Panduan Cara Menanam Jagung Manis Organik

Budidaya Jagung Manis Organik – Zea Mays Saccharata atau yang akrab disebut jagung manis merupakan salah satu jenis makanan pokok yang bisa menggantikan beras. Selain dikonsumsi, jagung manis juga merupakan salah satu jenis tanaman yang paling banyak dibudidayakan setelah padi.

Tanaman yang mempunyai nilai jual lebih tinggi dari jagung biasa ini juga memiliki peminat yang tak pernah surut lho. Hal ini mungkin disebabkan oleh sifat jagung manis yang dapat langsung dikonsumsi tanpa harus diolah serumit jagung biasa.

Cukup direbus atau dibakar, jagung manis sudah sangat nikmat.Maka dari itu, tidak heran jika permintaan jagung manis sangat tinggi di pasaran sehingga menciptakan peluang pasar yang lumayan menggiurkan.

Untuk pembudidayaan jagung manis, kamu bisa melakukannya di berbagai iklim. Selain itu, tanaman ini juga mudah beradaptasi terhadap cuaca lingkungan apapun sehingga sangat gampang ditanam.

Di Indonesia, jagung manis dapat dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga daerah pegunungan yang memiliki ketinggian 1.800 meter diatas permukaan laut.

Bahkan di Benua yang lain, jagung manis bisa tumbuh di ketinggian hingga 3.000 meter diatas permukaan laut lho, meskipun tentunya tidak akan maksimal karena suhu tumbuh yang baik untuk tanaman ini adalah berkisar 21-27 derajat celcius dengan tingkat keasaman tanah sekitar 5-8.

Untuk budidaya jagung manis organik, kamu perlu trik-trik khusus lantaran tanaman ini sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit apabila dibandingkan dengan jagung biasa. Selain itu, budidaya tanaman ini tidak akan maksimal jika kebutuhan unsur haranya tidak tercukupi.

Selain itu, jagung manis juga sangat memerlukan unsur Nitrogen yang banyak dengan cara pemberian pupuk yang seimbang antara nitrogen, kalium dan pospat. Nah untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan mengenai cara budidaya jagung manis organik yang baik dan benar berikut ini. Check this out!

Cara Budidaya Jagung Manis Organik
Cara Budidaya Jagung Manis Organik

Tahapan Budidaya Jagung Manis Organik

Berikut ini tahapan budidaya jagung manis organik yang bisa anda jadikan panduan:

1. Persiapan dan Pengolahan Lahan Budidaya Jagung Organik

Untuk tahap pertama budidaya, persiapkan lahan. Lahan yang digunakan untuk menanam jagung manis bisa dari bekas sawah secara langsung atau juga bisa dibuat bedengan.

Persiapan Lahan untuk Jagung Manis Organik
Persiapan Lahan untuk Jagung Manis Organik

Jika menggunakan lahan yang dipakai bekas sawah, usahakan agar lahan tidak memiliki kelembaban yang tinggi atau tergenang air. Lebih baik lagi jika ada bedengan.

Bedengan itu sendiri berfungsi untuk mengatur saluran air. Buatlah bedengan dengan lebar 1 meter dengan tinggi 20-39 cm serta atur jarak antar bedengan sejauh 30 cm. Kemudian dalam satu bedengan tersebut, tanami dengan dua baris jagung manis.

Setelah lahan siap, berikan pupuk dasar untuk tanaman jagung manis dan beri campuran menggunakan kotoran ayam, sapi atau kambing dengan perbandingan 1:1. Fungsi dari pemberian kotoran ayam adalah untuk meningkat kadar nitrogen pada tanah sedangkan kotoran sapi atau kambing akan meningkatkan kadar kalium dan juga pospat.

2. Proses Penanaman Jagung Manis Organik

Untuk proses penanaman jagung manis biasanya dilakukan dengan cara ditugal atau digejik. Buatlah lubang sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 60-75 cm. Jarak tanam ini sesuai dengan jumlah ideal tanaman dan tanaman jagung akan memberikan hasil yang baik yakni dengan populasi 34.000-37.000 tanaman per hektar.

Kemudian, masukkan 2 butir benih jagung kedalam lubang tersebut. Tutup kembali lubang tersebut menggunakan tanah atau kompos dan beri pengairan agar tanah tidak kekeringan.

Pengendalian Serangan Hama dan Penyakit

Tidak berbeda dengan tanaman lain, jagung manis juga kerap diserang hama dan penyakit yang bisa menurunkan produktifitas tanaman jagung manis.

#Serangan Hama Tanaman Jagung

Beberapa hama yang sering ditemukan dalam budidaya jagung manis adalah penggerek batang jagung, ulat tongkol, belalang dan kutu daun.

1. Penggerek Batang Jagung

Penggerek batang jagung merupakan hama yang menyerang ketika fase vegetatif maupun generatif. Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh larva yang menggerek bagian tanaman untuk mendapatkan makanannya.

Hama ini bisa dikendalikan dengan mengatur rotasi tanam seperti menggunakan kedelai atau kacang tanah. Selain itu, juga bisa dengan cara memotong bunga jantan dengan menerapkan ketepatan waktu tanam.

2. Ulat Tongkol

Sementara itu, ulat tongkol adalah hama yang menyerang bagian tongkol jagung. Proses perkembangannya dimulai dari imago yang meninggalkan telur pada rambut jagung. Kemudian setelah menjadi larva akan masuk kedalam tongkol jagung.

Hama ini bisa berpindah-pindah tempat sehingga mengakibatkan kerusakan yang lebih banyak dibanding jumlah larvanya. Penanggulangan untuk hama jenis ini adalah dengan melakukan pengolahan tanah yang baik dan benar. Pengolahan tanah yang benar akan mengurangi populasi ulat tongkol setelahnya.

3. Hama Kutu Daun

Lain lagi dengan hama kutu daun yang mengeluarkan embun madu pada daun yang kemudian berubah menjadi jelaga warna hitam. Noda-noda tersebut akan mengganggu proses fotosintesis pada tanaman jagung manis.

Untuk menghindari serangan hama ini perlu dilakukan polikultur tanaman atau tumpang sari dengan tanaman lain, misal kacang tanah. Terakhir, ada hama belalang yang merupakan hama yang sangat banyak kita temui di dataran rendah terutama di padang rumput atau persawahan.

Untuk mengendalikan hama ini adalah dengan memberikan metarhizium anisopliae yakni jenis bahan biopestisida yang mampu mengendalikan hama walang mencapai 70-90%.

#Serangan Penyakit Tanaman Jagung

Selain hama, budidaya jagung manis juga tidak bisa lepas dari serangan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, virus ataupun cendawan. Beberapa penyakit yang sering menyerang diantaranya adalah bule, karat dan juga hawar daun.

1. Penyakit Bule

Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit bule adalah permukaan bergaris-garis putih atau kuning yang diikuti dengan warna coklat. Kerusakan yang ditimbulkan juga bisa menyerang bagian tongkol. Penyakit ini bisa menyerang tanaman jagung manis di sepanjang musim tanam.

Serangan yang diakibatkan penyakit bule ini bisa dibilang kerusakan besar karena bisa menyebabkan kehilangan hasil panen hingga 100%. Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan pemilihan varietas benih yang tahan penyakit, memusnahkan tanaman yang diserang dan juga rotasi tanaman.

2. Penyakit Karat

Sedangkan penyakit karat akan menimbulkan bercak-bercak bisul yang berwarna coklat sampai oranye di bagian permukaan daun bagian atas. Penyakit ini berkembang pada suhu 16-23 derajat dengan tingkat kelembaban tinggi.

Lakukan pemilihan varietas benih, menjaga sanitasi kebun dan pengaplikasian biopestisida untuk mengendalikan penyakit ini.

3. Hawar Daun

Nah, hawar daun sendiri merupakan penyakit yang menyerang daun dengan gejala munculnya bercak-bercak kecil  yang kemudian berkembang menjadi hawar berwarna coklat keabu-abuan.

Biasanya menyerang pada daun yang sudah tua dan kemudian menjalar ke bagian daun muda. Untuk mengatasinya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang benar serta penyiangan dan pengaturan jarak tanam yang baik.

Tahapan Panen Jagung Manis Organik

Tanaman jagung manis akan berbunga setelah berumur 50 hari. Lakukan pemanenan jagung muda sepuluh hari sebelum panen utama. Tanaman jagung manis akan tumbuh dua tongkol, dan petik tongkol bagian bawahnya.

Pemetikan jagung muda ini dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama bisa terpenuhi sehingga hasilnya maksimal. Selain tongkol muda, lakukan pemapasan pada 2-3 helai daun bagian bawah.

Jika tunas buah muda tumbuh kembali sebelum panen utama, petiklah sebagai panen tambahan. Untu pemanenan utama dilakukan jika jagung manis sudah berumur 65-75 hari.

Metode pemanenan ini sangat cocok untuk jenis tanaman jagung manis bertongkol satu. Dan jenis ini sudah digunakan oleh kebanyakan petani di Indonesia seperti, varietas Seleksi Dramaga-2. Ada juga jenis varietas yang memiliki 2 tongkol, dimana kedua tongkol tersebut dibiarkan tumbuh sampai panen terakhir.

****

Demikian informasi mengenai tips budidaya jagung manis organik yang bisa menambah informasi pertanian anda. Selamat mencoba dan semoga berhasil! Jangan lewatkan juga: Cara Menanam Ubi Jalar Step by Step

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *