Dosis dan Cara Aplikasi Pupuk Ultradap yang Benar

Pupuk Ultradap merupakan pupuk Mono Amunium Phospate yang sering digunakan sebagai campuran pupuk susulan. Pupuk ini memiliki karakteristik butiran kristal. Pupuk ini mengandung unsur hara nitrogen dan phosphate.

Keunggulan Pupuk Ultradap

Pupuk Ultradap memiliki keunggulan, diantaranya:

  • Pupuk Ultradap Pak Tani mudah larut dalam air, sehingga sangat mudah diaplikasikan.
  • Dapat diaplikasikan dengan cara ditabur, disiram, atau dikocor. Dapat juga digunakan untuk sistem periodik.
  • Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan bunga.
  • Bagus untuk semua jenis tanaman, seperti tanaman sayur, buah, perkebunan, tanaman hias, dan hidroponik.
  • Mempercepat pertumbuhan akar tanaman, terutama saat pindah tanam.
Pupuk Ultradap
Pupuk Ultradap via Shopee

Aplikasi Pupuk Ultradap untuk Beragam Jenis Tanaman

Penggunaan pupuk Ultradap untuk beberapa jenis tanaman:

1. Tanaman Kentang

Tanaman kentang atau Solanum tubersum L merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam jenis tanaman umbi-umbian.

Lokasi ideal yang cocok untuk menanam kentang adalah daratan tinggi dengan ketinggian sekitar 1000 – 2000 mdpl, dengan suhu udara antara 14 – 22 derajat celcius. Tanaman kentang membutuhkan curah hujan pada masa pertumbuhan antara 1000 – 1500 mm tiap tahun.

Kondisi tanah yang baik untuk tanaman kentang adalah tanah gembur dengan kandungan unsur hara yang lengkap. Tanah yang memiliki tekstur keras dapat menghambat pertumbuhan kentang. Seperti budidaya tanaman pangan yang lain, tanaman kentang memerlukan teknik khusus agar hasil panennya melimpah dan berkualitas tinggi.

Selain pemeliharaan seperti pengolahan lahan, pembibitan, dan pengendalian hama. Tanaman kentang membutuhkan pemupukan di setiap fase pertumbuhannya. Untuk pupuk susulan, kentang membutuhkan tambahan pupuk buatan salah satunya pupuk Utradap.  Berikut cara penggunaan pupuk ultradap untuk tanaman kentang:

a.) Pemupukan dengan cara dikocor atau disiram

Dosis dan cara pemakaian

  • Larutkan 5 – 40 gram pupuk Ultradap ke dalam 1 1iter air.
  • Campurkan 3 larutan Ultradap dan 3 sendok makan pupuk CPN atau KNO3 Merah Pak Tani dengan 10 liter air. Ukuran ini dapat digunakan untuk 50 tanaman.

b.) Pemupukan dengan cara disemprot

Dosis dan cara pemakaian:

  • Larutkan 2 – 4 gram pupuk Ultradap ke dalam 1 liter air.
  • Encerkan 2 – 4 sendok makan larutan pupuk Ultradap per tangki semprot, atau larutkan 0,5 – 1 kg per 200 liter air.

2. Tanaman Semangka

Tanaman semangka atau Citrullus lanatus termasuk dalam suku Cucurbitaceae yaitu jenis tanaman rambat yang dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tanaman semangka menghasilkan buah yang memiliki rasa segar dan manis dengan kandungan air yang sangat tinggi.

Hal inilah yang menjadi alasan buah semangka banyak diminati oleh masyarakat. Semangka juga memiliki kandungan yang bermanfaat untuk tubuh.

Tanaman semangka membutuhkan tanah yang mengandung unsur hara tinggi, memiliki tekstur gembur, dan bebas dari gulma. Tanaman semangka juga membutuhkan sinar matahari langsung tanpa tanaman lain yang menaungi. Tanaman semangka dapat tumbuh pada tanah yang memiliki tingkat keasaman normal sekitar 6 – 7.

Tanaman semangka dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan kisaran 0 – 1000 mdpl. Wilayah yang kering dan tingkat penguapan rendah sangat cocok untuk tanaman semangka. Sementara untuk tingkat  kelembapan udaranya, tanaman semangka membutuhkan curah hujan rendah antara 40 – 50 mm per tahun, dan suhu sekitar 25 derajat pada siang hari.

Penggunaan pupuk Ultradap pada tanaman semangka:

a.) Pemupukan dengan cara dikocor atau disiram

Larutkan 5 – 50 gram pupuk ultradap pada 1 liter air. Cara pemakaian yaitu dengan  mencampurkan larutan Ultradap dan 3 sendok makan pupuk CPN atau KNO3 Merah Pak Tani dengan 10 liter air. Ukuran ini dapat digunakan untuk 50 tanaman.

b.) Pemupukan dengan disemprot

Larutkan 2 – 4 gram pupuk Ultradap ke dalam 1 liter air. Cara pemakaian yaitu dengan mengencerkan 2 – 4 sendok makan larutan pupuk Ultradap per tangki semprot, atau larutkan 0,5 – 1 kg per 200 liter air.

Pemupukan susulan pada tanaman semangka dilakukan saat umur 7 HST sampai menjelang pengembangan. Lakukan pemupukan 3 – 5 kali dalam seminggu.

3. Tanaman Terong

Saat ini permintaan akan terong semakin tinggi dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terong dimanfaatkan untuk bahan utama masakan, lalapan, bahkan dimanfaatkan untuk jus. Tidak heran banyak petani yang tertarik membudidayakan terong, jelas sekali karena permintaan pasar yang selalu tinggi.

Ada beberapa jenis terong, yaitu terong ungu, hijau, bulat, dan masih banyak terong lainnya. Cara menanam jenis-jenis terong ini hampir sama.

Tanaman terong dapat tumbuh di iklim daerah beriklim tropis. Curah hujan ideal yang dibutuhkan sekitar 85 – 200 mm per bulan dan harus rata. Temperatur suhu yang baik adalah 25 – 30 derajat celcius. Tanaman terong membutuhkan sinar matahari yang cukup.

Tekstur tanah yang dapat ditumbuhi tanaman terong harus gembur, jika tanaman keras lakukan pembajakan terlebih dahulu. Tanah harus mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tingkat keasaman tanah sekitar 5 – 6,5. Jenis tanah yang baik untuk tanaman terong adalah latosol, regosol, atau andosol.

Tanaman terong dapat tumbuh di dataran rendah atau dataran tinggi hingga ketinggian 1000 mdpl. Tanaman terong dapat tumbuh dengan baik jika tanah tidak digenangi air.

Penggunaan pupuk Ultradap pada tanaman TERONG:

a.) Pemupukan dengan cara dikocor atau disiram

Larutkan 5 – 20 gram pupuk ultradap pada 1 liter air. Cara pemakaian yaitu dengan mencampurkan 3 larutan Ultradap dan 3 sendok makan pupuk CPN atau KNO3 Merah Pak Tani dengan 10 liter air. Ukuran ini dapat digunakan untuk 50 tanaman.

b.) Pemupukan dengan disemprot

Larutkan 2 – 4 gram pupuk Ultradap ke dalam 1 liter air. Cara pemakaian yaitu dengan mengencerkan 2 – 4 sendok makan larutan pupuk Ultradap per tangki semprot, atau larutkan 0,5 – 1 kg per 200 liter air.

Pupuk susulan pada tanaman terong dilakukan saat tanaman berumur 7 HST sampai masa pembungaan. Dosis pupuk dinaikkan sesuai dengan umur tanaman. Lakukan pemupukan 7 – 9 kali dalam satu minggu.

4. Tanaman Mangga

Tanaman mangga atau Mangifera indicia L berasal dari perbatasan India dan Burma. Tanaman yang termasuk dalam kelompok drupa atau buah batu ini sudah lama dibudidayakan di Indonesia.

Hasil tanaman ini bahkan sudah dimanfaatkan sejak usianya masih muda. Mangga muda dimanfaatkan sebagai rujak manis atau manisan buah.

Sementara buah yang sudah matang dimanfaatkan untuk hidangan buah, jus, campuran es, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia sendiri, buah mangga memiliki banyak varietas. Dari segi bentuk, ada buah mangga bulat, lonjong, bulat telur, bulat memanjang.

Varietas yang paling terkenal, yaitu mangga arumanis, mangga golek, mangga madu, mangga manalagi, dan masih banyak lagi.

Tanaman mangga dapat tumbuh di ketinggian 300 – 500 mdpl. Tanah yang dibutuhkan oleh tanaman mangga adalah tanah bertekstur gembur dengan keasaman 5 – 6. Tanaman mangga membutuhkan masa kering sekitar 3 – 4 bulan.

Pemupukan ini dilakukan pada fase menjelang pembungaan. Lakukan pemupukan 3 kali dalam satu minggu.

Tanaman yang sejenis dengan tanaman-tanaman di atas dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan pupuk Ultradap. Kombinasi pupuk buatan membuat tanah lebih subur, hasilnya tanaman tumbuh lebih sehat, hasil panen lebih baik, dan kualitasnya meningkat.

Baca juga: Manfaat & Cara Aplikasi Pupuk Greenstar NASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *