Mengenal Fungsi & Manfaat Pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate)

Pupuk MKP – Semua petani pasti menginginkan panen yang melimpah dan berkualitas. Oleh karena itu, para petani rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Untuk meningkatkan hasil panen tanaman budidaya dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan.

Nah, pemupukan ini bertujuan untuk menambah unsur hara sehingga kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi sehingga tanaman tumbuh dan berproduksi secara maksimal.Sekarang ini telah banyak beredar pupuk yang berguna untuk menunjang pertumbuhan tanaman.Untuk Anda para petani buah dan sayur Anda perlu mengetahui pupuk yang satu ini yaitu pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate).

Jika Anda menginginkan hasil panen yang banyak dengan kualitas tinggi, Anda perlu mengetahui lebih jauh tentang pemupukan yang tepat yaitu dengan menggunakan pupuk MKP. Nah, informasi mengenai komposisi, keuntungan, fungsi, cara pemupukan, dan berapa dosis yang tepat dalam menggunakan pupuk MKP akan dijelaskan sebagai berikut. 

Manfaat dan Cara Aplikasi Pupuk MKP
Manfaat dan Cara Aplikasi Pupuk MKP

Apa Itu Pupuk MKP?

Pupuk MKP atau Mono Kalium Phosphate merupakan pupuk yang menyediakan unsur hara makro yang esensial bagi tanaman, yaitu unsur hara P (phosphate) dan K (kalium), unsur ini berguna pada saat tanaman telah memasuki masa generatif.

Jika suatu tanaman yang seharusnya telah masuk masa generatifnya, namun tanaman tersebut tidak memperlihatkan tanda-tanda berbunga atau berbuah. Nah pada keadaan seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ada solusi untuk tanaman tersebut? Ya, tentu saja ada!

Perlu Anda ketahui bahwa pada keadaan tersebut sebenarnya tanaman kelebihan unsur N (nitrogen), namun kekurangan unsur P dan K. Lalu, bagaimana solusinya?Tentunya Anda perlu melakukan pemupukan dengan pupuk yang mengandung unsur phosphate dan kalium, contohnya pupuk MKP ini karena pupuk ini bebas dari nitrogen dan ammonium.

Apa Saja Komposisi Pupuk MKP?

Terdapat 2 jenis unsur yang terkandung dari pupuk ini yaitu unsur P (phosphat) dan unsur K (kalium).Kandungan masing-masing unsur adalah 52% phosphat (P) dalam fosforus pentoksida (P2O5) dan 34% kalium (K) dalam kalium dioksida (K2O). Pupuk MKP berbentuk kristal berwarna putih dan bubuk putih.

Pupuk ini sangat mudah larut dalam air, sehingga langsung dapat tersedia dan diserap oleh tanaman.Pupuk ini sangat cocok bagi Anda petani buah-buahan dan sayuran buah seperti tomat, cabai, semangka, melon, mangga, stroberi, kelengkeng, bawang merah, jeruk, kentang, anggur, dan lain-lain.

Apa Saja Keuntungan Menggunakan Pupuk MKP?

Banyak petani yang telah menggunakan pupuk MKP dan mereka membuktikan bahwa banyak keuntungan yang didapatkan. Lalu, apa saja keuntungan menggunakan pupuk MKP?Berikut ini adalah 6 keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan pupuk Mono Kalium Phosphate:

1. Menutrisi Tanaman Secara Tepat

Tanaman yang kekurangan unsur P dan K dapat terpenuhi kebutuhannya dan tumbuh subur.Selain itu, pada tanaman yang sulit untuk berbunga dan berbuah dapat dirangsang dengan pupuk ini, sehingga memasuki masa generatif dengan semestinya.

2. Pertumbuhan Tanaman Menjadi Lebih Baik

Tidak hanya menutrisi tanaman, MKP juga untuk merangsang pertumbuhan organ-organ tanaman seperti bunga, buah dan akar.

3. Fleksibel pada Semua Jenis Sistem Pertanian

Tidak memandang bagaimana sistem pertanian yang digunakan, pupuk ini dapat diaplikasikan dengan sangat mudah tidak perlu menyesuaikan dengan sistem pertanian maupun sistem pemupukannya.

4. Tidak Ada Endapan

Setelah pupuk diaplikasikan,residu yang tertinggal pada tanah tidak ada.Karena pupuk ini sangat mudah larut jika terkena air, maka pupuk langsung meresap ke tanah dan diserap oleh tanaman.

5. Dapat Digunakan untuk Semua Jenis Tanaman

Tidak hanya untuk tanaman buah dan sayur pupuk ini juga dapat digunakan untuk tanaman pangan, palawija, hias dan perkebunan.

6. Penggunaannya Mudah

Pupuk ini dapat diberikan pada tanaman dengan cara ditabur, disemprot dan lain-lain.

Banyak bukan keuntungan yang bisa Anda dapat? Nah, selanjutnya apa saja fungsi dari masing-masing unsur yang terkandung?

Fungsi dan Peran Pupuk MKP Bagi Tanaman

Berikut ini adalah fungsi dari unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk MKP:

1. Unsur P (phosphat) 

Berfungsi untuk:

  • Memperkuat batang
  • Mempercepat pematangan buah
  • Memperbaiki kualitas tanaman
  • Perkembangan akar
  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit
  • Berperan penting dalam pembentukan albumin
  • Pembelahan sel untuk daun
  • Pembentukan buah dan biji serta pembentukan bunga
  • Membentuk nucleoprotein (sebagai penyusun RNA dan DNA)

2. Unsur K (kalium) 

Berfungsi dalam:

  • Penentuan pada ukuran, rasa, bentuk, warna dan daya simpan hasil pertanian
  • Merangsang perakaran baru untuk tumbuh
  • Penyerapan air dan unsur hara tanah
  • Memperkuat batang tanaman
  • Tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit
  • Meningkatkan kualitas buah
  • Membantu dalam pembentukan karbohidrat dan protein pada tanaman

Apakah Anda tertarik menggunakan pupuk MKP ini untuk tanaman Anda setelah melihat banyaknya fungsi yang berguna bagi tanaman.Bagi Anda yang menanam tanaman buah. pupuk Mono Kalium Phosphat ini menjadi pilihan yang cocok untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Baca juga: Manfaat dan Cara Membuat Pupuk NPK Cair di Rumah

Cara Aplikasi dan Dosis Pupuk MPK yang Tepat

Aplikasinya sangat mudah dilakukan, untuk menentukan dosis lenih baik jika Anda membaca terlebih dahulu label yang ada dalam kemasan pupuk.Karena setiap tanaman memiliki dosis yang berbeda-beda.Pupuk dapat diaplikasikan dengan cara:

1. Penyemprotan

Hal ini dapat dilakukan dengan menakar terlebih dahulu pupuk MKP sesuai dosis takaran, misalnya 2-4 gram pupuk MKP dan dilarutkan ke dalam 1 liter air bersih, kemudian aduk hingga homogen dan siap untuk disemprotkan menggunakan sprayer ke seluruh bagian tanaman.

2. Pengocoran

Dosis yang digunakan adalah 1,25 gram dalam 250 ml per tanaman. Pertama-tama larutkan 50 gram pupuk MKP ke dalam 10 liter air.Kemudian larutan tersebut siap dikocor langsung pada tanaman ke akarnya.Dosis per tanamannya adalah 250 ml.

3. Ditabur

Pupuk MKP ini bisa diaplikasikan dengan cara ditabur ke permukaan tanah di dekat perakaran tanaman. Pupuk yang diaplikasikan dengan cara ditabur sangatlah mudah dilakukan namun kurang efektif karena pupuk akan mudah untuk menguap.

4. Dibenamkan

Pupuk MKP ini juga dapat diaplikasikan dengan cara dibenamkan di dekat perakaran tanaman. Cara ini sebenarnya muncul sebagai solusi untuk mengatasi pupuk yang mudah menguap jika terkena udara luar.

—-

Dalam aplikasinya harus memperhatikan faktor-faktor yang ada seperti kapan waktu aplikasi, kondisi cuaca, berapa dosis aplikasi, tempat aplikasi dan lain-lain.Waktu aplikasi yang baik dilakukan pada sore hari saat matahari sudah tidak terik untuk menghindari penguapan.

Selain itu juga harus memperhatikan kondisi cuaca, hindari aplikasi jika cuaca tidak mendukung seperti akan hujan, karena hal tersebut akan menyebabkan pupuk tertindih dan hilang terbawa air hujan.

Pastikan juga berapa dosis aplikasi yang sesuai, karena dosis pemupukan untuk masing-masing tanaman berbeda-beda begitu pula dengan cara aplikasinya sesuaikan dengan tanaman yang ada dan kondisi sistem pertanian Anda. Dosis yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Namun jika dosis yang diberikan berlebihan atau pun kurang malah akan menghambat pertumbuhan tanaman.

***

Demikian itu sekilas penjelasan mengenai pupuk MKP, semoga bermanfaat bagi Anda yang  ingin mencoba menggunakannya untuk tanaman Anda. Pastikan bahwa Anda memilih pupuk yang tepat dan memilih cara serta dosis yang tepat. Dengan demikian, maka tanaman Anda akan tumbuh subur dan hasilnya maksimal.

Semoga bermanfaat. Baca juga: Aneka Fungsi dan Manfaat Pupuk Biotogrow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *