Setelah pemberian Fosfor pada fase berbunga, Anda akan membutuhkan pupuk dengan kandungan Kalium saat tanaman mulai berbuah. Kalium akan sangat diperlukan tanaman karena ia dapat mengatur pertumbuhan buah agar buah yang dihasilkan merata.

Pada fase berbuah, tanaman cabe Anda akan sangat rakus dalam mengambil nutrisi dan dapat menyebabkan hasil panen yang tidak merata. Karena, ada buah yang mendapat nutrisi dengan cukup dan ada pula yang kekurangan nutrisi. Maka, sangat diperlukan zat pengatur seperti Kalium.

Selain pupuk Kalium, Anda juga dapat menggunakan Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT. Manfaat yang diberikan zat ini sama dengan Kalium. Anda dapat mendapatkannya dengan mudah di pasaran, namun jika budidaya yang Anda lakukan adalah cabe organik maka Anda harus membuat zat ini secara manual dengan bahan-bahan alami.

4. Fase Selanjutnya

Ketika tanaman cabe Anda sudah berbuah, maka tanaman tetap membutuhkan nutrisi pendukung agar tanaman tetap tumbuh subur dan dapat kembali menghasilkan buah.

Hal yang dapat diberikan pada tanaman Anda, yaitu bakteri atau Mikroba Penyubur Tanah (MPT). Beberapa nikroba yang dapat Anda gunakan yaitu Rhizobium, Azetobacter sp., Bacillus, dan Penicillium.

Bakteri tersebut dapat berfungsi untuk meningkatkan hasil panen, yaitu dengan mengaktifkan potensi dan mineral tanah yang tidak berfungsi dan tersembunyi.

Rekomendasi Jenis Pupuk untuk Cabe yang Bagus

Bagaimana pun juga tanaman cabe juga membutuhkan asupan pupuk yang mampu membuatnya berbuah lebat dengan batang yang kokoh tentunya. Sekarang ini banyak sekali jenis pupuk yang menjadi pilihan para petani. Entah itu pupuk organik maupun pupuk anorganik sekali pun.

Dengan pemberian pupuk yang sesuai dengan dosisnya maka tanaman bisa bisa semakin sehat, mampu tumbuh dengan subur bahkan juga bisa berkembangbiak dengan baik. Jika anda masih bingung menentukan pilihan pupuk untuk cabe yang berkualitas tinggi. Alangkah baiknya anda perhatikan beragam jenis pupuk berikut ini:

Pupuk NPK Phonska

Tentu saja bukan hanya pupuk organic saja yang bagus untuk pertumbuhan tanaman cabe. Namun ternyata pupuk anorganik seperti halnya pupuk NPK Phonska ini patut di jadikan pilihan para petani.

Kebanyakan para petani cabe lebih sering memberikan sebuah larutan pupuk phonska yang cair dengan tujuan agar tanaman cabe yang mereka miliki bisa berbuah lebat.

Ada baiknya pemberian pupuk phonska cair ini di lakukan saat tanaman cabe telah memasuki waktu pembungaan. Tentunya cara pembuatan pupuk tersebut juga mudah sekali untuk di lakukan.

Baca juga yuk: Apa Itu Pupuk Phonska dan Apa Manfaatnya Bagi Tanaman?

Pupuk Kandang atau Pupuk Organik

Tentu saja bukan hanya pupuk anorganik saja yang bisa anda jadikan pilihan, kini anda juga bisa memanfaatkan pupuk kandang untuk di jadikan sebagai pupuk tanaman cabe.

Pupuk kandang merupakan salah satu jenis pupuk yang bisa anda campurkan secara langsung dengan tanah ketika pengolahan tanah bedengan. Pupuk kandang yang di nilai bagus untuk pertumbuhan tanaman cabe ini tentu saja pupuk hasil dari kotoran kambing, ayam, sapi, kerbau maupun jenis pupuk yang lainnya.

Hanya saja banyak sekali para petani cabe yang lebih suka menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam. Hal ini di karenakan kandungan N, Mg, Ca, maupun K yang terbilang tinggi ini bisa memicu pertumbuhan tanaman cabe. Jadi tak ada salahnya anda menggunakan pupuk organik yang satu ini.

Sebaiknya anda berikan pupuk kandang ini untuk tanaman cabe saat usianya sudah berada di atas 1 bulan dengan memberikannya sekitar 3 kali saja hingga panen. Bisa anda lakukan setiap 2 minggu sekali mulai dari satu bulan yang pertama sejak anda menanam cabe.

Tentunya dengan pemberian pupuk kandang ini, tanaman cabe yang anda miliki bisa berbuah lebat bahkan juga mampu menghasilkan panenan cabe yang sangat berkualitas.

Simak selengkapnya: Jenis Pupuk Kompos dan Cara Panduan Membuatnya

Pupuk NPK Mutiara

Dari banyaknya jenis pupuk yang telah hadir di pasaran, kini anda bisa menjadikan pupuk NPK Mutiara ini sebagai pupuk untuk tanaman cabe.

Jenis pupuk yang satu ini memang paling di sukai oleh para petani cabe. Jenis pupuk NPK mutiara ini dinilai penting untuk membudidayakan cabe. Banyak sekali manfaat yang bisa di dapatkan dari pupuk tersebut. Mulai dari buahnya yang semakin lebat bahkan tanaman cabe pun juga bisa tumbuh dengan subur.

Pupuk tersebut memang hadir dalam berbagai bentuk. Tetapi kebanyakan dari para petani lebih suka menggunakan jenis pupuk NPK Mutiara dalam bentuk padat.

Pupuk ini di nilai bisa dengan mudah langsung anda sebarkan di sekitar pusat dimana tanaman cabe anda tumbuh. Bisa juga anda menggunakan pupuk tersebut dengan cara mengocorkannya pada tanaman.

Pupuk NPK Mutiara ini juga di nilai begitu bagus untuk beragam jenis varietas cabe termasuk untuk cabe merah, cabe rawit atau bahkan lainnya. Pemberian pupuk bisa anda lakukan saat cabe berusia satu minggu atau bahkan setelah usia cabe mencapai umur  1 bulan.

Simak selengkapnya: Manfaat Pupuk NPK Mutiara dan Cara Menggunakan


Membudidayakan tanaman cabe, merupakan salah satu bidang pertanian yang banyak digeluti oleh petani di Indonesia. Namun, bukan perkara mudah bagi petani untuk menghasilkan panen cabe yang memuaskan dengan hasil melimpah.

Adanya berbagai tantangan, seperti perubahan musim dan berbagai hama penyakit yang dapat menyerang menjadi alasan mengapa banyak petani yang sering mengalami gagal panen cabe.

Terlebih bagi Anda yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk merawat tanaman cabe, terutama dalam proses pemupukan. Pemupukan menjadi sangat penting dikarenakan pemenuhan nutrisi tanaman diperoleh melalui proses ini. Pemilihan pupuk yang tepat pun harus Anda perhatikan, agar nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Sebagai seorang petani, tentu Anda akan berusaha merawat tanaman cabe sebaik mungkin agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Maka, akan sangat penting bagi Anda untuk mengetahui cara pemupukan yang tepat sesuai dengan kondisi tanaman Anda. 

Fase Pertumbuhan Cabe dan Nutrisi yang Dibutuhkan

Lantas, bagaimana cara menentukan pupuk yang tepat untuk tanaman cabe Anda? Mari kita simak penjelasannya.

1. Fase Awal Pembungaan

Pada saat tanaman cabe Anda mulai berbuah, hal yang perlu Anda lakukan adalah menurunkan unsur Nitrogen (N) pada tanaman. Perlu diketahui bahwa fungsi dari Nitrogen adalah untuk merangsang penghijauan dan pertumbuhan daun. Jadi, kita hanya memerlukan pupuk dengan kandungan Nitrogen pada saat awal pertumbuhan tanaman.

Jadi, jika tanaman cabe sudah mulai berbunga, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi kadar Nitrogen pada tanaman. Karena, apabila Anda memberikan Nitrogen terlalu banyak pada fase ini, maka tanaman Anda justru hanya akan fokus menumbuhkan cabang atau daun yang lebat, bukan menyiapkan pertumbuhan buah cabe.

Cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi unsur nitrogen pada tanaman adalah dilakukan dengan sedikit demi sedikit atau perlahan. Hal ini dilakukan agar tanaman cabe Anda tidak kaget dan pertumbuhan berjalan dengan baik.

Salah satu pupuk yang mengandung unsur Nitrogen adalah pupuk Urea. Kandungan yang terdapat dalam pupuk ini sekitar 90% zat Nitrogen kimia, bukan zat organik.

Pupuk ini berbentuk butiran atau prill dan baik digunakan pada masa awal penanaman cabe untuk merangsang pertumbuhan batang dan daunnya. Oleh karena itu, jika tanaman cabe sudah memasuki fase pembentukan bunga, maka kurangi penggunaan pupuk ini sedikit demi sedikit.

2. Fase Berbunga

Ketika tanaman Anda sudah berbunga, maka nutrisi yang dibutuhkan ialah Fosfor (P). Karena, Fosfor dapat berfungsi sebagai pelengkap atau perangsang pembentukan buah, berperan dalam proses fotosintesis, respirasi, dan sintesa.

Biasanya, para petani mengabaikan pemberian asupan Fosfor pada tanaman cabe. Padahal, unsur ini cukup penting pada proses pembentukan bunga menjadi buah.

Anda bisa mengetahui apakah tanaman Anda membutuhkan tambahan nutrisi Fosfor dengan mengamati tanaman cabe Anda.

Biasanya, tanaman cabe yang membutuhkan tambahan Fosfor akan memiliki daun kecil-kecil atau kerdil, kaku, mengkerut, warnanya hijau tua, dan berantakan. Adapun kekurangan zat ini biasanya disebabkan jika Anda melakukan pemupukan dasar dengan kurang baik pada awal penanaman.  

3. Fase Berbuah

Setelah pemberian Fosfor pada fase berbunga, Anda akan membutuhkan pupuk dengan kandungan Kalium saat tanaman mulai berbuah. Kalium akan sangat diperlukan tanaman karena ia dapat mengatur pertumbuhan buah agar buah yang dihasilkan merata.

Pada fase berbuah, tanaman cabe Anda akan sangat rakus dalam mengambil nutrisi dan dapat menyebabkan hasil panen yang tidak merata. Karena, ada buah yang mendapat nutrisi dengan cukup dan ada pula yang kekurangan nutrisi. Maka, sangat diperlukan zat pengatur seperti Kalium.

Selain pupuk Kalium, Anda juga dapat menggunakan Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT. Manfaat yang diberikan zat ini sama dengan Kalium. Anda dapat mendapatkannya dengan mudah di pasaran, namun jika budidaya yang Anda lakukan adalah cabe organik maka Anda harus membuat zat ini secara manual dengan bahan-bahan alami.

4. Fase Selanjutnya

Ketika tanaman cabe Anda sudah berbuah, maka tanaman tetap membutuhkan nutrisi pendukung agar tanaman tetap tumbuh subur dan dapat kembali menghasilkan buah.

Hal yang dapat diberikan pada tanaman Anda, yaitu bakteri atau Mikroba Penyubur Tanah (MPT). Beberapa nikroba yang dapat Anda gunakan yaitu Rhizobium, Azetobacter sp., Bacillus, dan Penicillium.

Bakteri tersebut dapat berfungsi untuk meningkatkan hasil panen, yaitu dengan mengaktifkan potensi dan mineral tanah yang tidak berfungsi dan tersembunyi.

Jenis Pupuk untuk Cabe Agar Panen Meningkat

Berikut ini beberapa jenis pupuk untuk cabe untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya:

1. Pupuk Dasaran

Pupuk Kandang Kotoran Sapi via Alamtani
Pupuk Kandang Kotoran Sapi via Alamtani

Pupuk dasaran ialah jenis pupuk yang Anda perlukan pada saat mengolah lahan pertanian. Pupuk dasaran yang biasa digunakan ialah pupuk kandang, SP-36, pupuk Petroganik, Pupuk KCL, ZA, Cantik dan pupuk Dolomit atau kapur pertanian yang digunakan untuk menaikkan tingkat pH pada tanah yang masam agar lahan memiliki pH yang ideal untuk tanaman cabe (5,5-6,5).

Untuk pemupukan dasar, anda bisa menggunakan dosis TSP : KCl : Cantik : ZA dengan perbandingan 4 : 2 : 1 : 1. Kebutuhan pupuk dasar tanaman cabai -/+ 1 ton/Ha, dengan rincian 500 kg TSP, 250 kg KCl, 125 kg Pupuk Cantik dan 125 kg ZA.

2. Pupuk Starter

Pupuk Gandasil D
Pupuk Gandasil D

Setelah tanaman cabe dipindahkan pada lahan tanam, yaitu sekitar 5-7 hari setelahnya berikan pupuk starter. Adapun contoh pupuk yang biasa digunakan yaitu pupuk Grower, pupuk mamigro N, dan pupuk Gandasil D.

3. Pupuk Susulan

NPK Mutiara YaraMila 16 16 16
NPK Mutiara YaraMila 16 16 16

Setelah tanaman mulai bertumbuh, maka perlu diberikan pupuk susulan sampai tanaman dapat berbuah dan dipanen. Contoh pupuk yang dapat digunakan yaitu NPK Mutiara, pupuk SP, pupuk ZA, pupuk ZK atau KNO3, dan KCL.

4. Pupuk Penguat Tanaman

Seringkali tanaman cabe juga terancam berbagai penyakit baik yang disebabkan hama maupun karena kekurangan nutrisi. Anda dapat mengaplikasikan pupuk penguat tanaman seperti pupuk Kalsium agar daun tidak gugur dan buah tidak membusuk.

Selain itu, ada juga pupuk Boron agar daun tidak rontok dan pupuk Silika agar daun tanaman Anda lebih tebal. Untuk tanaman cabe sebanyak 1000 batang, anda bisa menambahkan pupuk boron (Borax, Nutri Boron) 1 kg dicampurkan dengan pupuk KCl dan ZA.

5. Pupuk Peningkat Kualitas

Pupuk ZK Petro
Pupuk ZK Petro

Setiap petani tentu akan mengharapkan hasil panen dengan kualitas yang baik. Dengan menggunakan pupuk ZK dan KNO3 Anda dapat meningkatkan keseragaman panen atau pematangan pada buah, cita rasa, serta daya simpan buah lebih lama.

6. Pupuk Mikro

Selain membutuhkan unsur makro, tanaman cabe juga membutuhkan unsur mikro dalam proses tumbuh kembangnya. Pupuk mikro yaitu pupuk yang memiliki kandungan Mangan (Mn), Zinc atau Seng (Zn), Besi (Fe), dan Molibdenum (Mo). Contoh pupuk jenis ini ialah Vitaflora.

7. Pupuk Daun

Jenis pupuk ini dapat diaplikasikan dengan menyemprotkan secara merata khususnya pada daun tanaman. Ada banyak jenis pupuk daun, seperti pupuk daun yang khusus untuk fase vegetatif seperti Gandasil D, Vitabloom, Bayfolan, dan ada juga yang digunakan khusus pada fase generatif atau pembungaan dan pembuahan seperti pupuk Gandasil B.

Pupuk Gandasil B
Pupuk Gandasil B

 

****

Nah, ada banyak jenis pupuk untuk cabe yang dapat Anda gunakan bukan? Aplikasikan pupuk-pupuk tersebut sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi lingkungan tanaman Anda, agar tanaman mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan baik.

Jika Anda sudah mengaplikasikannya dengan benar, hasil panen yang Anda dapatkan pun akan sangat meningkat. Demikianlah ulasan dari kami mengenai jenis pupuk cabe agar meningkatkan hasil panen. Semoga bermanfaat dan anda bisa merasakan panen yang berlimpah.

***

Itulah tadi berbagai pilihan jenis pupuk yang bisa anda jadikan pilihan sebagai pupuk yang mampu memicu mendapatkan cabe yang berkualitas. Tanaman cabe anda pun bisa terhindar dari hama yang mampu menyerang cabe.

Biasanya jika perawatan yang anda lakukan kurang bagus, maka hasil panen  cabe pun banyak yang mengalami kegagalan. Entah cabe yang mudah rontok dari pohonnya atau bahkan cabe mudah sekali terkena hama sehingga membuat cabe yang anda hasilkan kurang laku untuk di jual.

Banyaknya jenis pupuk yang ada di-pasar-an tidak akan membuat anda merasa bingung untuk menentukan pilihan. Hanya saja anda perlu memilih jenis pupuk yang mampu membantu pertumbuhan tanaman cabe ini.

Sebagai petani cabe memang sudah seharusnya anda paham mengenai perawatan maupun pemeliharaan tanaman cabe ini. Jangan sampai anda mengalami gagal panen hanya karena anda kurang merawat tanaman anda.

Pemberian pupuk yang tepat sesuai dengan dosisnya mampu membuat pertumbuhan cabe semakin bagus. Anda juga tak perlu khawatir lagi akan hama yang menyerang tanaman tersebut. Menariknya lagi, kini anda bisa mendapatkan panen cabe yang melimpah dengan kualitas yang terbaik.

Berikan pupuk yang terbaik supaya pertumbuhan tanaman cabe yang anda miliki bisa lebih subur lagi. Memanen cabe yang berkualitas tentunya menjadi keinginan para petani. Apalagi bagi anda petani cabe yang berusaha membuat cabe nya berkualitas sehingga nantinya bisa laku di pasaran.

Simak juga yuk: Manfaat Pupuk KNO3 Merah dan Putih untuk Tanaman!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *