5 Manfaat Pupuk Fosfat untuk Sawit yang Sangat Luar Biasa!

Pupuk Fosfat Untuk Sawit – Tanaman yang hidup di sekitar kita pasti membutuhkan asupan gizi untuk tumbuh. Salah satu bahan yang dibutuhkan tanaman adalah pupuk.

Pupuk sendiri memiliki fungsi sebagai salah suatu sumber zat hara buatan yang sangat dibutuhkan tanaman untuk mencukupi nutrisinya, terutama akan unsur-unsur nitrogen, fosfat, dan kalium. Dari ketiga unsur tersebut, fosfat memiliki peran besar dalam pertumbuhan tanaman sehingga harus ada dan terpenuhi.

Dalam pemenuhan nutrisi untuk tanaman, sawit salah satunya, fosfat menjadi salah satu dari sekian unsur mineral senyawa yang wajib ada. Terdiri dari fosfor dan oksigen, fosfat yang juga dikenal dengan fosfor ini dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding unsur nitrogen. Pasalnya, fosfor akan diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat, AlPO4 dan FePO4.

Nah, ingin tahu lebih banyak lagi tentang fosfor alias pupuk fosfat untuk sawit? Yuk, langsung saja simak ulasannya!

Pupuk Fosfat untuk Sawit
Pupuk Fosfat untuk Sawit

Macam-Macam Pupuk Fosfat untuk Sawit

Berikut ini adalah daftar macam-macam pupuk fosfat, yakni ada jenis Pupuk Superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang sangat mudah sekali larut dalam air sehingga memudahkan akar tanaman untuk menyerapnya.

Contoh dari pupuk superfosfat ini seperti Engkel superfosfat (ES) yang mengandung kurang lebih 15% P2O5, Double superfosfat (DS) yang mengandung kurang lebih 30% P2O5, serta Tripel Superfosfat (TSP) yang mengandung kurang lebih 45% P2O5.

Ada pula Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) yang dituliskan dengan Mg3(PO4)2 dan sangat cocok digunakan pada tanah yang mengandung besi serta aluminium. Terakhir, ada Pupuk Aluminium Fosfat (AlPO4) dan Pupuk Besi (III) fosfat (FePO4).

Untuk karakteristiknya sendiri, pupuk-pupuk tersebut memiliki warna abu-abu cokelat muda. Selain itu, sebagian P dapat larut air, memiliki reaksi fisiologis, dan juga cukup asam.

Bahaya dari racun sulfat juga relatif cukup kecil. Reaksi sulfida yang berasal dari reduksi sulfat juga relatif rendah. Efek kerjanya pun cukup lambat dan kemungkinan pada pelindian juga sedikit.

Apabila diletakkan pada tanah yang mengandung banyak Fe3+ dan Al3+ bebas, pupuk ini akan mengalami sematan P yang disebabkan oleh kedua unsur tersebut. Maka dari itu karena kerjanya lambat, pupuk ini biasanya diberikan sebagai pupuk dasar saja.

Seperti pada pupuk nitrogen, pupuk fosfor dapat dibedakan menjadi tiga golongan menurut cara kombinasi ataupun ketersediaan asam fosforiknya.

Fosfat itu sendiri terlarut air dengan asam fosfor dan mencakup superfosfat, double atau triepel superfosfat, monoamonium fosfat, dan diamonium fosfat.

Salah satu keuntungan besar dari pupuk fosfat yang terlarut dalam air ialah ion fosfatnya cepat terserap dan dengan begitu akan mempermudah tanaman muda yang sistem perakarannya belum berkembang penuh. Selain itu, tanaman akan menanggapi dengan baik sekali.

Superfosfat juga memiliki efek yang sangat menguntungkan karena ketersediaannya mudah serta adanya kandungan gipsum.

Tidak cukup sampai disitu, fosfat yang terlarut air, dalam sebagian besar tanah akan diubah secara cepat menjadi bentuk yang tak larut air air. Sedangkan pada sebagian kecil jenis tanah, fosfat akan tetap tersedia bagi tanaman sampai suatu batas waktu tertentu.

Pada tanah yang asam dan memiliki kandungan besi dan aluminium yang tinggi, fosfat dari pupuk akan terlarut air dan dapat diubah ke dalam bentuk tak larut sedemikian cepatnya sampai-sampai tanaman mungkin akan sedikit mendapatkan manfaat dari pupuk tersebut.

Maka dari itu, Proses fiksasi atau perubahan ini perlu diperlambat sedikit dengan meletakkan larutan pupuk ini dalam sebuah kantong-kantong atau lubang-lubang kecil dekat tanaman. Mudah, bukan?

Sumber Zat Fosfor 

Nah, berikut ini ada beberapa unsur yang dapat dijadikan sumber zat fosfor, yakni :

1. SP36

Mengandung sekitar 36% fosfor yang berbentuk P2O5, pupuk ini berasal dari fosfat alam dan sulfat. Memiliki bentuk butiran dan berwarna abu-abu, SP36 bersifat sedikit sulit larut dalam air dan bereaksi cukup lambat sehingga kebanyakan digunakan untuk pupuk dasar saja. Kemudian untuk reaksi kimianya, pupuk ini juga tergolong netral, tidak higroskopis, serta bisa membakar.

2. Amonium Phospat

Monoamonium Phospat (MAP) dan Diamonium Phospat (DAP) merupakan jenis pupuk yang biasanya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal pada tanaman atau styarter fertillizer.

Memiliki bentuk berupa butiran yang berwarna cokelat semu kekuningan serta reaksi alkalis dan mudah larut dalam air, pupuk ini nyatanya tidak higroskopis sehingga akan tahan lama jika disimpan. Selain itu, Amonium Phospat juga tidak bersifat membakar karena memiliki indeks garam yang rendah.

Manfaat Pupuk Fosfat untuk Sawit

Fosfat adalah komponen penyusun beberapa enzim, seperti protein, ATP, RNA, serta DNA. ATP sendiri sangat penting dalam proses transfer energi. Begitu juga dengan RNA dan DNA yang berperan dalam menentukan sifat genetik tanaman. Fosfat juga berperan pada proses pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Dengan struktur perakaran yang baik, daya serap nutrisi pun nantinya juga lebih baik.

Selain itu bersama dengan kalium, fosfat juga dipakai untuk merangsang proses pembungaan. Hal tersebut wajar karena kebutuhan tanaman terhadap fosfat semakin meningkat ketika tanaman tersebut akan berbunga. Nah, untuk lebih jelasnya tentang manfaat fosfat, simak ulasan berikut ini ya!

1. Membantu Proses Respirasi dan Fotosintesis

Fosfat akan membantu akar dalam menyerap air dalam tanah kemudian membawanya ke daun untuk bahan fotosintesis  dan sebagian akan disalurkan ke bagian tanaman yang lain juga. Jika proses respirasi dan fotosintesis pada daun berjalan dengan baik, maka tanaman tersebut akan memiliki daun yang berwarna hijau segar serta memiliki batang yang sehat pula.

2. Membantu Penyusunan Asam Nukleat

Fosfat akan membantu dalam penyusunan DNA dan RNA tanaman yang akan menghasilkan sifat genetik pada tanaman itu sendiri. Susunan asam nukleat DNA dan RNA yang baik akan menghasilkan tanaman dan keturunan tanaman tersebut sehat tanpa cacat sehingga memungkinkan untuk bisa ditanam ulang.

3. Membantu Pembentukan Bibit Tanaman dan Penghasil Buah

Fosfat juga berperan dalam pembentukan bibit yang memiliki kualitas yang baik pada tanaman dan mengurangi risiko kegagalan pembentukan bibit pada tanaman. Selain itu, fosfat juga membantu dalam merangsang pembenntukan buah sehingga menghasilkan buah yang lebat.

4. Perangsang Akar Sehingga Tanaman Lebih Tahan Kekeringan

Fosfat akan membantu tanaman dalam mencari sumber air untuk bertahan hidup sehingga tanaman yang menyerap fosfat dengan baik akan tetap bertahan dalam kondisi kekeringan.

5. Mempercepat Masa Panen

Hal ini tentunya akan dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen pada tanaman. Selain itu, masa panen lebih cepat terjadi karena fosfat merangsang pertumbuhan bunga, daun, batang dan buah sehingga tanaman akan tumbuh, berbunga dan berbuah dengan cepat.

*****

Demikian ulasan mengenai manfaat pupuk fosfat untuk sawit yang bisa kami ulas untuk anda. Sekarang anda sudah mengerti tentang manfaat fosfat, bukan? Semoga bermanfaat ya!

Artikel terkait: Pupuk Sawit – Jenis, Dosis dan Cara Memberikannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *