Alap-alap Coklat: Ciri, Makanan, Kebiasaan Dll

Alap-alap coklat pertama kali dideskripsikan oleh Nicolas Aylward Vigos dan Thomas Horsfield pada tahun 1827. Alap – alap coklat merupakan burung dari spesies keluarga Accipitridae. Dalam bahasa latin disebut Falco Berigora. Tak sama denga alap-alap pada umumnya yang berukuran kecil, alap – alap coklat berukuran besar sekitar 41-53 cm.

Tubuh dari alap-alap coklat ini didominasi totol coklat baik di bagian atas maupun bagian bawah, serta bulu bagian tengkuknya berantakan. Tungkai dari alap – alap coklat berwarna kehijauan, serta memiliki fase pucat dan fase gelap.

Burung alap-alap coklat ini juga termasuk hewan predator atau pemangsa.  Alap – alap coklat jantan memiliki berat tubuh sekitar 250 sampai 415 gram sedangkan betina memiliki bobot tubuh sekitar 440 sampai 740 gram. Pejantan memiliki ukuran dan bobot tubuh lebih kecil dari pada betina.

Burung Alap-Alap Coklat
Burung Alap-Alap Coklat

Ciri Alap-alap Coklat

  • Mata berwarna kuning cerah
  • Disekitar paha berwarna coklat kemerahan
  • Dada bagian atas bercoret
  • Ekor bundar panjang serta tubuh bagian bawah perpalang warna kayu manis serta hijau pucat
  • Jantan lebih kecil dari betina
  • Berat tubuh betina sekitar 440-740 gram
  • Burung muda memiliki warna berwarna coklat keabu-abuan
  • Memiliki fase pucat dan fase gelap
  • Bertubuh sedang dengan panjang 40 – 55 cm
  • Memiliki rentan sayap sekitar 74-96 cm

Alap-alap Coklat dalam Bahasa Latin

  • Bahasa latin : Falco Berigora
  • Bahasa Indonesia : alap – alap coklat
  • Bahasa inggris : Brown Falcon
  • Bahasa jerman : Habichtfalke
  • Bahasa perancis : Faucon Berigora
  • Bahasa italia : Falco Bruno

Penyebaran dan Jenis

Burung alap-alap coklat banyak dijumpai di hutan bebas  sehingga tak heran jika di kawasan Indonesia banyak dijumpai alap – alap coklat, selain itu alap – alap coklat juga banyak tersebar di daerah Australia, New Celodonia, serta Vanuatu. Selain itu alap – alap ini juga banyak dijumpai di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut di daerah Maluku, papua , Nusa tenggara, serta Sulawesi.

Berikut sub-spesies yang terkenal dari burung alap-alap coklat :

  • Dogwa rand, 1941- papua bagian selatan
  • Natalis (lister, 1889)- P. Christmas
  • Savu Myar, 1941 – sawu (sunda keci)
  • Hellmayri Stresemann, 1922- timor, alor, roti (sunda keci)
  • Wallcacii (sharpe,1874) – sunda kecil, dari Lombok ke timur sampai barat
  • Tjendanae Stresemann, 1925- sumba
  • Didimus ( Mathews, 1912)- Australia utara; buru (Maluku selatan)
  • Stresemann rensch, 1931- pulau-pulau kecil antara Sulawesi dan sunda kecil
  • Fasciatus (Vigors & Horsfield, 1827)- Timor leste. Australia dan Tasmania:kep Rennel dan Bellona(Solomons)
  • Vigilax ( Wetmore , 1926)- New Celedonia, kep. Loyalty, Vanuatu

Makanan Alap-alap Coklat

Alap – alap coklat ini suka menguntit serangga di tanah, mencengkeram mangsa di udara, bersembunyi di dedaunan, serta bertengger di pohon untuk menunggu mangsa. Beberapa mangsa yang selalu diincar dan menjadi makanan alap-alap coklat adalah seperti beriku burung kecil, mamalia, serangga, kupu-kupu, capung, laron,  amfibi, reptile, dan kadang-kadang bangkai.  Dibagian Australia utara dan selatan alap – alap coklat memangsa burung, kelinci muda serta kadal.

Kebiasaan

  • Sering terbang tinggi seorang diri atau berpasangan
  • Suka bertengger untuk periode yang lama
  • Sesekali terbang tinggi
  • Melayang dengan sayap agak terangkat ke atas untuk berburu mangsa
  • Menghuni hutan hujan, hutan, savanna, serta budidaya hutan ringan
  • Suka mencari mangsa di area perkebunan
  • Perilaku mirip elang rawa, yakni terbang dengan mengepakkan sayap secara santai, meluncur dengan sayap terangkat, serta melayang-layang.

Klasifikasi Ilmiah

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Aves
  • Ordo : Falconiformes
  • Family : Accipitridae
  • Genus : Falco
  • Spesies : F. berigora

Perkembangbiakan Alap-alap Coklat

Musim kawin pada alap-alap cokelat ini sekitar bulan September sampai desember. Alap-alap cokelat biasanya membuat sendiri sarangnya dengan mengumpulkan ranting atau batang pohon yang dijalin dengan dedaunan.

Jumlah telur alap-alap cokelat hanya berkisar 2-5 butir dengan warna putih kebiru-biruan. Pejantan bertugas berburu untuk bertahan hidup disaat betina bertelur atau mengeram, dengan masa eram selama 29 sampai 33 hari.

Hingga anak alap-alap berumur 6 minggu sang induk akan tetap mendampingi di dalam sarang sedang sang ayah atau pejantan bertugas menghidupi indukan dan anakan dengan berburu. Setelah anak berumur 28 sampai 37 hari anak akan mulai belajar terbang.

****

Demikianlah  deskripsi mengenai alap-alap coklat yang persebarannya hampir di semua benua. Semoga bermanfaat. Artikel terkait: Alap-alap Kawah: Ciri, Kebiasaan, Makanan, Harga Dll

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *