Cara Membuat Pupuk Kandang Padat dan Cair

Pupuk Kandang – Berbicara mengenai pupuk ternyata saat ini masih ada yang namanya pupuk organik. Pupuk yang satu ini nyatanya juga hadir dalam berbagai jenisnya. Salah satunya tentu pupuk kandang. Pupuk ini menjadi salah satu pilihan para petani dalam membudidayakan tanamannya supaya tak perlu menggunakan bahan kimia sehingga tanaman pun mampu berbuah. Buah yang telah di hasilkan pun merupakan tanaman organik.

Pupuk kandang mempunyai sifat yang alami bahkan tidak akan merusak tanah. Kandungan unsur makro maupun  mikro yang ada di dalamnya mampu  menambah nilai kapasitas tukar kation. Bahkan pupuk yang satu ini juga bisa meningkatkan daya menahan air sekaligus memperbaiki struktur dari tanah.

Biasanya pupuk kandang ini dibuat dengan memanfaatkan berbagai kotoran hewan seperti halnya kotoran sapi, kotoran kambing, maupun kotoran domba sekalipun. Pupuk kandang menjadi salah satu pupuk padat yang mempunyai kandungan lender dan juga air.

Pupuk yang satu ini bukan hanya mampu menyediakan unsur hara yang sangat di butuhkan oleh tanaman namun kenyataannya juga mampu membuat kehidupan mikroorganisme yang ada dalam tanah semakin berkembang. Biasanya mikroorganisme ini memiliki peranan yang begitu penting ketika mengubah sisa tanaman menjadi humus atau bahkan senyawa tertentu.

Baca juga: Manfaat Pupuk Cair untuk Tanaman

Kandungan Nutrisi Pupuk Kandang

Komposisi unsur hara yang ada dalam pupuk kandang sapi ini biasanya terdiri atas campuran 0,40% N, 0,20%P2O5 dan juga 0,10%K20. Pupuk kompos dikatakan sudah siap di pergunakan jika sudah terjadi penguraian oleh mikroba.

Biasanya pupuk ini di berikan sebagai pupuk dasar dengan cara menebarkannya secara ke seluruh lahan. Berbeda lagi dengan tanaman yang ada dalam pot, maka pupuk kompos pun bisa anda berikan sekitar sepertiga dari media tanam pot anda.

Salah satu ciri dari pupuk kandang ini sebetulnya adalah memiliki warna coklat kehitaman, terlihat cukup kering bahkan juga tidak memiliki bau yang menyengat. Jika anda mempunyai peternakan sapi, kambing atau ayam, tentunya anda bisa lebih mudah membuat sendiri pupuk kompos tersebut.

Jenis Pupuk Kandang

Berikut ini beberapa jenis pupuk kandang yang biasa digunakan oleh petani kita:

Kotoran Sapi

Pupuk Kandang Kotoran Sapi via Alamtani
Pupuk Kotoran Sapi via Alamtani

Jenis pupuk kandang yang pertama adalah yang terbuat dari kotoran sapi. Kotoran sapi menjadi salah satu pilihan terbaik untuk dijadikan sebagai pupuk kandang. Kotoran sapi ini memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat atau selulosa merupakan senyawa rantai karbon yang akan mengalami proses dekomposisi lebih lanjut.

Kotoran Ayam

Pupuk Kandang Kotoran Ayam via Flowerian
Pupuk Kotoran Ayam via Flowerian

Selain kotoran sapi, kotoran ayam juga bisa menjadi pilihan untuk menyuburkan tanaman anda. Kebanyakan kotoran ayam ini digunakan oleh para petani sayuran daun karena reaksinya yang cepat, cocok dengan karakter sayuran daun yang rata-rata mempunyai siklus tanam pendek.

Bahkan, pupuk kandang dari kotoran ayam ini memiliki unsur hara N yang relatif tinggi dibanding pupuk kandang jenis lain. Terlebih lagi, unsur N dalam kotoran ayam bisa diserap tumbuhan secara langsung, sehingga relatif tidak perlu proses dekomposisi terlebih dahulu.

Cara membuat pupuk kandang dari kotoran ayam juga cukup mudah, yakni biasanya diambil dalam bentuk campuran dengan sekam padi, terutama untuk kotoran ayam pedaging (broiler). Sekam padi digunakan para peternak ayam sebagai alas kandang. Ketika kandang dibersihkan kotoran akan bercampur dengan sekam tersebut.

Kotoran ayam yang ditambah dengan sekam padi ini akan memperkaya zat hara terutama untuk unsur K. Kotoran ayam broiler juga mengandung unsur P yang lebih tinggi.

Kekurangan dari penggunaan kotoran ayam sebagai pupuk kandang adalah apabila penggunaannya secara berlebihan rentan membawa bibit penyakit terutama bakteri jenis Salmonella.

Jadi, sebaiknya petani menggunakan kotoran ayam ini secara hati-hati dan digunakan sesuai kebutuhan. Kotoran ayam juga ditakutkan mengandung obat-obatan dan hormon pada peternakan ayam akan terbawa kedalam kotoran ayam. Kontaminan ini tentunya tidak diharapkan bagi para petani sayur organik.

Kotoran Kambing

Pupuk Kandang Kotoran Kambing via Rebanas
Pupuk Kotoran Kambing via Rebanas

Anda miliki kambing yang lumayan banyak? Nah, tidak ada salahnya kalau anda memanfaatkan kotoran kambing ini menjadi pupuk kandang.

Kotoran kambing yang berbentuk bulat yang sudah bisa dimanfaatkan sebagai pupuk memiliki ciri yakni suhunya dingin, kering dan relatif sudah tidak bau.

Kalau pupuk kambing ini memiliki kelebihan yaitu kandungan unsur K lebih tinggi dibanding jenis pupuk kandang lain. Pupuk ini sangat cocok diterapkan pada paruh pemupukan kedua untuk merangsang tumbuhnya bunga dan buah.

Air kencing (urine)

Pupuk Organik Urine via Infopeternakan
Pupuk Organik Urine via Infopeternakan

Wah ternyata selain kotoran padat, kotoran berupa urine dari berbagai hewan juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk lo.

Urine hewan ternyata memiliki kadar nitrogen yang tinggi, hasil dari perombakan metabolisme protein. Selain nitrogen, urine juga mengandung sulfur dan pospat.

Misal saja urine kelinci, ternyata memiliki kandungan unsur hara N yang cukup tinggi mencapai 2,72%. Cara mengaplikasikan pada tanaman yaitu dengan mengencerkan 1 liter urine kedalam 20 liter air bersih. Kemudian campuran tersebut disemprotkan pada tanaman sebagai pupuk daun.

Cara Membuat Pupuk Kandang Padat dari Kotoran Sapi

Berbicara mengenai pupuk kandang padat pastinya pupuk ini memang di buat dari kotoran hewan dalam bentuk padat. Biasanya pupuk yang satu ini banyak di jadikan pilihan para petani untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman tersebut. Adapun cara pembuatan pupuk yang satu ini bisa anda lakukan dengan beragam langkah cara berikut ini:

  • Membuat sebuah tempat khusus dengan bentuk segiempat dengan cara menggali tanah. Ukuran dari kolam pun bisa anda sesuaikan dengan berapa banyak kotoran sapi yang di hasilkan. Jangan sampai tempatnya terlalu kecil nanti bisa membuat anda kesulitan untuk bisa mengolahnya. Anda tentunya bisa membuat ukuran sekitar 3m x 3m dengan kedalamannya sekitar 1m hingga 1,5 m.
  • Berikan penutup supaya nantinya tidak akan terkena hujan. Jangan sampai saat hujan turun air masuk dalam kolam karena tidak di beri penutup pada bagian atasnya.
  • Masukkan saja kotoran sapi yang anda siapkan ke dalam lubang kolam yang telah tersedia. Anda bisa melakukan hal ini  saat pagi hari ketika membersihkan kandang.
  • Supaya kotoran hewan ini semakin cepat mengeringnya, maka anda bsia menaburkan sedikit saja hasil pembakaran atau bisa juga di tambah dengan tanah humus hingga merata.
  • Ketika kolam telah penuh, alangkah baiknya kotoran hewan tadi di biarkan hingga kering dan terurai. Biasanya proses ini membutuhkan waktu sekitar 3 bulan lamanya.

Tentunya cara pembuatan pupuk kandang padat ini mudah sekali di lakukan. Apalagi bagi anda yang berprofesi sebagai petani akan mudah paham dengan berbagai langkah itu. Mungkin bagi anda yang belum begitu paham dengan caranya, timbul suatu pertanyaan

. Bagaimana jadinya jika kolamnya nanti penuh. Tentunya hal ini biasa anda antisipasi dengan cara membuat kolaman yang baru lagi dengan ukuran yang sama dari sebelumnya sekaligus caranya pun juga sama.

Sebagai petani pastinya anda juga ingin memiliki tanaman yang subur dengan hasil panen yang melimpah. Itulah mengapa pemberian pupuk yang tepat sangat di butuhkan oleh tanaman. Pemberian pupuk memang begitu penting bagi tanaman untuk mencukupi kebutuhan unsure hara nya.

Dengan pemenuhan unsur tersebut pastinya panen anda pun bisa semakin meningkat. Jika anda ingin memberikan pupuk organik, tentu saja anda bisa mencoba memberika pupuk kandang dalam bentuk padat pada tanaman anda.

Cara Membuat Pupuk Kandang Cair  dari Urine Sapi

Sekarang ini pupuk kandang bukan hanya hadir dalam bentuk padat saja namun ada pula yang hadir dalam bentuk cair. Berbeda halnya dengan pupuk yang padat, biasanya pupuk cair ini sengaja di buat dengan desain yang tergolong khusus. Dengan begitu air kencing kandang pun bisa mengalir pada kolam tempat penampungan cairan urine sapi yang telah ada.

Biasanya kolam yang akan anda gunakan untuk pembuatan pupuk kandang cair ini haruslah dengan bahan yang mudah kedao air. Sehingga urine sapi pun nantinya tidak bakalan meresap dalam tanah.

Sedangkan untuk ukuran kolamnya tentu bisa anda samakan dengan kolam pembuatan pupuk kandang padat. Sebaiknya anda membuat saluran yang berasal dari kandang menuju ke kolam. Saluran pun bisa anda buat dari sebuah material yang bisa kedap supaya nantinya meresap dalam tanah ketika anda alirkan.

Saat proses pembuatan pupuk cair yang berasal dari sisa peternakan ini sebaiknya anda pisahkan padatan sisa kotoran sapi yang mana ikut terbawa pada air. Pemisahan ini pun bisa anda lakukan dengan cara memasang suatu penghalang yang anda taruh pada salurannya.

Anda tentunya juga mampu memanfaatkan kawat kassa untuk pemisahannya. Cara penggunaan pupuk kandang cair ini pun bisa anda lakukan dengan cara menyemprotkan langsung pada tanamannya atau bisa juga anda lakukan dengan menyiramkannya pada tanaman.

Dengan mengetahui berbagai langkah cara pembuatan pupuk kandang dalam bentuk padat maupun cair ini tentunya bisa menginspirasi para petani untuk membuatnya sendiri di rumah. Bukan hanya mampu menghemat biaya yang anda keluarkan untuk membeli pupuk namun ternyata pupuk kandang ini juga mampu menyuburkan tanaman.

Jadi tak ada salahnya anda memberikan pupuk tersebut pada tanaman anda. Dengan penggunaan pupuk kandang ini pastinya bisa mengurangi biaya yang anda keluarkan untuk membeli pupuk kimia. Bahkan selain itu pupuk kandang ini di nilai lebih ramah pada lingkungan sebab berasal dari bahan organik yang ada di sekitar anda.

Simak juga yuk: Cara Membuat & Takaran Menggunakan Pupuk Organik Cair

Cara Aplikasi Pupuk Kandang

Dahulu orang-orang tua kita menggunakan pupuk kandang sebagai bahan utama untuk menyuburkan tanaman mereka. Dan cara ini bertahan hingga kini, meskipun memang kini banyak orang yang ‘ogah’ menggunakannya karena ribet dan agak jorok. Padahal kalau berbicara soal hasil tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pupuk kandang juga menyediakan semua unsur hara makro bagi tanaman, terutama nitrogen. Nitrogen yang terdapat dalam pupuk kandang berbentuk nitrat, suatu zat yang mudah larut dan diserap akar tanaman. Bentuk seperti ini sama dengan yang disediakan oleh pupuk kimia sintetis.

Untuk mengaplikasikan pupuk kandang di lahan kering bisa landung disebarkan di atas tanah dicampur saat pengolahan tanah, diberikan dalam larikan, atau diberikan pada lubang tanam.

Untuk anda yang menanam sayuran, anda bisa langsung memberikan pupuk kandang dalam jumlah yang besar yaitu dengan perbandingan 20-75 ton per ha. Sedangkan untuk tanaman pangan, seperti jagung dan kacang-kacangan lebih sedikit.

Memang, pemberian pupuk kandang ini tidak langsung efektif pada musim tanam pertama, tapi akan memberikan hasil yang signifikan setelah diberikan pada musim tanam kedua dan selanjutnya. Hasil penelitian Balittanah terhadap tanaman jagung menujukkan pada pemberian musim pertama hanya menambah hasil panen sebesar 6% tetapi pada musim kedua naik hingga 40%.

Berdasarkan hasil penelitian memang terbukti pupuk kandang dari unggas secara umum memberikan hasil yang lebih cepat dibanding kotoran sapi atau kambing, seperti yang sudah kami uraikan di atas.

Karena memang, nutrisi yang terdapat di dalam pupuk kandang ayam tersedia dalam bentuk yang dapat langsung diserap tanaman. Sementara pada kotoran sapi dan kambing memerlukan proses penguraian terlebih dahulu.

Untuk anda yang bercocok tanam padi, pengaplikasian pupuk kandang ini lebih sedikit dibanding lahan kering (pangan dan sayuran). Biasanya petani menggunakannya sebagai tambahan pupuk kimia dengan dosis kurang dari 2 ton per ha.

***

Bagaimana? Apa anda masih ragu untuk menggunakan pupuk kandang sebagai bahan utama penyubur tanaman anda? Wah, rugi deh kalau anda tidak memilih pupuk kandang, karena selain lebih hemat juga lebih sehat tentunya.

Artikel terkait: Jenis dan Manfaat Pupuk Organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *