Aneka Pupuk untuk Buah agar Penen Melimpah

Pupuk untuk Buah – Buah-buahan merupakan salah satu jenis makanan yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Karena, banyak vitamin terkandung di dalamnya serta mengandung nutrisi penting lainnya. Buah yang berkualitas tentu dihasilkan oleh tanaman yang berkualitas.

Agar tanaman buah semakin berkualitas dan dapat berbuah dengan maksimal, maka asupan nutrisi yang diberikan pada tanaman buah haruslah lengkap dan seimbang.

Salah satu cara yang dilakukan para petani untuk meningkatkan hasil panen tanaman buah adalah dengan pemupukan organik. Pupuk organik selalu menjadi pilihan karena memiliki berbagai kandungan yang dapat membantu menyuburkan tanaman buah. Lalu, pupuk organik apa saja yang menawarkan banyak manfaat untuk tanaman buah?

Jenis Pupuk Buah Agar Berbuah Lebat
Jenis Pupuk untuk Buah Agar Berbuah Lebat

Jenis Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanaman Buah

Berikut ini adalah beberapa jenis pupuk organik yang menawarkan banyak manfaat untuk meningkatkan kesuburan tanaman buah:

1. Pupuk Kandang

Jenis pupuk organik yang dapat Anda gunakan salah satunya adalah pupuk Kandang.Pupuk Kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran berbagai hewan seperti kotoran kambing, ayam, sapi, dan domba. Selain kotoran hewan, urin hewan juga dapat dijadikan sebagai pupuk Kandang dalam bentuk zat cair.

Karena kandungan unsur hara atau nutrisi yang ada di dalam pupuk Kandang cukup tinggi, maka banyak petani yang menggunakan pupuk jenis ini. Adapun kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tanaman buah antara lain seperti Kalium, Nitrogen, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Natrium, Besi, Belerang, dan Tembaga.

Cara yang dapat Anda lakukan untuk mengaplikasikan pupuk Kandang adalah dengan mencampurnya di dalam tanah, menebarkan di atas tanah, atau diberikan pada lubang tanam.Saat menggunakan pupuk ini, Anda tidak dapat langsung melihat hasilnya pada musim tanam pertama.

Namun, saat musim tanam kedua dan selanjutnya Anda akan melihat manfaat yang dirasakan dengan menggunakan pupuk Kandang pada tanaman buah.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan pupuk kotoran unggas biasanya memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan pupuk Kandang dari kotoran sapi dan kambing. Karena, unsur hara yang terkandung dalam kotoran unggas dapat langsung diserap tanaman, sedangkan pada kotoran sapi harus mengalami penguraian terlebih dahulu.

2. Pupuk Hijau

Selain pupuk Kandang, ada pupuk lain yang sesuai untuk diaplikasikan pada tanaman buah yaitu pupuk hijau. Pupuk hijau berasal dari sisa hasil panen, atau dari berbagai tanaman hijau.

Anda dapat menggunakannya dengan cara membenamkan pada saat pupuk masih hijau maupun saat sudah dikomposkan. Biasanya, petani menggunakan sisa panen atau tanaman yang sengaja dijadikan sebagai pupuk hijau ini.

Salah satu sumber pupuk hijau yang utama ialah didapat dari tanaman jenis legume. Hal ini karena tanaman jenis legume mengandung unsur hara yang cukup tinggi dan dapat menyediakan hara dengan lebih cepat karena mudah terdekomposisi.

Pupuk hijau dapat meningkatkan kandungan organik dan unsur hara yang terkandung di dalam tanah.Oleh sebab itu, pupuk ini mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga selanjutnya dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Selain itu, pupuk hijau juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu sangat cocok diaplikasikan pada daerah yang sulit dijangkau. Hal ini karena pupuk ini dapat dikembangkan secara in situ dan dapat mencegah erosi tanah.

Namun, penggunaannya pupuk ini secara tidak tepat justru dapat berpotensi menjadi gulma dan mendatangkan hama pada tanaman buah. Jika Anda mengaplikasikannya dengan benar, maka hasil yang Anda dapatkan pun akan sangat memuaskan.

Pengaplikasian yang dapat dilakukan saat menggunakan pupuk daun diantaranya dengan membenamkan pupuk tersebut pada lahan saat Anda mengolah tanah.

Selain itu, pupuk hijau juga dapat diaplikasikan dengan menggunakannya sebagai mulsa. Contohnya, jerami yang dijadikan mulsa pada tanaman cabe.

Hal ini bertujuan untuk mencegah kelembaban serta erosi tanah karena tanaman masih berusia muda.Pada saat mulsa telah terurai, maka mulsa dapat dijadikan sebagai hara untuk tanaman.

Hal yang perlu Anda perhatikan apabila tanaman yang Anda gunakan sebagai pupuk hijau mengandung kadar C/N yang tinggi. Sebaiknya tanaman diuraikan terlebih dahulu.Karena, tanaman ini membutuhkan waktu yang lama untuk terurai dan dapat terjadi perebutan Nitrogen jika pupuk langsung diaplikasikan pada tanah.

3. Pupuk Kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari berbagai sisa bahan alami seperti tanaman, hewan, dan limbah organik lainnya yang telah melewati proses fermentasi terlebih dahulu.

Beberapa tanaman yang dapat dijadikan pupuk kompos antara lain jerami, padi, gulma, sabut kelapa, sayuran yang sudah busuk, sisa tanaman jagung, dan lainnya.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan kotoran hewan, urin, eceng gondok, sisa makanan ternak, dan ganggang biru pun banyak dimanfaatkan sebagai sumber untuk membuat pupuk kompos.

Manfaat yang dapat diberikan pupuk kompos diantaranya memperbaiki pori-pori tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, dan meningkatkan zat hara dalam tanah termasuk tanah berpasir.

Anda dapat mengaplikasikan pupuk ini dengan cara menyebarkannya ke sekeliling tanaman. Namun, Anda harus memastikan pupuk kompos yang Anda gunakan memiliki suhu di bawah 40 derajat Celcius yang berarti bahwa pupuk tersebut sudah matang atau siap digunakan.

4. Humus

Humus ialah salah satu material organik yang dapat diperoleh dari pelapukan ranting dan daun tanaman, sudah membusuk dan selanjutnya menjadi humus kemudian menjadi tanah.Bahan utama yang dapat dijadikan humus antara lain daun, ranting, kulit kayu, limbah pertanian, endapan kotoran, sampah rumah tangga, serbuk gergaji, dan berbagai limbah padat pada perkotaan.

Humus sangat bermanfaat bagi tanaman buah karena dapat menjadi sumber makanan serta mampu membantu berperan menjaga struktur tanah.Selain itu, humus juga dapat mengikat bahan kimia beracun yang terkandung dalam tanah dan air.

5. Pupuk Organik Buatan

Selain pupuk organik yang dapat Anda buat sendiri, saat ini sudah banyak tersedia pupuk organik dalam bentuk kemasan yang diproduksi oleh berbagai perusahaan penghasil pupuk tanaman.

Pupuk organik tersebut biasa disebut dengan pupuk organik buatan. Pupuk ini dapat memudahkan Anda jika Anda tidak ingin repot membuat pupuk organik sendiri.

Manfaat yang dapat Anda peroleh dengan menggunakan pupuk ini sama dengan manfaat penggunaan pupuk alami yang Anda buat sendiri. Yaitu, meningkatkan produktivitas dan kandungan hara yang dibutuhkan tanaman, merangsang proses pertumbuhan akar dan batang, serta membantu dalam menyuburkan dan menggemburkan lahan.

Anda dapat menggunakan pupuk jenis ini dengan cara menyebarkannya ke sekeliling tanaman buah, agar kandungan unsur hara yang terdapat pada tanah meningkat serta memberi manfaat pada tanaman yang diberi pupuk organik buatan.

Simak juga: Manfaat Ajinomoto untuk Tanaman Buah

Zat yang Dibutuhkan untuk Pertumbuhan Tanaman Buah

Berikut ini adalah beberapa zat atau unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah agar tumbuh dan berkembang dengan maksimal:

1. Nitrogen (N)

Selain berfungsi dalam membantu proses pertumbuhan, Nitrogen juga dapat digunakan untuk sintesis asam amino dan protein pada tanaman buah termasuk pada bagian sel tanaman tersebut.

Jika asupan Nitrogen yang diberikan pada Nitrogen seimbang, maka nutrisi tersebut dapat membantu pertumbuhan lebar dan panjang daun, serta ukuran dan tinggi batang.

2. Fosfor (P)

Kandungan Fosfor dapat dimanfaatkan tanaman untuk mengangkut hasil metabolisme dalam tanaman buah.Selain itu, zat ini juga mampu merangsang pembuahan, pertumbuhan akar, pembentukan biji, serta memperbesar jaringan sel tanaman buah.

3. Kalium (K)

Selain itu, ada juga kandungan Kalium yang berperan dalam proses fotosintesis, pengangkutan enzim serta mineral dalam tanaman buah. Manfaat lain dari Kalium adalah dapat meningkatkan ketahanan tanaman buah terhadap berbagai hama dan penyakit.

Ada banyak jenis pupuk organik yang dapat diaplikasikan pada tanaman buah di lahan Anda. Pemakaian pupuk bertujuan agar tanaman buah Anda dapat berbuah lebih cepat dan sangat lebat. Anda dapat membuat pupuk organik sendiri, ataupun membelinya dalam bentuk kemasan.

Dengan penggunaan pupuk organik secara tepat, pastinya Anda akan segara panen buah dengan jumlah yang sangat melimpah.

Jangan lewatkan juga: Pupuk NASA untuk Buah, Rahasia Panen Melimpah

Penyebab Tanaman Lambat Berbuah

Tanaman anda lambat berbuah? Berikut ini beberapa penyebab yang mesti anda ketahui:

  1. Penyebab tanaman lambat berbuah yang pertama adalah bisa jadi karena umur tanaman belum mencapai batas umurnya.
  2. Penyebab yang kedua adalah karena penggunaan pupuk Nitrogen secara berlebihan. Pemberian pupuk B berlebihan ini akan membuat tanaman terlalu rimbun dan membuat tanaman kekurangan cahaya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada proses fotosintesis.
  3. Penyebab selanjutnya apabila jenis tanaman yang hanya dapat berbuah apabila terdapat bunga jantan yang berada di dekatnya.
  4. Tanaman bisa saja menjadi mandul ketika terjadi mutasi gen atau perpindahan keturunan.
  5. Penyebabnya yang terakhir yaitu karena bunga jantan dan bunga betina belum masak sesuai dengan waktunya sehingga menyebabkan pembuahan menjadi gugur.

Tanaman Tidak Kunjung Berbuah Meski Berbunga Lebat

Tanaman Mangga Berbunga Rimbun
Tanaman Mangga Berbunga Rimbun
Tanaman anda berbunga lebat tapi tidak menjadi buah? Kira-kira apa penyebabnya? Berikut ini diantaranya: 
  1. Penyebab pertama adalah karena kurangnya zat nitrogen yang seharusnya ada di dalam air.
  2. Kurangnya sumber air di dalam tanah.
  3. Batang bagian bawah pada bibit okulasi sangat buruk.
  4. Adanya serangga dan terkena hama serta penyakit.
  5. Iklim yang tidak bersahabat yaitu hujan yang terlalu deras, angin yang begitu kencang, dan kemarau yang berkepanjangan.
  6. Terakhir adalah biasanya karena anda menyemprotkan pupuk daun dengan waktu yang kurang tepat.

Proses Pemberian Hormon

Selain memberikan pupuk, pemberian hormon juga penting untuk mempercepar proses pembuahan. Pupuk dan hormon tentu saja berbeda.

Hormon tanaman ini bisa anda berikan dengan cara menyemprotkan langsung ke daun atau hanya dengan membasahi akar tanaman atau juga dengan cara menyuntikkannya pada batang.

Pemberian hormon ini bukan hanya bermanfaat untuk mempercepat mucnulnya buah, tetapi juga bermanfaat untuk memperbesar ukuran serta membuat tanaman kita lebih produktif dan berkualitas.

Jenis Hormon

Berikut ini beberapa jenis hormon tanaman yang mesti anda ketahui:

  • Hormon Auksin – Bermanfaat untuk merangsang pembentukan pada bunga dan buah. Hormon ini juga dapat melakukan pemanjangan pada titik buah.
  • Hormon Sitokinin – Bermanfaat untuk mengatur pembentukan pada bunga dan buah. Hormon ini juga berfungsi untuk menghambat terjadinya keguguran pada bunga dan buah.
  • Hormon Giberelin – Bermanfaat untuk pertumbuhan bunga dan buah.
  • Hormon Asam Traumalin – Bermanfaat untuk mencegah terjadinya kerusakan sehingga pembungaan dan pembuahan dapat berjalan lancar.
  • Hormon Gas Etilen – Bermanfaat untuk mempercepat proses pematangan buah. Hormon ini juga berfungsi untuk merangsang proses pemekaran bunga.
  • Hormon Kalin – bermanfaat untuk merangsang proses pembentukan pada bunga dan buah dengan hormon yang di sebut antakalin.

Mau tau hormon untuk merangsang buah, silahkan baca pada ulasan: Gandasil B

****

Demikianlah ulasan mengenai pupuk untuk buah yang bisa kami ulas untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa membantu anda untuk membuat tanaman menjadi lebih lebat.

Baca juga: Jenis-Jenis Pupuk NPK untuk Buah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *