FUngsi & Manfaat POC Fertifort untuk Tanaman, Bunga, Buah, Sayur, Tanah Dll

Fertifort – Pupuk organik merupakan salah satu jenis pupuk yang terbuat dari berbagai bahan alami seperti produk sampingan hewan ternak, mikroorganisme, kompos atau tanaman yang sudah membusuk, dan berbagai limbah alami lainnya.

Ada berbagai jenis pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk organik cair atau POC, dan lain sebagainya. Berbagai pupuk organik tersebut juga dapat Anda buat sendiri karena bahan yang diperlukan banyak tersedia dan cara pembuatannya pun cukup mudah.

Meskipun demikian, bagi Anda yang tidak mau bersusah-susah membuat pupuk organik sendiri, Anda juga dapat membeli pupuk organik kemasan yang sudah banyak tersedia di pasaran.

POC Fertifort
POC Fertifort via Shopee

Salah satu contohnya ialah pupuk organik cair (POC) Fertifort. POC Fertifort merupakan pupuk organik yang berbentuk cair dan sudah diproduksi sejak tahun 1989, serta telah mendapat ijin dari Departemen Pertanian pada tahun 1999.

Pupuk jenis ini memiliki kandungan unsur hara yang sangat lengkap dengan kualitas yang tinggi. Selain itu, Fertifort juga sangat berperan bagi tanah atau lahan dan tanaman serta cukup aman digunakan karena terbuat dari berbagai tanaman dan produk sampingan hewan, konsentrat ikan laut, serta dibuat dengan menggunakan proses bioteknologi tinggi. Terdapat dua jenis POC Fertifort, yaitu Fertifort merah dan Fertifort kuning.

Lalu, apa saja kandungan yang terdapat dalam Fertifort, bagaimana cara pengaplikasiannya, dan apa sajakah manfaatnya? Anda dapat menyimak pembahasannya di bawah ini:

Fungsi dan Kandungan POC Fertifort

Selain merupakan produk pupuk yang berkualitas, pupuk Fertifort juga termasuk jenis pupuk yang multifungsi. Adapun beberapa fungsi atau kegunaan dari pupuk tersebut ialah sebagai penyubur tanaman, penyubur lahan, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap berbagai hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman seperti busuk akar, akar gada, nematode, fusarium, CVPD, phytium, phytophthora, dan lain sebagainya.

Di samping itu, pupuk ini juga memiliki bermacam-macam kandungan yang sangat dibutuhkan tanaman, antara lain:

  • Hormon pertumbuhan alami atau ZPT berupa Sitokinin, gibberelin, dan Auxin.
  • Protein yang berasal dari tanaman, hewan dan ikan, serta dilengkapi dengan 17 macam asam amino.
  • Vitamin, enzim, dan beberapa jenis unsur bioaktif.
  • Mengandung berbagai unsur hara baik makro maupun mikro dan Trace Elements (t.e).
  • Microbial Growth Stimulant
  • Chlorophyil Stimulant
  • Asam Humik dan asam Fulvik
  • Chitin

Manfaat Penggunaan POC Fertifort

Dengan berbagai kandungan seimbang yang dimiliki pupuk Fertifort, tentu Anda dapat mendapat berbagai manfaat dengan mengaplikasikan pupuk tersebut.Apa saja keuntungan yang dapat Anda dapatkan? Si bawah ini adalah beberapa manfaat yang akan Anda peroleh dari pemberian pupuk Fertifort pada tanaman, diantaranya:

  1. Membantu proses pertumbuhan dan pembentukan akar, tunas, bunga, buah, dan klorofil pada tanaman.
  2. Meningkatkan kuantitas produksi tanaman baik dari segi jumlah maupun ukuran hasil panen.
  3. Selain meningkatkan kuantitas, pupuk ini juga meningkatkan kualitas hasil panen seperti memaksimalkan kandungan nutrisi, rasa, dan daya simpan hasil panen.
  4. Menjadikan daun tanaman tampak lebih hijau, mengkilap, tebal, dan memperkuat daun serta batang tanaman sehingga tidak mudah roboh.
  5. Mempercepat proses pembungaan dan pembuahan secara bersamaan atau serempak sehingga hasil panen dapat matang secara serempak.
  6. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri pantogen dalam tanah.
  7. Di samping itu, Fertifort juga memaksimalkan pertumbuhan dan aktivitas mikroba dan enzim yang bermanfaat bagi tanaman.
  8. Membantu proses transformasi berbagai nutrisi yang tidak dapat diserap tanaman atau insoluble agar dapat tersedia, sehingga kandungan nutrisi dan kesuburan dalam tanah mengalami peningkatan.
  9. Menghemat penggunaan pupuk kimia NPK sehingga jauh lebih efisien dan aman bagi lahan dan tanaman.
  10. Bermanfaat dalam proses perlakuan benih seperti meningkatkan daya kecambah hingga 100%, menumbuhkan benih secara serempak, melindungi dan mengendalikan penyakit tular biji atau benih, dan mencegah penyakit rebah semai atau rebah kecambah.
  11. Dan yang terakhir, pupuk jenis ini dapat berfungsi pada proses perbaikan dan pemulihan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Selain itu, POC Fertifort juga memiliki keunggulan seperti dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman baik palawija, tanaman buah, tanaman keras, maupun jamur.Pupuk ini juga sangat mudah diserap oleh tanaman karena menggunakan sistem folier, yaitu dengan menyemprotkan pupuk pada bagian stomata atau mulut daun.

Baca juga: Aneka Fungsi dan Manfaat Pupuk Biotogrow

Cara Pengaplikasian Pupuk Fertifort

Sebelum Anda memberikan pupuk Fertifort pada tanaman, maka Anda harus terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara pengaplikasian dan dosis yang digunakan dalam proses pemupukan tersebut. Nah, di bawah ini merupakan cara dan takaran yang dapat dijadikan sebagai acuan pemupukan Fertifort pada tanaman.

1. Pada proses perlakuan benih

  • Pada lahan persemaian, Anda dapat menggunakan sebanyak 2-4 ml pupuk untuk dilarutkan kedalam 1 liter air, atau setara dengan 3-5 tutup/tangki semprot. Kemudian, kocorkan pada lahan pertanian pada saat 2-3 hari sebelum masa semai atau tebar.
  • Pada tanaman persemaian, semprotkan setiap 7 hari sekali dengan takaran yang sama seperti sebelumnya namun pengaplikasian dilakukan dengan cara menyemprotkannya pada tanaman semai.
  • Pada benih, Anda dapat melakukan perendaman benih kecil seperti sayuran selama 30-60 menit, benih besar seperti jagung selama 60-180 menit, benih bawang merah dan putih selama 20-30 menit, serta padi selama 12-24 jam. Adapun pada perendaman biji kecil dilakukan dapat menggunakan kain yang halus dan basah untuk mempermudah pengangkatan benih. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pengeringan oleh angin agar penebaran dapat lebih mudah dilakukan.

2. Persiapan Lahan Sebelum Tanam

Saat persiapan lahan sebelum tanam, Anda dapat mengaplikasikan pupuk sebanyak 3-5 ml/liter air atau setara dengan 4-7 tutup botol/tangki semprot, setelah itu dikocorkan pada lahan 2-3 hari sebelum masa tanam.

3. Pemeliharaan Tanaman

Untuk memelihara berbagai tanaman seperti sayuran, palawija, semangka, labu, tembakau, dan tanaman hias, semprot dan kocorkan setiap 7-10 hari sekali, dengan dosis sebanyak 2-4 ml/liter air atau 3-5 tutup botol/tangki semprot.

4. Untuk Tanaman Tahunan

Sedangkan untuk tanaman bibit seperti tanaman tahunan, tanaman pot, dan buah-buahan Anda dapat mengaplikasikannya dengan dosis yang sama pada proses pemeliharaan sayuran. Adapun waktu pemupukan dilakukan setiap 7-14 hari sekali.

5. Tanaman Buah di Bawah 2 Tahun

Pada saat tanaman buah dan tahunan berusia dibawah 2 tahun, berikan dengan takaran 3-5 ml/liter air atau 40-7 tutup/tangki, kemudian semprotkan setiap 14-30 hari sekali.

6. Tanaman Buah di Atas 2 Tahun

Dan untuk tanaman buah tahunan yang berusia 2 tahun keatas, dapat dilakukan dengan mengocorkan larutan pupuk dengan takaran 8-10 ml/liter atau 10-12 tutup botol/tangki. Selanjutnya, lakukan pengocoran dengan dosis 5-10 liter larutan pada setiap pohon. Selain itu dapat juga dilakukan dengan mengocorkan 4-6 tutup botol pupuk secara langsung pada tanaman tanpa menggunakan air setiap 30 hari sekali.

7. Pada Jamur

Pada jamur tiram dan jamur merang, pupuk Fertifort disemprotkan setiap 4-7 hari sekali dengan takaran larutan sebanyak 2-4 ml/liter air atau setara dengan 3-5 tutup botol/tangki semprot.

****

Nah, itulah pembahasan mengenai berbagai kandungan, manfaat, dan cara penggunaan POC Fertifort pada tanaman budidaya. Karena merupakan jenis pupuk organik, penggunaan Fertifort tentu jauh lebih aman untuk tanah dan tanaman Anda. Selain itu, pupuk ini juga dapat diaplikasikan bersamaan dengan pemberian pupuk NPK dan pestisida.

Baca juga: Mengenal Fungsi & Manfaat Pupuk MKP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *