Cara Membuat Pupuk Organik Padat dan Cair

Cara Membuat Pupuk Organik – Salah satu program kementerian pertanian saat ini ialah peningkatan hasil produksi pertanian untuk memenuhi pasar ekspor dunia. Oleh karena itu, pemerintah menggalakkan program pemupukan. Namun, sebagian besar petani di Indonesia masih menggunakan pupuk anorganik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini masih banyak petani Indonesia yang belum paham mengenai bahaya penggunaan pupuk anorganik. Padahal, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan terus menerus justru akan mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan.

Memang pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat dan produktivitasnya tinggi, namun akan menurunkan kesuburan tanah serta merusak struktur fisik tanah itu sendiri. Akibatnya, produktivitas lahan dan hasil produksi tanaman malah semakin menurun.

Untuk itu, maka Anda para petani sangat wajib mengganti pupuk anorganik dengan pupuk organik yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan.

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Pupuk organik berfungsi sebagai penyuplai unsur hara pada tanah, sehingga dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Jika Anda menginginkan hasil pertanian yang terus meningkat dan investasi lahan pertanian Anda tetap subur, maka Anda harus mengetahui lebih jauh tentang cara pumupukan yang tepat, yaitu dengan menggunakan pupuk organik.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Bokashi

Nah, apa saja jenis pupuk organik? Bagaimana cara pembuatannya dan apa saja kelebihannya? Untuk mendapatkan jawabannya, yuk simak penjelasan berikut.

 

2 Jenis Pupuk Organik Menurut Bentuk Fisiknya

Menurut bentuk fisiknya, pupuk organik dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Pupuk organik padat (POP), yaitu pupuk yang terbuat dari bahan organik dan hasil akhirnya berbentuk padat seperti butiran atau remahan (kompos).
  • Pupuk organik cair (POC), yaitu pupuk yang terbuat dari bahan organik dan hasil akhirnya berbentuk cair, misalnya urine sapi.

Penggunaan pupuk organik sangat tepat diterapkan dalam tanaman. Mengapa? Jelas saja karena dapat meningkatkan produktivitas tanah, meningkatkan kesuburan tanah, serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Selain itu, pupuk organik pun dapat mengatasi kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk anorganik di pasaran. Ya, pupuk organik memang dapat dijadikan sebagai alternatif penggunaan pupuk sehat,tepat, murah, dan bersahabat.Lalu, bagaimana cara pembuatannya? Mudah saja, berikut informasinya!

Cara Membuat Pupuk Organik

Pembuatan pupuk organik dapat dilakukan dengan beberapa cara. Nah, berikut ini adalah ulasan mengenai cara-cara terbaik dalam pembuatan pupuk organik:

1. Pupuk Organik Padat (POP)

Pupuk Organik via 8Villages
Cara Membuat Pupuk Organik Padat via 8Villages

Contoh dari POP ini yaitu pupuk kompos. Kompos adalah hasil pembusukan dari bahan organik, baik tanaman atau hewan yang dibusukkan oleh mikroorganisme.

Bahan yang dibutuhkan antara lain jerami padi 5%, kotoran sapi 80%, abu sekam 10%, bioaktivator (EM 4) 0,25%, kapur pertanian (dolomit) 2%, molase,serta air secukupnya.Sementara itu,alat-alat yang digunakan di antaranya adalahcangkul, garu, ember, gembor, terpal dan tempat pembuatan.

Setelah semua alat dan bahan disiapkan, Anda bisa langsung membuatnya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Masukkan kotoran sapi 1/3 bagian di lapisan pertama.
  • Tambahkan jerami yang telah dicacah kecil, kapur, dan abu sekam diatasnya.
  • Siram dengan molase dan bioaktivator yang telah dilarutkan dalam air.
  • Membuat ulangan seperti lapisan pertama.
  • Masukkan kotoran sapi dan larutan molase pada lapisan ketiga.
  • Tutup menggunakan terpal agar proses dekomposisi dapat berlangsung dengan baik
  • Pembalikan pupuk dilakukan 1 minggu sekali.
  • Setelah 3 bulan,kematangan kompos dapat terlihat dengan tanda seperti warnanya menjadi cokelat kehitaman, tidak berbau kotoran, teksturnya remah, serta suhunya rendah dan stabil.
  • Setelah matang, pupuk diayak untuk memisahkan bahan yang tidak diharapkan seperti batu dan lainnya.

Kompos diaplikasikan dengan cara dicampurkan atau ditebarkan pada lahan sebelum masa tanam. Guna memberi ruang dan waktu agar kandungan unsur hara dalam kompos siap diserap oleh tanaman.

Kadar hara dalam pupuk kompos tergolong lengkap.Namun,jumlah kadarnya cukup sedikit, sehingga perlu ditingkatkan dengan menambah bahan-bahan lain, seperti tepung, tulang, tepung kerabang (cangkang telur), tepung darah, urine ternak, serta menambahkan bioaktivator atau mikroba yang menguntungkan.

Nah, jenis mikroba yang dapat digunakan yaitu mikroba penambat N, pelarut P, mikoriza, dan lain-lain.

Jika Anda tidak memiliki bioaktivator dan tidak ingin repot untuk membelinya, maka Anda tidak perlu khawatir. Hal ini karena bioaktivator dapat dibuat sendiri. Selain mudah, tentunya bahan-bahan yang digunakan pun sangat mudah didapat. Lantas, bagaimana cara membuatnya? Sangat mudah. Yuk, ikuti langkah ini:

  • Sebanyak 1 buah nanas diblender,fungsinya untuk menghilangkan bau.
  • Terasi ½ kg, bekatul ½ kg, gula pasir ½ kg, dan 10 liter air bersih dimasak sampai mendidih. Lalu, biarkan hingga dingin.
  • Tambahkan susu, usus ayam, kambing, atau sapi secukupnya
  • Aduk campuran tersebut hingga merata.
  • Tutup rapat selama 1 hari.
  • Jika terdapat gelembung di permukaan cairan, maka artinya bioaktivator berhasil dan dapat digunakan dengan segera.

Bagaimana, cara pembuatan bioaktivator sangat mudah bukan? Jadi, kini Anda bisa mulai membuatnya sendiri di rumah dan tidak perlu membelinya dengan harga yang mahal. Pengeluaran untuk produksi dan pengolahan lahan pertanian pun menjadi lebih hemat.

2. Pupuk Organik Cair (POC)

Cara Membuat Pupuk Organik Cair
Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair terbuat dari bahan organik (urine sapi dan tanaman) yang didekomposisi oleh mikroorganisme. Saat ini,penggunaan urine sapi sebagai pupuk organik cair masih sangat jarang dimanfaatkan.

Padahal, urine sapi memiliki potensi yang baik untuk diolah menjadi POC karena mengandung unsur-unsur yang sangat lengkap. Baik berupa unsur makro atau unsur mikro yang sangat dibutuhkan tanaman, seperti N, P, K, Ca, Mg, S yang terikat dalam bentuk senyawa organik.

Urine sapi yang paling baik untuk diolah menjadi POC ialah urine sapi murni segar (kurang dari 24 jam) dan belum tercampur dengan cemaran lain yang ada di dalam kandang. Dalam pembuatan pupuk organik cair, dibutuhkan beberapa bahan tambahan, seperti larutan gula yang berfungsi sebagai energi dan makanan bagi bakteri pengomposisi.

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain2 L urine sapi, 5 kg akar kacang tanah, 5 kg (marenggo, bandotan, daun bambu kering), daun salam dan daun sirsak secukupnya, 30 L air kelapa, 1 kg gula pasir yang dilarutkan, molase dan bioaktivator (EM4).

Sementara itu, alat yang wajib disiapkan adalah parang, ember, pengaduk, tong/bejana/botol/dirigen tertutup untuk reaksi anaerob. Untuk proses pembuatannya, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Masukkan urine sapi segar ke dalam tong tertutup.
  • Masukkan bahan lain, akar kacang tanah yang dicacah, daun-daunan yang telah dicacah, atau air kelapa.
  • Tambahkan larutan gula, molase, dan bioaktivator.
  • Aduk dan tutup tong dengan rapat.
  • Campuran diaduk setiap 1 minggu sekali.
  • Selama 3 minggu pupuk siap dipakai, dengan terlebih dahulu disaring sampai bersih.
  • Pupuk cair yang sudah jadi ditandai dengan hilangnya bau busuk.

Pengaplikasian pupuk organik cair ini berbeda dengan pupuk organik padat. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiram atau menyemprot secara langsung ke bagian tanaman.

Usahakan langsung mengenai bagian tanaman terutama daun, karena pupuk ini masuk melalui stomata dan celah daun. Perhatikan juga waktu pengaplikasiannya, waktu yang baik adalah pagi atau sore hari saat matahari tidak terik.

Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik pada Tanaman

Setelah tahu bagaimana cara pembuatannya, pasti Anda penasaran apa saja manfaat atau keuntungan yang didapatkan dari penggunaan pupuk organik ini. Nah, inilah beberapa manfaat dan keuntungan menggunakan pupuk organik pada tanaman:

  • Memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi gembur.
  • Memperbesar daya ikat tanah terutama pada tanah dengan struktur tanah dominan pasir sehingga tanah tidak berderai.
  • Menambah daya ikat air pada tanah, sehingga tidak terjadi pelolosan air.
  • Memperbaiki drainase dalam tanah.
  • Mempertinggi daya ikat tanah terhadap unsur hara.
  • Mengandung hara yang lengkap.
  • Membantu proses pelapukan bahan mineral.
  • Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia.

****

Nah, itulah penjelasan mengenai jenis dan cara membuat pupuk organik serta berbagai kelebihan dan keuntungannya. Jika Anda ingin bertani secara berkelanjutan, maka mulailah gunakan pupuk organik.

Besar harapan pemerintah kepada para petani agar dalam pelaksanaan program pemupukan tidak hanya menggunakan pupuk anorganik, tetapi dikombinasikan dengan pupuk organik.Tentu saja, tujuannya agar produktivitas lahan tetap terjaga dan hasil produksi pertanian pun dapat semakin meningkat.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kompos Takakura

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *