Jenis dan Dosis Pemupukan pada Cabe

Dosis Pemupukan pada Cabe – Cabe adalah sebuah jenis tanaman yang dapat dikategorikan pada jenis genus Capsicum. Tanaman ini dapat dikategorikan sebagai sayuran atau juga bumbu yang umumnya digunakan pada daerah asia untuk memberikan cita rasa pedas.

Mengandung senyawa yang cukup besar kadarantioksidannya, cabe dapat menjaga tubuh dari serangan radikal bebas yang cukup berbahaya bagi tubuh. Umumnya tanaman cabe dapat ditanam di area sawah ataupun pada pekarangan rumah.

Bagi banyak petani cabe tentu sangat penting untuk menggunakan pupuk dengan dosis yang pas dengan harapan agar mendapatkan hasil panen yang melimpah dan memiliki standar yang baik.

Proses pemupukan tentunya dapat diterapkan dengan wawasan yang benar dan ilmu yang mumpuni. Lantas tahukah Anda bagaimana cara memberi pupuk yang baik dengan dosis yang pas? Yuk simak informasi di bawah ini!

Dosis Pemupukan pada Cabe
Ilustrasi: Dosis Pemupukan pada Cabe

Kenali Jenis Pupuk Untuk Cabe

Maraknya dunia pertanian dengan cara  modern maupun tradisional yang terus berkembang dari tahun ke tahun tentunya membuat semakin banyak jenis-jenis dari pupuk yang diciptakan baik oleh perusahaan-perusahaan maupun perorangan.

Hal ini dimaksudkan tentunya untuk mendorong hasil panen yang diinginkan. Bagi Anda yang masih baru dalam dunia pertanian tentu membutuhkan banyak informasi tambahan terkait pupuk yang baik.

Berikut adalah informasi jenis-jenis pupuk yang dapat digunakan untuk cabe agar dapat mendorong hasil panen yang memuaskan.

1. Pupuk Dasaran

Pupuk dasaran adalah jenis pupuk yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan pH pada tanah yang akan Anda tanami cabe sehingga menghasilkan jenis tanah dengan  pH yang sesuai.

Jenis-jenis dari pupuk dasaran dapat dilihat contohnya seperti pupuk kandang yang didalamnya terkandung unsur hara dari kotoran-kotoran seperti sapi, ayam maupun kambing. Jenis lain dalam pupuk dasaran misalnya adalah pupuk KCI, Petragonik, dan beberapa jenis pupuk lainnya.

2. Pupuk Starter

Jenis pupuk starter adalah sebuah pupuk yang digunakan pada saat tanaman sudah dipindah ke tempat yang baru dengan jangka waktu pindah setelah 5-7 hari pindah tanam. Jenis pupuk starter dapat dilihat dengan contoh seperti pupuk mamigro N, Gandasil D dan juga Grower.

3. Pupuk Susulan

Istilah dari pupuk susulan adalah bagi produk pupuk yang diberikan pada tanaman dengan fase pertumbuhannya. Maksud fase disini misalnya dapat dilihat pada fase cabe yang diberikan pupuk susulan 1 pada saat usianya sudah 7 hari atau awal fase vegetatif.

Kemudian susulan ke 2 pada saat tanaman cabe sudah mencapai usia 3 minggu atau menjelang fase pembungaan. Lalu, dilanjutkan dengan susulan yang ke 3 pada saat usia tanaman cabe telah mencapai umur 5 minggu yaitu saat cabe hampir menjelang fase pematangan pada buahnya. Contoh dari pupuk susulan dapat dilihat pada jenis pupuk seperti pupuk NPK Mutiara, pupuk SP, pupuk ZA, ZK, KCI maupun KNO3.

4. Pupuk Penguat Tanaman

Tujuan dari adanya pupuk ini adalah agar tanaman yang ditanam dapat lebih kuat dari serangan-serangan hama penyakit dan juga dari cekaman lingkungan yang biasanya memiliki kondisi cuaca yang cukup panas bahkan hingga mengalami kekeringan.

Pada pupuk penguat jenisnya dapat Anda lihat pada pupuk Calsium yang memiliki fungsi agar tanaman tersebut tidak rontok dan tidak busuk buahnya. Jenis lain dari pupuk penguat tanaman ialah pupuk silika yang berfungsi agar daun-daun pada tanaman memiliki tekstur yang lebih tebal.

5. Pupuk Peningkat Kualitas

Dari judulnya tentu sudah cukup jelas jika pupuk ini memiliki fungsi agar tanaman dapat meningkatkan kualitas agar rasa, ukuran dan daya simpannya lebih bagus dan seragam.Jenis pupuk ini biasanya adalah Pupuk Zk dan pupuk KNO3.

6. Pupuk Penurun pH

Pada dunia pertanian selain memiliki jenis pupuk yang dapat meningkatkan pH pada tanah, pupuk jenis lain juga memiliki varian yang dapat menurunkan pH pada tanah yang biasanya kandungan pHnya sangat tinggi.

Jenis pupuk ini biasanya digunakan pada tanaman cabe agar memiliki kondisi asam pada tanah yang sesuai yaitu 5,5 hingga 6,5. Contoh pupuknya ialah pupuk Dolmit yang memiliki kandungan Mg dan Ca yang cukup tinggi.

7. Pupuk Mikro

Pupuk jenis ini ialah pupuk yang memiliki komposisi dari zat unsur hara mikro yaitu Mangan, zincum, besi dan juga molibdenum.Jenis dari pupuk ini dapat Anda temukan seperti pupuk Vitaflora.

8. Pupuk Daun

Jenis pupuk terakhir yang dapat Anda gunakan adalah pupuk daun yang dapat Anda berikan pada daun cabe dengan caramenyemprotkannya. Memiliki jenis yang cukup bervariasi, contoh yang paling umum adalah pupuk gandasil yang dapat diberikan pada saat tahap khusus fase vegentatif.

Wajib baca: Panduan Cara Budidaya Cabai untuk Pemula, Lengkap!

Berapa Dosis Pemupukan pada Tanaman Cabe?

Cabe Berbuah Lebat
Cabe Berbuah Lebat

Setelah mengetahui jenis-jenis pupuk yang dapat Anda gunakan untuk tanaman cabe tentunya hal ini baru dapat Anda gunakan setelah Anda mengetahui bagaimana cara memberikan dosis yang pas pada tanaman cabe agar mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Berikut adalah cara memberikan dosis pemupukan pada cabe dengan metode sistem kocor.

Dosis pupuk yang akan diberikan pada tanaman cabe biasanya disesuaikan dengan tingkat kesuburan pada tanah. Hal ini tentunya menjadi poin utama karena salah-salah Anda malah mendapat kerugian, karena ternyata komposisi pupuk yang dibutuhkan oleh tanah adalah yang dapat meningkatkan pH bukan pupuk yang dapat menurunkan pH tanah.

Contoh lain misalnya saja saat Anda akan memberikan pupuk  NPK Mutiara dengan dosis 1 gram untuk setiap satu tanaman cabe. Cara pembuatan pupuk kocor pun terbilang begitu mudah, yaitu hanya dengan mencampurkan 1 gram pupuk NPK Mutiara pada 1 gelas air  kemudian diaduk rata.

Setelah proses pelarutan Anda dapat mengkocorkannya atau mengalirkan pupuk ini pada setiap batang-batang pohon cabe. Untuk setiap kocoran pupuk ini Anda dapat menyiramkannya dengan jarak 5-10cm dari setiap pangkal batang tanaman.

Hal lain yang perlu diingat dan diperhatikan saat melakukan pemupukan dengan metode pengocoran ialah dengan memperhatikan aliran pupuk tersebut agar jangan sampai mengenai batang dari tanaman cabe. Penggunaan sistem kocor pada proses pemupukan ini dapat Anda lakukan dengan jangka waktu satu minggu sekali.

Hal ini tentu dapat disesuaikan dengan kondisi tanah pada tanaman yang Anda tanam menjadi 2 kali seminggu jika memang diperlukan karena kondisi tanah yang kurang subur.

Dengan rutin mengkocor tanaman-tanaman cabe dengan cara tersebut Anda akan dapat menghasilkan jenis tanaman cabe yang panennya bagus dengan buah yang lebat dan tidak mudah terserang oleh hama penyakit sehingga Anda dapat memanen tanaman cabe dengan hasil yang memuaskan.

Menjadi petani cabe tentu menjadi pilihan yang cukup menggiurkan bukan? Terlebih harga cabe dari tahun ke tahun yang selalu mengalami kenaikan.

****

Setelah mengetahui jenis-jenis dari pupuk yang dapat digunakan pada cabe dan bagaimana cara memberikan dosis pemupukan cabe yang benar, tentunya Anda sudah tidak sabar untuk segera mengaplikasikannya pada tanaman cabe yang Anda tanam.

Yuk, segera berikan pupuk terbaik  untuk tanaman cabe Anda dan pasti hasil panen cabe akan semakin berlimpah dan berkualitas.

Baca juga: Cara Pengendalian Antraknosa pada Cabai yang Benar

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *