Cara Pemupukan Cabe Agar Panen Raya

Cara Pemupukan Cabe – Cabe adalah salah satu jenis tanaman yang masuk ke dalam jenis anggota genus Capsicum.

Di Indonesia, cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang buahnya sering dimanfaatkan untuk memberikan rasa pedas pada makanan. Sehingga tak heran jika banyak petani cabe, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak mengkonsumsi cabe.

Tanaman cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup mudah cara merawatnya. Namun tentu bukan berarti Anda menyepelekan setiap proses yang ada. Tak jarang pula banyak petani cabe yang mengalami gagal panen. Salah satu penyebab dari gagal panen tersebut ialah proses pemberian pupuk yang kurang tepat.

Pemberian pupuk pada tanaman cabe merupakan salah satu fase atau tahap yang terbilang cukup penting, mengingat cabe membutuhkan nutrisi yang harus benar-benar tepat.Tak jarang para petani yang memberikan pupuk lebih terhadap tanaman cabe, namun hasil yang didapatkan justru tanaman cabe yang mati akibat terlalu banyak zat unsur hara.

Untuk itu bagi Anda yang menginginkan tanaman cabe dengan hasil melimpah, Anda harus betul-betul mengerti bagaimana cara merawat tanaman cabe dengan benar. Nah berikut informasi mengenai bagaimana cara perawatan tanaman cabe agar mampu menghasilkan panen melimpah. Simak terus ya!

Panduan Cara Pemupukan Cabe
Panduan Cara Pemupukan Cabe

Panduan Cara Pemupukan Cabe yang Benar!

Berikut terdapat beberapa langkah-langkah cara pemupukan cabe yang dapat Anda praktekkan supaya mampu menghasilkan panen melimpah:

1. Berikan Pupuk Nitrogen Sesuai Kebutuhan

Nitrogen memang merupakan salah satu jenis unsur hara yang amat dibutuhkan oleh tanaman.namun penggunaan pupuk nitrogen dalam proses penanaman tanaman cabe hanyalah dibutuhkan untuk membantu menumbuhkan daun-daun. Artinya penggunaan pupuk nitrogen hanya diperlukan ketika awal-awal proses penanaman.

Ketika tanaman cabe Anda memasuki usia 5 sampai 6 minggu hari setelah tanam dan ketika tanaman cabe hendak berbunga, penggunaan pupuk nitrogen harus Anda kurangi secara bertahap. Pengurangan pupuk nitrogen secara langsung atau mendadak justru dapat menyebabkan tanaman terhambat proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Proses tersebut dilakukan supaya ketika tanaman cabe tengah berada dalam tahap pembungaan, tanaman lebih fokus untuk melakukan pembungaan dan juga pembuahan. Penggunaan pupuk nitrogen tanpa adanya jeda akan membuat tanaman cabe fokus pada proses pertumbuhan daun dan batang.

2. Tingkatkan Pupuk Phosfor

Setelah tanaman masuk ke tahap pembungaan, jenis pupuk yang harus Anda tingkatkan ialah jenis pupuk phosfor. Penambahan kandungan pupuk phosfor dilakukan menjadi cukup penting ketika tanaman mulai berbunga. Hal tersebut dikarenakan pupuk phosfor  mampu membantu proses pembungaan tanaman cabe supaya lebih optimal.

Selain membantu proses pembungaan, phosfor juga memiliki peran lain yang tak kalah pentingnya. Phosforakan membantu proses pembuahan tanaman cabe agar mampu menghasilkan cabe yang lebat. Hal tersebut dilakukan phosfor dengan cara mengakut air ke dalam sel-sel tanaman agar cabe menghasilkan buah cabe yang optimal.

Selain itu phosfor juga mampu membantu proses respirasi, sintesa protein, serta proses fotosintesis tanaman cabe yang juga tak kalah pentingnya.

Banyak petani cabe yang mengabaikan pemberian phosfor pada proses pemupukan susulan. Akibatnya tanaman cabeakan mengalami gejala kekurangan phosfor yang ditandai dengan ciri-ciri daun mengerut dan berukuran kecil.

3. Tambahkan Kandungan Kalium

Selain jenis asupan phosfor yang perlu ditambahkan ketika proses pemupukan, kandungan nutrisi kalium juga perlu Anda tambahkan ketika proses pertumbuhan tanaman cabe.

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan mengingat cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang membutuhkan banyak kandungan kalium.Penambahan nutrisi kalium dapat mulai Anda berikan ketika tanaman cabe mulai membesar.

Pada beberapa kasus yang sering terjadi pada tanaman cabe ketika kekurangan kandungan kalium ialah timbul daun-daun mengelinting yang seperti terbakar pada bagian tepi daunnya.

Umumnya gejala tersebut terjadi pada daun yang sudah tua terlebih dahulu baru merambat ke daun yang muda.selain gejala tersebut, gejala lain yang ditimbulkan akibat kekurangan kalium ialah proses kematangan cabe yang tidak serempak, proses pertumbuhan tanaman yang terhambat hingga hasil panen yang kurang dari kata melimpah.

4. Tambahkan ZPT

ZPT atau zat pengatur tumbuh memiliki cukup banyak variasi.ZPT mampu diproduksi secara alami oleh tumbuhan.Namun Anda juga masih dapat memberikan ZPT agar tanaman cabe mampu tumbuh lebih optimal.

Terutama untuk membantu proses pembungaan dan juga pembuahan. Salah satu jenis ZPT yang dapat Anda gunakan ketika proses pembungaan misalnya saja adalah Giberelin.

5. Beri Mikroba Penyubur

Selain membutuhkan berbagai macam nutrisi tambahan dan juga hormon, tanaman cabe juga membutuhkan jenis mikroorganisme yang mampu membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini cukup penting untuk membantu menyuburkan tanah supaya lebih subur.

Mirkoba memiliki banyak sekali jenisnya seperti Rizobium, Bacillus, Penicillium, Azotobacersp dan juga beberapa jenis lainnya.

Jenis-jenis mikroba tersebut mampu membantu proses penyuburan tanah dengan cara mengaktifkan zat-zat mineral yang ada dalam tanah. Mikroorganisme yang ada dalam tanah memiliki proses penyuburan tanah yang terbilang sangat cepat.

Cek juga: Jenis dan Dosis Pemupukan pada Cabe

6. Tambahkan Pupuk dengan MSG

Selain menggunakan jenis pupuk organik maupun pupuk anorganik, alternatif lain yang dapat diberikan pada tanaman cabe untuk memenuhi nutrisinya ialah pemberian MSG.

Banyak petani yang kurang mengetahui jika MSG mampu membantu pertumbuhan tanaman. tentunya bukan tanpa sebab karena MSG memiliki kandungan nutrisi yang juga tak kalah pentingnya.

Berikut manfaat pemberian MSG pada tanaman cabe:

  • Kandungan natrium yang terdapat dalam tanaman cabe mampu membantu menyuburkan tanah dan tanaman cabe.
  • Membantu proses pertumbuhan dan perkembangan supaya lebih cepat.
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh cabe dari serangan hama dan penyakit.
  • Membantu mencegah gejala kekerdilan pada tanaman cabe.
  • Pemberian MSG jauh lebih ramah lingkungan sehingga aman digunakan.

Lantas bagaimana cara pengaplikasian MSG pada tanaman cabe? Berikut langkah-langkahnya:

  • Larutkan 5 bungkus MSG berukuran besar ke dalam air sebanyak 10 liter
  • Aduklah secara merata kedua campuran tersebut hingga benar-benar tercampur.
  • Tuangkan cairan MSG yang telah larut kepada tanaman cabe yang berumur 20 hari setelah masa penanaman benih.
  • Penggunaan MSG dapat Anda lakukan setiap satu minggu sekali. Namun jangan lupa untuk tetap memberikan nutrisi dari pupuk lain atau ZPT untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman cabe.
  • Setelah pengaplikasian tanaman cabe menggunakan MSG, perhatikan bagaimana hasil pertumbuhannya. Apabila tanaman cabe memberikan reaksi tanaman cabe yang terlihat lebih subur, artinya pemberian msg berhasil.

*****

Nah, demikianlah pembahasan mengenai bagaimana cara memberikan pupuk dalam proses penanaman cabe agar mampu menghasilkan panen melimpah.

Jangan lupa untuk memberikan dosis pada tanaman cabe yang sesuai dengan kebutuhannya, yakni tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan.Anda dapat memilih menggunakan jenis pupuk organik atau pupuk anorganik sesuai dengan pilihan Anda.

Simak juga: Panduan Cara Budidaya Cabai untuk Pemula

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *