Panduan Cara Menanam Cabe Rawit Step by Step

Cara Menanam Cabai Rawit – Tanaman yang berasal dari keluarga terong-terongan, sejak dulu digunakan sebagai bumbu masakan. Awal mulanya cabai merupakan tanaman liar yang tumbuh di hutan, namun dengan perkembangan zaman banyak dari kita yang melakukan pembudidayaan cabai.

Cabai merupakan salah satu bumbu masakan yang gemari oleh masyarakat Indonesia serta sebagai sarana untuk menambah selera makan, karena banyak yang konsumsi membuat harga cabai sering tidak stabil.

Masalah ini membuat kami ingin mengajak anda semua yang penggemar pedasnya cabai rawit untuk membudidayakan tanaman cabai rawit dengan benar, dalam kesempatan kali ini SentraBudidaya akan menyajikan cara menanam cabai rawit sebelum itu ada baiknya kita ketahui manfaat apa saja yang dapat kita rasakan setelah mengkonsumsi cabai rawit .

Cara menanam cabai rawit
Cara menanam cabai rawit

Manfaat cabai rawit bagi tubuh

Apakah dengan mengkonsumsi cabai dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh atau cabai hanya digunakan sebagai bumbu penambah rasa pedas. Kalau diantara anda masih ada yang berfikir begitu ada baiknya untuk membaca manfaat-manfaat cabai rawit berikut ini :

1. Membantu proses pencernaan

Manfaat pertama bagi tubuh adalah membantu proses pencernaan, kami sarankan bagi anda yang mengalami gangguan pada pencernaan untuk mengkonsumsi cabai rawit dengan catatan “ TIDAK BERLEBIHAN”. Setelah anda mengkonsumsi cabai rawit Usus serta alat pencernaan akan menghasilkan Enzim lebih banyak serta menaikkan asam lambung.

2. Membantu proses penurunan berat badan

Manfaat selanjutnya adalah proses penurunan berat badan, banyak dari kita yang kurang tahu ternyata dengan mengkonsumsi cabai dapat membantu proses pembakaran lemak pada tubuh.

3. Mengobati infeksi

Bagi anda yang mengalami infeksi pada tubuh, kami sarankan untuk mengkonsumsi cabai rawit karena cabai mengandung jamur yang dapat penyembuhan infeksi pada tubuh kita.

4. Mengatasi nyeri pada sendi tulang

Manfaat berikut adalah mengatasi nyeri pada sendi tulang, karena kita ketahui bahwa cabai rawit mengandung capcaisin yang dapat meredakan nyeri pada tulang meskipun fungsi utamanya sebagai pembentuk rasa pedas pada cabai.

5. Obat kanker

Proses penyembuhan kanker dengan mengkonsumsi cabai adalah menghilangkan sel-sel kanker pada tubuh, namun proses ini tidak merusak sel asli pada tubuh.

Setelah anda pahami manfaat dari mengkonsumsi cabai rawit dengan catatan “tidak Berlebihan” karena jika berlebih bukannya memberikan manfaat malah memberikan penyakit. Sebenarnya masih banyak manfaat dari mengkonsumsi cabai, akan kami sampaikan pada artikel berikutnya karena saat ini kami sedang berfokus pada Cara Menanam Cabai Rawit.

Cara Menanam Cabai Rawit dengan benar

Kegiatan menanam cabai rawit tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena jenis tanaman yang satu ini sangat mudah terkena serang hama. Sebelum melakukan penanaman ada baiknya ada perhatikan beberapa aspek diantaranya sebagai berikut :

  • Pemakainan bibit cabai rawit yang berkualitas serta tidak terserang hama
  • Menyiapkan air yang cukup sepanjang proses penanaman
  • Melakukan penanaman sesuai dengan iklim, bertujuan agar tanaman cabai dapat berbuah secara maksimal
  • Melakukan pengolahan lahan yang sesuai dengan tanaman cabai rawit
  • Melakukan pemberantasan hama tanaman cabai rawit
  • Cara melakukan panen serta penanganan setelah panen

Diatas merupakan aspek yang perlu anda perhatikan sebelum melakukan penanaman cabai rawit, baiklah setelah anda mengerti tentang aspek diatas langsung masuk ke tahap cara menanam cabai rawit sebagai berikut :

1. Menentukan lokasi penanaman cabai rawit

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah pemilihan lokasi penanaman, karena langkah pertama ini akan mempengaruhi kesuburan tanaman serta hasil panen anda. Usahakan untuk memenuhi beberapa syarat berikut ini :

  • Tanaman cabai rawit dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 1.300 dpl. Saat anda memilih daerah dataran tinggi usahkan menanam bibit yang dapat dengan mudah adaptif terhadap dataran tinggi.
  • Tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik pada iklim yang tidak terlalu dingin serta tidak terlalu lembab. Usahakan untuk memilih iklim 25-30⁰ C karena tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik.
  • Pilih tanah yang memiliki ph berkisar 6,5-6,8 karena sangat baik bagi tanaman cabai rawit
  • Bentuk tanah datar sangat cocok untuk pembudidayaan tanam cabai rawit dengan sudut kemiringan lahan 0-10⁰
  • Tempat terbuka, tujuannya agar tanaman slalu terkena sinar matahari
  • Jika anda ingin menggunakan lahan bekas tanaman padi malah lebih baik
  • Jika didaerah anda hanya ada tanah tegalan tidak masalah asal selalu ada air untuk penyiraman.

Bagaimana?? Anda sudah menemukan lokasi cocok untuk penanaman cabai rawit, jika sudah langsung masuk ke tahap Cara Menanam Cabai rawit selanjutnya.

2. Melakukan Pengolahan Media Tanam

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah pengolahan media tanam, karena kita ketahui bahwa media tanam merupakan hal mutlak yang harus disiapkan sebelum melakukan budidaya tanaman. Sebelum kita masuk ke tahap pengolahan ada baik anda pahami jenis-jenis media tanam sebagai berikut

  • Arang > media ini berfungsi sebagai pemikat air yang tinggi, media ini sangat cocok untuk tanaman anggrek karena hidup didaerah kelembaban tinggi
  • Tanah liat> kita ketahui bahwa tanah liat termaksud tanah yang memiliki tekstur halus serta memiliki pori-pori yang sangat kecil, sehingga dapat mengikat air dalam jumlah yang banyak.
  • Vermikulit dan perlit> Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemanasan kepingan-kepingan mika dan mengandung potasium
  • Gabus (styrofoam)> Styrofoam adalah bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer styren yang bisa dijadikan sebagai pilihan media tanam

Setelah anda pahami jenis-jenis media tanam, langsung saja kita masuk ke tahap pengolahan media tanam sebagai berikut :

  • Pertama anda harus mencangkul atau membajak tanah, kegiatan ini bertujuna untuk menghilangkan bekas tanaman sebelumnya
  • Cek kondisi ph tanah, jika terlalu tinggi gunakan kapur untuk menstabikalkan tanah.
  • Selanjutnya proses pemberian pupuk, kami sarankan untuk menggunakan pumpuk kandang karena terbilang alami serta tidak merupakan ph tanah
  • Setelah proses pemupukan, anda harus tentukan berapa banyak ingin melakukan budidaya tanaman cabai karena tahap kali ini kita akan membuat bedengan agar mempermudah proses penanaman maupun panen nanti.
  • Tahap selanjutnya bungkus bedengan dengan plastik lalu buat lubang sebagai tempat peletakan bibit cabai, beri jarak 50-60 cm perlubang.
  • Diamkan bedengan tadi selama 1 sampai 2 minggu agar pupuk dapat meresap ke tanah dengan baik 

3. Pemilihan bibit cabai rawit berkualitas

pemilihan bibit cabai rawit yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu hasil panen karena jika bibit yang digunakan berkualitas buruk tentu tanaman cabai akan menghasilkan buah cabai yang buruk pula. Oleh sebab itu kami disini akan memberikan cara memilih bibit cabai rawit berkualitas sebagai berikut :

  • pilih buah yang dipetik pada cabang paling bawah, karena dapat tumbuh dengan cepat
  • selanjutnya pilih buah yang benar-benar masak
  • pilih buah yang berukuran lebih besar dari normalnya
  • buah tidak mengalami cacat maupun serangan hama

selain cara diatas kalian juga bisa membeli bibit buah cabai seperti Tanindo, Panah merah usahakan untuk membeli pada toko pertanian resmi.

4. Melakukan penyemaian bibit cabai rawit

Sebelum melakukan proses penanaman bibit cabai ada baiknya anda melakukan penyemaian, bertujuan agar saat bibit ditanam bisa langsung tumbuh tanpa harus melewati proses adaptasi. Cara melakukan penyemaian sebagai berikut:

  • Ambil bibit cabai rawit yang sudah anda beli atau buat sendiri
  • Gunakan polybag dengan diameter 5 cm
  • Gunakan pupuk kandang yang sudah disaring sehingga hanya butiran halus yang digunakan serta siapkan tanah dengan perbandingan 1:3 lalu aduk sampai rata
  • Setelah itu, anda hanya perlu menyiram media semai tadi dengan air secukupnya lalu diamkan beberapa hari
  • Setelah semua selesai, letakkan bibit cabai satu persatu kedalam polybag dan tunggu sampai tumbuh tunasnya
Cara menyemai cabai rawit
Cara menyemai cabai rawit

5. Cara menanam cabai rawit

Setelah bibit cabai rawit berumur 4 minggu atau sudah tumbuh daunnya kira kira 2 sampai 4 daun anda bisa memindahkan bibit kemedia tanaman yang sudah disiapkan sebelumnya.

Masukkan bibit cabai rawit disetiap lubang yang telah disiapkan dengan jarak 5-6 cm per lubang, lalu usahakan untuk menanam pada pagi hari untuk menghindari tanaman cepat layu. Setelah semua selesai beri pupuk kandang dan air secukupnya.

6. Melakukan perawatan cabai rawit

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah proses perawatan bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dan berbuah secara maksimal. Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan :

  • Asupan air yang cukup

Seringnya permasalahan yang muncul seperti rontok bakal buah, layu cabang, dikarenakan asupan air yang kurang itu semua karena penyiraman air yang kurang.

  • Perawatan tanaman cabai rawit

Anda bisa melakukan perawatan seperti memotong cabang dan batang tanaman yang sudah mati, memberiskan tanaman dari daun-daun yang sudah layu, memangkas tunas susulan.

  • Membersihkan tanaman dari hama

jika anda membiarkan hama berkembang akan menggangu proses pertumbuhan tanaman karena nutrisi pada tanah akan dibagi-bagi. Oleh karena itu bersihkan hama yang terdapat pada tanaman cabai rawit anda.

7. Panen

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah panen , kegiatan memetik hasil dari tanaman cabai yang telah mencukupi umur. Kegiatan panen harus dilakukan secara benar karena jika salah akan perpengaruh pada tanaman cabai selanjutnya. Berikut ini kami akan memberikan tahap-tahap panen yang benar:

  • Pertama saat melakukan panen baiknya pada siang menjelang sore
  • Selanjutnya adalah pemetikan, jangan memetik cabai dengan cara ditarik tapi yang benar dengan memutar searah jarum jam
  • Pemetikan buah cabai harus sudah tua

Baiklah sekian informasi cara menanam cabai rawit dari kami semoga bisa menambah wawasan anda mengenai bertani dengan benar. Jangan lewatkan juga: Cara Menanam Buah Naga yang Benar Agar Berbuah Optimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *