Pupuk Gandasil Buah: Kandungan Nutrisi, Manfaat dan Cara Membuatnya

Gandasil buah atau gandasil B adalah jenis pupuk foliar yang juga termasuk kedalam jenis pupuk NPK majemuk dengan fungsi utamanya sebagai perangsang pertumbuhan pada tanaman hias maupun tanaman buah-buahan.

Banyak kalangan pakar nutrisi yang merekomendasikan untuk menggunakan jenis pupuk Gandasil B dalam proses pemupukan. Lalu, sudahkah Anda ketahui apa saja kandungan-kandungan yang terdapat di dalam pupuk Gandasil B? Bagaimana cara penggunaannya?

Apa saja manfaat yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan pupuk Gandasil B? Untuk menjawab pertanyaan itu semua, silahkan simak penjelasan berikut!

Pupuk Gandasil Buah
Pupuk Gandasil Buah

Aneka Kandungan Nutrisi Gandasil B

Pupuk gandasil buah ialah jenis pupuk yang memiliki bentuk tekstur seperti sebuah kristal dengan warna pink atau putih yang umumnya tersebar luas di pasaran.

Jenis pupuk Gandasil memiliki kadar kelarutan dalam air yang cukup tinggi, sehingga apabila diaplikasikan pada tanaman dengan cara disiramkan akan lebih mudah diserap dan ditranslokasikan kesemua bagian pada tanaman.

Hal ini tentu sangat mendukung adanya proses pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman agar lebih cepat tumbuh.

Gandasil B ialah jenis pupuk yang memiliki kandungan unsur hara, seperti Nitrogen yang mencapai 20%, Fosfor sebanyak 20%, Kalium sebanyak 30%, dan Magnesium 3%.

Selain empat kandungan utama tersebut, pupuk ini juga memiliki kandungan lain seperti Cobalt, Tembaga, Seng, Boron, dan juga Vitamin yang dapat menunjang pertumbuhan pada tanaman Aneurine, Lactoflavin, dan juga Nicotinamide.

Banyak penelitian menunjukkan hasil penggunaan pupuk Gandasil B yang sangat cocok diaplikasikan pada tumbuhan yang berada pada tahap atau fase generatif.

Memiliki kandungan Fosfor yang mencapai 20%, Gandasil B sangat cocok untuk menunjang adanya pembentukan dari tunas-tunas bunga.

Selain itu, kandungan Kaliumnya yang cukup tinggi juga sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan karbohidrat pada buah-buahan.

Penting adanya kandungan Kalium karena saat buah memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, maka rasa dari buah tersebut pun akan semakin manis.

Sementara itu, Magnesium merupakan sebuah zat yang dapat memberikan energi tambahan agar tumbuhan dapat membentuk bunga dan buah hingga tiga kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan pertumbuhan normalnya.

Hal ini tentu sejalan dengan adanya penamaan B pada pupuk Gandasil B yang memiliki maksud artian ‘bunga dan buah’.

Cara Penggunaan Pupuk Gandasil Buah Pada Tanaman

Gandasil B ialah jenis pupuk foliar, artinya pupuk ini dapat diberikan kepada tanaman dengan cara melarutkannya kedalam air baru kemudian disemprotkan ke bagian-bagian tertentu seperti daun dan ranting secara merata. Selain dapat digunakan sebagai pupuk foliar, Gandasil B juga dapat diaplikasikan sebagai pupuk tabur.

Jika Anda ingin menggunakannya sebagai pupuk foliar, Anda dapat mengikuti petunjuk penggunaan yang sudah tertera pada bagian luar kemasan. Biasanya, sebanyak 10-30 gram pupuk Gandasil B harus dilarutkan kedalam 10 liter air.

Namun, jika Anda ingin lebih penggunaan pupuk Gandasil B lebih hemat, maka Anda juga bisa menggunakan 10 gram saja dengan hasil yang tidak kalah efisien. Berdasarkan petunjuk yang tertera pada kemasan, Anda dianjurkan untuk melakukan penyemprotan pupuk Gandasil B dengan skema 8-10 hari sekali.

Saat akan menggunakan pupuk Gandasil B, sangat diwajibkan bagi Ana untuk menggunakan sarung tangan, kacamata, dan juga masker. Hal ini untuk berjaga-jaga mengingat pupuk Gandasil B merupakan jenis pupuk sintetis yang cukup keras.

Pupuk Gandasil B juga dapat diaplikasikan pada masa menjelang pembungaan dengan skema pengulangan sekali atau dua kali setelah mencapai periode berbunga. Aplikasi dari pupuk Gandasil B dapat Anda lakukan seminggu sebelum periode berbunga dengan menyesuaikan kondisi dari tanaman itu sendiri.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pupuk Gandasil B juga dapat digunakan sebagai pupuk tabur. Dosis penggunaan pupuk tabur Gandasil B juga memiliki anjuran yang tertera di luar kemasan.

Jika Anda biasa menggunakan pupuk NPK Mutiara dengan dosis 100 gram, maka hanya butuh setengahnya saja atau 50 gram saat Anda beralih menggunakan pupuk Gandasil B.

Frekuensi pemberian pupuk yang dianjurkan adalah 3 bulan sekali. Jika terlalu sering, dikhawatirkan justru akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman itu sendiri.

Pupuk Gandasil B adalah jenis pupuk yang tidak menyebabkan bagian daun dan batang terbakar jika mengenainya langsung, berbeda dengan NPK Mutiara yang dapat memberikan efek terbakar jika mengenai langsung pada bagian daun dan batang.

Manfaat Pupuk Gandasil Buah

Apa saja sih manfaat pupuk gandasil B ini? Berikut ini diantaranya:

  • Manfaat pupuk gandasil buah yang pertama adalah membantu proses pembentukan bunga
  • Manfaat pupuk gandasil B selanjutnya adalah dapat membantu proses pembentukan buah
  • Terakhir, manfaat yang tidak kalah luar biasa dari pupuk ini adalah dapat mempercepat pembesaran buah dan bunga.

Cara Membuat Pupuk Gandasil B

Ternyata, Anda juga bisa membuat sendiri pupuk Gandasil B dengan kualitas yang sama seperti produksi pabrikan, namun dengan harga yang lebih terjangkau tentunya.

Jika pada umumnya pupuk Gandasil B yang tersebar dipasaran memiliki bentuk kristal dan serbuk dan cara pemakaiannya harus dicairkan terlebih dahulu, maka kali ini Anda akan membuat jenis pupuk Gandasil B denganteksturyang berbeda dari biasanya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan juga cukup mudah didapatkan, seperti 3 pupuk tunggal yang memenuhi komposisi pupuk NPK. Nitrogen yang dapat diambil dari pupuk Urea atau ZA.

Fosfor yang dapat digantikan dengan produk dari pupuk TSP, SP18, atau SP36. Kalium yang dapat digantikan menggunakan pupuk KCL. Lantas, bagaimanakah cara membuat pupuk Gandasil B? Berikut langah-langkahnya:

  1. Siapkan semua jenis pupuk yang sudah dijelaskan di atas.
  2. Tentukan jenis pupuk apa saja yang akan Anda pakai dengan menyesuaikan budget anggaran.
  3. Tentukan kadar dari persentase unsur N, P, dan K yang akan Anda buat. Misalnya dengan menggunakan perbandingan komposisi 16:16:16. Pastikan perbandingannya sama rata.
  4. Setelah semua jenis pupuk dan komposisi sudah Anda tentukan, maka langkah berikutnya adalah menghitung kebutuhan dari pupuk yang akan Anda gunakan. Misalnya Anda menggunakan perbandingan dengan komposisi 16:16:16 sebanyak 50 kilogram.
  5. Hitung secara teliti persentase dari jumlah unsur N, P, K yang Anda perlukan.
  6. Konvesikan kebutuhan N, P, dan K dengan pupuk tunggal yang nantinya Anda gunakan.
  7. Setelah mengkonvensikan dengan benar, langkah selanjutnya adalah aduk rata hingga tercampur semua adonan pupuknya.

Berikut adalah contoh mempelajari konvensi perhitungan campuran bahan untuk dijadikan sebagai pupuk Gandasil B. Misalnya Anda ingin menggunakan pupuk NPK dengan perbandingan 16:16:16 sebanyak 50 kilogram serta menggunakan pupuk jenis ZA, TSP atau KCL.

Perhitungannya adalah pupuk  ZA dengan kandungan N yang mencapai 21%, Pupuk TSP dengan kandungan P atau Fofsor sebanyak 46%, dan KCL dengan kandungan K atau Kalium sebesar 45%.  Dengan perbandingan tersebut,maka pupuk yangAnda hasilkan adalah setara dengan 50 gram pupuk NPK.

Cara membuat pupuk Gandasil B sendiri sangat mudah bukan? Penggunaan Pupuk Gandasil B yang setara dengan pupuk NPK tentunya akan lebih menghemat biaya pengeluaran.

Apalagi manfaat dari pupuk Gandasil B yang sangat banyak, terutama untuk menunjang pertumbuhan bunga dan buah pada tanaman. Tentunya, tidak perlu diragukan lagi untuk menggunakan pupuk ini. Yuk, segera coba dan kreasikan di rumah Anda!

Baca juga: Kandungan dan Manfaat Pupuk Gandasil  D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *