Alap-alap Erasia: Ciri, Makanan, Kebiasaan, Dll

Alap-alap erasia atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama Falco tinnunculus ini merupakan hewan pemangsa dengan ukuran tubuh sedang dengan panjang tubuh kisaran 27-35 cm.  meski bukan termasuk hewan yang hidup di Indonesia namun keberandaannya di Indonesia sesekali kita jumpai pada saat musim dingin sebab alap – alap erasia bermigrasi ke Indonesia.

Alap-alap erasia termasuk dalam keluarga Falconidae dan genus Falco. Spesies ini muncul dalam kisaran besar. Alap – alap erasia hampir serupa dengan alap-alap layang yakni berekor panjang dan berwarna cokelat. Hanya saja alap-alap layang memiliki warna yang lebih pucat serta tanda hitam yang kurang tebal.

Alap-alap erasia banyak bersarang dibangunan besar dikota-kota palestina, selain itu alap – alap erasia juga banyak hidup diperkebunan dan pemukiman agraris diseluruh palestina sepanjang tahun. Alap – alap erasia termasuk ke dalam falco yang berfamili dengan elang dan bahkan banyak yang mengklarifikasikannya sejeni.

Falco atau alap-alap erasia terbang menyongsoing angin selatan dengan membentangkan sayapnya serta terbang membumbung  bermigrasi bersama para koloni untuk mencari daerah yang kondisi iklimnya lebih normal dibanding daerah asal yang sedang musim dingin.

Alap – alap erasia atau termasuk dalam jenis falcon ini selalu berusaha terbang lebih tinggi dibanding mangsa guna mempeermudah perburuan. Perburuan hewan predator ini seriing memanfaatkan angin dengan terbang melawan arah angin maka mereka akan terbang layaknya layang-layang. Ketika mengamati mangsa atau mengincar mangsa alap-alap erasia sering terbang ditempat dalam waktu yang lama.

Kestrel atau  alap – alap erasia memiliki sejarah yang berkaitan erat di mesir, keberadaanya dianggap sangat penting oleh warga mesir, hal ini terlihat dari lambing falcon yang selalu digunakan dalam penulisan gelar para firaun.

Alap-alap Erasia via Ebird
Alap-alap Erasia via Ebird.org

Ciri Alap-alap Erasia

  • Memiliki bentuk tubuh kecil sampai sedang dengan panjang sekitar 27-35 cm
  • Berat tubuh betina sekitar 154-314 gram
  • Berat tubuh pejantan sekitar 57-79cm
  • Jantan lebih kecil dibanding betina
  • Memiliki mahkota di kepala berwarna abu-abu
  • Memiliki ekor berwarna abu-abu kebiruan tanpa garis
  • Tubuh bagian bawah berwarna kuning kerbau bercoretkan hitam
  • Untuk betina bertubuh lebih besar dengan tubuh bagian bagian atas seluruhnya coklat, kurang merah dengan garis-garis yang lebih tebal
  • Tubuh bagian atas seluruhnya coklat, kurang merah dengan garis diatasnya lebih tebal
  • Bulu didominasi coklat muda dengan garis kehitaman yang sempit dibagian bawah serta bntik-bintik kehitaman dibagian atas
  • Untuk alap-alap coklat remaja memiliki coretan lebih rapat, kaki kuning, paruh abu-abu dengan ujung hitam, serta iris coklat.
  • Memiliki penglihatan yang tajam
  • Memiliki kemampuan melihat sinar ultraviolet dekat

Simak juga: Alap-alap Kawah: Ciri, Kebiasaan, Makanan, Harga Dll

Persebaran Alap – alap Erasia

Alap-alap coklat secara global tersebar di kawasan ;

  • Eropa
  • Asia
  • Eropa
  • Bermigrasi ke Indonesia dibagian Kalimantan bagian utara dan Sulawesi
  • Bermigrasi ke bagian selatan pada musim dingin

Spesies Alap-alap Erasia

Alap-alap coklat secara garis besar atau global digolongkan menjadi 12 sub-spesies dengan persebaran seperti berikut ini :

  • t.rupicolaeformis (C.L.Brehm,1855)- Afrika dan Arab
  • t. alexandri Bourne,1955 – Tanjung Verde
  • t. neglectus Schlegel, 1873 – Tanjung Verde
  • t. dacotiae E .J .O Harter, 1913 – pulau canary
  • t. canariensis ( koening, 1890) – Madeira dan pulau canary
  • t. objurgatus ( E.C. S. baker, 1927 ) –india dan Srilanka
  • t interstinctus McClelland, 1840 – Tibet malalui Indochina dan china ke jepang:musim dingin ke india, semenanjung melayu dan fhilipina dan Kalimantan utara
  • t perpallidus ( A. H. Clark, 1907 ) – Siberia ke korea dan china: dimusim dingin China dan asia tenggara
  • t tinnunculuc Linnaeus, 1758 – Common kestrel – Afrika, Eropa dan timur tengah hingga Siberia, Afghanistan, dan Pakistan, di Himalaya ke Nepal dan Bhutan, dimusim dingin Afrika dan asia
  • t archer E. J. O. Hartert & Neumann, 1932 _ Somalia, pesisir Kenya dan sokotra
  • t rufescens Swainson, 1837 – afrika ke Ethiopia dan Eritrea dan Angola dan Tanzania
  • t rupicolus daudin, 1800 – rock kestrel- angola, Congo dan Tanzana ke Afrika selatan

Suara Alap – alap Erasia

Alap-alap erasia memiliki teriakan yang tinggi dank eras dengan bunyi “ yak-yak-yak-yak”

Habitat Alap-alap Erasia

Habitat alap – alap erasia berada di daerah terbuka serta bangunan-bangunan yang ada di perkotaan terutama di Pakistan. Beberapa tempat yang dijadikan habitat atau tempat hidup alap – alap erasia seperti taman, hutan kecil, kebun, ngarai, serta jurang.

Hewan ini sering ditemukan di tebing pedalaman, pesisir serta kota-kota, kebun kelapa sawit, hutan terbuka, perkebunan kayu putih, area budidaya, padang pasir, gurun semi kering. Sedangkan di asia banyak ditemukan di asia timur dan utara di kawasan taiga dan hutan tundra dan membuka daratan, padang rumput, pertanian, serta daerah pinggiran kota di Brazil.

Kebiasaan Alap – alap Erasia

  • Tidak terlalu waspada terhadap manusia
  • Sering ditemukan bertengger di tiang listrik dan telepon
  • Sering berburu di daerah padat penduduk baik secara individu atau berpasangan
  • Terbang setinggi mungkin melebihi mangsanya
  • Sering terbang di tempat dalam waktu yang lama saat berburu mangsa
  • Sering terbang melawan angin seperti layang-layang untuk memudahkan berburu
  • Suka bermigrasi pada saat musim dingin
  • Alap-alap erasia juga suka melayang di atas tanah saat berburu
  • Suka melonjak menggunakan punggungnya seperti burung pemangsa lainnya
  • Suka berburu dengan teknik mendeteksi jejak urin dengan bantuan sinar ultraviolet
  • Menyergap mangsa saat mereka melintas

Makanan Alap-alap Erasia

Alap – alap erasia sangat suka berburu serangga, burung kecil, tikus, reptile dan termasuk ular. Alap-alap erasia juga sering berburu di pinggir jalan atau jalan raya, selain itu di pemukiman penduduk juga menjadi tempat berburu alap – alap erasia.

Ketika burung-burung bergerak maka hewan buas ini akan menerkam mereka, selain itu penglihatannya yang tajam memungkinkan melihat mangsa kecil meski dari kejauhan.

Alap-alap erasia dalam berburu juga sering melakukan teknik intai mangsa yakni mengamati dari kejauhan dalam waktu yang cukup lama setelah mangsa lengah maka burung ini akan menerkam dengan kecepatan penuh serta cengkraman yang kuat

Perkembangbiakan Alap-alap Erasia

Di daerah tropis dan afrika selatan alap-alap erasia mulai berkembang biak pada awal musim kemarau. Yakni sekitar bulan agustus dan desember, sedang di daerah erasia sendiri alap – alap erasia berkembang biak pada musim semi atau sekitar bulan april dan mei.

Hewan ini lebih suka bersarang di bangunan. Mereka suka memanfaatkan kembali sarang yang pernah mereka pakai jika ada. Saat bertelur atau membuat sarang burung ini tidak begitu mempermasalahkan jika ada burung kecil lainnyan yang juga bersarang disekitar daerah mereka.

Kadang-kadang ditemukan alap-alap erasia yang bersarang di daun kering di bawah bagian atas pohon palm. Tak jarang juga ditemukan burung yang bersarang dikoloni yang longgar serta mentolelir sarang sejenis yang bersarang di sekarnya.

Telur burung ini terbilang normal jumlahnya berkisar antara 3-6 butir namun tak jarang betina yang mengandung hingga 7 butir telur. Betina bertugas mengerami telur sedang pejantan bertugas berburu hingga beberapa waktu telur menetas sang induk masih menjaga anak mereka hingga mampu terbang sendiri.

Alap – alap erasia pertama kali terbang pada usia 4-5 minggu. Biasanya satu keluarga akan hidup bersama selama 1 bulan atau lebih hingga alap-alap muda mampu mengurus diri sendiri dan mencari mangsa.

Klasifikasi Ilmiah

  • Kerajaan : animalia
  • Filum : chordate
  • Kelas : aves
  • Upakelas : neornithes
  • Infrakelas : neognathaes
  • Superordo : neoaves
  • Ordo : Falconiformes
  • Family : falconidae
  • Genus : falco
  • Spesies : F. tinnunculus

Demikianlah artikel mengenai alap-alap erasia dengan segala tingkahlakunya. Semmoga bias member manfaat yang baik bagi pembaca.

Baca juga: Alap-alap Coklat: Ciri, Makanan, Kebiasaan Dll

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *