Jenis Pupuk Pisang agar Panen Meningkat

Pemupukan Pisang – Tanaman pisang termasuk dalam tumbuhan terna besar yang merupakan suku Musaceae. Hampir semua jenis tanah dapat ditumbuhi tanaman pisang.

Tanaman pisang akan tetap tumbuh, bahkan di lahan yang tandus. Oleh sebab itu, tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan.

Hasil dari tanaman ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbisnis, seperti contohnya membuat olahan sale, getuk, bahkan sampai industri skala besar seperti selai, puree, atau tepung.

Tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik saat musim kemarau antara 0 – 4,5 bulan, dan curah hujan 650 – 5000 mm per tahun. Suhu ideal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman pisang sekitar 21 – 29 derajat celsius.

Tanaman pisang pada umumnya dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 mdpl, atau juga dapat tumbuh di dataran rendah yang lembap pada suhu 15 – 35 derajat celsius. Tingkat keasaman yang ideal untuk tanaman pisang sekitar 4,5 – 7,5.

Meskipun mudah dibudidayakan, pengembangan tanaman pisang tetap dilakukan dengan baik dan benar. Untuk mengimbangi permintaan pasar, tanaman pisang diharapkan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi, baik dari rasa, aroma, dan berat.Selain itu, jumlah hasil panen harus mengalami peningkatan.

Keberhasilan panen disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya pemupukan. Beberapa petani meyakini bahwa pemupukan adalah penentu utama hasil panen. Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara pemupukan pisang.

Simak juga: Panduan Cara Menanam Pisang

Cara Pemupukan Pisang
Cara Pemupukan Pisang via Youtube.com

Pupuk Pisang Terbaik

Pupuk untuk tanaman pisang agar cepat tumbuh, berbuah, dan menghasilkan buah yang berkualitas.

1. Pupuk Organik

Pupuk organik terbuat dari sumber hewani dan nabati yang berguna untuk menutrisi tanah dan tanaman.Jenis pupuk ini memiliki fungsi untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan biologis pada tanah.Pupuk organik berbentuk padat atau cair yang terbukti lebih aman terhadap lingkungan, jika dibandingkan dengan pupuk non-organik.

Jens-jenis pupuk organik:

a.) Pupuk Kandang

Jenis pupuk organik ini paling sering ditemukan dan digunakan karena mudah didapat.Pupuk kandang terbuat dari kotoran hewan ternak, seperti unggas, sapi, kambing, dan masih banyak lagi.

Pupuk kandang memiliki kandungan unsur hara makro, diantaranya phospor (P), nitrogen (N), dan kalium (K).Selain unsur hara makro, pupuk kandang juga mengandung unsur hara mikro, antara lain magnesium (Mg), belerang, kalsium (Ca), besi (Fe), natrium, molibdenum, dan tembaga.

Pupuk kandang sendiri memiliki dua jenis, yaitu:

  • Pupuk dingin adalah pupuk kandang yang sudah diurai oleh mikroorganisme melalui proses yang lambat.
  • Pupuk panas adalah pupuk kandang yang diurai oleh mikroorganisme dengan proses yang cepat.

b.) Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah pupuk organik yang diuraikan oleh dekomposer mikroorganisme berupa jamur, bakteri, atau kapang, dan makroorganisme berupa cacing tanah.Sementara, sumber pupuk kompos pada umumnya adalah tumbuhan, hewan, atau limbah organik.

Manfaat pupuk kompos:

  • Memperkuat unsur hara pada tanah yang dibutuhkan oleh tanaman.
  • Sebagai elemen yang berperan memperbaiki struktur tanah.
  • Memperbaiki pori-pori tanah.
  • Meningkatkan daya tahan dan daya serap air pada tanah.
  • Membantu mengaktifkan unsur hara yang terdapat dalam tanah.

c.) Pupuk Hijau

Bahan utama pembuatan pupuk hijau adalah tanaman, baik dari tanaman sisa panen atau tanaman yang sengaja ditanam untuk pembuatan pupuk.Tanaman yang sering digunakan untuk pupuk hijau adalah tanaman kacang-kacangan dan pakis.Pupuk hijau terbukti lebih efektif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanah.

Sebenarnya masih banyak jenis pupuk organik yang proses pembuatannya membutuhkan bantuan alat pabrik. Seperti contohnya, pupuk organik cair dan pupuk organik hayati.

2. Pupuk Urea

Pupuk urea adalah pupuk kimia yang memiliki kandungan N yang cukup tinggi, yaitu sekitar 46%. Di dalam 100 kg pupuk urea terkandung 46 kg N, 0,5% mousture, dan 1% kadar biuret. Pupuk urea memiliki sifat yang mudah larut dalam air.

Manfaat pupuk urea:

  • Membuat daun pada tanaman lebih hijau, rimbun, dan segar.
  • Membantu memudahkan proses fotosintesis.
  • Mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman.
  • Meningkatkan jumlah protein dalam tanaman.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

3. Pupuk SP-36

Pupuk SP-36 adalah pupuk tunggal dengan kandungan P yang sangat tinggi, yaitu sekitar 36%.Pupuk kimia jenis ini banyak beredar dipasaran dalam bentuk butiran, biasanya berwarna abu-abu kehitaman.

Manfaat pupuk SP-36:

  • Menyediakan sumber unsur hara P pada tanaman.
  • Memperbanyak buah pada tanaman.
  • Memperbaiki kualitas biji.
  • Merangsang pembelahan sel dan pembesaran jaringan.
  • Memperkuat batang tanaman.
  • Mempercepat pemasakan buah.

4. Pupuk KCL

Pupuk KCL merupakan pupuk tunggal yang memiliki kandungan kalium yang tinggi.Pupuk KCL atau pupuk Murriate off Potash (MOP) umumnya berbentuk butiran berwarna merah atau putih.

Pupuk ini tidak cocok digunakan untuk tanaman yang memiliki sensitivitas terhadap klorida (Cl), seperti contohnya wortel, kentang, bawang merah, atau tembakau.

Manfaat pupuk KCL:

  • Hasil panen mengalami peningkatan, baik dari jumlah maupun kualitas.
  • Batang tanaman lebih kuat.
  • Berperan dalam pembentukan protein dan karbohidrat dalam tanaman.
  • Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan akar.
  • Mencegah tanaman dari masalah kekeringan.
  • Meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit pada tanaman.
  • Mempertahankan dan menguatkan rasa asli buah.

Teknik Pemupukan Pisang

Pemberian pupuk pada tanaman pisang:

1. Pemupukan Dasar

Pupuk dasar yang bagus digunakan untuk tanaman pisang adalah jenis pupuk organik kompos atau kandang. Lakukan pemupukan 20 – 30 hari sebelum pembibitan. Caranya, taburkan pupuk dengan dosis 3 – 10 kg per lubang tanam.

Dosis pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.Jika keasaman tanah terlalu tinggi, tambahkan dolomit secukupnya pada tanah.

2. Pupuk Susulan I

Saat usia tanaman 10 – 15 HST, lakukan pemupukan susulan I. Taburkan pupuk di sekeliling tanaman dengan jarak 30 cm dari pangkal batang tanaman.

Sebelum ditaburkan, buat lubang melingkari tanaman dengan kedalaman 10 cm.Setelah pupuk ditaburkan, jangan lupa menutup kembali dengan tanah. Pemupukan fase ini membutuhkan 87,5 kg urea; 37,5 kg SP-36; dan 37,5 kg KCL. Jadi, total pupuk susulan I adalah 162,5 kg per hektar.

3. Pupuk Susulan II

Pupuk susulan II diberikan saat usia tanaman pisang 3 bulan SHT. Caranya, sama buat parit melingkar mengelilingi tanaman dengan kedalaman 10 cm. Jarak pangkal batang dengan lubang parit 60 – 70 cm.

Taburkan pupuk pada lubang parit, kemudian tutup dengan tanah. Pupuk yang dibutuhkan 131,25 kg urea; 56,25 kg SP-36; dan 56,25 kg KCL. Jadi, total pupuk yang dibutuhkan pada fase ini adalah 243,75 kg per hektar.

4. Pupuk Susulan III

Puk susulan III diberikan saat usia tanaman pisang 6 bulan SHT. Buat parit di sekeliling tanaman dengan kedalaman 10 cm, jarak pangkal batang dengan parit sekitar 60 – 70 cm. Taburkan pupuk secara merata pada parit, kemudian timbun dengan tanah. Dosis pupuk yang dibutuhkan sama dengan pupuk susulan II, yaitu 131,25 kg urea; 56,25 kg SP-36; dan 56,25 kg KCL.

***

Demikian cara pemupukan pisang menggunakan pupuk organik, urea, SP-36, dan KCL. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin budidaya pisang.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel mengenai pupuk pisang ini kepada yang lainnya ya, agar yang lain juga bisa merasakan manfaatnya.

Baca juga: Penyakit Pisang dan Cara Pengendalian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *