Cara Budidaya Ikan Guppy

Budidaya ikan guppy bisa menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Ikan hias memiliki pasar tersendiri yang sangat loyal, terutama untuk mereka yang hobi mengoleksi ikan hias.

Ikan guppy yang lucu ini sebenarnya tidak sulit untuk membudidayakannya. Siapa saja bisa ternak ikan guppy, bahkan untuk mereka yang pemula dan belum memiliki pengalaman sekalipun, asalkan mau berusaha, pasti bisa budidaya ikan Guppy ini.

Termasuk membaca artikel ini, karena artikel ini kami sajikan untuk anda yang sedang mencari panduan budidaya ikan gupyy, khusus untuk pemula.

Sebelum kita kupas tuntas mengenai budidaya ikan guppy ini, ada beberapa hal yang mesti kita ketahui, mulai dari perilaku, habitat ideal ikan guppy dan lain sebagainya. Silahkan simak artikel selengkapnya berikut ini:

Perilaku dan Karakteristik Ikan Guppy

Budidaya Ikan Guppy via animalwisedcom
Budidaya Ikan Guppy via animalwised.com

Agar kita bisa budidaya ikan guppy dengan benar, ada baiknya kalau kita mengetahui bagaimana karakteristik ikan serta perilakunya. Secara umum, ikan guppy ini merupakan ikan yang tidak suka rusuh seperti ikan sebelah yang doyan berantem.

Ikan guppy ini termasuk ikan yang cinta damai dan memiliki kepribadian yang tenang. Hahaha. Memang bentul!

Mesti demikian, ikan ini memiliki pergerakan yang cukup aktif, rajin bergerak serta suka hidup berkelompok. Tidak heran kenapa penghobi ikan guppy ini suka memeliharanya, karena ikan ini sangat aktif, sehingga akan terlihat sangat cantik tentunya.

Nah, jika anda mendapati ikan ini kurang gerak, biasanya ikan guppy ini sedang sakit atau stress, mirip dengan kita juga kalau lagi galau, makan tak enak, tidur tak nyenyak.

Kalau ikan ini sudah agak loyo dan malas bergerak segera kita periksa kondisi tangki dan makanannya jika melihat perilaku tersebut.

Habitat dan Akuarium Ideal untuk Ikan Guppy

Mengetahui habitat asli ikan guppy ini sangat penting agar kita bisa menyesuaikan wadah untuk ikan guppy ini hidup. Secara alamiahnya, ikan guppy yang berasal dari Amerikan Tengah dan Amerikan Selatan ini hidup di air tawar yang punya suhu yang relatif hangat.

Jadi untuk membuat ikan ini nyaman tinggal di kolam atau aquarium yang akan kita gunakan untuk budidaya ikan guppy ini sebaiknya kita buat semirip mungkin dengan kondisi alamiahnya.

Buat kondisi aquarium mirip dengan kondisi aslinya. Berikan sirkulasi air yang baik untuk ikan ini, serta agar ikan ini bisa hidup dengan nyaman dan sehat, kita bisa menambahkan water heater untuk menjaga suhu air berada di kisaran 23-27 Celcius.

Anda bisa meletakkan water heater pada ujung tangki, dan thermometer di ujung yang berbeda. Sehingga kita bisa mengetahui berapa suhu air yang sebenarnya.

Ikan guppy ini terkenal tanggung terhadap derajat keasaman air, namun ada baiknya kalau kita kondisikan agar pH tetap ideal pada kisaran pH antara 7 sampai 7,2.

Untuk jumlah airnya sendiri, ikan guppy atau gupi ini bisa hidup pada air yang tidak terlalu banyak, kebanyakan pemelihara ikan gupi ini memelihara ikan gupi pada aquarium dengan kapasitas 10 galon air, tetapi ikan ikan juga bisa hidup naik pada aquarium kapasitas 5 liter saja, namun tentu saja lebih besar lebih baik.

Ikan Guppy yang punya nama Latin Poecilia reticulata ini sangat mudah untuk berkembang biak. Sehingga ikan yang awal mula masuk ke Indonesia pada tahun 1920 sebagai ikan aquarium ini kemudian lepas ke alam bebas dan dengan cepat berkembang biak.

Tidak heran kenapa ikan guppy ini digemari sebagai ikan hias karena warnanya yang indah serta bentuk siripnya yang memukau siapa saja yang melihatnya, terutama yang jantan, karena memang ikan guppy jantan saja yang memiliki sirip indah. Dan untuk ikan betina justru memiliki warna yang relatif kusam.

Jangan lewatkan juga: Panduan Cara Budidaya Ikan Cupang

Panduan Budidaya Ikan Guppy untuk Pemula

Oh ya sob, untuk budidaya ikan guppy ini tidak butuh peralatan canggih lho, cukup dengan peralatan sederhana kita sudah bisa ternak ikan gupi dengan hasil yang lumayan. Berikut ini selengkapnya:

1. Persiapan Wadah Budidaya Ikan Guppy

Hal pertama yang harus kita siapkan dalam budidaya ikan gupi adalah wadah budidaya. Selain itu perlengkapan lain juga dibutuhkan seperti aerator dan tanaman air.

Untuk wadah budidaya sendiri ada beberapa wadah yang kita butuhkan yaitu wadah untuk pemisahan indukan (2 wadah), tempat pemijahan (1 wadah), tempat penetasan (1 wadah), dan tempat pendederan (1 wadah).

Untuk wadahnya sendiri bisa anda gunakan akuarium, bak semen, ember plastik, bak fiber atau bak lain yang mudah anda dapatkan tapi awet dan gampang untuk kita gunakan.

Untuk ukuran wadah yang dibutuhkan sendiri disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dimasukkan kedalamnya, dan untuk ukuran ketinggian minimal wadah yang dibutuhkan adalah 30 cm, kecuali untuk pendederan diperlukan wadah yang lebih tinggi dari 50 cm.

2. Memilih Indukan yang Baik

Indukan Ikan Guppy Jantan dan Betina
Indukan Ikan Guppy Jantan dan Betina

Setelah semua wadah untuk ikan  kita sediakan, mari kita beranjak pada teknis ternak ikan guppy selanjutnya yaitu pemilihan indukan. Pemilihan indukan ikan guppy ini cukup mudah untuk dilakukan.

Dari kenampakannya saja kita bisa dengan mudah membedakan antara jantan dan betina, dimana indukan betina memiliki bentuk lebih membulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak memiliki sirip yang menjumbai.

Sementara untuk indukan ikan guppy jantan memiliki ciri-ciri mulai dari warna yang kontras dan terang, tubuhnya lebih langsing dengan sirip menjumbai. Kalau kita lihat ukurannya, pada usia yang sama atau relatif berdekatan, ukurna indukan betina lebih besar daripada jantan.

Untuk indukan yang bisa kita biakkan yaitu yang minimal sudah berusia 4 bulan. Pada usia 4 bulan ini, indukan ikan guppy sudah bisa untuk kita pijahkan. 

Perlu sama-sama kita ketahui bahwa warna, penampilan serta bentuk dari ikan guppy ini sangat ditentukan oleh faktor genetis. Sehingga agar kita bisa mendapatkan anakan yang bagus tentu kita harus memilih bibit yang unggul, serta tidak ada salahnya juga kalau kita untuk mencoba-coba menyilangkan induk guppy untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik.

3. Pemisahan indukan

Setelah kita mendapatkan indukan ikan gupi yang sesuai selera, maka kita harus memisahkan antara yang jantan dan betina. Pada kolam masing-masing.

Wadah indukan ini harus kita perhatikan dengan baik, sebaiknya anda rutin mengganti air wadah indukan ikan ini, minimal 1-3 hari sekali, ganti air sekitar sepertiga saja, tidak perlu semuanya.

Pemisahan antara indukan jantan dan betina ini tidak perlu dipuasakan seperti lele, indukan tetap diberi makan seperti biasa. Anda bisa memberikan makanan ikan gupi ini berupa daphnia atau moina sebanyak 2 hari sekali. Pemberian pakan ini bermanfaat agar indukan tetap fit ketika dalam proses pemijahan.

4. Proses Pemijahan ikan guppy

Proses Pemijahan Ikan Guppy via Youtube
Proses Pemijahan Ikan Guppy via Youtube

Memasuki tahapan pemijahan ikan gupi, silahkan siapkan wadah pemijahan ikan dengan menggunakan air bersih. Endapkan air sehari semalam. 

Untuk kedalaman air wadah pemijahan ini setidaknya sekitar 25 cm. Untuk jumlah indukan sendiri bisa anda masukkan indukan maksimal 30 ekor/100 liter air. Misal akuarium anda berukuran 1 x 0,5 meter, cukup menampung 30-40 ekor ikan guppy.

Agar ikan gupi ini merasa nyaman selama masa memijah, anda bisa menambahkan tanaman air di dalam akuarium, anda bisa menambahkan hydrilla untuk tempat ikan bercumbu.

Anda bisa melakukan pemijahan ikan gupi ini secara massal satu satu per satu. Agar lebih ekonomis dan praktis, sebaiknya anda melakukan pemijahan secara massal. Unutk jumlah indukan sendiri, anda bisa memasukkan indukan jantan dan betina dengan perbandingan 1 ekor pejantan dan 5 ekor betina. Tetapi jika anda merasa ragu apakah semua betina terbuahi, komposisinya bisa ditambah 1:2.

Untuk teknis pemijahan ikan gupi ini bisa anda lakukan dengan memasukkan indukan betina terlebih dahulu di pagi hari. Lalu masukkan juga indukan jantan pata sore hari. Proses pemijahan massal belum tentu semua ikan memijah pada hari yang sama.

Proses pemijahan bisa berlangsung selama 4 sampai tujuh hari, jadi biarkan indukan gupi ini memijah. Jika proses pemijahan berhasil maka segeralah untuk memindahkan indukan betina ke wadah penetasan.

5. Tahap Penetasan Benih

Ikan Guppy Hamil
Ikan Guppy Hamil

Setelah indukan betina di buahi, maka tahap selanjutnya adalah proses penetasan benih. Sebelum memasukkan indukan betina, siapkan terlebih dahulu bak atau akuarium tempat penetasan telur ikan gupi ini.

Isi wadah dengan air bersih plus dengan aerasi. Atur aerasi ini jangan terlalu kuat agar tidak menganggu larva ikan. Jaga kualitas air dengan rutin menukar sepertiga air setiap 1-3 hari sekali. Berikan pakan untuk induk setiap 2 hari sekali berupa daphnia atau moina.

Ikan gupi ini termasuk ikan yang mudah memijah dan menetaskan telur. Sehingga anda tidak akan kesulitan untuk menetaskan telur ini. Nantinya embrio tumbuh di dalam perut hingga siap untuk dilahirkan. Biasanya, dalam waktu 3-4 minggu, benis ikan gupi ini akan lahir. 

Bagaimana ciri-ciri ikan gupi yang hamil tersebut?

Perhatikan perut ikan gupi, anda bisa melihat ciri-ciri ikan gupi yang hamil dimana mulai tampak setelah 2 minggu sejak pemijahan. Adapun tanda kehamilan ikan gupi yaitu ada area gelap di bagian bawah anus (bercak kelahiran) dan perutnya sedikit mengembung. Jika anda tidak menemukan ciri tersebut, ambil indukan betina untuk dipijah kembali. 

Perlu diketahui bahwa indukan betina ikan guppy ini bisa menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehingga si betina bisa hamil hingga 1-3 kali dalam satu kali pembuahan. Waktu yang diperlukan dari kehamilan pertama ke kehamilan berikutnya sekitar 1-5 minggu.

Sekali indukan betina melahirkan bisa menghasilkan sekitar 30 sampai 100 anakan gupi. Segera pindahkan anakan ikan gupi ke tempat pendederan agar tidak menjadi santapan indukan yang kelaparan. 

6. Pendederan Benih Ikan Guppy

Benih Ikan Gupi
Benih Ikan Gupi via Faktualnews

Untuk wadah pendederan benih ikan guppy ini sebaiknya merupakan tempat yang terbuka dalam artian mendapatkan penyinaran sinah matahari. Kenapa? Karena sinar matahari ini akan membantu pembentukan warna yang cemerlang pada tubuh ikan guppy.

Adapun ukuran kolam atau wadah pendederan benih ikan gupi ini minimal memiliki ukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pendederan. 

Agar kolam tetap adem, anda bisa menambahkan hydrilla atau eceng gondok di dalam kolam. Jangan lupa juga untuk menambahkan aerasi pada kolam pendederan. Untuk isian ari kolam, buat minimal setinggi 40 cm. Usahakan untuk memperbaharui air setiap 3 hari sekali.

Berikan pakan berupa infusoria benih ikan ini hingga berumur 5 hari. Setelah 5 hari barulah anda bisa menggantinya dnegan artemia (udang renik) atau kutu air (daphnia dan moina) yang sudah disaring.

Jika benih ikan gupi sudah memasuki umur 20 hari, anda bisa memberikan paka berupa kutu air tanpa disaring atau cacing sutera. 

Pada umur 20 hari ini, anda sudah mulai bisa menyortir kelamin ikan gupi. Pisahkan antara ikan gupi jantan dan betina. Karena si pejantan inilah yang biasanya akan dibeli oleh penghobi ikan hias.

Untuk ikan yang betina, biasanya digunakan sebagai indukan saja. Ikan guppy bisa dikatakan dewasa dan bisa bersaing dengan kawanannya setelah berumur satu bulan.

Jadi, poin penting dalam budidaya ikan guppy adalah bagaimana agar benih yang dilahirkan berjenis kelamin jantan. Adakah cara untuk merekayasanya?

Tips Membuat Anak Ikan Gupyy Jantan Semua

Ternyata untuk mendapatkan anakan ikan guppy jantan semua ada tekniknya lho! Bagaimana caranya?

Caranya yaitu dengan memberikan hormon saat kehamilan. Hormon yang digunakan adalah hormon androgen (17a-methyltestosteron). Pemberian dilakukan pada induk ikan betina yang tengah hamil dengan cara direndam dalam larutan hormon. Waktu pemberian hormon yang tepat 2 minggu setelah pemijahan. Dosisnya 2mg/liter air, perendaman selama 24 jam. (Taufik Budhi Pramono)

Serba-serbi Ikan Gupi

Berikut ini beberapa info terkait ikan guppy yang sebaiknya anda ketahui:

Kategori Penilaian
Tingkat kesulitan Mudah
Perilaku Tenang
Warna Semua warna yang bisa kamu bayangkan
Masa hidup Hingga 2 tahun
Ukuran 1,5-6 cm
Makanan Omnivora
Famili Poeciliidae
Ukuran tangki minimum 5 galon
Set up tangki Air tawar, tanaman, dan substrat
Kompatibilitas Semua ikan berperilaku tenang

***

Bagaimana? Anda sudah tidak sabar ingin segera melakukan budidaya ikan guppy? Tunggu apalagi, segera praktekan apa yang sudah kami jabarkan di atas.

Demikianlah ulasan mengenai budidaya ikan guppy yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk anda yang ingin ternak ikan hias yang lincah ini.

Baca juga: Cara Budidaya Ikan Koi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *