Jenis dan Cara Membuat Pupuk Terbaik

Cara Membuat Pupuk – Pupuk merupakan sebuah material atau zat unsur hara tambahan yang ditambahkan kedalam media tanam agar dapat mencukupi kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Memberikan pupuk pada tanaman tentu memiliki tujuan agar tanaman mampu berproduksi dengan sempurna.

Pupuk dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk jelas berbeda dengan suplemen.

Di dalam pupuk terkandung bahan-bahan baku yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sedangkan suplemen merupakan hormon tambahan untuk tanaman yang berguna untuk membantu proses kelancaran metabolisme. Penggunaan suplemen kerap kali dilakukan oleh para petani bersamaan dengan pemberian pupuk anorganik.

Perlu diingat bahwa pemberian pupuk pada tanaman, tentu harus sesuai dengan kebutuhan dari tanaman itu sendiri.Selain itu,sangat penting bagi Anda atau para petani lainnya untuk mengetahui jenis-jenis pupuk terbaik untuk diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman. Berikut informasi mengenai jenis-jenis pupuk hingga cara membuatnya. Simak terus ya!

Cara Membuat Pupuk
Cara Membuat Pupuk

Beragam Jenis Pupuk untuk Tanaman

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, pupuk dikelompokkan menjadi beberapa jenis.Pupuk dapat dikelompokkan berdasarkan sumber bahan, bentuk fisik, hingga kandungan yang terdapat di dalamnya.Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pupuk Berdasarkan Sumber Bahannya

Pupuk berdasarkan sumber bahannya terbagi menjadi dua kelompok, yakni pupuk organik dan pupuk kimia.Pupuk organik memiliki artian terbuat dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan, sedangkan pupuk kimia merupakan jenis pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang telah dikalkulasikan kandungannya.

2. Pupuk Berdasarkan dari Bentuk Fisiknya

Pupuk berdasarkan bentuk fisiknya terbagi menjadi dua jenis, yakni pupuk padat dan juga pupuk cair. Pada pupuk padat, umumnya diperdagangkan dalam bentuk onggokan, kristal, butiran, atau remah-remahan.

Sementara itu, pada pupuk cair sudah tentu memiliki bentuk seperti sebuah konsentrat atau cairan. Berdasarkan cara penggunaanya, pupuk padat umumnya digunakan dengan cara langsung diaplikasikan ke tanah, sedangkan pupuk cair biasanya digunakan untuk pupuk daun dengan cara disemprotkan.

3. Pupuk Berdasarkan dari Kandungan

Pupuk berdasarkan kandungannya terbagi menjadi dua kelompok.Kelompok tersebut adalah jenis pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pupuk tunggal adalah jenis pupuk yang hanya memiliki satu jenis kandungan unsur hara saja di dalamnya. Berbeda dengan pupuk tunggal, pupuk majemuk berarti merupakan pupuk yang minimal memiliki 3 kandungan unsur hara di dalamnya.Pengelompokan tersebut biasanya dinamakan unsur hara mikro dan unsur hara makro.

Sehingga tidak heran apabila muncul jenis pupuk yang dinamakan pupuk mikro, yaitu pupuk yang memiliki kandungan unsur hara mirko atau micronutrients di dalamnya.

Cara Membuat Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik

Setelah mengetahui jenis-jenis pupuk, kini saatnya Anda mempelajari bagaimana caranya membuat pupuk organik dan pupuk anorganik. Nah, berikut informasinya untuk Anda:

1. Cara Membuat Pupuk Organik 

Pupuk organik merupakan semua jenis pupuk yang dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari sisa-sisa hewani dan nabati. Bahan-bahan hewani yang umumnya digunakan misalnya berupa kotoran hewan, seperti kotoran sapi hingga kotoran cacing.

Kotoran yang berasal dari hewan merupakan salah satu jenis limbah yang seringkali menjadi sebuah masalah bagi lingkungan sekitar. Meski demikian, kotoran hewan justru kaya akan manfaat jika diolah dan dijadikan sebagai pupuk.

Pupuk organik memiliki banyak sekali manfaat. Jenis pupuk organik selain terkenal akan manfaatnya yang dapat membantu pertumbuhan tanaman, juga begitu terkenal akan sifatnya yang amat ramah bagi lingkungan sekitar.

Maka tidak heran jika pupuk ini sangat jarang memunculkan efek berbahaya ketika diaplikasikan pada lahan pertanian. Pupuk organik memiliki beberapa jenis yang begitu familiar dikalangan para petani, sebut saja pupuk kompos, pupuk kandang, hingga pupuk guano dan pupuk hantu.

Pupuk organik memang sangat aman dan menguntungkan.Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mencoba menggunakannya.Nah, berikut ini adalah contoh membuat pupuk kompos yang dapat dilakukan sendiri dirumah.

Pertama, silahkan siapkan berbagai bahan yang dibutuhkan.

Bahan-bahan tersebut di antaranya adalah sayur mayur yang sudah layu atau daging yang membusuk, kertas atau kardus yang sudah tidak digunakan, rumput dan daun-daun, bumbu-bumbu dapur yang sudah tidak digunakan atau yang sudah kedaluarsa, bulu-bulu hewan yang sudah rontok atau potongan rambut, kotoran sapi atau kambing.

Sementara alat yang dibutuhkan, yaitu sarung tangan, alat untuk mengaduk, dan wadah besar sekaligus tutupnya.

a. Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Rumah Tangga

Cara Membuat Kompos dari Limbah Rumah Tangga
Cara Membuat Kompos dari Limbah Rumah Tangga

Lalu, bagaimana cara membuatnya. Yuk, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Siapkan limbah rumah tangga yang anda ingin jadikan sebagai pupuk kompos
  • Pisahkan antara sisa bahan makanan dengan sampah plastik.
  • Proses pembuatan pupuk nantinya harus ditutup rapat sehingga anda harus menyiapkan wadah dengan penutup agar pupuk kompos tidak terkontaminasi.
  • Jika wadah sudah tersedia, selanjutnya masukkan tanah tersebut ke dalam wadah secukupnya.
  • Basahi tanah tersebut dengan air.
  • Tambahkan limbah rumah tangga yang akan kita jadikan pupuk
  • Ratakan limbah organik tersebut. Usahakan agar ketebalan sampah sama dengan ketebalan tanah
  • Jika sudah rata, selanjutnya tambahkan lagi tanah ke atas permukaan limbah tersebut sehingga menutupi permukaan limbah. 
  • Selanjutnya, tutup rapat wadah selama 3 minggu. 
  • Dan pupuk siap digunakan.

b. Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Ternak

Proses Fermentasi Kotoran Kambing
Proses Fermentasi Kotoran Kambing via Youtube

Pertama silahkan siapkan bahan-bahan berupa:

  • Kotoran sapi, kerbau, kambing dan domba (2 ton / 2000kg) sekitar 2 ton atau secukupnya. 
  • Jerami yang dicacah terlebih dahulu kurang lebih 5-10 cm. (secukupnya)
  • Arang Sekam (secukupnya), Sekam yang sudah dibakar namun tidak samapi menjadi abu. lihat proses pembuatan arang sekam
  • Air (20 liter)
  • EM4 (5 sendok makan)
  • Gula pasir (5 sendok makan)
  • Bubuk gergaji atau bisa juga dengan dedaunan dan bahan-bahan organik lainnya.

Peralatan yang digunakan: 

  1. Sekop
  2. Cangkul
  3. Sarung tangan
  4. karung goni

Proses Pembuatan

  1. Langkah pertama adalah menyiapkan media yang tidak terkena sinar matahari langsung atau hujan.
  2. Berikutnya, larutkan EM4 dan gula kedalam air. Ini merupakan larutan dekomposer.
  3. Lapisan pertama – silahkan campurkan Kotoran ternak dengan arang sekam kemudian aduk hingga merata, setelah itu taburkan dekomposer atau EM4 dan gula yang sudah dilarutkan dalam air tadi secukupnya, aduk hingga merata.
  4. Lapisan kedua – Tambahkan jerami, dedak, bubuk gergaji dan bahan-bahan organik lainnya hingga merata kemudian siramkan dekomposer tadi.
  5. Hari Pertama – Tutup rapat tumpukan bahan-bahan tadi dengan rapih dengan menggunakan karung goni dan jerami. 
  6. Hari kedua – Aduk adonan tersebut hingga merata dan tutup kembali rapat-rapat.
  7. Amati terus perkembangan pupuk pada pagi dan sore hari dengan cara memasukan tangan menggunakan sarung tangan, jika tangan kamu tidak kuat menahan panas adonan maka adonan belum siap dipakai. Aduk setiap melakukan monitoring.
  8. Biasanya hari ke empat adonan sudah siap, cara mengeceknya adalah dengan memasukkan tangan kamu, jika bisa menahan panas adonan maka pupuk kompos organik siap dipakai. 

Selain kedua jenis pupuk organik tersebut, ada juga pupuk organik cair yang bisa gunakan untuk menyuburkan tanaman, untuk proses pembuatan dan informasi selengkapnya, silahkan simak pada uraian: Cara Membuat & Takaran Menggunakan Pupuk Organik Cair

Cara Membuat Pupuk Anorganik atau Pupuk Kimia

NPK Mahkota 16 16 16
NPK Mahkota 16 16 16

Jenis pupuk anorganik atau kimia ialah mereka yang secara umum terbuat dari zat-zat yang telah dikalkulasikan kandungannya.Umumnya pupuk anorganik atau pupuk kimia merupakan jenis pupuk yang diproses di sebuah pabrik industri besar.

Pupuk anorganik atau pupuk kimia memberikan nutrisi yang dapat langsung diserap oleh tanaman.Hal tersebut dikarenakan jenis pupuk anorganik memiliki sifat yang mudah larut jika dimasukan ke dalam air.

Di dalam pupuk anorganik terdapat 3 senyawa utama, yaitu Nitrogen (N), Phosfor (P), dan satu lagi yakni Kalium (K). Umumnya, nutrisi NPK yang diserap oleh tanaman mencapai angka 64%.

Penggunaan pupuk anorganik di Indonesia, setelah dihitung berhasil mencapai angka 20 kali lipat dengan perkiraan 100 juta ton pertahunnya.

Hal tersebut tentunya sebuah angka yang besar, mengingat hampir 60% penduduk di Indonesia bermata pencaharian sebagai seorang petani.

Beberapa jenis pupuk anorganik atau pupuk kimia yang sering dijumpai, misalnya pupuk kimia merek NPK Yara Mila, Pupuk Phosnka, Pupuk Urea, dan masih banyak jenis lainnya.

Meski dikenal sangat bermanfaat membuat tanaman agar lebih cepat panen, sayangnya pupuk anorganik memiliki harga yang cukup menguras kantong.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, berikut informasi mengenai cara membuat pupuk NPK yang dapat Anda lakukan sendiri dirumah.

Pertama, silahkan siapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan. Siapkan jenis pupuk tunggal yang nantinya akan dijadikan bahan baku. Jangan lupa untuk memilih pupuk yang memiliki kandungan urea, SP36, serta jenis pupuk lain yang memiliki kandungan chlorida di dalamnya.

Setiap takaran yang harus Anda siapkan kurang lebih 50 kilogram apabila Anda membutuhkan 100 kilogram pupuk NPK yang nantinya dihasilkan.

Cara membuatnya sangat mudah.

  • Pertama, campurkan masing-masing bahan yang telah disiapkan.
  • Aduk rata semua bahan hingga benar-benar tercampur merata.
  • Setelah memastikan semua bahan tercampur maka pupuk siap digunakan.

Bagaimana, sangat mudah dan cepat bukan?

***

Baik pupuk organik atau pupuk anorganik sama-sama memiliki manfaat bagi tanaman. Namun, pemakaian pupuk organik lebih dianjurkan karena sangat aman, bahkan meski pun digunakan dalam jangka waktu panjang.

Sementara itu, pupuk anorganik dikhawatirkan bisa merusak kesuburan lahan jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Jadi, mulai biasakan diri untuk memanfaatkan pupuk organik yang sudah terbukti aman ya!

Baca juga: Jenis dan Manfaat Pupuk organik Nasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *